
Dua jam kemudian.
Di lorong kapal, Rei membicarakan soal apa yang terjadi di dunia saat ini Kepada Lia, mereka berbicara panjan lebar di dekat jendela. Tetapi sepertinya saat ini mereka sedang membicarakan hal penting dari itu.
" Rei, aku penasaran sejak pertama kali kita bertemu ... Kamu itu sebenarnya laki-laki atau perempuan ? "
"Heh ? "
Seketika Rei pun terdiam sekaligus terkejut karena pertanyaan Lia.
" Tunggu sebentar, ada apa dengan pertanyaan itu. Tentu saja aku laki-laki kan. Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu ?"
" Karena rambut rei terlihat Panjang dan indah seperti perempuan, tetapi Aura mu seperti laki-laki tetapi dari wajah mu terpancar kecantikan seperti perempuan. Makanya aku bingung. "
" Cara kamu menjelaskannya rumit sekali ya. "
" Aku hanya bicara apapun yang terlintas di kepala ku. Jadi Rei itu laki-laki kah, salah satu kecurigaan di kepala ku mulai hilang."
"..."
Rei agak tersenyum aneh. Sesaat kemudian terdengar suara "Kriukkk" dari arah perut lia. Lia sendiri kaget akan suara itu dan agak menundukan kepalanya karena malu.
"Lia ... Kamu lapar ? "
" I..iya sepertinya. "
"Tidak perlu malu. Lapar adalah salah satu sifat dari manusia. Baiklah ayo pergi makan "
" B... baiklah "
Rei sedikit tertawa dengan tingkah laku lia, Muka Lia pun sedikit memerah karena malu. Kemudian Rei mulai berjalan berjalan kearah kantin, Lia pun mengikuti nya dan berjalan di samping nya.
Mereka berdua berjalan bersama melewati Lorong kapal yang lumayan Panjang.
" Tapi aku terkejut, di sini juga ada tempat makan ya. Rei, selain tempat makan di sini apa lagi kah ? "
" Umm selain ruang makan ada Ruangan Utama , Raung peralatan senjata, Ruang mesin, Kamar, Raung istirahat, dan lain sebagainya. Jika di hitung ada banyak, tetapi yang sering di pakai itu mungkin. "
" Ohh hebat ya. Seperti semua nya ada di sini. "
" Yaa, kapal ini bisa di bilang mirip seperti markas ke 2 sih jadi sengaja di berikan banyak ruagan demi kenyamanan dan lainnya. Setelah kita sampai di markas aku akan mengajak mu berkeliling nanti jadi bersiap lah ya. "
" Baiklah rei, aku akan menantikannya. "
Lia pun tersenyum senang. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di ruangan Makan atau orang biasa menyebutnya Kantin. Mereka berdua pun mulai masuk ke dalam Kantin.
" Ramai nyaa. "
Lia melihat banyak orang di dalam kantin. Selain itu lia pun memperhatikan banyak orang yang memakai Seragam yang mirip dengan Rei kenakan.
" Apa baju seperti itu sedang terkenal kah ? Banyak orang yang mengenakan baju yang sama"
" Yaa mungkin dari pada populer kamu bisa menyebut itu seragam. Anggota dari organisasi ini wajib mengenakannya. "
" Ehh ... begitu kah. "
Lia pun menatap ke rei dengan tatapan polos.
(" Ya itu bisa di maklumi. Sebelum ke sini Lia terkurung di sana jadi hal-hal seperti ini adalah hal yang baru bagi nya.")
Rei yang yang berpikir seperti hanya membalasnya dengan menghelah napas sambil tersenyum padanya. Di saat mereka hampir sampai di meja yang kosong tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berlari dan mulai mendekat kearah mereka.
" Master !!!! "
Ucap seseorang dengan teriak. Suara yang di dengar sangat familiar bagi rei kemudian dia menengok kebelakang dan terlihat di seorang Perempuan yang berpakaian mirip dengan rei berlari mendekat kearah mereka sambil berteriak memanggil Rei.
" Sudah kuduga, Mia kah ? "
" Master !!! Aku rindu dengan mu "
Mia mulai melompat kearah Rei. Rei secara refleks menangkap Mia kemudian dia membanting nya ke lantai. Lia yang melihatnya pun kaget dan terdiam karena melihat seorang perempuan di banting oleh Rei.
" Awwww . Master, sakit tau."
" Maaf, tubuh ku bergerak sendiri "
Mia berdiri kembali sambil memegangi badan nya yang sakit akibat di banting.
" Masterr kejam , teganya membanting seorang wanita yang cantik ini ke lantai. "
" Salah mu sendiri karna tiba-tiba langsung melompat kearah ku. "
" Aku hanya rindu dengan master dan ingin memeluk mu saja "
" Apanya yang rindu, tadi pagi kita kan ketemu. "
" Kalau itu kan pagi kan, sekarang sudah siang jadi aku kekurangan asupan master "
" Terserah mu saja. "
Rei menghela nafas Panjang sambil menggaruk kepalanya walau tidak gatal. Mia pun hanya tersenyum gembira di depan Rei.
Mia Miala seorang Spesial Agent Divisi Garis Depan. Mia memiliki mata nila yang tajam dengan bulu mata yang panjang. Rambut ungu panjangnya memiliki panjang sepinggangnya. Tinggi sekitar 165 cm. Walau sifat nya seperti kenak-kanakan tetapi dia juga merupakan salah satu bawahan yang Rei percaya.
Mia pun melirik kearah Lia yang berada di dekat Rei.
"Master, siapa gadis itu kah. "
" ?!"
Lia langsung kaget karena Mia menyadari nya dia pun langsung bersembunyi di belakang Rei. Rei yang menyadari apa yang ingin Lia lakukan langsung memegang kedua Pundaknya sambil menyodorkannya ke depan supaya Mia bisa melihat lebih jelas.
" Ohh Lia kah. Dia adalah keluarga ku yang baru. Kamu mengerti maksudku kan ? "
" Ok master, Aku mengerti. "
" Lia, tidak perlu takut dia adalah salah satu bawahan ku. Jadi coba kenalkan dirimu padanya."
"..."
Lia hanya diam dan menjawabnya dengan mengangguk sekali dengan perlahan untuk memberi jawaban "iya " pada rei. Mia mulai melihat kearah Lia sambil tersenyum.
" Selamat siang, namaku Mia Miala panggil aku Kak Mia yaa. Lalu bisakah aku tau siapa namamu ? "
" L ... Lia, Lia Rilfa. "
" Jadi Lia Rilfa kah. Nama yang bagus Lia."
" Rei yang memberikan nama ini, tadi. "
" Ohh sudah kuduga kamu juga di berikan nama oleh master kan?"
" Juga ? "
Lia memiringkan kepalanya karena bingung dan penasaran pada perkataann Mia.
" Yap, Aku juga diberikan Nama oleh Master. Bagus kan. "
Mia menjawabnya dengan gembira, Lia pun terkejut karna bukan hanya dia saja yang di beri nama oleh Rei. Kemudian Lia kepikiran sesuatu di pikirannya.
" Jadi ... Apakah Kak Mia Juga Bagian dari Keluarga K- "
Omongan lia terhenti ketika suara perut Lia terdengar kembali.
Wajah lia pun langsung memerah karna malu suara perutnya dan menutup wajah nya. Rei dan Mia yang melihat wajah malu Lia keduanya langsung tertawa pelan.
" Ok baiklah ayo makan kah, mia kamu mau ikutan kah ? "
" Ok master "
Mia senang dengan ajakan Rei kemudian mereka bertiga duduk di di meja makan yang kosong. Lia duduk berdekatan dengan rei karena dia masih agak malu pada Mia dan mia duduk di sisi lain meja.
Beberapa saat kemudian ada seorang pelayan mendekat kearah meja mereka.
" Master, hari ini makanan apa yang anda inginkan. "
Pelayan itu berbicara sopan kepada Rei.
" Ahh kalau begitu sajikan kami menu spesial hari ini saja, jangan lupa minumnya juga. Porsi tiga orang. "
" Baiklah Master, mohon tunggu sebentar. "
Pelayan itu membalas dengan sedikit membungkuk kan badan untuk memberi hormat sambil menjawab rei, kemudian dia pergi dari meja itu dan berjalan kearah dapur.
__ADS_1
Lia yang berada di bangku samping Rei hanya diam sambil melihat rei yang memesan makanan.
Berapa menit berlalu, Pelayan itu kembali sambil membawa tiga piring nasi dan tiga mangkuk sop berisi wortel, daun seldri, daun kol dan daging ayam yang sudah iris.
" Silahkan Dinikmati Sup Ayam nya "
" Iya, Terima Kasih "
"... "
Rei pun berterima kasih pada pelayan itu, kemudian Pelayan itu menunduk sedikit dan berjalan pergi dari meja itu. Lia hanya terdiam dan fokus pada mangkuk sop tersebut.
Mai pun tanpa basa-basi langsung meminum kuah sop.
" uahh, kuah nya hangat dan enak "
Lia yang mendengar mia berkata tersebut, dia pun memegang mangkuk sop tersebut dengan kedua tangannya. Dari tangannya dia merasakan kehangatan yang dihasilkan dari sop tersebut. Kemudian dia mengangkat mangkuk sop tersebut dengan tangannya dan meminum kuah sop tersebut dengan perlahan.
Rasa sop yang di rasakan oleh lidahnya itu menyebar ke dalam diri nya dan mulutnya pun reflek dan mengucapkan 1 kalimat.
" Enak"
Rei melihat Lia yang menikmati makanannya pun hanya tersenyum lembut pada nya, walau Lia tidak menyadari ekspresi rei dan terus menikmati makananmya.
15 menit kemudian Rei dan Lia selesai memakan makanan mereka.
" Kenyang nya ."
" Tadi itu makanan yang enak ya, rei. Rasanya aku ingin lagi ."
" Ya nambah sih boleh saja tapi."
Mereka berdua melihat kearah Mia yang makan lebih dari 15 piring lebih dan sekarang masih melanjutkan makannya.
" Kupikir sudah habis. "
" Ahh ... Kak mia, makannya banyak sekali ya "
" Terima kasih atas pujiannya Lia "
" Kupikir itu bukan pujian lho,Mia. "
Ucap Rei dan lia sambil berwajah aneh kepada mia yang masih melanjutkan makannya.
Rei dan Lia pun bersender di bangku nya untuk bersantai sebentar.
" Apa ada lagi yang tempat ingin kamu kunjungi, Lia. "
" Umm ? Tempat ini terlalu besar jadi aku bingung "
" Santai saja, kita baru saja makan terkadang tubuh kita butuh waktu untuk mencerna makanan. "
" Baiklah "
Lia pun mulai berpikir dengan merenung sebentar.
" Bagaimana kalau kita pergi ke Ruang utama kapal "
Tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari belakang rei sambil memegang Pundak nya. Rei pun meresponnya dan menengok ke belakangnya di belakang nya ada Sosok Mina yang tersenyum dengan menatap muka rei dari dekat.
" Master, Dari tadi aku mencarimu lho. "
" A...ahh Mina. "
Raut wajah Rei pun seketika langsung berubah seperti orang yang menahan ketakutannya sambil tertawa, memang Mina saat ini sedang tersenyum tetapi di balik senyuman nya itu ada tanda bahwa dia sedang marah besar pada Rei.
Karena Rei bingung ingin berkata apa pada mia yang sedang marah besar,dia pun terdiam seribu bahasa. Mia yang menyadari keberadaan Mina pun melihat kearah nya.
" Ahh Mina,apa kau datang untuk makan siang kah ?"
" Tidak kok Mia, aku akan makan nanti. Sebelumnya terima kasih atas memberi tau ku kalau Master ada di sini ya "
" Tentu "
Ternyata yang memberi tau soal keberadaan rei adalah Mia. Tetapi saat itu tidak penting bagi rei, melainkan dia masih tidak mendapatkan memikirkan alasan yang pas untuk membuat Mina tenang.
" Jadi master, apa ada sesuatu yang ingin ku kata kan pada ku."
" Mi... mina Se... Sebenarnya aku di sini bukan untuk bersantai atau semacamnya. Melainkan aku hanya mengajak Lia berkeling. Bukan bearti aku kabur dari pekerjaan dan bersantai atau semacamnya ya."
Mina pun melihat kearah seorang gadis tadi yaitu Lia yang dari tadi menatap dia.
" Jadi namamu lia kah Nona. Nama yang indah ya. "
"Te...terima kasih. Rei yang memberikan nama itu. "
" Ohh... kamu juga kah. Selamat ya "
Lia menjawab pertanyaan Mina dengan malu-malu walaupun dia juga menasaran dengan perkataan mina sebelumnya tetapi Mina sudah melihat kearah Rei kembali.
" Kalau begitu, mari kita ke Ruang Utama kapal ya. Aku yakin kamu akan tertarik. Dengan begitu Master juga bisa sambil bekerja juga kan ? "
" I... iya "
" Lia, Kamu juga tidak masalah dengan ini kan."
Ucap Mina melihat ke arah Lia.
" Tapi, apa aku tidak menganggu kalian. "
" Tidak apa kok, tenang lah. Benar kan Master. "
" I... iya. "
Sepertinya Rei pun pasrah dengan segala keputusan dari Mina. Mina pun melihat kearah Mia juga.
" Mia, kamu juga ikut sini. Kita akan segera mengadakan rapat. "
" Baiklah Mina. "
" Ok, Mari kita berbegas. Yang lain sudah menunggu.
Senyum nya Mina pada mereka berdua.
Rei, lia dan Mia pun berdiri dari bangkunya kemudian mereka berjalan kearah Ruang utama dengan Rei yang berjalan di depan mereka.
Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di depan pintu Ruang Utama kapal yang terbuat dari besi.
" Baiklah ayo masuk kah. "
Rei pun menempelkan telapak tangannya di Scan yang tertempel di pintu, kemudian pintu pun terbuka.
Di dalam ruangan itu sangat luas, dan terdapat banyak sekali Monitor, Komputer, serta alat elektronik lainnya. Tetapi walaupun ruangan itu besar hanya ada 4 orang di ruangan itu yang berisi 2 perempuan dan 2 laki-laki.
" Wah wah wah, Ramai sekali rombongannya. "
" Ahh, master kamu lama sekali. "
" Selamat siang, Master akirnya datang juga. Kami sudah menunggu 1 jam lebih di sini. "
" Hahaha, Master kamu pasti habis dimarahin Mina kan. Salah mu sendiri. "
" Kalian berisik sekali ya. Yuie, Raiha, Riku, Doma. "
Ucap rei sambil memanggil nama mereka masing-masing sesuai urutan mereka berbicara.
" Maaf membuat kalian menunggu "
Mina pun masuk sambil meminta maaf.
" Wahh, kalian sudah di sini semua. Berarti kami yang terakir kah ?"
Mia pun masuk dengan riangnya sambil tersenyum.
" Mia dari mana saja kau juga."
" Maaf, tadi aku makan siang bersama master."
"Ma... makan siang bersama Master. Aku saja belum makan siang dari tadi dan bahkan bersama master pula."
" Hehehh. Maaf ya Raiha. "
" Kau ini yaa. Awas saja nanti. "
__ADS_1
Ucap Raiha dengan marah pada Mia, tetapi mia menanggapinya dengan tertawa.
Lia pun hanya diam dan tetap di luar karena takut masuk. Rei yang menyadari keberadaan Lia langsung memegang tangan lia kemudian menariknya kedepan untuk menunjukan pada mereka. Lia pun agak terkejut dengan rei yang langsung menariknya kedepan dan langsung gugup bertemu orang baru.
"Ok, Sebelum kita mulai. kalian harus tau sesuatu. Mulai sekarang dia adalah bagian dari keluarga ku. Kalian mengerti kan ? "
" Wohohohh, siapa gadis manis itu"
Raiha langsung berlari mendekati Lia untuk melihatnya lebih dekat.
" Siapa namamu kah ? "
" Na... namaku Lia,Lia Rilfa. S... Salam ke... kenal "
Tubuh lia pun gemetar karna gugup dan berkenalan di depan orang baru. Raiha mendengar nama Lia langsung memeluk nya dengan erat.
" Ma...manisnya. Boleh buat aku kah Master. "
" Tentu saja tidak. Raiha setidaknya kenalkan diri mu pada nya. "
" Cih Master pelit, Ok lia namaku adalah Raiha Kian. Salam kenal ya "
Raiha Kian, Spesial Agent Divisi Informasi. Seorang perempuan yang manis dengan mata berwarna biru. Rambut lurus sebatas pinggang,dia memiliki poni persegi dengan panjang se-alisnya Dan rambutnya berwarna hitam. Tingginya sekitar 159 cm. dia juga mengenakan pakaian yang sama seperti Mia, dan Mina yaitu seragam militer yang sama dengan Rei, tetapi dengan versi Perempuan.
" Kak Raiha ya, Senang bertemu dengan mu."
" Wahh, anak ini juga sopan sekali dan memanggil ku Kak , ini pertama kali dalam hidup ku. Aku juga sangat senang sekali bertemu dengan mu kok Lia. "
Raiha pun tersenyum sambil mengeluskan kepalanya Lia dengan halus.
Seorang Laki- laki yaitu Riku berjalan mendekati Raiha.
" Raiha cukup sampai di situ, Karena sikap mu seperti itu jadi dari dulu tidak ada yang memanggil mu kakak. "
" Berisik kau Kakak Riku "
Seketika Riku pun terjatuh ke lantai secara dramatis sambil menangis.
" uhh ... aku di... di bilang berisik oleh adik ku , aku akan di benci. Padahal aku bilang begini demi kamu. "
Semua orang di ruang itu pun melihat Riku yang terpuruk di lantai dengan tatapan aneh. Rei pun menengok kearah Raiha.
" Tenangkan dia Raiha."
" Ehh, Kenapa aku ? Master saja sana. "
" Jika keadaan sudah begini hanya kamu saja yang bisa menenangkannya. Lagi pula awal penyebabnya adalah kau"
" Ugh... Baiklah. "
Raiha melepas pelukannya pada Lia sambil menghela nafasnya dan menatap Riku kembali.
" Kakak Riku tenang saja tadi itu cuma bercanda kok, mana mungkin aku membenci Kakak tersayang ku kan. "
Mendengar perkataan itu Riku pun kembali berdiri tegap sambil membernarkan poni nya seperti berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
" Ohhh .... Benarkah, hmm sudah ku duganya kalau itu cuma pura-pura saja. "
" Tidak-tidak , dilihat dari mana pun kamu benar-benar percaya soal tadi. "
Ucap Rei pada Riku. Lia pun penasaran dan menatap Riku dan Raiha yang terlihat mirip.
" Apa Kalian itu bersaudara kandung ya ? "
" Ya, Walau agak berat mengatakaannya Si Siscon ( Penyuka saudara perempuan sendiri ) ini merupakan Kakak Kandung ku Namanya Riku "
" Namaku Riku Kian, aku kakak tercinta Raiha "
Riku Kian Seorang Spesial Agent Divisi Garis depan dan Pilot, dia memiliki rambut hitam pendek dengan mata biru. Dengan tinggi 165 cm. Pakaian yang dia pakai juga mirip seperti baju Rei. Pangkat nya adalah Spesial Agent.
" Baiklah, Senang bertemu Kak Riku. "
" Ugh... Orang selain Raiha memanggil ku kakak. Itu terasa... menakjubkan ."
" Hentikan itu, Menjijikan. "
" Ughh... "
Riku pun kembali terkapar ditanah karena hinaan Raiha kembali terdengar.
Disaat sedang ditengah keributan yang di lakukan oleh riku dan raiha tiba-tiba dahi Lia di pegang oleh perempuan bernama Yuie. Lia pun reflek dan melihat kearah Yuie.
" Umm, sepertinya kamu tidak demam atau semacamnya. Syukurlah, Jika kamu sakit atau semacannya bilang pada ku ya. Aku dokter di sini."
" Ahh... terima kasih. Umm Siapa? "
" Ahh Nama ku adalah Dokter Yuie Deviana. Untuk mu mungkin ini pertemuan pertama, tetapi bagi ku ini pertemuan kedua ku dengan mu. "
" Kedua ? "
" Yaa, Aku Dokter yang memeriksa mu tadi di ruang perawatan. Walau kamu sepertinya tidak menyadarinya sih. "
" Ohh begitu kah. Kalau begitu senang bertemu dengan mu lagi Dr. Yuie. "
" Ahh, tentu saja Lia. Lain kali jika mau luang jadilah kelinci percobaan ku ya. "
"Ehh maksudnya ? "
Sesaat kemudian Lia bingung dengan perakataan Yuie tetapi dia pun mulai menyadari ada seseorang yang dari tadi ada menatapnya dengan tajam yaitu Doma.Lia pun melirik ke arah Doma.
Orang itu rambutnya pirang serta memakai kacamata hitam. Jika di lihat baik baik warna matanya berwarna hitam. Dia memakai rantai emas di lehernya, serta memakai seragam yang mirip rei walau dia longgari.
Lia pun sedikit ketakutan pada Doma karena muka dan pakaiannya terlihat seperti berandalan. Doma pun berjalan mendekati lia.
" Yoo Nona Lia. Sepertinya kamu melihat ku dari tadi. Apa ada sesuatu yang aneh. "
" a...ahhh tidak tidak kok. "
Lia pun langsung membuang muka karna takut dengan intimidasi yang di lakukan Doma.
Rei yang melihat mereka berdua langsung menepuk bagian belakang kepala Doma dengan keras.
" Kau menakutinya. "
" Aduh, aduh Iya-iya maaf Master. "
Ucap Doma mengelus bagian kepalanya yang kesakitan dan melihat kearah Lia.
" Maaf kalau tadi aku menakutimu tadi Nona Lia. Perkenalkan Nama ku adalah Doma Farhid. "
Lia pun menatap doma kembali dan tersenyum kepada nya.
" Ahh... tidak apa kok Kak Doma "
Doma Farhid Seorang Spesial Agent Divisi Garis depan dan Peralatan. Walau penampilan nya seperti itu dia merupakan orang baik. Mungkin jika di sebut Jangan menilai buku dari sampulnya makan Doma merupakan orang yang di maksud.
" Ok dengan ini semua perkenalan selesai kan, kalau begitu. Mari kita mulai Rapat_"
Tiba-tiba Mina pun menepuk bahu rei sambil menatap rei dengan tatapan kesal. Rei yang menyadarinya hanya tersenyum sambil ketakuan.
" Ahh... oia Mina kamu belum. "
" apa Jangan-jangan kamu melupakan ku, Master ? "
" T... tentu saja tidak. Aku bukan berarti ingin mengelewati perkenalan mu atau semacam nya. "
" Hehh begitu kah, aku megerti sekali. "
Seketika suara pukulan kembal terdengar dan sesaat kemudian kepala rei sudah benjol akibat di pukul Mina. Yang lain memperhatikan Rei di pukul seperti pandangan pada seperti biasa.
Mina pun berjalan kearah lia .
" Maaf keributann nya tadi Lia. Padahal sebelumnya bahkan sebelumnya lagi kita sudah bertemu tetapi aku lupa berkenalan. "
" tidak apa kok. "
Ucap Lia tersenyum aneh karna barusan Mina memukul rei dengan keras.
" Namaku adalah Mina Pratista. Salam kenal ya Lia. Jika kamu butuh sesuatu bilang saja pada ku ya. "
" Teima kasih Kak Mina "
Mina pun tersenyum sambil mengelus kepala Lia dengan lembut.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Rei pun berdiri di tempat yang agak tinggi sambil memegangi kepala nya yang sakit abis di pukul oleh mina. Dia menepuk tangan sekali supaya semua orang langsung melihat nya.
" Ok . Semua orang sudah berkenalan oleh Lia kan. Baiklah, Mari kita mulai rapatnya . "