Asmara Cinta 2 Dunia

Asmara Cinta 2 Dunia
1. awal pertemuan....!!!!!


__ADS_3

hari ini adalah hari liburan panjang selama pergantian semester. aku dan sohibku berencana liburan ke hutan Himalaya.aku suka berpetualangan ke gunung- gunung himalaya.


" oh ya besok jadi ngak liburan ke gunung himalaya".


" jadi donk".


" woyy Ris, gimana loh jadikan kita berpetualangan besok".


" aduh giman ya gaiz , gue sih mau aja tapi gue takut di omelin sama bunda dan ayah gue".


" trus gimana donk masa ia kita pergi cuma berempat aja kan ngak seru".


" hmm nanti ya gue kabari kalau gue di ijini sama bunda dan ayah gue".


" gimana kalau loh pura- pura bohong sama tante jasmin dan om gino".


" ia benar tuh gue setuju".


" masa ia gue harus bohong segala kan dosa".


" ya mau gimana lagi Ris, itu salah satu cara biar loh ikut sama kita besok".


" hmmm gue pikir- pikir dulu ya".


" yaelah pake acara pikir- pikir segala ".


" atau kita kerumah loh aja Ris, minta ijin sama tante jasmin".


" benar tuh sekalian kita packing baju- baju loh gimana".


" hmmm yaudah deh gue setuju".


" nah gitu donk itu namanya sohib kita๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜".


" yaudah yuk kita pulang siap- siap packing peralatan yg mau kita bawa besok".


" ok yuk".


kita pun pulang kerumah masing- masing.


malam harinya aku pun berusaha minta ijin ke bunda dan ayah gue.


" hy bun, yah".


" e, anak bunda yg cantik ini ada apa sih kok tumben masuk ke kamar bunda sama ayah".


" ia nih anak ayah yg bawel ini tumben samparin ayah sama bunda apa ada sesuatu yg kamu mau bicarakan?".


" hmmm ini yah ,bun ,aku mau minta ijin besok".


" memangnya kamu mau pergi kemana besok?".

__ADS_1


" ini aku mau pergi study tour sama teman- teman bun, yah".


" study tour kemana nak?".


" ke hutan himalaya bun".


" himalaya?".


" ia bun, yah ,bolehkan aku pergi besok".


" bunda ngak ijinin kamu pergi".


" tapi bun, kenapa aku ngak boleh pergi".


" bunda bilang tidak ya tidak kamu bisa mengertikan maksud bunda".


" tapi kenapa bun, aku butuh alasan kenapa bunda larang aku pergi ke hutan itu".


" bunda ngak mau aja terjadi sesuatu sama kamu".


" aku udah besar bun, aku juga bisa jaga diri bunda jangan khawatir".


" justru itu bunda khawatir nanti kamu ketemu sama bangsa vam....!!!".


pembicaraan bunda di potong oleh aku


" maksud bunda apa siapa itu vam"!!!.


" nak, maksud bunda itu nanti kamu ketemu sama binatang buas makanya bunda sama ayah larang kamu ke hutan apa lagi hutan itu kan banyak binatang buasnya".


" hmmm baiklah bunda ijini asalkan kamu jangan pergi ke gunung krakatau, kamu bisakan nuruti permintaan bunda".


" ia bun ,aku janji tidak akan ke gunung krakatau itu".


" baiklah ayah juga setuju tapi di sana kamu hati - hati ya ingat jangan ke gunung itu".


" ia yah, aku janji tdk akan ke gunung itu tapi aku penasaran kenapa bunda sama ayah larang aku ke gunung itu".


" saat ini bunda sama ayah belum bisa kasih tahu kamu ".


" kenapa".


" nanti kalau kamu udah siap bunda sama ayah janji akan kasih tahu kamu".


" baiklah bun, yah ,kalau memang kalian ngak mau kasih tahu aku gpp kok aku ngak maksa bunda sama ayah jawab pertanyaan ku tadi".


" maaf ya nak, ayah sama bunda ngak bermaksud seperti itu".


" ia gpp kok yah , bun, kalau gitu aku pergi dulu ke kamar packing baju- baju".


" ia nak".

__ADS_1


aku pun langsung pergi kekamar packing baju.sementara bunda sama ayah berbincang- bincang.


" yah, bunda takut nanti di sana Riska ketemu sama vampir itu" khawatir.


" bunda jangan khawatir ayah yakin Riska tdk akan bertemu dgn vampir itu".


" tapi kalau vampir itu bertemu dgn Riska gimana yah, bunda cemas".


" itu tdk akan terjadi bun, percaya sama ayah lagian kita kan udah kasih kalung penangkal vampir itu jadi vampir itu ngak akan bisa menyentuh Riska ".


" ia yah , bunda lupa kasih tahu Riska untuk tdk melepaskan kalung itu".


" yasudah sana bunda ke kamarnya kasih tahu dia untuk tdk melepaskan kalung itu".


" baik yah, bunda ke kamarnya dulu".


bunda pun menuju ke kamar Riska dan memberitahukan suatu hal.


" tok...tok....tok..., nak , kamu udah tidur belum?".


" masuk aja bun, pintunya ngak ke kunci kok".


bunda pun langsung membuka pintu dan masuk lalu menghampiri aku yg mau tidur.


" nak, bunda mau bicara sesuatu boleh?".


" bunda mau bicara apa".


" nak, bunda mau bilang kamu jangan lepaskan kalung itu ya".


" ia bun, aku tdk akan melepaskan kalung ini kok".


" syukurlah ingat ya sama perkataan bunda jangan pernah kamu melepaskan kalung itu dari leher mu apa pun caranya bunda ngak mau kamu melepaskan kalung itu".


" ia bun ,aku janji kok jadi bunda jangan khawatir ya".


" yasudah kamu tidur sana dan jangan begadang".


" siap bos, laksanakan๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜".


" kamu ini" menggeleng- gelengkan kepalanya.


" kalau gitu aku tidur dulu ya bun ,ngantuk".


" yasudah ingat ya pesan bunda jangan pernah kamu melepaskan kalung itu".


" ia bun, tenang aja ".


" kalau gitu bunda ke kamar dulu ya".


" ok bun".

__ADS_1


bunda pun keluar dari kamar ku lalu menuju ke kamarnya. aku binggung dengan perkataan bunda tentang kalung ini.


" ada apa ya sama kalung ini kok bunda larang aku melepaskan kalung ini, aku jadi penasaran nih sama kalung ini" gumam dlm hati.


__ADS_2