
Dengan tertidurnya gadis berambut putih di peluknya, Rei pun menggendong gadis itu di punggungnya untuk pergi dari tempat itu.
Rei kembali ke ruangan yang luas, Dimana bekas rei tadi menghempaskan banyak Penjaga dengan kekuatannya.
Ruangan itu kembali di penuhi oleh Orang-orang tetapi tidak seperti sebelumnya, mereka mengenakan Seragam yang mirip dengan Rei pakai.
" ohh, sudah mulai kerja kah "
Rei tersenyum melihat banyak Orang yang sedang melakukan pembersihan dan penangkapan pada orang-orang disini.
Rei pun mulai berjalan melewati mereka. Setiap Rei melewati orang di situ pasti selalu ada orang yang memberi hormat padanya sambil memberi dia jalan.
Di saat Rei hampir mendekati pintu keluar ada satu prajurit perempuan berjalan ke arahnya kemudian berdiri di depannya.
" Master sesuai rencana, seluruh area sini sudah berhasil di amankan tinggal melakukan pembersihan saja "
Dia memberi hormat pada Rei. Rei pun berhenti untuk menanggapi Perempuan itu.
"Saya datang untuk melapor Master. "
" Ahh kerja bagus, Mina. "
Perempuan itu bernama Mina Pratista, Merupakan anggota Foundation Of World Berpangkat Spesial Agent yang merupakan Seketaris sekaligus tangan kanan Rei.
Dia berambut bergaya Short Hair berwarna Merah. dia memakai pakaian militer yang mirip dengan rei, tapi dengan model khusus perempuan. tingginya hampir sama dengan Rei , yaitu sekitar 178 cm.
"Sejauh ini ada sekitar 150 Orang yang telah di tangkap. lebih detailnya ada 90 orang tidak terluka, 20 orang luka ringan, 30 orang luka berat,dan orang 10 meninggal. agak sedikit melenceng dari yang di perkirakan tapi sisanya sesuai rencana Master."
"ohh baiklah. Aku sebisa mungkin untuk menahan diri, tetapi tetap ada yang meninggal yaa. "
"Mau bagaimana lagi Master, Lagi pula mereka itu *******, kita tidak perlu memberi belas kasih pada orang yang menganggu kedamaian dunia. "
" ahh ya . kau benar "
Rei pun menanggapinya dengan tersenyum biasa mina yang melihat rei tersenyum hanya diam dan tidak mengomentarinya.
" Oia ngomong-ngomong Riku dan Doma mana ? "
" Mereka sedang memeriksa lebih dalam pada tempat ini "
" Oh kebetulan sekali, katakan pada mereka untuk pergi ke suatu ruangan yang merupakan Laboratorium. Di sana ada jalan kabur rahasia, aku ingin mereka masuk ke dalam lalu memeriksa lebih lanjut ke tempat itu. jika bertemu musuh perintahkan mereka untuk menangkapnya dengan luka minimal, aku ingin dapat informasi. "
" Yes Master. Akan segera ku katakan"
Mina segera mulai mengeluarkan Alat elektronik semacam Tablet, dan mulai mengatur perintah di situ. Rei meninggalkannya dan kembali berjalan ke luar Bangunan ini.
Beberapa saat kemudian, di saat mina selesai memberi perintah di Tablet nya dia pun menengok ke punggung rei .
" master, dari tadi aku hanya mengabaikannya ... tapi itu seorang Gadis kan "
Mina memperhatikan seorang gadis yang sedang di gendongan Rei sambil menunjukan jarinya kearah gadis itu.
Rei pun kaget dengan perkataan Mina dan berhenti berjalan.
" apa jangan-jangan ... kau menculiknya? "
" t ... tunggu sebentar kenapa jadi kesimpulannya jadi penculikan, di lihat dari manapun kalau aku sedang menyelamatkan orang kan"
Rei menjawabnya dengan terbatah-batah sambil melihat kearah mina.
" hehh ... jadi itu korban kah . "
Mina membalasnya dengan nada suara yang tidak percaya pada nya tetapi Mina pun memejamkan mata dan menghela nafas.
" Dr. Yuie ada di kapal. Pertama tolong periksa keadaan gadis itu dulu kemudian lakukan sesukamu "
" ahh umm baiklah ... tunggu sebentar jangan bicara seolah aku akan melakukan apapun pada gadis ini"
" hehh salah ya ? "
" tentu saja salah!! "
Rei pun mulai kembali berjalan kearah luar Bangunan itu dengan keadaan jengkel. Di luar bangunan itu terdapat sudah ada sebuah kapal yang sangat besar yang sedang mendarat di tengah hutan itu.
Mina hanya menatap Rei yang pergi ke arah kapal dengan tatapan senang.
"Akirnya kau menemukannya kan Rei. "
XxX
3 jam kemudian, Di ruangan medis.
Terlihat ada 3 orang di ruangan itu. pertama gadis berambut putih yang sedang berada di Kasur pasien, Rei yang berada di bangku dekat gadis itu tertidur dan seorang perempuan yang berpakaian jas putih dengan rambutnya yang terikat membentuk ponytail , rambutnya berwarna biru tua dan mengenakan kacamata.
" Jadi bagaimana keadaan nya kah, Yuie. "
Nama wanita itu adalah yuie, seorang Dokter Agent. Dan saat ini yuie sedang berdiri dan memeriksa tubuh gadis tersebut dari dekat.
" Sepertinya dia hanya tertidur pulas. kemungkinan selama ini dia susah tidur atau mengawatirkan sesuatu."
"begitu kah ... aku sempat sedikit kawatir."
" ya ini juga merupakan salah satu bakat mu juga kan master. Sudah kuduga dari master, dapat membuat orang bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa kan."
" jangan mengatakan hal yang membuat orang salah paham Yuie. "
Yuie pun tertawa mendengar Rei jengkel dengan kata-katanya lalu dia pun duduk di bangku berdepan-depanan dengan rei.
" jadi, master siapa gadis ini ? "
Yuie pun mulai bertanya indentitas gadis tersebut . Rei yang mendengar pertanyaan itu pun mulai tersenyum aneh dan mengalihkan pandangannya dari yuie.
"ha..hanya Kor_"
" oh aku mengerti. kau menculik nya ? "
Yuie pun langsung memotong omongan rei dengan tebakannya yang aneh.
" tentu saja tidak !! Ya ampun kau dan mina sama ajah ya. kenapa kalian berpikir aku menculik gadis ini "
" fufufu... tentu karna kemanisan gadis ini kan. kita semua tau kalau Master itu seorang lolicon."
" aku bukan Lolicon . aku hanya suka perempuan kalau sudah waktunya saja. "
" hohh ... hanya My master dah emang yang berani berbicara seperti penjahat kelamin terang-terangan begini "
" Siapa yang kau sebut penjahat kelamin "
" oia maaf lolicon kan "
" itu juga tidak . ayolah berhenti memainkan ku"
__ADS_1
Tatap rei dengan kesal pada yuie yang bercanda dengan Rei. Yuie sendiri tersenyum sambil tertawa dengan setiap reaksi Rei.
" oia master, di pemeriksaan tadi aku lupa bilang sesuatu yang penting. "
" tiba-tiba dia berganti topik. jadi ada apa. "
Rei pun menatap yuie dengan tatapan jengel.
" mengenai tubuh gadis ini sepertinya dia sering mendapatkan suntikan di tubuhnya "
" suntikan ? suntikan apa?"
"aku tidak tau ... tapi sepertinya gadis ini sering di beri suntikan. Buktinya di seluruh tubuhnya ada bermacam-macam bekas suntikan. Di lihat dari bekasnya, kemunginan dia di beri semacam suatu suntikan pada setiap hari. "
" Setiap hari ?! ."
Rei pun terkejut sampai dia berdiri dari bangku nya sambil mengepalkan tangannya karna kesal.
(" jangan-jangan. tidak tapi itu belum pasti, terlalu cepat untuk membuat keputusan itu. hal pertama yang harus di lakukan adalah... ")
rei pun tenggelam dalam pikirannya kemudian dia menatap kearah Yuie.
" bisa kau cari tau, Obat seperti apa itu ? "
Rei bertanya dengan nada suara yang serius pada Yuie .
"oh ... ok serahkan pada ku. tapi untuk melakukannya aku harus menggunakan teknologi yang ada di markas "
yuie agak sedikit terkejut dengan nada bicara rei yang tiba-tiba serius .
" Kalau begitu saat kita sampai tolong urus ini "
Rei pun tersenyum kearah yuie dan senang mendengar jawabannya, yuie pun membalasnya dengan senyuman penuh percaya diri .
" ok, setelah itu aku minta sesuatu ya master~ "
" iya iya "
Yuie tersenyum gembira dengan jawaban rei kemudian dia berjalan kearah pintu keluar.
" baiklah master, aku permisi sebentar "
" Mau kemana ? "
Yuie pun membuka pintu dan menolah ke rei.
" aku di panggil Mina untuk mengurus tahanan. kudengar master tadi menghajar mereka dengan kekuatan art kan. Jadi aku akan memeriksa mereka yang masih hidup "
" ah...ahh begitu kah . kalau begitu tolong "
" ok master. Sementara aku pergi jangan lakukan hal aneh pada gadis itu ya, nanti ku beritau mina lhoo "
" tentu saja tidak lahh! ... ya ampun dia itu "
Yuie pun langsung pergi dengan berlari. rei pun melihat dia pergi begitu saja kemudian pintu ruangan kembali tertutup dengan otomatis.
Rei pun melihat gadis berambut putih yang tertidur di kasur dan hanya memandangnya dengan tatapan kosong kemudian dia tenggelam dalam pikirannya dia sendiri .
(" setelah berhasil aku menemukannya dan sekarang malah menjadi begini ... ya ampun. ")
Rei pun mendekat ke gadis itu untuk melihat dari dekat bekas-bekas suntikan di gadis itu di pergelangan tangannya.
" jadi semacam suntikan rutin kan. jika di lihat dari banyak nya bekas suntikan ini kemungkinan dia memasukan obat seperti vitamin, atau ... "
" tidak ada kah, jadi tidak seperti yang ku pikirkan kah. tetapi mungkin saja ini tipe terbaru, aku belum boleh lega. "
Rei pun melihat bekas luka di dekat daerah dada nya.
" apa itu ... "
" Master, seperti yang di duga ya... "
Di saat rei hampir membuka baju gadis tersebut, tiba-tiba terdengar suara yang familiar baginya sambil menyentuh Pundak nya dengan cengkraman yang kuat.
Seketika rei pun terdiam seribu bahasa, kemudian menengok ke belakang nya dengan perlahan.
" y...yo mina "
" Apa yang kau lakukan kah Master "
Mina terlihat sangat marah dan itu terlihat jelas di muka nya. rei pun panik.
" tu..tunggu sebentar mina ... Ini bisa ku jelaskan"
Kemudian terdengar suara pukulan yang keras di ruangan mereka setelah itu rei memegangi kepalanya yang benjol akibat di pukul dengan keras.
beberapa menit pun berlalu. rei pun menjelaskan apa yang terjadi sambil kesakitan dengan pukulan di kepalanya .
" begitukah master, jadi hanya pemeriksaan itu kah. Tadi master seperti orang yang mencabuli seorang gadis kecil jadi tanganku bergerak sendiri"
" setidaknya minta maaf pada atasan mu. kau ini "
mina pun mengabaikan perkataan rei yang sedang memegangi kepalanya sendiri.
"ini di mana "
Suara lain pun terdengar di arah tempat tidur, di mana gadis itu tertidur. kemudian, rei pun langsung memutar badannya kebelakangnya . gadis berambut putih itu telah terbangun dengan tatapan kebingungan sambil menatap Rei dan Mina.
"Rei ... ini di mana ? "
" Ini di dalam sebuah kapal ku, tenang lah "
"kapal ?"
Gadis itu pun melihat sekelilingnya di pandangannya dia melihat mina di bekang rei. Gadis itu langsung mendekat ke rei bersembunyi dari mina di balik tubuh rei.
"S...siapa ?"
Gadis itu mengintip Mina pun di balik tubuh rei sambil bertanya siapa dia. sepertinya gadis tersebut sudah percaya dengan rei, tetapi dia belum terbiasa dengan orang lain.
" Tenang saja kok . dia teman ku "
Mina yang mendengar perkataan Rei pun tersenyum manis kearah gadis itu.
" Selamat Siang Nona . Namaku Mina Pratista, salam kenal ya."
" Mina ? "
" iya , seperti yang Mas_. ah maksudku Rei katakan aku adalah temannya "
Mina mendekati gadis itu lalu dia pun mengelus kepala gadis itu dengan lembut. Gadis itu pun menatap diam kearah mina dan terlihat sedikit senang. Rei yang melihat itu pun menghela nafas lega.
__ADS_1
Mina kembali menatap Rei.
" Master sudah waktu, tolong jangan lama-lama ada urusan yang belum selesai "
"ah baiklah, sampaikan pada mereka bahwa aku akan segera ke sana. bisa urus itu sebelum aku kembali kah ? "
" Yes, master "
mina pun mulai berjalan ke pintu.
" baiklah sampai nanti ya nona ."
mina melambaikan tangan pada gadis itu dan gadis itu juga melambaikan tangannya pada mina kemudian Mina pun pergi keluar ruangan.
"jadi bagaimana kah keadaan tubuh mu ... "
Ucap rei sambil melihat nya karna mengingat perkataan Yuie tentang jumlah obat yang di suntikan padanya tiap hari. Gadis itu pun menjawabnya dengan menggelengkan kepala nya.
" tubuh ku tidak ada kendala apapun kok Rei "
" umm .. baiklah jika tubuh mu mulai merasa aneh bilang saja ya "
Gadis menganggukan kepalanya sekali seperti berkata " iya " pada rei . Dia kemudian melihat sekeliling nya lagi sambil merasakan kasur yang di tempatinya sangat empuk dan hangat kemudian dia agak sedikit tersenyum.
" Rasa nya berbeda "
Rei pun langsung mengerti apa yang gadis itu rasakan. gadis itu selama ini berada di bawah tanah dengan kasur yang kurang nyaman serta sendirian di situ pada waktu yang lama. Rei yakin saat ini dia merasakan pengalaman baru yang dia belum rasakan sebelumnya.
" apa mau jalan-jalan di sekitar kapal ini "
" Benarkah Rei ? "
Ucap rei sambil tersenyum dengan mengulurkan tangannya. gadis itu pun langsung merespon Rei dengan cepat.
" tentu saja "
Gadis itu pun terlihat sangat senang, bahkan sampai terlihat jelas di wajah nya. dia pun meraih tangan rei dan memegangi tangannya .
" ayo "
ucap Rei sambil membantu gadis itu berdiri dari kasur dan berjalan ke arah pintu.
" apa kau sudah siap kah ?"
"iya, "
Gadis itu terlihat sangat bersemangat tentang itu kemudian Rei langsung membuka pintu ruangan ini dan cahaya luar pun langsung masuk. Di luar ruangan terlihat lorong yang luas dan jendela yang terhubung ke luar, Dari jendela itu terpancar sinar matahari yang menyilaukan.
Gadis itu pun terpukau dengan cahaya itu dia langsung berlari melepas pegangan tangan dengan rei dan menuju ke jendela itu kemudian langsung menatap keluar.
Yang di lihatnya adalah sebuah dunia di atas langit.
banyak awan di sekitarnya, beberap Burung berterbangan melewatinya,dan cahaya matahari yang menyinari nya. dia melebarkan matanya karna terkejut sekaligus senang menatap dunia yang begitu luas.
" indah nya "
Rei kemudian berjalan ke dekat nya dan berdiri di samping gadis itu yang sedang menatap keluar jendela.
" kita sekaran berada di ketinggian 1.100 meter diatas permukaan laut . jadi mungkin dari sini awan terlihat di bawah kita "
" j..jadi maksudmu soal kapal maksudmu adalah... "
" yap kapal terbang. dengan kata lain Airships Bernama Xinus "
kapal yang Rei naiki adalah kapal terbang Milik Foundation Of World khusus Unit ke -7 sebuah kapal tempur terbang berteknologi tinggi panjang nya sampai 700 M yang bisa terbang ke langit luas.
Seluruh tubuh kapal berwarna biru dan dan beberapa bagian terbuat dari Platinum tebal serta ada beberapa meriam untuk mekanisme pertahanannya dan pesawat jet yang bisa di luncurkan kapapun.
" Hebatnya ... , rei kapal ini sedang menuju kemana kah ? "
Gadis itu menatap rei dengan tatapan berkilauan.
" kita akan menuju ke ibu kota baru Indonesia lebih tepatnya di pulau Kalimantan. disana ada markas kami."
" hehh ... aku tidak sabar melihat nya "
gadis itu pun kembali melihat keluar jendela.Rei tersenyum dengan keadaan yang sangat penuh energi dan gembira itu dan membiarkan dia menatap keluar. beberapa menit kemudian rei pun teringat sesautu yang penting.
" Oia aku baru ingat, namamu siapa ya ? "
" aku tidak punya nama "
"ehh ? "
gadis itu pun menjawabnya dengan cepat. rei pun terdiam sesaat mendengar jawabannya.
" umm... repot juga ya ... ok baiklah aku akan memberi mu nama "
" eh ? Kenapa harus rei yang berikan ? "
" Kan sebagai keluarga mu . aku punya tanggung jawab untuk memberi mu nama "
" keluarga kah? "
gadis itu terdiam menatap rei, kemudian dia pun tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya sebagai jawaban " iya " untuk memberinya nama.
" Baiklah Rei "
" ok, biarkan aku berpikir sebentar "
Rei menempelkan jari telunjuk di bibir nya sambil memejamkan mata dan mulai berpikir nama yang cocok.
Suasana pun tenang hingga beberapa menit berlalu. kemudian dia menjentikan jarinya.
" oh aku tau "
Gadis itu menatap rei dengan tatapan penasaran.
"apa"
" mulai sekarang namamu adalahhh ... Lia "
"Lia . apa artinya ? "
" Dalam bahasa Yunani artinya Pembawa berita baik.jadi namamu adalah Lia Rilfa ok "
" Pembawa Berita baik? Lia Rilfa ... kah "
gadis itu terdiam dan menatap rei kemudian dia mengangguk sekali sambil menunjukan wajah bahagia.
" Aku suka. Terima kasih ya . Rei "
__ADS_1
" iya tentu saja Lia ... "