
--[5 tahun kemudan]—
Di dalam hutan yang lebat tampak sebuah bangunan besar yang asing. Bangunan itu terlihat seperti gudang yang belum terlalu tua, cukup mencolok di antara pohon-pohon yang rindang. Sunyi, namun samar-samar dapat terdengar bunyi suara dering alarm yang terus berbunyi disertai suara pemberitahun yang terus diulang.
『Warning! Intruder! Semua personil segera menuju posisi masing-masing』
suara itu terdengar berulang-ulang mengiringi dering yang cukup berisik hingga membuat ketidaknyamanan pada makhluk hidup di hutan sekitarnya.
Di saat pemberitahuan itu tetap berlangsung, terdengar suara peluru meluncur terus dari bagian pintu masuk dan di tengah hujan peluru itu terlihat seorang yang diduga penyusup mengenakan pakaian militer dengan poni rambut yang menutupi mata kanan nya dan dia juga mengenakan kacamata.
Orang itu menerjang di dalam hujan peluru itu sambil menghindari peluru yang mengarah kepadanya dengan berlari zik-zak sambil menuju ke arah musuh.
Kemudian setelah dekat dengan personil yang siaga mengarahkan senjata padanya, ia memberikan tendangan ke atas pada penjaga paling depan hingga membuat targetnya itu pingsan. Langsung saja saat itu juga ia mengambil pistol target yang tergeletak lalu dengan pistol itu dia berlari dan menembak kepala penjaga lain di depan seraya dengan cepat menghindari peluru yang meluncur kepadanya
"Cihh ..habis "
Erangnya pelan pistol yang ia pegang sudah tak memiliki peluru, lalu laki-laki itu menerjang dan melempar pistol ke arah kepala orang di depannya dan selagi teralihkan ia menendang kepalanya hingga pingsan. Langsung saja ia mengambil sebilah pisau militer yang tersimpan pada ikat pinggangnya, dengan cepat bilah itu dilemparkan pada seorang personil terakhir yang hampir membidiknya.
Laki-laki dengan poni menutupi wajahnya itu pun melihat sekitar untuk memastikan keberadaan musuh
"Tadi yang terakhir ya... "
Perlahan ia berjalan ke arah sebuah pintu silver dan membukanya dengan kunci yang dia ambil dari kantong musuh tadi. Dibukanya pintu, lalu ia masuk ke dalam. Ia langsung disambut suhu dingin ruangan yang agak berbeda suasananya dengan bagian depan bangunan.
"Penjagaan di sini sangat longgar ya."
Ia melirik sekitarnya dengan tatapan tak peduli. Beberapa saat setelah memahami keadaan sekitarnya. Gelap. Ia memulai beberapa langkah ke depan sebelum tiba-tiba lampu ruangan itu hidup.
__ADS_1
Bidikan senjata dari segala arah sudah terarah padanya.
"Sepertinya aku salah "
Gutling gun dan bazoka serta senjata rifle yang lainnya di arahkan ke arahnya.
Seorang pria tua muncul di antara gatling gun dan basoka.
"Sudah kuduga, dari anggota F.O.W bisa menyusup sendirian sedalam ini, tapi sayang sekali ini adalah tempat terakhirmu bepergian."
Ucap seorang pria tua yang berbicara memakai mic.
"Sombong sekali yaa~ Oh betul juga, aku lupa setiap manusia di dunia ini akan menjadi sombong ketika mereka berada di posisi yang menguntungkan, akan kudengar gonggongan itu kalau kalian menyerahkan diri . dengan begitu nyawa kalian akan selamat "
Ucap pemuda sambil tersenyum tanpa memperdulikan lainnya.
"Bunuh dia "
"Berhenti... huhh pada akhirnya hanya omongan ajah ya ... dasar anjing pemerintahan"
Ucapnya sambil berbalik badan dan di saat dia ingin meninggalkan daerah itu sebuah getaran yang hebat pun di rasakan dan pria tua itu kembali berbalik badannya lagi dan melihat nya orang yang harusnya mati karna di tembak seperti itu baik baik saja tanpa sedikit pun luka.
"mus....mustahillll apa jangan-jangan kau i..tuu Lo_ "
Seperti tidak menunggu kata-kata pria itu selesai, pemuda pun tiba-tiba menghilang di depan pasukan itu kemudian muncul kembali di belakangnya.
__ADS_1
Semua orang yang melihatnya pun terkejut dengan apa yang terjadi. bahkan orang tua tadi sampai terdiam seribu bahasa.
"Mu...mustahi_"
Pada detik selanjutnya dari ledakan besar pun terjadi di belakang pemuda itu. Ledakan itu bukan terlihat seperti ledakan bom tapi terlihat seperti dorongan medan gaya yang membuat segala sesuatu di sana terhempas jauh.
Dan di saat orang tua itu hampir kehilangan kesadaran dia pun mengucap beberapa kata.
"Ar..t "
Pemuda itu hanya diam dengan senyuman di mukanya. kemudian dia pun berbaik badan dan mendekati pria tua tadi yang terkapar di tanah dan agak sedikit mebungkuk.
" ahh~ maaf-maaf aku sepertinya lupa memperkenalkan diri. seperti yang kau duga aku pengguna Art dari Fundation Of World. salah satu dari 13 Lord , Lord Seven salam kenal ya"
" S..sialan "
orang tua itu pun akirnya pingsan kemudian pemuda melihat jamnya dia pun mulai berbicara ke alat komunikasi yang dia pakai.
"untuk semua unit Ini perintah, segera lakukan pembersihan di sekitar "
ucapnya lalu dia berbalik arah kemudian dia memasuki ruangan yang lain .
\================================================================================
Catatan Author :
Kuroyuri = [ " halo halo permisi ada bagi pembaca sekalian . akirnya chapter 1 keluar juga , ok bagi yang baru mulai baca Seris ini Atlia akan selalu di update 1 minggu bisa 2 atau kalau rajin bisa 3 kali . tapi ya namanya juga manusia ya mohon di maklumi kalau tiba-tiba gak update.dan juga tolong dong kritik dan sarannya. kali ajah ane dapet inspirasi gitu, buat makin bagus lagi nih cerita. dah begitulah mohon baca chapter lanjutannya ya "]
__ADS_1