AURELLIA GERLAND

AURELLIA GERLAND
PART 10


__ADS_3

#Aurelia_Gerland


#part 10


Setelah selesai makan malam bersama Aurel, Aksa langsung mengantar nya pulang karena sesuai perjanjian nya dengan kanaya bahwa ia akan mengantar Aurel pulang setelah mereka selesai makan malam.


"Mending masuk deh," ucap Aksa.


"Kakak gak mau mampir dulu?" Tanya Aurel.


"Ngga deh, gw langsung pulang aja," jawab Aksa.


"Yaudah, kak Aksa hati-hati di jalan," ucap Aurel.


"Iyaa, lo masuk tuh istirahat besok pagi gw jemput," jawab Aksa.


"Yaudah, kalo gitu Aurel masuk dulu ya kak," ucap Aurel.


"Oke, gw juga mau cabut dulu udah malem banget," jawab Aksa.


"Iya kak, kabarin Aurel ya kalo udah nyampe," ucap Aurel.


Aksa meng anggukan kepalanya, kemudian menyalakan mobil nya dan mulai menancap gass meninggalkan halaman mension milik keluarga Gerland. Aurel menatap kepergian Aksa kemudian berjalan memasuki mension setelah merasa Aksa tidak terlihat lagi dalam pandangan matanya.


"Lama banget baru pulang," ucap Zio yg berada di ruang tamu.


"Kenapa belum tidur? Nungguin Aurel pulang ya?" Tanya Aurel.


"Ngapain juga nungguin kamu, orang lagi nonton bola kok," jawab Zio.


"Eum yaudah lanjutin deh, Aurel mau istirahat dulu," ucap Aurel beranjak.


"Eh tunggu dulu, ada yg mau aku tanyain," ucap Zio menarik tangan Aurel


"Mau nanya apa? Jangan bilang mau nanya tentang kak Aksa," gumam Aurel


"Tunangan lo itu Albiano Aksa Alderick kan? Ketua motor Hunter Joy?" Tanya Zio


"Iyaa, tapi kakak tau informasi nya dari siapa kan kakak baru ketemu sama kak Aksa," jawab Aurel.


"Bukan siapa-siapa, yaudah mending kamu istirahat deh besok juga masih harus sekolah," ucap Zio


"Apaan sih ga jelas banget, yaudah kalo gitu Aurel ke kamar dulu, kak Zio juga istirahat jangan begadang mulu," jawab Aurel.


Zio hanya mengacungkan jempol nya tanpa melihat ke arah Aurel membuat Aurel memutar bola matanya malas kemudian ia berlalu menuju kamar nya yang berada di lantai dua.


>>>>>>>>>><<<<<<<<<


Aurel baru saja bangun dari tidur nya dan ia langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah hampir 15 menit berada di kamar mandi ia keluar dengan menggunakan handuk dan langsung menuju ke arah lemari untuk mengambil seragam SMA nya. Setelah merasa sudah rapi Aurel mengambil tas nya dan beranjak menuju lantai dasar untuk menghampiri orang tua nya.


"Pagi family," sapa Aurel.


"Pagi sayang," sapa Qanaya.


"Morning little girl," sapa Zio.


"Papa mana? Ga sarapa?" Tanya Aurel.


"Eum papa belum pulang dari semalam," jawab Qanaya


"Kenapa sih papa akhir-akhir ini jarang pulang?" Tanya Aurel.


"Papa lagi banyak kerjaan di kantor makanya jarang pulang," jawab Zio

__ADS_1


"Apa salah nya nyempetin pulang buat makan bareng keluarga, toh papa kan juga ceo nya," gumam Aurel.


"Bukan berati karna ceo kita bisa bertindak semaunya sayang, nanti kamu ngerti kok kalo udah ngerasain," jawab Zio.


"Udah nanti kalo udah selesai papa pasti pulang jadi jangan di fikirin, mending kamu sarapan dulu," jawab Qanaya.


Aurel hanya berdehem pelan kemudia menyantap sarapan nya. Qanaya tau bahwa putri nya itu sedang kesal, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak tentang kesibukan suami nya itu. Setelah selesai sarapan Aurel langsung berpamitan kepada Qanaya dan Zio karna Aksa juga sudah datang menjemput nya.


"Yaudah, Aurel berangkat dulu," pamit Aurel.


"Kalian hati-hati jangan ngebut," ucap Qanaya.


"Iya bun, kalo gitu kita berangkat ya," pamit Aksa.


Qanaya hanya menganggukan kepala sambil tersenyum kemudian menatap kepergian Aksa dan Aurel. Setelah beberapa menit perjalanan keduanya pun sampai ke tempat tujuan yaitu SMA Valexandria, dari pertama keduanya memasuki gerbang sekolah hingga berada di parkiran mereka berdua terus saja menjadi pusat perhatian siswa dan siswi SMA Valexandria, bagaiman tidak Aksa yg di kenal sama sekali tidak pernah menoleh ke arah Aurel kini mendadak bersama gadis itu dalam sekejap mata membuat mereka terheran-heran.


"Udah sampe, yuk gw anter ke kelas," ucap Aksa


"Eh gak papa kak, aku bisa jalan ke kelas sendiri kok," jawab Aurel.


"Iyaa gw tau kok, tapi sayang nya gw ga nerima penolakan," ucap Aksa.


"Eum yaudah deh kalo kak Aksa tetep mau nganterin Aurel," jawab Aurel


Aksa menggenggam tangan Aurel kemudian mengajak nya masuk ke gedung SMA Valexandria tersebut, sepanjang karidor menuju kelas mereka tetap sama menjadi pusat perhatian dengan Alasan yg sama.


"Udah sampe ni masuk gih," ucap Aksa.


"Eum makasih ya kak," gumam Aurel tersenyum.


"Lo belajar yg bener nanti jam istirahat gw jemput," ucap Aksa.


"Iya kak, kak Aksa juga belajar jangan bolos mulu," jawab Aurel.


"Aaaa demi apa, tadi itu beneran kak Aksa kan Rell?" Teriak Azilla.


"Duh Azilla, bisa budeg kuping gw denger teriakan lo," jawab Zhea.


"What the, gw ga mimpi kan Rel tadi itu beneran kak Aksa kan?" Tanya Azilla.


"Yaiyalah Zil, kalo bukan kak Aksa siapa lagi setan," jawab Aurel kesal.


"Kenapa lo bisa bareng Aksa? Dia yg nawarin bareng kek nya ga mungkin deh," ucap Zhea.


"Emang dia yg ngajak bareng kok, tadi malem juga dia ngajakin dinner di luar," jawab Aurel.


"Freak ga sih Aksa yg cuek banget sama lo tiba-tiba langsung perhatian?" Tanya Zhea.


"Udahlah Zhe, bagus dong kalo Aksa udah Mau balas perasaan Aurel," jawab Azilla.


"Tau ni Zhea, ga seneng banget kalo perjuangan gw ga sia-sia," ucap Aurel kesal.


"Yaudah deh iyaa terserah lo berdua, tergila-gila banget kek nya," jawab Zhea.


"Woii mau sampe kapan kalian berdiri disitu? Bentar lagi bu erna masuk," ucap David ketua kelas


"Iyaa pak ketua kelas maaf atas ketidak nyamanan mata bapak ketua kelas," jawab Azilla


"Apaan sih, dasar toa masjid ga jelas banget lo," ucap David


Azilla memutar bola matanya malas kemudian mengikuti Aurel dan Zhea yang beranjak terlebih dahulu menuju tempat duduk. Dan benar saja kata David, tak lama kemudian bu erna masuk ke kelas 11-Ipa 2 untuk mengajar pelajaran kimia, setelah beberapa jam pelajaran akhirnya bell istirahat berbunyi para siswa yang tadinya mengantuk kini mendadak segar karna mendengar bunyi yang sangat mereka tunggu-tunggu tersebut.


"Baiklah, sekian pertemuan kita jangan lupa di baca materi yg saya berikan karna itu akan keluar saat ujian nanti," ucap bu erna sebelum meninggal kan kelas.

__ADS_1


"Baik bu, terima kasih ibu," jawab siswa dan siswi kelas 11-Mipa 2 serentak.


"Yuk ke kantin, cacing gw udah laper banget ni," ucap Zhea.


"Ga sabar makan atau ga sabar pengen ketemu Deven?" Tanya Azilla.


"Apaan sih Zil, amit-amit banget gw pengen ketemu sama tu anak," jawab Zhea.


"Haii sayang, udah selesai kan kelas nya yuk ke kantin," ajak Aksa menghampiri Aurel.


"Kalau mau bucin jangan di kelas woii, disini tempat belajar bukan pacaran," jawab Zhea.


"Lo ngomong gitu karna lo ga punya pacar kan? Kalo lo punya juga ga kenal tempat belajar lagi," ucap Aksa.


"Enak aja lo kalo ngomong, gw kalo bucin tetap tau tepat ga kek kalian berdua sama-sama buta," jawab Zhea.


"Tumben banget lo yg nyamperin Aurel, biasanya juga Aurel duluan yg nyamperin lo?" Tanya Bian


"Emang salah kali gw nyamperin pacar gw? Ngga salah kan," jawab Aksa


"Pantesan aja mendadak ilang, ternyata kesini leader kita," ucap Deven


"Eh ada Azilla belum ke kantin, yuk ke kantin bareng kak bima," ajak Bima


"Ga usah caper lo sama temen sekelas gw, mereka semua kek singa," jawab Bian


"Heh jaga yaa omongan lo kalo ga mau gw tonjok," kesal Zhea


"Nah Dev, cewe kek gini yg pengen lo perjuangan?" Tanya Bian


"Udahlah Kak, dari pada kita liat mereka berantem mending ke kantin," ajak Aurel


"Nah ide bagus tu sayang, biarin aja mereka ngabisin energi kalo kita ngisi energi," jawab Aksa


"Duh kok gw nyesel yaa pernah nyuruh Aksa perhatian ke Aurel," gumam Deven


"Lah emang kenapa kak? Kok gitu jahat banget sih kak Dev sama Aurel," jawab Aurel


"Bisa tersiksa kita semua karna kebucinan kalian, ini baru sehari giaman kalo setiap hari," jawab Deven


"Makanya si Zhea di pacarin, jangan cuma berani bilang suka di belakang aja," ucap Bima


"Wahh kek nya Zhea juga bakal punya pacar, nasib banget jadi gw," gumam Azilla.


"Eitss, ayang Azilla jangan sedih ada kakak Bima yg selalu ada untik Azilla," jawab Bima


"Apaan sih anjirr, Alay banget lo syukur geng gw," ucap Aksa


"Kebalik kak, seharusnya syukur bukan geng gw gitu," jawab Aurel


"Tadinya pengen bilang gitu, tapi kan dia masih anggota," ucap Aksa


"Yaudahlah, mending kantin aja ngurusin ni pembahasan ga ada abis nya," ajak Bian


"Nah bener tu, cacing gw juga udah teriak-teriak-teriak mau makan," ucap Bima


"Kan kalian juga yg ga selesai-selesai pembahasan nya," jawab Aksa


"Syutt, jangan di sangkal nanti ga jadi lagi kita otw kantin," jawab Deven


"Udah deh, Aurel udah laper banget nii mending otw deh," ucap Aurel.


"Eum kasian banget ayang aku, yuk kita ke kantin," ajak Aksa.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2