
hari ini adalah hari liburan panjang selama pergantian semester. aku dan sohibku berencana liburan ke hutan Himalaya.aku suka berpetualangan ke gunung- gunung himalaya.
" oh ya besok jadi ngak liburan ke gunung himalaya".
" jadi donk".
" woyy Ris, gimana loh jadikan kita berpetualangan besok".
" aduh giman ya gaiz , gue sih mau aja tapi gue takut di omelin sama bunda dan ayah gue".
" trus gimana donk masa ia kita pergi cuma berempat aja kan ngak seru".
" hmm nanti ya gue kabari kalau gue di ijini sama bunda dan ayah gue".
" gimana kalau loh pura- pura bohong sama tante jasmin dan om gino".
" ia benar tuh gue setuju".
" masa ia gue harus bohong segala kan dosa".
" ya mau gimana lagi Ris, itu salah satu cara biar loh ikut sama kita besok".
" hmmm gue pikir- pikir dulu ya".
" yaelah pake acara pikir- pikir segala ".
" atau kita kerumah loh aja Ris, minta ijin sama tante jasmin".
" benar tuh sekalian kita packing baju- baju loh gimana".
" hmmm yaudah deh gue setuju".
" nah gitu donk itu namanya sohib kita๐๐๐".
" yaudah yuk kita pulang siap- siap packing peralatan yg mau kita bawa besok".
" ok yuk".
kita pun pulang kerumah masing- masing.
malam harinya aku pun berusaha minta ijin ke bunda dan ayah gue.
" hy bun, yah".
" e, anak bunda yg cantik ini ada apa sih kok tumben masuk ke kamar bunda sama ayah".
" ia nih anak ayah yg bawel ini tumben samparin ayah sama bunda apa ada sesuatu yg kamu mau bicarakan?".
" hmmm ini yah ,bun ,aku mau minta ijin besok".
" memangnya kamu mau pergi kemana besok?".
__ADS_1
" ini aku mau pergi study tour sama teman- teman bun, yah".
" study tour kemana nak?".
" ke hutan himalaya bun".
" himalaya?".
" ia bun, yah ,bolehkan aku pergi besok".
" bunda ngak ijinin kamu pergi".
" tapi bun, kenapa aku ngak boleh pergi".
" bunda bilang tidak ya tidak kamu bisa mengertikan maksud bunda".
" tapi kenapa bun, aku butuh alasan kenapa bunda larang aku pergi ke hutan itu".
" bunda ngak mau aja terjadi sesuatu sama kamu".
" aku udah besar bun, aku juga bisa jaga diri bunda jangan khawatir".
" justru itu bunda khawatir nanti kamu ketemu sama bangsa vam....!!!".
pembicaraan bunda di potong oleh aku
" maksud bunda apa siapa itu vam"!!!.
" nak, maksud bunda itu nanti kamu ketemu sama binatang buas makanya bunda sama ayah larang kamu ke hutan apa lagi hutan itu kan banyak binatang buasnya".
" hmmm baiklah bunda ijini asalkan kamu jangan pergi ke gunung krakatau, kamu bisakan nuruti permintaan bunda".
" ia bun ,aku janji tidak akan ke gunung krakatau itu".
" baiklah ayah juga setuju tapi di sana kamu hati - hati ya ingat jangan ke gunung itu".
" ia yah, aku janji tdk akan ke gunung itu tapi aku penasaran kenapa bunda sama ayah larang aku ke gunung itu".
" saat ini bunda sama ayah belum bisa kasih tahu kamu ".
" kenapa".
" nanti kalau kamu udah siap bunda sama ayah janji akan kasih tahu kamu".
" baiklah bun, yah ,kalau memang kalian ngak mau kasih tahu aku gpp kok aku ngak maksa bunda sama ayah jawab pertanyaan ku tadi".
" maaf ya nak, ayah sama bunda ngak bermaksud seperti itu".
" ia gpp kok yah , bun, kalau gitu aku pergi dulu ke kamar packing baju- baju".
" ia nak".
__ADS_1
aku pun langsung pergi kekamar packing baju.sementara bunda sama ayah berbincang- bincang.
" yah, bunda takut nanti di sana Riska ketemu sama vampir itu" khawatir.
" bunda jangan khawatir ayah yakin Riska tdk akan bertemu dgn vampir itu".
" tapi kalau vampir itu bertemu dgn Riska gimana yah, bunda cemas".
" itu tdk akan terjadi bun, percaya sama ayah lagian kita kan udah kasih kalung penangkal vampir itu jadi vampir itu ngak akan bisa menyentuh Riska ".
" ia yah , bunda lupa kasih tahu Riska untuk tdk melepaskan kalung itu".
" yasudah sana bunda ke kamarnya kasih tahu dia untuk tdk melepaskan kalung itu".
" baik yah, bunda ke kamarnya dulu".
bunda pun menuju ke kamar Riska dan memberitahukan suatu hal.
" tok...tok....tok..., nak , kamu udah tidur belum?".
" masuk aja bun, pintunya ngak ke kunci kok".
bunda pun langsung membuka pintu dan masuk lalu menghampiri aku yg mau tidur.
" nak, bunda mau bicara sesuatu boleh?".
" bunda mau bicara apa".
" nak, bunda mau bilang kamu jangan lepaskan kalung itu ya".
" ia bun, aku tdk akan melepaskan kalung ini kok".
" syukurlah ingat ya sama perkataan bunda jangan pernah kamu melepaskan kalung itu dari leher mu apa pun caranya bunda ngak mau kamu melepaskan kalung itu".
" ia bun ,aku janji kok jadi bunda jangan khawatir ya".
" yasudah kamu tidur sana dan jangan begadang".
" siap bos, laksanakan๐๐๐".
" kamu ini" menggeleng- gelengkan kepalanya.
" kalau gitu aku tidur dulu ya bun ,ngantuk".
" yasudah ingat ya pesan bunda jangan pernah kamu melepaskan kalung itu".
" ia bun, tenang aja ".
" kalau gitu bunda ke kamar dulu ya".
" ok bun".
__ADS_1
bunda pun keluar dari kamar ku lalu menuju ke kamarnya. aku binggung dengan perkataan bunda tentang kalung ini.
" ada apa ya sama kalung ini kok bunda larang aku melepaskan kalung ini, aku jadi penasaran nih sama kalung ini" gumam dlm hati.