
kami pun langsung mengikuti Angga ke jalan menuju warung itu. selama perjalan aku merasa ada yg mengikutiku. namun Angga tiba- tiba berhenti hingga membuat ku menabraknya.
" e, maaf gue ngak sengaja".
"gpp kok loh lagi mikirin apa ".
" hmmm, kayaknya ada yg lagi kasmaran nihπππ".
" apaan sih loh Sar, ngaco loh kalau ngomon".
" hhhh".
" e, maaf ya Ngga, biasa mereka memang kayak gitu suka bercandaπππ".
" gpp kok πππ".
" oh ya gais kayaknya kita balik yuk ke mobil biarkan dua manusia sejoli ini kasmaran ".
" benar tuh daripada kita jadi obat nyamuk lagi".
" yuk kita balik ke mobil".
" e, kok kalian balik ke mobil sih katanya kita mau cari warung".
" ngak jadi mending kalian berdua sana kasmaran ".
" ia benar tuh sana Ris ,kasian tuh pacar loh".
" apaan sih loh pada aneh bangat siapa juga yg pacaran sama dia jangan ngaco deh kalau ngomon" kesal.
" hhhhh".
" oh ya kamu jangan dengerin mereka ya ".
" gpp kok justru gue senang dengarnyaπππ".
" whatt..!!! nih cowok kok ngomon gitu sih nanti mereka malah tambah bully gue lagi".
" hhhh dengerin tuh Ris, Angga aja senang tuh ".
" ya ngak Ngga , kalian cocok kok pacaran".
" apaan sih ngawur trus kalau ngomon" kesal.
" tuh Ris ,loh ngak peka bangat tuh Angga udah kasih kode πππ".
" ππππ".
" gimana Ngga ,loh mau kan pacaran sama sohib kita yg bawel ini".
" kalau gue sih mau aja asal Riskanya mauπππ"
" apaan sih kita kan baru ketemuan kok malah langsung pacaran".
" hehehe , gue cuma bercanda kokπππ".
" yaudah yuk kita lanjut lagi".
kami pun melanjutkan perjalanan yg sempat tertunda. akhirnya kami sampai di suatu warung yg agak sepi pengunjungnya.
" hufttt, akhirnya kita sampai juga".
" ia Dan, akhirnya kita bisa duduk sejenak ".
" gara- gara jalan kaki tadi membuat kaki gue pegal bangat" kesal.
" benar bangat tuh Cath, harusnya tadi kita pake mobil aja ngak usah jalan kaki kayak gini bikin capek".
" ia juga ya kok gue ngak kepikiran tadi".
__ADS_1
" kalau gue tahu warungnya jauh bangat lebih baik gue naik mobil aja tadi ".
" sudah- sudah kok malah berantam sih kan yg penting kita sudah sampai".
" yasudah yuk kita pesan makanan dulu ngomonnya nanti aja ok".
" yaudah yuk gue udah lapar bangat".
" ok let's go".
kami pun langsung menuju ke warung untuk memesan makanan.
" ini benar warungnya kok sepi bangat sih ".
" ia ya kok seperti bukan warung aja ya ".
" ia juga sih tempatnya kayak horor gitu bikin gue merinding aja" takut.
" husss, kalian nih ngomonnya ngaco mulu".
" memang kenyataan kok Ris, tempatnya horor ngak kayak warung yg biasa kita tempati".
" astaga Sar, ini tuh di kampung bukan di kota gimana sih".
" hehehe ,ia ya kok gue lupaπππ".
" makanya jangan kebanyakan nonton horor gini kan akibatnya".
" hehehe , ia maaf".
tiba- tiba penjual warung itu pun menghampiri kami yg sedang asik mengobrol.
" e, maaf mbak, mas, kalian mau pesan apa?".
" e, ia bu, kita mau pesan bakso aja".
" maaf mbak ".
" ia gpp kok bu'".
" kalau gitu saya bikin baksonya dulu".
" ia bu".
" oh ya Ngga ,kok loh bisa tahu warung horor ini".
" apaan sih loh Sar, ngomon kayak gitu".
" tahu tuh nanti ibu pemilik warungnya dengar gimana".
" hehehe maaf habisnya ini tempat horor bangat".
" sebenarnya ini warung udah lama bangat di sini sekitar 300 tahun lamanya".
" whatt...!!!!300 tahun kayak umur vampir aja".
" Sar, loh tuh ya dari tadi ngaco terus kalau ngomon".
" e, maaf habisnya gue kaget aja dengarnya".
" mending loh diam aja Sar, ngak usah ngomon ".
" apaan sih Cer, loh pikir gue patung gitu" kesal.
" udah deh jangan mulai lagi berantamnya , e , maaf ya Ngga, mereka berdua ini masih kayak bocah".
" apaan sih loh Dan, bilangi kita bocah loh aja tuh yg kayak bocah" marah.
" huftt, kalian ini udah gede' masih aja berantam ".
__ADS_1
" loh sih Sar,".
" kok gue yg salah kan loh".
" kalau kalian berantam lagi gue kasih tinggal nih kalian mau gue tinggalin kalian di sini hah!!!".
" jangan Ris, gue takut".
" makanya jangan berantam lagi".
" ia kita janji ngak berantam lagi suer deh".
perdebatan yg cukup lama akhirnya pesanan kami pun datang.
" ini mbak, mas ,baksonya silahkan di nikmati".
" makasih ya bu".
" sama - sama mbak semoga makanannya enak".
" ia bu".
pemilik warung itu pun kembali kedalam warungnya. kami pun menyantap bakso dgn lahap.
" Ngga, loh ngak makan?".
" e, anu, gue masih kenyang kokπππ".
" kenyang kok bisa perasaan tadi loh bilang mau cari makan".
" oh itu, gue tadi udah makan kok".
" tapi kok gue ngak lihat loh makan bukannya tadi kita pergi ke warung ini bersama ya ".
" ia ya ,kan tadi kita jalan kaki bersama ke tempat ini".
" oh itu sebelum gue ketemu kalian gue udah makan kok di rumah gue".
" rumah loh di mana?".
" Sar, loh kok banyak tanya mulu sih ".
" tahu tuh biasa orang kepo".
" apaan sih loh Cath, ".
" ini rumah gue ada di sekitar sini dekat kok".
" rumah yg mana perasaan di sekitar sini cuma ada pepohonan ,gue ngak lihat rumah di sini" penasaran.
" ia ya, setahu gue waktu kita cari warung ngak ada tuh gue lihat rumah satu pun ngak ada ini aja kita sampai di warung ini butuh waktu lama kita mencarinya".
" apa jangan- jangan loh tinggal di atas pohon ya".
" Cer, loh apaan sih ngomon kayak gitu".
" mana ada orang tinggal diatas pepohonan yg ada tuh burung".
" e, maaf ya Ngga, loh ngak tersinggung kan?".
" gpp kok, gue ngak tersinggung gue malahan merasa lucu aja sama pertanyaan teman loh barusanπππ".
" hehehe, biasa orang rada- rada stressπ€£π€£π€£".
" whatt...!!! loh aja tuh Dan, yg stres enak aja ngatain gue stres".
" yaudah yuk makan ".
" ok".
__ADS_1