Ayahku Masih Perjaka Ibu..

Ayahku Masih Perjaka Ibu..
PART 4


__ADS_3

kini Zai sedang sholat id di sebuah mesjid yg sangat besar, air tertidur di tengah tengah dengan pulas nya karna ini masih sangat pagi. sambil mendengarkan ceramah dari ustadz Zai memberikan sebotol susu pada air agar dia diam, air duduk dengan rapi sambil memainkan mainannya.


ketika pulang Zai makan lontong sayur yg ia masak sendiri, semua makanan ada di meja makan tapi cuman ia sendiri yg memakannya, air mata Zai mengalir melihat foto keluarga nya yg kini telah meninggal dunia. Zai mendengar hp nya berdering ternyata panggilan video call dari sisi dan Yanto.


" selamat hari raya idul Fitri bapak...!!!!! " ujar mereka dengan keluarga masing masing.


" wah.. kelihatan mau naik gaji.. " canda Zai membuat mereka tertawa.


" i'i.." panggil air pada sisi.


" ayang... buk ini nama nya air.. panggilan ayang.. " ucap sisi memperkenalkan air pada keluarganya.


sisi memiliki seorang anak laki laki, suami nya meninggalkannya ketika usia kandungan 3 Minggu Tampa kabar, hingga anak itu lahir berumur 3 tahun baru lah cerai pun di lakukan. berbeda dengan Yanto yg sudah memiliki cucu tapi ia lebih memilih bekerja karna anak nya ikut suami ke luar negeri untuk berkerja.


mereka menghabiskan waktu bersama, hingga akhirnya hari raya pun telah terlewati.


waktu terus berlalu dan kini umur air sudah 2 tahun dan hari ini adalah pesta ulang tahun dirinya, terlihat Keluarga ram juga datang meraka mengunjungi air walaupun sesekali saja.


" opah.. omah.. cini.. " ujar air menarik tangan mereka menuntunnya ke panggung di mana acara nya di lakukan.


air terlihat sangat gembira banyak anak anak seusianya datang, ia ingin bermain-main dengan teman baru nya tapi tak seorangpun mau bermain dengan nya.


" jangan dekat dekat sama dia.. kata mama ku dia anak haram.. " ujar salah satu dari mereka membuat air sedih.


" jangan dengarkan ucapan tidak bagus itu ayang, kita main aja yuk.. " ucap Ariel anak dari uncle and aunty.


" mau main apa! ayang punya banyak mainan.. " ujar air sambil tersenyum manis.


Ariel berbeda 2 tahun dari air jadi mereka sangat dekat kalau sudah bertemu, tapi kalau semua nya telah pergi air selalu bermain dengan mbak sisi saja.


di dalam kamar air tidur di samping Zai yg kini sedang fokus ke lettopnya.

__ADS_1


" ayah.. kenapa ayang nggak punya ibu? kenapa mereka bilang ayang anak haram ayah? emangnya anak halal bisa di makan ya? " tanya air menatap Zai.


" sayang.. ayah kan sudah bilang berulang kali dengan ayang, kalau nggak ada seorang ibu bagaimana ayang bisa lahir.. dan jangan bahas anak haram sama ayah ya.. ayah nggak suka mendengar nya.. " jawab Zai dengan lembut mengusap rambut air dengan lembut.


" lalu kenapa ayah tidak menikah lagi? biar ayang punya adek dan ibu? " tanya air lagi bingung lalu Zai menutup lettopnya mencoba tidur sambil memeluk putra nya itu.


" ayang.. mencari seorang ibu untuk ayang itu nggak mudah nak.. "


" tapi ayang mau punya adek ayah.. " ujar air menuntut ayah nya itu " liat kak Ariel, dia punya adek, namanya Rioza masa Zai belum punya sih.. " ucap air membuat Zai ingin tertawa.


" nak.. walaupun ayahmu ini berstatus duda ayah masih perjaka.. jadi ayah mau cari yg masih gadis.. susah nak.. "


" perjaka itu apa ayah? "


seketika Zai terdiam, dia sadar yg di ucapkan nya memang gila.


" kita nggak usah bahas itu.. lebih baik tidur saja "


waktu terus berlalu dan kini umur air sudah 4 tahun, dia semakin hari semakin imut dan sangat susah kalau di suruh tidur siang.


" air.. kenapa kau nggak boleh keluar rumah, kau sakit ya? " tanya salah satu teman air yg bermain di luar kawasan rumah " kami malas ah berteman dengan air, nggak enak kalau main, " ujar salah satu dari mereka lalu pergi dan mereka semua pergi meninggalkan air sendirian di sana. air menyusun rapi main nya lalu membawanya masuk kedalam tempat khusus mainan yg di penuhi seluruh mainannya.


" ayang... ayang mau mbak masakin apa hari ini.. " ujar mbak sisi pada air.


" jangan panggil ayang lagi.. nanti nggak ada yg mau berteman dengan air.. dulu karna sebuah panggilan sekarang air nggak dapat teman karna hanya di kurung di rumah.. " ucap air sedih berlari menuju kamar ayah nya karna mereka berdua masih 1 kamar.


ketika jam makan siang air makan dengan damai, jam 2 biasanya mbak sisi tertidur karna kelelahan air mencoba mencari sesuatu di dapur tidak sengaja menjatuhkan salah satu piring kesayangannya Zai tidak sengaja jatuh dan pecah.


" bagaimana ini!? ayah bisa marah dengan ku... aku harus menyatukannya dengan lem " ujar air mengambil seluruh pecahan nya dan membawanya ke halaman belakang.


dia menyatukan semua bagiannya tapi tangannya berdarah terkena beling kecil.

__ADS_1


" sakit.. " ucap air menghisap jarinya dan kembali menyatukan piring itu..


setelah selesai menyatukan piring itu air membersihkan tangannya dengan air dan menaruh plester luka gambar dinosaurus dan banyak lagi. tiba tiba Zai kembali dan menatap putra nya itu ia langsung membuka lemari di mana piring jua berada.


" air... " panggil Zai langsung memegangi kedua tangan putra nya itu " lain kali kalau piring nya pecah bilang sama mbak Susi biar di bereskan berdarah kan! "


" tapi piring kesayangannya ayah pecah.. "


" nanti beli yg baru, yg sama bentuknya " kata Zai melihat luka air cukup banyak


Zai meniduri anak nya itu sambil menceritakan sebuah kisah dongeng tapi malah ia yg tertidur, air memeluk ayah nya itu dan ikut tidur bersama.


sore hari tiba tiba keluarga besar almarhum Claudia datang dan memvidiokan semua yg terjadi sambil marah marah dan menangis.


" mana Zai!!!! MANA ZAI!!!!! kembali kan cucu kami.. ternyata kalian lah yg menculik cucu kami.. memang kalian nggak punya perasaan " tangis ibu Ratna mama nya almarhum Claudia.


" bukan kalian yg buang cucu kalian sendiri!!! " bentak mbak sisi.


" sejak kapan kami membuang cucu kami sendiri.. tega sekali kau berkata seperti itu.. " tangis bu Ratna menangis.


" sejak kapan ada drama di rumah ni.. " ucap Zai turun yg masih mengunakan baju tidur nya berwarna hitam " mbak.. ada apa ini? loh.. bukan kan ini keluarga almarhum Claudia, ayo duduk.. kenapa ibu bisa menangis.. "


" berhenti berpura pura Zai.. kembalikan cucu saya.. kau penculik Zai.. "


Zai tersenyum sombong di sana menatap mereka.


" kalian mau cucu kalian apa warisan yg ada di dalam genggaman cucu kalian? " tanya Zai membuat mereka terdiam.


" warisan itu tidak penting.. aku mau kau kembalikan cucu ku Zai " tegas pak Alex pada Zai.


Zai membuka hp nya dan menelpon seseorang

__ADS_1


" tolong ya pak kerumah segera.. "


__ADS_2