Ayahku Masih Perjaka Ibu..

Ayahku Masih Perjaka Ibu..
PART 6


__ADS_3

Zai sedang pergi ke sebuah rumah cukup besar, ia masuk kedalamnya untuk membicarakan sebuah pernikahan, Zai di sambut dengan sangat ramah oleh mereka.


" zai.. perkenalkan ini anak kami Diana.. " ujap pak Surya, dan kelihatan Diana hanya tersenyum dan seketika termenung melihat Zai


" loh pak Zai.. "


" Bu Diana.. "


ujar mereka secara bersamaan membuat orang tua diana kebingungan " kalian sudah saling kenal.. " tanya pak Surya heran dengan putri nya itu " papa.. pak Zai adalah salah satu dari wali murid di TK nya Diana, anak nya bersekolah di sana dan Diana yg mengajarinya.. " ucap Diana dan pak Surya megangguk mengerti.


" bagus lah.. iya kan ma? " tanya pak Surya pada istrinya " benar sekali.. lebih enak kalau kalian sudah mengenal dan tau apa yg akan terjadi.. " ujar ibu Surya sambil tersenyum.


🌿


🌿


🌿


malam hari Zai pulang dari rumah pak Surya, terlihat wajahnya sangat senang karna lamaran lebih tepatnya tawaran menikah telah berhasil, pernikahan akan di adakan 1 bulan lagi. ketika ia masuk ia langsung ke kamar karna putra nya itu pasti sudah tidur, ia melihat meja belajar sangat berserakan ketika ia ingin merapikan ia malah melihat tulisan air menggambar dirinya, Zai dan calon ibu nya.


" air ingin seorang ibu agar ayah tidak bersedih lagi, air hanya anak angkat ayah bukan anak kandungnya, suatu hari air pasti akan pergi dari rumah ini jadi air harus mempersiapkan segalanya sebelum air pergi, terutama air ingin melihat ayah bahagia.. " tulis air di gambar itu membuat Zai sedih, bahkan Zai tak sanggup untuk berpisah dengan air


" ayah memang bukan ayah kandung mu.. tapi kalau air nggak ada di sisi ayah sekarang ayah pasti sebatang kara tanpa Keluarga.. " ucap Zai lalu menghapus air matanya lebih memilih membersihkan tubuhnya dan tidur.


🌿

__ADS_1


🌿


🌿


pagi hari air pergi ke sekolah seperti biasanya, ia langsung masuk ke dalam kelas dan membuka buku, tidak bermain seperti teman teman yg sudah hadir di dalam kelas itu.


" air.. kamu anak haram ya... kamu lahir tanpa seorang pun menginginkan mu.. " ucap salah satu dari mereka tapi air tidak memperdulikannya.


" kaira.. apa kau tak tau mau? atau tidak pernah belajar sopan santun.. oiya aku lupa, beda kelas.. beda kasta " balas air yg di ajari mbak sisi ilmu bela diri.


" pagi anak anak.. ayo duduk semuanya.. hari ini kita akan belajar bahasa Inggris.. " ucap Diana dengan lembut, sambil mengucir asal rambutnya yg panjang.


selesai pelajaran mereka semua istirahat, ada yg bermain ada juga yg tidur, bahkan ada keturunan anak hutan di sana, Diana melihat air anak yg sangat kalem, " kesempatan untuk mendekati Diri.. " batin Diana membawa bekal nya ke meja air membuat air terkejut.


" hallo air.. bekal apa hari ini? " tanya Diana dengan ramah tapi sepertinya ini tak akan berjalan dengan mulus.


" air.. Seandainya mendapatkan seorang ibu.. air mau ibu yg seperti apa? " tanya Diana mencoba memantaskan diri.


" hhmm pakai jilbab, pinter masak, bisa beres beres rumah, pokoknya yg terpenting harus bisa masak.. " kata air sambil menatap Diana lalu kembali memakan makanannya.


" astagfirullah!!! " batin Diana ingin muntah darah lalu kembali ke meja nya.


Diana tidak mengunakan hijab, pakaiannya minim dan membentuk lekuk tubuhnya, dia tidak pandai memasak sama sekali, bahkan potong kuku saja masih di potongin oleh bibi nya, semua nya serba bibi dan mama nya.


ketika pulang ke rumah biasanya dia bersantai di kamar atau berbelanja dengan teman temannya tapi kali ini tidak, ia sudah bertekad belajar memasak demi merebut hati sang buah hati.

__ADS_1


" astaga Diana.... kau mau ngapain kedapur, penampilan mu mau perang " kata mama melihat putri nya itu.


" mau masak lah.. "


" kau mau masak kek gitu.. ma.. aku makan di luar, lebih baik minta istri ku saja yg masak " ucap sang Abang Diana mempersilakan istrinya yg kini sedang mengandung 7 bulan.


" nggak boleh!! kalian harus makan masakan ku juga... anak ku itu mau kalau ibu nya nanti bisa masak "


" ooooo "


" keluar dari dapur! tunggu saja aku selesai masak "


3 jam kemudian.


" semur ayam.. tumis brokoli.. dengan sambal udang di tambah capcay mentimun " ucap Diana membuat mereka semua menelan ludah nya sendiri ketika mereka mendengar capcay mentimun.


" cukup menjanjikan.. " kata papa orang pertama mengambil masakan putrinya itu.


" pastinya dong.. di habiskan ya.. Diana mau ke mall dulu.. bye bye semuanya.. " ucap Diana sangat senang dengan hasilnya lalu pergi ke mall dengan nyaman.


papa memasukkan satu sendok nasi kedalam mulutnya, dan masih aman ketika semur di masukkan papa mengambil tisu lalu meminum segelas air putih dalam sekali tegukan.


" masih hidup papa ku nggak? " kata Daniel menatap papanya itu.


" kalau mau memperpendek umur silahkan di makan "

__ADS_1


" MATI DONG... "


__ADS_2