Ayahku Masih Perjaka Ibu..

Ayahku Masih Perjaka Ibu..
PART 3


__ADS_3

" baik lah mari kita lihat, box bayi udah, Stoller, bak mandi, handuk 3, baju nya 20, topi 20, sarung tangan 20, kasur juga udah, satu set sabun mandi, 5 deh.. lalu minyak angin.. hampir lupa, ambil 5 aja lah tahan, botol susu.. oke semua nya udah.. gurita juga udah... mbak sisi ini nanti yg bahan kain di cuci dulu.. seperti box, Stoller nya bisa nggak ya.. kasur nya juga ya mbak " ujar Zai seperti nya sibuk menyambut kedatangan putra nya esok hari.



" laundry ini mah pak.. kek kasur ni.. nggak bisa kering besok, hari ni aja hujan seharian " ujar sisi pembantu rumah tangga.


" OOO.. yaudah deh nggak papa, tapi besok jam 9 pagi semua nya udah di susun rapi ya, box nya taruh di bawah tempat tidur, ini memang khusus di kamar nanti kita beli lagi " ujar Zai dan terlihat bunda memperhatikannya.


" padahal bukan anak kandungnya, tapi ia begitu bersemangat menunggu kehadirannya, aku tak tau hati Zai itu selembut apa.. hingga ia mau merawat anak yg seharusnya tak hadir di hidupnya " batin bunda sangat sedih dengan tingkah Zai seperti itu.


sudah 7 hari berlalu sejak kecelakaan itu, Zai juga sedang mengurus hak asuh air secepat mungkin dan jangan sampai Keluarga Claudia bergerak terlebih dahulu. malam itu Zai merapikan baju air di dalam lemari yg kosong, persediaan popok dan tisu basah maupun kering semua nya lengkap sudah.


" aku aku gila? seperti nya tidak? atau mungkin iya.. sebutan apanya yg cocok.. papa papi pipi, Daddy, Abi, baba, Abah, hhmmm ayah aja deh.. sederhana dan khas Indonesia, sekarang mari tulis buku catatan cita cita.. " batin Zai mengeluarkan sebuah buku kecil dan menulis sesuatu.


tahun ini aku menjadi seorang ayah dari anak sahabat dan mantan istri ku.. cita cita ku kali ini semua nya sudah terwujud kecuali cita cita baru ini. umur ku sekarang 20 tahun berstatus duda tapi masih perjaka, aku akan fokus pada anak ku hingga ia besar dan bersikap dewasa baru lah aku menikah dengan seorang wanita tentunya, target nikah 26 tahun.. (◠‿・)—☆


Zai menutup buku itu lalu mematikan lampu kamar dan terlelap tidur karna esok hari ia akan mengadakan akikahan, pemberian nama, jadi acara nya juga sederhana di sebuah panti asuhan, air yg mengenakan baju biru dan bedung yg sedana terlihat begitu pulas tertidur. ketika perjalanan pulang air menangis karena dia sedang pup.


" pak bisa cepat? " tanya Zai dan bapak itu menambah lagi, sesampainya di rumah Zai perlahan lahan menggantikan popok air tapi ia kebingungan bagaimana caranya.


" pastikan anak mu ini sudah selesai, tunggu sebentar atau beri dia semangat agar pup nya keluar semua, setelah selesai, kau bersihin seperti ini, pakai popok nya aja dulu yg bagian atas, baru tisu basah.. " ujar bunda yg kesel melihat Zai kebingungan.

__ADS_1


" terimakasih bunda.. "


" nak... sepertinya bunda harus kembali ke Turki, suami bunda akan pulang dalam waktu Minggu ini.. "


Zai terlihat sedih tapi ia mencoba memahami kalau bunda memiliki keluarga nya sendiri, ia tidak bisa menahannya dan lebih memilih untuk mengikhlaskan nya sana. Zai pikir merawat bayi itu enak jadi ia melakukan segala pekerjaan perusahaan di rumah dan hanya pergi kalau ada urusan penting saja.


umur air kini 1 bulan sudah bisa menggerakkan kepalanya dengan leluasa tapi ia mudah sekali menangis, setiap malam Zai selalu begadang menggendong air hingga tertidur, ketika ingin mandi ia meminta mbak sisi untuk menjaganya sebentar saja.


" pak... lebih baik bapak cari saja baby sister buat jagain air... lihat kantung mata bapak, udah kek panda,.. " ujar mbaak sisi membuat Zai tersenyum karna ia kini berbaring di sofa sedangkan air berbaring di kasur yg harganya puluhan juta itu.


" lebih baik kau saja yg jadi baby sister, pekerjaan mu juga bersih bersih dan masak saja, pakaian tinggal masukkan ke mesin cuci semua nya selesai, nyapu juga udah pakai robot yg bentuk kek piring tu.. nyapu plus ngepel.. kebun pak Yanto yg bertugas.. " ujar Zai membuat mbak sisi berpikir.


" naik lah pak gaji saya.. "


" yah lima ribu.. "


" 15 juta.. "


" siap laksanakan bos.. air main sama mbak sisi yuk.. "


" mantap!!! "

__ADS_1


🌿


🌿


🌿


🌿


🌿


🌿


air benar benar tumbuh dengan sangat cepat, kini ia sudah bisa merangkak sendiri dan kalau Zai pulang ia sudah menunggu di depan pintu rumah atau kamar. hari ini mereka pergi ke koto perlengkapan bayi untuk membeli bahan bahan MPASI walaupun air minum susu formula yg harganya jutaan rupiah.


" hhmm ambil yg abu abu aja deh.. air.. " panggil Zai dan air langsung menoleh melihat ayah nya itu, sebuah biskuit berada di tangannya " ayah minta.. boleh.. " ujar Zai menunduk mengulurkan tangannya lalu air memberikan biskuit itu, Zai membersihkan wajah air dengan tisu basah lalu melanjutkan berbelanja walaupun cuman 4 barang yg penting tapi Zai membeli beberapa makanan untuk air.



Zai memasak bubur untuk air sendirian, mereka hanya berdua di rumah yg sangat besar itu, sisi dan Yanto pulang kampung karna ini sudah pertengahan bulan puasa, air juga harus di titipkan di sebuah Yayasan menitipan anak, jam 5 sore air akan menjemput anak nya itu untuk pulang ke rumah.


" pinter mam nya.. " ujar Zai dengan lembut karna makanan pertama kali nya adalah alpukat dengan pisang.

__ADS_1


" mam... mam.. " ucap air membuka mulutnya, sepertinya ia ketagihan dengan makanan ini.


" dia benar benar sangat mirip dengan ram, mata nya cokelat terang dan rambut cokelat terang.. hidung nya... cuman kulit nya putih seperti Claudia sedangkan kulit ram itu eksotis, rambutnya juga lurus sedangkan ram itu ikal "


__ADS_2