
#Aurelia_Gerland
#part 07
"Aurel, bangun," ucap Zio.
"Lho, kok Aurel disini?" Tanya Aurel.
"Kan kamu tidur disini, jadi bangun disini lah," jawab Zio.
"Wait, bukanya tadi kita lagi di big mall yaa?" Tanya Aurel.
"Sejak kapan kita ke sana, ini kan hari pertama aku disini," jawab Zio.
"Emang ini tanggal berapa?" Tanya Aurel lagi.
"Tanggal 18, hari minggu," jawab Zio.
"ternyata cuma mimpi," gumam Aurel.
"Emang kamu mimpi apaan?" Tanya Zio.
"Bukan apa-apa, yaudah deh Aurel mandi dulu," ucap Aurel.
"Okay cantik, nanti langsung kebawah ya sarapan," jawab Zio.
Aurel ber dehem pelan, kemudian berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah 15 menit membersihkan diri, Aurel keluar dari kamar mandi menggunakan hodi berwarna hitam dan celana pendek di atas lutut berwarna putih.
"Morning semua," sapa Aurel.
"Morning sayang," jawab Arsen dan kanaya.
"Bunda bikin sarapan apa ni wangi banget?" Tanya Aurel.
"Nasi goreng kesukaan kamu, tapi yang masak bukan bunda," jawab kanaya.
"Terus kalo bukan bunda, siapa dong yang masak?" Tanya Aurel .
"Kakak kamu, dari pagi heboh banget dia masak di dapur," jawab kanaya.
"Pagi sayang, ni aku buatin sandwich kesukaan kamu," ucap Zio menghampiri mereka.
"Kak Zio, nasi goreng nya aja belum Aurel makan eh udah dibikinin sandwich lagi," jawab Aurel.
"Udah gak papa, duduk dulu kita sarapan bareng udah lama banget ga sarapan bareng," ucap Zio.
"Kak Zio kok masih ingat kesukaan Aurel, kan udah lama banget kakak ga pernah pulang," gumam Aurel.
"Ga mungkin dong aku lupa kesukaan kamu, kan kamu tau sendiri di hati aku dan fikiranku cuma ada kamu," jawab Zio.
"Eum, beruntung banget gadis yang bisa memikat hati Zio nanti," ucap kanaya.
"Bener sayang, apalagi dia manis dan perhatian gini, gadis mana si yg ga mau," tambah Arsen.
"Yang mau banyak sih, tapi belum ada sama sekali yg menarik di mata aku," jawab Zio.
"Makasih ya kak udah sayang dan perhatian banget sama Aurel," ucap Aurel sambil mengecup pipi Zio.
"Sama-sama cantik, yaudah mending kita sarapan dulu nanti keburu dingin semuanya," ucap Zio.
Mereka semua mulai melahap makanan yang di masak oleh Zio, selama mereka makan tak ada satu pun yang bicara hanya dentingan sendok dan garpu saja yg menjadi suara di meja makan tersebut. Setelah selesai makan keluarga Gerland berkumpul di ruang keluarga layaknya keluarga harmonis pada umum nya.
"Weekend ini kalian berdua ga mau keluar?" Tanya Arsen.
"Mending kamu kalian keluar deh, apalagi udah lama kan Zio ga pulang ke indo," ucap Qanaya.
"Boleh juga sih, Aurel ada janji sama temen ga?" Tanya Zio.
"Ga ada sih kak, Kak Zio mau aku temenin keluar?" Tanya Aurel
"Iyaa, tapi kamu beneran ga ada janji atau acara sama temen kan," ucap Zio memastikan.
__ADS_1
"Iya kak, biasanya juga kalo weekend temen Aurel yang pada kesini," jawab Aurel.
"Yaudah kalo gitu kakak siap-siap dulu," ucap Zio.
"Iyaa, Aurel juga mau ambil tas dulu di kamar," jawab Aurel.
Aurel dan Zio berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka yang berada di lantai dua. Zio memasuki kamar nya untuk mengganti pakaian, sedangkan Aurel juga memasuki kamar nya yg berada di sebelah kamar Zio untuk mengambil tas.
Setelah beberapa menit Zio keluar dari kamarnya menggunakan baju kaos putih dan celana pendek hitam di tambah dengan kemeja hitam polos menambah kesan cool pada dirinya. Ia berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga untuk menghampiri Aurel, Qanaya dan Arsen.
"Udah siap?" Tanya Zio.
"Udah, Aurel kan cuma ngambil tas," jawab Aurel.
"Dino nya lucu banget kek kamu," ucap Zio saat melihat tas dino milik Aurel.
"Kakak apaan sih, masa Aurel dimiripin sama dino sih," jawab Aurel.
"Kan beda sama dino yang ada di hutan, ini dino nya gemoy sama kek kamu," ucap Zio.
"Yaudah deh terserah Kakak aja, yuk berangkat," ajak Aurel.
"Papa sama Bunda gamau ikut sekalian?" Tanya Zio.
"Ngga deh, kalian berdua aja sana," jawab Arsen.
"Kalo gitu kita berangkat dulu ya," pamit Zio.
"Yaudah, kalian hati-hati ya" ucap Qanaya.
Aurel dan Zio mengangguk kan kepala mereka, kemudian berjalan keluar mension menuju mobil sport hitam milik Zio. Keduanya memasuki mobil tersebut dan mulai mengendarai nya menuju ke pusat perbelanjaan terbesar di jakarta.
Setelah hampir 20 menit perjalanan Zio menghentikan mobil nya tepat di depan sebuah gedung besar. Ia keluar terlebih dahulu lalu membuka kan pintu mobil untuk gadis kecil milik nya.
"Makasih," ucap Aurel.
"No problem girl," jawab Zio.
"Kakak mau beli apa?" Tanya Aurel.
"Maksud kak Zio, kakak mau beli semua yg aku pilih?" Tanya Aurel.
"Iya, aku bakal beliin apapun yang kamu mau jadi sekarang ayo masuk," ajak Zio menggenggam tangan Aurel.
Aurel dan Zio berjalan beriringan, banyak mata yang kagum melihat mereka berdua bagaimana tidak, sejak memasuki pusat perbelanjaan tersebut Zio bahkan tidak pernah melepas genggaman tangan nya dari Aurel membuat mereka seperti seorang pasangan.
"Kak, Aurel mau beli headfhone gaming boleh?" Tanya Aurel.
"Of course little girl, kamu boleh beli apa aja yg kamu mau," jawab Zio
"Yaudah yuk kesana, kek nya disana jual perlengkapan game deh," ajak Aurel menarik tangan Zio.
"Hallo selamat datang di game store, ada yang bisa kami bantu?" Tanya pelayan toko tersebut.
"Gadis kecil saya ingin membeli headfhone gaming, apa bisa di bantu," ucap Zio.
"Tentu, mari mbak ikut saya memilih headfhone nya," ajak pelayan toko.
Aurel mengikuti pelayan tersebut, sedangkan Zio ia duduk di salah satu soffa disana sambil menunggu Aurel memilih headfhone yang ia suka.
"Silahkan mbak di liat-liat dulu," ucap pelayan.
"Eum, model terbaru yang mana ya mbak?" Tanya Aurel.
"Model terbaru yang ini mbak, nah kalo headfhone ini limited edition dan baru keluar tiga buah dalam minggu ini. Nah hanya satu produk saja yg tersisa dari tiga buah produk," jawab pelayan menjelaskan.
"Yaudah kalo gitu yang ini aja mbak, saya panggil kakak saya dulu," ucap Aurel.
"Baik mbak, saya siapkan dulu produk nya," jawab pelayan.
"Udah milih nya?" Tanya Zio.
__ADS_1
"Udah, bayarin gih," jawab Aurel.
"Berapa totalnya mbak?" Tanya Zio.
"Totalnya 852.000 mas," jawab pelayan.
Zio memberikan kartu blackcard milik nya untuk membayar jumlah belanjaan milik Aurel. Setelah selesai melakukan pembayaran keduanya keluar dari toko tersebut dan mulai berkeliling lagi.
"Kesana yuk," ajak Zio.
"Kemana?" Tanya Aurel.
"Udah ikut aja," jawab Zio menarik tangan Aurel.
Zio membawa Aurel ke All Shirt Store toko yang menyediakan semua pakaian wanita dan pria termasuk sepatu dan sandal.
"Pilih deh mau yang mana," ucap Zio.
"Serius ni boleh ambil apa aja?" Tanya Aurel.
"Off course little girl, apa yg ngga buat kamu," jawab Zio.
Aurel tersenyum kemudian mulai memilih beberapa hodie karna ia suka menggunakan hodie. Aurel juga memilih beberapa sepatu bermerek yang tersedia disana.
"Udah ni kak," ucap Aurel.
"Mbak, tolong dibantu adik saya," perintah Zio.
"Baik mas, sini mbak saya bantu," ucap pelayan membawa barang milik Aurel.
"Udah segitu aja, atau kamu mau nambah lagi sepatu, hodie atau yg lain?" Tanya Zio.
"Udah kak, ini aja udah banyak banget yang ada nanti ga kepake lagi sama Aurel," jawab Aurel.
"Yaudah, kalo gitu aku bayar dulu," jawab Zio.
"Silahkan menuju kasir untuk melakukan transaksi," ucap pelayan.
"Berapa total semuanya mbak?" Tanya Zio.
"Totalnya menjadi 8.974.000 mas," jawab pelayan.
"Yaudah ni kartu saya," ucap Zio menyerahkan black card nya.
"Terima kasih sudah belanja di ***, ini kartunya dan ini belanjaan nya," gumam pelayan.
Zio mengangguk dan tersenyum, kemudian membawa Aurel keluar dari toko tersebut dan kembali mengelilingi pusat perbelanjaan tersebut.
"Makan dulu yuk," ajak Zio.
"Eum, boleh deh kak," jawab Aurel.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Zio.
"Eum, mau makan apa ya," gumam Aurel
"Kita makan disana aja gimana?" Tanya Zio
"Boleh deh, lagian disitu enak kek nya," jawab Aurel
Aurel dan Zio berjalan memasuki restoran kecil yang berada di sana, kemudian memilih salah satu tempat duduk yang masih kosong.
"Silahkan mbak diliat dulu menu nya," ucap pelayan memperlihatkan daftar menu
"Eum aku mau Domenico Crolla's Pizza satu sama Serendipity 3 Chocolate nya satu," jawab Aurel
"Baiklah, kalo mas nya mau mesan apa?" Tanya pelayan
"Saya Craftsteak's Wagyu RibEye Steak sama Kiesener Swiss Apple Juice aja," jawab Zio.
"Baik mas, mbak tunggu sebentar yaa di persiapkan dulu," ucap pelayan sebelum beranjak
__ADS_1
Setelah beberapa menit menunggu pelayan datang kembali membawa pesanan Zio dan Aurel, keduanya pun langsung mengisi perut mereka dengan makanan yang sudah tersedia. Setelah selesai makan keduanya memutus kan untuk pulang karena sudah lelah berkeliling di pusat perbelanjaan tersebut.
bersambung...