Atlia : Loyalty Of Gratitude

Atlia : Loyalty Of Gratitude
Chapter 2 : Pertemuan


__ADS_3

Pemuda itu masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat berbeda dari tempat sebelumnya.


Ruangan itu, di penuhi dengan peralatan Medis serta elektronik yang biasa nya ada di laboratorium Rumah Sakit.


" jadi disini kah "


Sepertinya dia sudah tau tempat  apa ini  dikarnakan tepat sebelum hari penyerangan ini, dia sudah melakukan penyelidikan di tempat ini .


Dia pun mulai berjalan kearah komputer yang berada di ruangan itu, dan mencoba menyalakan komputer.


"tidak menyala. sudah kuduga sudah di bersihkan kah "


Dia melihat beberapa bekas potong di kabel sepertinya kabel itu sudah putus secara paksa, untuk mencabut sebuah perangkat penyimpan datanya.


" umm ? ... jalan buntuh kah "


Sambil berpikir dengan sesuatu,  dia pun mulai mengitari tempat itu sebanyak lima kali sambil memperhatikan ruangan itu dari sudut ke sudut.


"oh, ... Aku mengerti "


Dia pun berjalan ke sebuah tembok di pojok kanan ruangan, dia pun mendorong nya dengan tangan kanan nya.  saat dia melakukannya tembok di depannya tergeser layaknya sebuah pintu.


"Binggo,  jalan kabur rahasia di temukan~ "


Dia pun langsung memasuki ruangan rahasia itu. Di dalamnya dia melihat dua pintu, yang satu terbuat dari besi, dan satu lagi dari kayu. Pertama dia berjalan ke arah pintu kanan yang terbuat dari kayu lalu membukanya.


Terlihat sebuah terowongan yang sangat panjang dan gelap.


"jadi di sini jalan keluar nya kah, mengejarnya sendirian di dalam kegelapan dapat meningkatkan kemungkinan tersesat atau terkena jebakan. Baiklah, aku serahkan pada yang lain saja. "


Kemudian dia melihat pintu samping yang tertutup oleh pintu besi dan berjalan ke arah nya. lalu dia mencoba membukanya.


"ughh ... terkunci, mencarinya mungkin akan memakan waktu, apa boleh buat kahh "


Dia menghela nafas sebentar Lalu dia pun menarik pintu itu dengan kencang pada saat kemudian pintu itu mulai tertarik seperti di tarik dengan kekuatan yang luar biasa. pintu itu pun akirnya terlepas dari engsel nya, dia pun  membuang pintu nya ke belakang nya.

__ADS_1


Di dalam Ruangan itu gelap tetapi karena cahaya masuk dari pintu yang hancurkan, dia masih bisa melihat apa yang ada di dalam situ.


Di dalam situ hanya ruangan kecil yang di dalamnya terdapat tempat tidur, meja, lampu tidur beserta beberapa mainan bahkan kertas yang ada gambar tergeletak di tanah .


"Sebuah kamar ? kamar anak-anak kah "


Dia pun mulai masuk ke dalam ruangan itu dan mencoba menyentuh kertas yang ada gambar nya yang berserakan di lantai.


"Siapa ?  "


Suara pun muncul tiba-tiba dari arah belakang nya. Dengan keadaan terkejut dia pun menengok kebelakang dengan cepat, dia melihat seorang gadis berambut putih disertai mata nya yang merah menyala dengan berkilau yang menatap kearahnya.


"kamu siapa ??"


Dia melihat gadis itu mengenakan seperti pakaian serba putih dengan model pakaian seperti pasien di rumah sakit . gadis itu menatap pemuda itu dengan tatapan kosong.


Dia pun memutar badanya dengan cepat untuk bisa melihat gadis itu dengan jelas. Dia pun kaget setelah dia melihat jelas wajah gadis itu. Mata pemuda itu terbuka lebar sambil melihat baik-baik wajah gadis itu


("10 tidak 14 tahun kahh, dilihat dari penampilannya tidak salah lagi. Aku menemukannya " )


"..."


Gadis itu memiringkan kepalanya karena bingung reaksi pemuda itu yang hanya diam dari tadi. beberapa saat kemudian pemuda itu mulai meneteskan air matanya.


Gadis itu bingung dengan reaksi pemuda itu, tetapi dia mulai maju perlahan kearah pemuda itu berada .


"Maaf "


Itu adalah ucapan yang langsung dikatakan oleh pemuda itu sambil dia berusaha menutupi mata nya yang terhalang kacamatanya , tetapi tetap saja air matanya tetap menetes ke tanah.


Gadis itu terdiam ditempat karena dia bingung dengan permintaan maaf nya dengan menatap wajah nya.


" kenapa kamu meminta maaf  ? ... kenapa kamu menangis ? "


gadis itu mulai mendekati pemuda itu. tetapi pemuda tidak menyadarinya karna tanganya sendiri menutupi matanya.

__ADS_1


" karna ... aku tidak sampai sekarang aku tidak bisa menemukan mu "


"tapi ... "


gadis itu menyentuh tangan pemuda itu dan pemuda itu pun langsung terkejut dan melihat gadis  itu


" aku ada di sini kok "


" siapa ... namamu ? "


" nama ... ku "


 pemuda itu pun langsung menurunkan kakinya seperti posisi setengah sujud kemudian dia memegang tangan gadis itu yang menyentuh nya dengan kedua tangannya.


" namaku adalah Rei ... Rei Rilfa . mau itu dulu ataupun sekarang aku akan tetap menjadi kesatria mu "


" Kesatria ? "


" Mau di saat kamu takut maupun kamu sedih, aku akan melindungi mu. di saat kamu semang maupun bahagia, aku akan bahagia bersamamu. jika ... kamu mengizinkan nya"


" Keluarga ?


" uhh ? "


rei agak terkejut dengan pemahaman dari perkataan gadis itu.


" itu seperti  keluarga kan "


gadis itu meneruskan kata-kata nya. Rei yang mendengarnya pun tersenyum kemudian menganggukan kepalanya.


" aku akan selalu berada di samping mu dan aku akan melindungi mu ... jika di pikir lagi itu benar. aku adalah keluargamu. Ok mulai sekarang aku adalah Keluarga mu  jadi "


 Rei pun memeluknya dengan lembut gadis itu pun pertama agak terkejut dengan pelukan itu.


" jangan pergi kemana-mana lagi ya "

__ADS_1


rei pun tersenyum sambil mengelus kepalanya gadis itu . gadis itu merasa nyaman di pelukan rei kemudian dia pun  tertidur di pelukan rei .


Rei yang menyadari nya hanya diam dan hanya mengelus kapal gadis itu dengan lembut untuk membiarkannya tertidur di pelukannya.


__ADS_2