
#Aurelia_Gerland
#Part 08
"Ma, Aksa berangkat," pamit Aksa.
"Sarapan dulu sayang," ucap Lidya.
"Di sekolah aja ma bareng temen," jawab Aksa.
"Bareng temen apa bareng Aurel?" Tanya Naya.
"Apaan sih kak, udahlah gw berangkat," kesal Aksa.
"Yaudah, kamu hati-hati jangan ngebut sayang," ucap Lidya.
Aksa mengacungkan jempol nya lalu berjalan keluar dari mension menuju motor kesayangan nya. Ia memakai helm dan mulai mengendarai motor nya tersebut membelah jalanan ibu kota jakarta. 15 menit berlalu Aksa telah sampai ke tempat tujuan nya, ia memarkirkan motornya di area parkir gedung SMA Valexandria.
"Udah di kantin aja lo pada," ucap Aksa menghampiri teman-teman nya.
"Ya iyalah, ya kali kita nungguin lo dateng baru ke kantin," jawab Bian.
"Ngga setia banget sama leader sendiri," ucap Aksa.
"Jangan bahas soal kesetiaan, emang lo setia sama Aurel?" Tanya Deven.
"Freak banget lo Dev, malah langsung bahas si Aurel segala," jawab Vano.
"Tau ni, pagi-pagi udah rusak mood gw aja lo," tambah Aksa sedikit kesal.
"Misi den, ini sarapan nya," ucap bibi kantin membawa sepiring nasgor.
"Lah? Aku belum pesan apa-apa bi, kalian ya yg pesanin gw?" Tanya Aksa.
"Amit-amit kita pesanin makan buat lo, makan buat kita aja kadang mager mesen nya," jawab Bian.
"Terus kalo bukan kalian siapa?" Tanya Aksa.
"Udah den dimakan dulu aja," jawab bibi kantin.
"Yaudah deh, makasih ya bi," ucap Aksa.
"Sama-sama den," jawab bibi kantin.
"Freak ga sih bro, setiap hari gw ke kantin pasti ga pernah mesen dulu eh langsung ada di anterin makan sama bibi kantin," gumam Aksa.
"Enak kan jadi lo, ga perlu rebutan makanan dan ga perlu ngantri dulu, kalo ke kantin langsung di anterin deh makanan sama bibi kantin," jawab Bima.
"Tapi aneh aja ga sih, makanan nya itu selalu sesuai sama selera gw, ga mungkin kan bibi kantin inget semua favorit gw," jawab Aksa.
"Mungkin Aurel, tuh anak kan perhatian banget sama lo," gumam Vano.
"Ga mungkin deh kalo dia, gw ga pernah cerita tentang gw ke dia," jawab Aksa.
"Terus kalo bukan Aurel siapa lagi? Ada yg ngecrush in lo selain Aurel?" Tanya Deven.
"Gak tau deh, bikin pusing mikirin nya," jawab Aksa melahap habis nasi goreng nya.
Saat asik-asik nya anggota hunter joy mengobrol Aurel dan Zhea datang menghampiri mereka semua.
"Pagi pacar," sapa Aurel.
"Siapa pacar lo?" Tanya Aksa.
"Yang nanya," jawab Aurel.
"Apaan sih lo," ucap Aksa.
"Kamu Mas A kan?" Tanya Aurel.
"Iyalah, nama gw aja Aksa," jawab Aksa.
"Berarti bener dong kalo kamu Mas A depan aku," ucap Aurel.
"Ke sambet apa lo pagi-pagi udah nge gombal Aksa?" Tanya Deven.
"Otak ni anak emang kadang-kadang bisa sedikit gesrek," ucap Zhea
"Kenapa iri yaa karna ga di gombalin sama Zhea," jawab Aurel.
"Di ajarin siapa lo gombal-gombal begitu?" tanya Bima.
"Dari fikiran dia sendiri lah kan ni bocil banyak cowo nya," jawab Aksa.
"Gpp punya banyak cowo yang penting pacar nya cuma Kak Aksa," ucap Aurel.
"Ngakunya sih gw sebagai pacar tapi jalan nya sama cowo lain," jawab Aksa.
"Ekhem sepertinya tercium bau-bau kecemburuan dari leader kita bro," gumam Bian.
"Kak Aksa cemburu yaa karna postingan instagram Aurel?" Tanya Aurel.
"Ga usah ke pd-an lo, ngapain juga gw cemburu sama lo," jawab Aksa.
__ADS_1
"Ga cemburu tapi sedikit panas yaa gess yaa," gumam Bima.
"Ngapain panas kan banyak kipas angin disini," ucap Vano.
"Bener tu Van, ngapain panas orang adem-adem aja kok," jawab Aksa.
"Pagii Aksa," sapa Ghea yg baru mengahampiri mereka.
"Ngapain lo nyapa-nyapa cowo gw?" Tanya Aurel.
"Apaan sih lo, dia itu ga suka sama lo," jawab Ghea.
"Gw cantik aja dia ga suka, apalagi muka tante-tante kek lo," jawab Aurel membuat anggota hunter joy tertawa
"Kalian kok malah ngetawain gw? Kalian udah berpihak ke bocil ini?" Tanya Ghea.
"Udah deh Ghe, mending lo balik ke kelas aja sana brisik banget," usir Deven.
"Bener tu, lo itu ga masuk kriteria buat gabung disini," tambah Zhea.
"Yg ada lo dikira nyokap kita lagi kalo gabung disini," gumam Bian
"Kalian jaga yaa omongan kalian, inget gw senior disini," jawab Ghea
"Stop deh bermain-main dengan kata senior lo itu, lo ga malu jadi senior karna ga lulus beberapa kali?" Tanya Aurel
"Lo jaga yaa omongan lo, maksud lo apa ngomong gitu ke gw," bentak Ghea
"Upss panas, kenapa bener yaa omongan gw?" Tanya Aurel tersenyum meremehkan
"Kurang ajar banget lo," ucap Ghea sambil menyiram Aurel dengan orange jus miliknya
"Apaan sih lo Ghe?" Bentak Aksa.
"Lah kok malah bentak gw," ucap Ghea.
"Kenapa masih kurang? Ni gw tambahin," jawab Aurel menyiram Ghea dengan kuas bakso milik Bian.
"Makin berani aja lo sama gw, emang harus di kasih pelajaran cewe gatau diri kek lo," ucap Ghea ingin menampar Aurel namun di tahan oleh Aksa.
"Mau ngapain lo? Jauhin tangan kotor lo itu dari muka pacar gw," jawab Aksa.
"Bukanya lo ga suka sama dia? Kenapa lo jadi belain dia?" Tanya Ghea kesal.
"Kalo gw ga suka sama dia bukan berarti lo bisa seenak nya aja sama dia," jawab Aksa.
"Tau ni jadi cewe ga tau diri banget sih lo, udah tau Aksa punya pacar masih juga di deketin," ucap Bima.
"Jangan kan Aksa yg ganteng, gw yg muka pas-pasan gini aja ogah banget suka sama lo," gumam Bian.
"Ni pake jaket gw, ntar jadi pusat perhatian cowo-cowo lagi karna baju lo yg terang gitu," ucap Aksa memberikan jaket milik nya.
"Makasih kak, yuk Zhe temenin gw ke toilet mau bersihin ini dulu," ajak Aurel.
"Heh mau pergi aja lo, tanggung jawab ni baju gw," ucap Ghea.
"Masih punya tangan sama kaki kan? Bersihin sendiri," jawab Aurel.
Setelah mengucapkan kata tersebut kepada Ghea, Aurel dan Zhea langsung beranjak menuju toilet untuk membersihkan baju nya.
"Sejak kapan lo perhatian sama Aurel?" Tanya Deven.
"Gw perhatian salah, ga perhatian salah mau kalian gimana si," jawab Aksa.
"Seharusnya kamu ga perlu di perhatian sama Aurel, perhatian nya ke aku aja," ucap Ghea.
"Aurel pacar gw wajar dong kalo gw perhatiin, sedangkan lo siapa minta di perhatiin?" Tanya Aksa.
"Aksa, kamu kok gitu sih sekarang sama aku. Bukanya kamu ga suka sama Aurel," jawab Ghea.
"Suka atau ngga nya apa hubungan nya sama lo? Ga ada hubungan nya kan?" Tanya Aksa.
"Udah deh sa, dari ngeladenin ni bocah mending kita semua balik ke kelas," ajak Deven
"Nah setuju gw sama lo Dev, ngeladenin ni anak ga bakal ada habis nya," jawab Bima
"Yaudah kuy ke kelas," ucap Aksa beranjak meninggalkan kantin dan di ikuti oleh anggota Hunter Joy lainya, tentu saja hal itu membuat Ghea kesal.
>>>>>>>>>>SKIP<<<<<<<<<<
Setelah beberapa jam pelajaran bell SMA valexandria pun akhirnya berbunyi, namun kali ini bukan lagi bell istirahat melainkan bell pulang sekolah tentu saja hal ini merupakan salah satu kemerdekaan bagi seluruh siswa dan siswi SMA valexandria.
"Pulang bareng siapa Rel?" Tanya Zhea
"Palingan di jemput gw," jawab Aurel
"Ga bawa mobil lo?" Tanya Zhea lagi
"Ngga, lagi mager gw," jawab Aurel
"Yaudah, parkir yuk," ajak Zhea
"Let's go," jawab Aurel
__ADS_1
Aurel dan Zhea berjalan beriringan melewati karidor menuju area parkir SMA valexandria. Aurel menatap seluruh area parkir kemudian menarik Zhea untuk menghampiri anggota Hunter Joy.
"Haii kak," sapa Aurel
"Haii Zhea," sapa Deven
"Aurel lho yg nyapa ini kak," kesal Aurel
"Eh sorry, mata gw cuma terbuka untuk Zhea," jawab Deven
"Wah bahaya virus bucin Aurel sudah mulai tersebar," ucap Bian
"Jangan-jangan kalian udah jadian lagi, traktiran nya dong," gumam Bima
"Dih apaan sih kalian, ogah banget gw pacaran sama modelan kek gini," jawab Zhea
"Eitss ga boleh gitu nanti kamu makin suka lagi sama aku," ucap Deven
"Makin bertambah lagi beban hidup gw kalo kalian jadian," gumam Bima
"Hubungan nya sama beban hidup lu apaan emang?" Tanya Bian
"Yaa tiap hari liat Aurel sama Aksa aja udah bikin stress, apalagi kalo nambah satu pasangan lagi," jawab Bima
"Makanya kak cari pacar, muka doang ganteng pacar ga punya kasian banget," ledek Aurel
"Bantu doa nya ya teman-teman semoga gw sama Zhea cepat jadian," ucap Deven
"Lo pulang bareng siapa cill?" Tanya Aksa
"Palingan di jemput, ga bawa mobil soalnya," jawab Aurel
"Fungsinya gw sebagai pacar lo apaan, kalo ga bisa nganter lo balik?" Tanya Aksa
"Kan biasanya Kak Aksa sibuk mulu kalo Aurel minta anter pulang," jawab Aurel sedikit kesal
"Udah ga usah menye-menye lu, buruan naik gw anter pulang. Btw baju lo udah kering kan? Mending jaket nya di iket ke pinggang aja liat tu rok lo pendek banget" ucap Aksa
"Iyaa, tumben bawek banget jadi orang," gumam Aurel sambil mengikat jaket ke pinggang
"Udah kan, buruan naik lama banget sih," ucap Aksa
"Ya di bantuin dong, udah tau motornya tinggi," jawab Aurel
"Bukan motor nya yg tinggi, tapi elu nya yang pendek," ucap Aksa
"Ngomel mulu dari tadi, niat nganterin ngga sih kak?" Tanya Aurel
"Yaa niat lah makanya naik, dari tadi juga di suruh," jawab Aksa
"Di bantuin dong Aksa, dari tadi Aurel minta bantu lo malah ngomel mulu," ucap Bima
"Tau ni bocah, ngga peka banget sih lo jadi tunangan Aurel" tambah Deven
"Yaudah, ni pegang tangan gw," ucap Aksa mengulurkan tangan nya
"Nah dari tadi kek, kalo gini kan mudah naik nya," jawab Aurel
"Udah diem, brisik banget sih lo jadi bocil," gumam Aksa
"Iya-iya, yaudah yuk berangkat Aurel udah siap ni," jawab Aurel
"Yakin udah siap, kalo jatuh bukan tanggung jawab gw ya," ucap Aksa
"Ngga kok tenang aja, Aurel udah berpengalaman naik motor," jawab Aurel
Aksa kemudian menancap kan gass nya tanpa memberi aba-aba ke Aurel, sontak hal tersebut membuat Aurel reflek memeluk Aksa.
"Katanya udah berpengalaman, kok meluk?" Tanya Aksa
"Yaa jelas dong kak, namanya juga reflek dari pada jatuh," jawab Aurel
"Yaudah makanya pegangan sama gw sebelum nyawa lo melayang," ucap Aksa
"Iya-iya udah ni, yuk pulang," ucap Aurel sambil memeluk Aksa
Aksa pun mulai menjalan kan motornya meninggalkan area parkir SMA valexandria. Kepergian mereka membuat anggota hunter joy lain keheranan.
"Temen lo kenapa?" Tanya Zhea
"Gw juga gatau, aneh banget," jawab Bima
"Mendadak jatuh cinta kek nya," gumam Bian
"Iya mendadak, seperti setiap aku ngeliat Zhea," ucap Deven
"Woii lah orang lagi serius juga, malah bercanda ni bocah," ucap Bima
"Aksa ga lagi sakit kan? Dia ga lagi kehabisan obat kan?" Tanya Zhea lagi
"Udahlah brisik banget kalian, Aksa suka Aurel salah ga suka tambah salah biarin ajalah mereka ngurusin hubungan mereka berdua," jawab Vano
"Dan akhirnya dua es kutub utara pun sudah mulai mencair," ucap Bima
__ADS_1
"Udahlah terserah lo pada, gw mau cabut duluan byee," jawab Vano
bersambung....