ARWAH BALAS DENDAM

ARWAH BALAS DENDAM
Kepergian Hanna


__ADS_3

Vote_


Hari ini hari pemakaman Hanna wanita ku, wanita ku telah pergi dan kembali kepada sang Pencipta.


Duka ku belum usai luka ku belum kering cinta dan rasa sakit beriring, aku mencoba untuk menerima semua rasa pahit ini, akan tetapi rasa bersalah terus menghantui dan membuat ku bagai lelaki yang hinggap di ribuan duri sakit sekali.


Sudah saat nya aku merelakan kepergianmu, aku perna mencintaimu dan akan selalu mencintaimu tetapi sudah saat nya kamu kembali kepada sang Pencipta lagi.


Jasad Hanna sudah selesai dimakamkan, rasa nyeri kembali menusuk hati. Melihat orang yang kucintai lebih dulu pergi meninggal kan ku seorang diri.


Aku terus menatap batunisan Hanna yang bertuliskan nama nya dan satu bingkai foto nya yang tersenyum cantik sekali .


Hingga aku enggan meninggalkan nya sendiri di pemakaman yang sunyi ini.

__ADS_1


"Bro, sudahlah ikhlaskan. Mungkin sudah saat nya dia kembali kepada ilahi sudahi rasa sedih dan yang sudah terjadi hari ini. " Ucap aldo sahabat ku sembari menepuk bahuku.


"Gw merasa ini terjadi karna ulah gw do, gw gagal . gw merasa gagal menjadi seorang lelaki yang tidak bisa menjaga wanita nya dengan baik. " Air mataku menetes meratapi kepiluan ini.


"Ray sampe kapan lu mau nyalahin diri lu sendiri seperti ini, ini sudah kehendak Tuhan tugas lu cuma merelakan dia pergi biar dia pun tenang disana bro, gw tau perasaan lu ga mudah di tinggal orang yang lu sayang tapi lu harus relain. "Tukas aldo menyemangati ku.


"Gw belum siap kehilangan Hanna do. "Aku kembali menatap batunisan Hanna.


Setelah sampai di apartemen ku, aku langsung merebahkan diri ku dikasur tanpa mandi terlebih dahulu. Karena aku sudah sangat lelah fisik mental dan hati.


Aku mengambil bingkai foto ku dan Hanna yang terpajang di nakas sebelah tempat tidurku dan memandangi wajahnya yang tersenyum tulus itu.


Andai waktu itu tidak terjadi, andai waktu itu aku tidak pergi bersama Sasha dan melakukan kesalahan fatal, andai aku tau hari kepulangan mu dan mengingat anniversary kita, pasti kamu masih ada bersama ku saat ini bercanda tawa seperti waktu itu lagi.

__ADS_1


Saat aku masih menatap bingkai foto ku dan Hanna, tiba-tiba ada suara langkah kaki diluar kamar ku.


Dan perlahan bulu kuduk ku merinding, aku memberanikan diri membuka pintu kamar ku ketika aku melangkah keluar aku dibuat terkejut.


Karena banyak jejak kaki di lantai ruang tengah ku, dan yang lebih mengejutkan ku lagi jejak kaki ku seperti lumpur yang berlumuran darah.


Aku terus memperhatikan jejak kaki itu dan mengikuti kemana jejak itu pergi, saat aku mengikuti jejak kaki itu berhenti di pintu belakang gudang apartemen ku.


Lalu bau anyir menyeruak dan menusuk hidungku bau yang sangat menjijikkan dan membuatku mual.


Aku yang sudah dipenuhi rasa takut dan hati yang masih berduka mencoba kembali ke kamar namun langkah ku terhenti ketika suara seorang wanita yang sangat ku kenal memanggil namaku.


Ray, kamu mau kemana?

__ADS_1


__ADS_2