AWAKENING:Saya Mempunyai Sistem Penyalinan

AWAKENING:Saya Mempunyai Sistem Penyalinan
Di remehkan


__ADS_3

"hanya kalian? ingin memberiku pelajaran?Delusi"


Dhika berkata sambil tersenyum ke arah ke enam orang di depan nya


"nona Vioni sepertinya anak ini meremehkan kita"


"ya ya dia meremehkan kekuatan kita"


"orang yang tidak tau ketinggian langit"


ocehan pengikut Vioni ini terdengar terus menerus


"diam kalian, sebaiknya kalian fokus untuk menyerang dia" Vioni berteriak lalu menunjuk ke arah Dhika


Dhika hanya menunggu di tempat ia tidak memiliki rencana untuk bergerak terlebih dahulu.


Dhika ingin melihat kemampuan anak anak dari kota besar apakah memiliki bakat yang baik atau itu biasa saja.


"biar aku sendiri saja melawan anak kampung ini, aku sudah cukup" salah satu anak laki laki itu berkata sambil menyerang ke arah Dhika.


anak laki laki itu membanting tinju nya ke arah Dhika angin berkumpul melingkari tinju tersebut.


melihat serangan datang Dhika hanya menghindar menggunakan langkah bayangan.


melihat bahwa serangan nya meleset anak itu marah lalu terus melancarkan serangan bertubi tubi ke arah Dhika.


"apa hanya ini kekuatan mu?" Dhika berkata sambil menghindari serangan yang datang ke arah nya terus menerus.


"kamuu! " anak laki laki itu menggertakan gigi nya lalu angin berkumpul di telapak tangan.


"Angin Puyuh" anak itu berteriak sambil melemparkan serangan nya ke arah Dhika,serangan angin itu bergerak cepat ke arah Dhika.


Dhika yang melihat serangan itu tersenyum dan tidak berniat untuk menghindar sama sekali.


melihat Dhika tidak menghindar semua anak laki laki di sana mencibir, namun Vioni tidak karena ia blum melihat serangan itu mengenai Dhika


"boomm"


ledakan terdengar di iringi debu yang mengepul menutupi penglihatan semua orang yang berada di sana

__ADS_1


"hehe itu pelajaran dari menyinggung nona muda ini" Vioni tertawa gembira melihat serangan itu mengenai Dhika


"serangan itu terlalu lemah" suara Dhika terdengar jelas dari tempat ledakan itu.


debu pun perlahan hilang dan penglihatan semua orang kembali di sana mereka melihat Dhika yang sedang berdiri sambil menepuk nepuk jubah nya yang terkena debu.


"kenapa kamu bisa bertahan" teriak Vioni kaget sambil menunjuk ke arah Dhika.


semua orang itu kaget lalu marah tidak ingin menyia-nyiakan waktu ke lima anak laki laki itu bergabung menyerang Dhika dari empat arah.


bakat anak anak ini hanya bakat tengah biasa dan unsur biasa air dan angin namun untuk di provinsi Dhika berada bakat mereka sudah bisa menjadi yang terbaik.


serangan dari lima orang dari arah yang berbeda datang terus bertubi tubi Dhika hanya menghindar terus menerus menggunakan langkah bayangan


merasa ini semakin membosankan Dhika pun menggunakan sedikit bakat guntur untuk menutupi tinju nya.


melihat bahwa Dhika mulai menggunakan bakat nya ke lima anak laki laki itu mundur dan langsung mengambil posisi bertahan karena takut.


Dhika melihat mereka ingin mundur dan bertahan hanya tertawa lalu menyerang mereka sekaligus menggunakan tinju yang di lapisi bakat guntur.


"boommmggrrrrrr"


ledakan dari tinju Dhika terdengar keras mengisi hutan.


anak anak itu terbang jauh menghantam pohon hingga terseret lebih dari 10 meter, bisa di lihat tinju Dhika memiliki efek yang sangat besar.


Vioni kaget lalu sedikit takut melihat bahwa ke lima anak laki laki tersebut tidak di ketahui masih hidup atau mati.


"kamu beraniii, lihat saja nanti aku akan melaporkan mu kepada keluarga ku" ancam Vioni marah ke arah Dhika.


Dhika muram mendengar kata kata Vioni lalu berjalan perlahan lahan sambil tersenyum ke arah nya.


"apa kamu berani menyakiti nona ini" Vioni berteriak ke arah Dhika di depannya dengan marah.


saat Dhika tiba di depan nya.


"plak! "


suara tamparan mengenai wajah Vioni dengan kencang.

__ADS_1


Vioni yang di tampar kaget ia tidak berharap bahwa ia anak kesayangan dari keluarga terkemuka di tampar oleh orang biasa di depan nya


"hiks,,hiks,,, gedebug! "


Vioni menangis sambil jatuh ke tanah


"heh cuma mengandalkan keluarga mu untuk menekan orang kesana kesini sungguh naif, apa kamu pikir semua orang takut dengan keluarga mu?" Dhika tertawa lalu pergi meninggalkan Vioni yang linglung


DING!


bakat api tinggi di temukan!


apakah menyalin bakat?


[Ya/Tidak]


Dhika pergi berjalan ke arah lima anak laki laki untuk mengambil alat ruang mereka lalu pergi dengan tersenyum, ia tidak menyangka bahwa Vioni wanita yang tidak mempunyai otak itu memiliki bakat unsur tinggi.


"status"


name : AnDhika


Age : 19 THN


Strength : 457(600) E+


Health : 423(600) E+


speed : 411(600) E+


Bakat : [Sistem Menyalin kemampuan] . [mata Super]


Bakat di salin:(pemulihan Tengah)(Kekuatan Tengah)(kecepatan tengah)(Guntur Rendah)(air Tengah)(angin rendah)(api Tinggi)


Skill:[AURA HITAM][LANGKAH BAYANGAN]


Skill pasif: [Tebasan Combo]


point:0

__ADS_1


__ADS_2