
#Aurelia_Gerland
#part 09
"Nanti malem lo sibuk?" Tanya Aksa.
"Ngga sih, kenapa emang nya kak," jawab Aurel.
"Yaudah kalo gitu ntar malem gw jemput," ucap Aksa.
"Hah? seriusan kak Aksa mau jemput Aurel?" Tanya Aksa.
"Kalo mau, kalo ngga yaudah ga jadi," jawab Aksa.
"Ngambek kan banget sih jadi orang," gumam Aurel.
"Udah masuk sana istirahat, ntar malem gw jemput," ucap Aksa.
"Ngga mau mampir dulu?" Tanya Aurel.
"Ntar malem aja sekalian jemput lo," jawab Aksa.
"Yaudah kalo gitu kakak hati-hati ya," ucap Aurel.
Aksa hanya mengacungkan jempol nya, kemudian ia menyalakan motor nya dan mulai meninggalkan halaman mension milik keluarga Gerland. Setelah kepergian Aksa, Aurel melangkahkan kaki nya memasuki mension milik keluarga nya.
"Aurel pulang," ucap Aurel.
"Eh udah pulang, bareng siapa?" Tanya kanaya.
"Tadi dianterin kak Aksa bun," jawab Aurel.
"Aksa? Siapa? Tunangan kamu itu?" Tanya Zio.
"Iya dong siapa lagi, baik kan dia sama Aurel," jawab Aurel.
"Baru juga di anterin pulang udah di nilai baik aja," gumam Zio.
"Terus Aksa nya mana sayang? Kok ga diajak mampir?" Tanya kanaya.
"Tadi udah di ajak bun, katanya ntar malem aja dia mampir kesini," jawab Aurel.
"Nah bagus tuh kalo dia dateng sendiri, penasaran gimana sih orang nya," gumam Zio.
"Kakak kamu ini ga siap kek nya kalo kamu di ambil cowok lain sayang," ucap Qanaya.
"Kek nya sih gitu bun, awas aja kalo nanti malem dia bikin kak Aksa ga nyaman disini," jawab Aurel.
"Dih lebih mentingin cowok lain dari pada kakak nya sendiri, ga bisa di biarin ni," ucap Zio.
"Terserah kakak deh, Aurel capek mau istirahat dulu sebelum ketemu sama ayang," jawab Aurel.
"Sekolah dulu yang bener dek baru ayang-ayangan aku yg kuliah aja ga punya ayang," ucap Zio.
"Salah sendiri ga nyari pacar, lagian hubungan Aurel tuh udah dapat restu dari ayah sama bunda" jawab Aurel.
"Udah-udah kenapa jadi berantem, mending kamu istirahat dulu terus mandi sana," ucap Qanaya.
"Yaudah kalo gitu Aurel ke kamar dulu ya mau istirahat," pamit Aurel.
Qanaya hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum ke arah Aurel yang mulai beranjak menuju kamar nya.
"Emang Aksa tuh yg mana si bun?" Tanya Zio.
"Kamu liat aja nanti malem orang nya," jawab Qanaya.
"Aksa kenal ga? Atau pernah ketemu dimana gitu?" Tanya Zio.
"Kek nya belum pernah ketemu sih, tapi gak tau juga deh," jawab Qanaya.
"Yaudah deh kalo gitu, mending bunda istirahat dulu jangan sampai kecapean," ucap Zio.
"Iyaa sayang, Kamu juga istirahat dulu sana sambil nunggu papa pulang," jawab Qanaya.
"Yaudah kalo gitu aku ke kamar dulu yaa sekalian mau mandi," ucap Zio.
Qanaya hanya membalas ucapan Zio dengan senyuman kemudian beranjak ke kamar nya, begitu juga dengan Zio ia pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
>>>>>>>>>><<<<<<<<<<
Saat ini Aksa sedang bersiap-siap untuk pergi menjemput Aurel. Ia menggunakan celana pendek hitam, baju kaos putih dengan dilapisi kemeja hitam polos dan sepatu nike air force one berwarna putih yang menambah kesan cool dalam diri Aksa. Ia mengambil kunci mobil nya lalu beranjak keluar dari kamar menuju lantai dasar.
__ADS_1
"Mau kemana lo?" Tanya Naya.
"Kepo banget jadi orang," jawab Aksa.
"Gw nanya baik-baik ya bangs*t," ucap Naya.
"Lagian kepo banget sama urusan gw," jawab Aksa.
"Nanya doang masa ga boleh sih," ucap Naya sedikit kesal.
"Udah bilangin aja ntar ke mama kalo gw keluar bawa mobil," jawab Aksa.
"Mau jalan sama siapa lo? Tumben banget mau make mobil?" Tanya Naya.
"Bisa ngga sih lo itu ga usah kepo sama urusan gw," jawab Aksa.
"Yaudah cabut deh lo sana, ngeselin banget," ucap Naya.
"Lo aja yang bawel, dahlah gw cabut dulu," pamit Aksa.
Aksa berjalan keluar dari mension menuju mobil civic berwarna merah muda hadiah ulang tahun dari kakak nya itu. Ia memasuki mobil tersebut dan mulai mengendarai nya menuju mension milik keluarga Gerland. 20 menit berlalu ia sampai di halaman mension milik keluarga Gerland, ia memarkirkan mobil nya kemudian berjalan ke arah pintu mension dan menekan bell.
"Eh Aksa," ucap Qanaya yang membuka pintu.
"Malam tante, Aurel nya ada?" Tanya Aksa.
"Ada kok, ayo masuk dulu," ajak Qanaya.
"Iyaa tante," jawab Aksa mengikuti Qanaya.
"Siapa yg dateng bun?" Tanya Zio.
"Pacar Aurel," jawab qanaya.
"Oh, ini yang namanya Aksa?" Tanya Zio.
"Malam kak, aku Aksa pacar Aurel," jawab Aksa.
"Bentar ya tante panggil Aurel nya," ucap Qanaya.
"Iyaa, makasih ya tante," jawab Aksa tersenyum manis.
"Gw Zio kakak nya Aurel," ucap Zio memperkenalkan diri.
"Kalo dia tunggal bukan berarti ga punya kakak kan," jawab Zio.
"Kalo udah jadi anak tunggal cewe kenapa harus punya kakak cowo," ucap Aksa.
"Bukan urusan lo kan ada kakak atau ngga, so sesayang apa lo sama adek gw? Tanya Zio.
"Why? Lo ngeraguin perasaan gw, tenang aja bro Aurel aman aja kok kalo sama gw," jawab Aksa.
"Lo jangan berani main-main ya sama adek gw, kalo mau hidup lo tetap tenang," ucap Zio.
"Lo ngancem gw? Hahaha lo anak baru ya di jakarta makanya ga tau gw?" Tanya Aksa.
"Gw ga perlu tau siapa lo karna gw ga akan pernah peduli sama lo," jawab Zio.
"Santai bro, gw ga bakal nyelakain tu anak kok jadi lo ga perlu khawatir," ucap Aksa.
Zio tak menanggapi omongan Aksa, ia terus memperhatikan pemuda itu dengan tatapan yg sulit di artikan. Tak lama kemudian Aurel turun bersama Qanaya, ia menggunakan dress selutut berwarna hitam dengan rambut yang ia biarkan terurai.
"Sorry nunggu lama," ucap Aurel.
"Iyaa gak papa kok, btw lo cantik," jawab Aksa.
"Baru sadar lo kalo adek gw cantik," gumam Zio.
"Udah tau kok, tapi ini cantik nya beda," jawab Aksa.
"Hehe makasih kak, kakak juga ganteng banget," ucap Aurel.
"Gw kan emang ganteng setiap hari," jawab Aksa.
"Dih, gantengan juga gw," gumam Zio.
"Kak Zio," ucap Aurel sedikit kesal.
"Emang kalian mau kemana?" Tanya Qanaya.
"Mau jalan-jalan aja sih tan, boleh kan" ucap Aksa.
__ADS_1
"Boleh dong, oyaa panggil nya bunda aja jangan tante," jawab Qanaya.
"Iya tan eh bunda maksud nya, kalo gitu kita berangkat ya," pamit Aksa.
"Yaudah, kalian hati-hati pulang nya jangan terlalu malem ya," jawab Qanaya.
"Jagain adek gw yg bener, lecet dikit awas aja lo sama gw," ucap Zio.
"Aman bro, gw balikin tanpa lecet sedikit pun," jawab Aksa.
"Yaudah, kalo gitu kita pamit dulu ya bun," ucap Aurel.
"Yaudah, hati-hati jangan ngebut," jawab Qanaya.
Keduanya mengangguk tanda setuju, kemudian berjalan keluar dari mension menuju mobil milik Aksa. Aksa membuka pintu mobil dan mempersilahkan Aurel memasuki mobil nya tersebut.
"Silahkan sayang," ucap Aksa.
"Makasih," jawab Aurel tersenyum.
Kemudian Aksa mengelilingi mobil dan masuk ke kursi pengemudi, ia menyalakan mobil nya dan mulai mengendara meninggalkan halaman mension milik keluarga Gerland. Beberapa menit kemudian Aksa menghentikan mobil nya di sebuah caffe, ia turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk gadis kecil nya.
"Udah sampe," ucap Aksa.
"Bagus banget," gumam Aurel.
"Yaudah, yuk masuk," ucap Aksa.
Aurel mengangguk dan berjalan memasuki caffe tersebut beriringan dengan Aksa, banyak mata yang menatap mereka berdua apalagi para gadis-gadis yang berada disana. Bagaimana tidak, ini adalah pertama kali mereka melihat leader Hunter Joy yg begitu terkenal bersama dengan seorang gadis.
"Duh saingan kita berat guys,"
"Aksa udah punya pacar tenyata,"
"Hati gw mendadak retak ngeliat mereka,"
"Pacar nya cantik banget woii, insecure gw,"
"Yuk mundur yuk, saingan kita terlalu berat,"
"Aku menemukan mu secara tidak sengaja dan mencintaimu secara nyata,"
"Kek nya setelah ini gw bakal gamonin Aksa deh, mana pacar nya cantik banget lagi,"
"Seharusnya dari awal kita udah sadar diri kalo Aksa emang ga akan penah bisa di gapai,"
Kira-kira begitulah omongan para gadis yang berada disana, Aurel hanya tersenyum pelan mendengar omongan para gadis tersebut dan merasa bangga karna ia lah yg dapat memiliki hati pria tersebut.
Aksa membawa Aurel ke rooftop caffe tersebut yang memang sudah di persiapkan hanya untuk mereka berdua. Aksa menarik kursi dan membiarkan Aurel duduk di kursi tersebut, kemudian ia duduk di kursi tepat di hadapan Aurel.
"Gimana bagus ga?" Tanya Aksa.
"Bagus banget kak," jawab Aurel.
"Sengaja gw diapain buat kita berdua," ucap Aksa.
"Aurel seneng banget karna kakak baik ke Aurel," gumam Aurel
"Untuk kedepan nya gw ga bakal nyuekin lo lagi kok," jawab Aksa
"Makasih yaa kak udah mau buka hatinya buat Aurel," ucap Aurel
"Ga perlu makasih, sebenarnya gw seneng kok lo terus gangguin gw," jawab Aksa
"Btw tumben kak Aksa pake mobil, sebelum nya Aurel ga pernah liat kakak pake mobil," ucap Aurel
"Harus dong ya kali gw bawa pacar gw yg cantik ini pake motor, yg ada ntar dia masuk angin lagi," jawab Aksa
Aurel hanya tersenyum, ia merasa sangat senang karna pemuda di hadapan nya saat ini sudah mau membalas perasaan nya setelah 2 tahun terakhir ini.
"Di makan dong, jangan senyum mulu," gumam Aksa.
"Hehe soalnya kak Aksa manis banget," jawab Aurel.
"Gw juga bisa diabetes kalo lo senyum mulu," ucap Aksa.
"Aurel juga bisa mimisan kalo terus-terusan liat muka kakak," jawab Aurel.
"Duh jadi gw harus nutup muka gw ni biar lo ga mimisan," ucap Aksa menutup mukanya.
"Eh kok malah di tutup gitu sih, Aurel kan cuma bercanda kak," jawab Aurel.
__ADS_1
"Iya cantik gw tau kok, yaudah sekarang mending makan dulu ya," ucap Aksa
bersambung....