
10 orang bertubuh besar berpakaian hitam membawa mereka keluar dari kawasan rumah, air melihat dari luar jendela mereka yg mencoba untuk memberontak. air berjalan menuruni tangga dan ia langsung meminta di gendong oleh Zai.
" ayah.. mereka siapa? " tanya air menatap mata ayah nya.
" mereka orang tua kandung ibu mu nak.. mereka ingin membawa Zai pergi jauh dari ayah.. "
" air tak ingin jauh dari ayah.. " ucap air ingin menangis, Zai langsung memeluk putra nya itu.
" pinter.. udah sekarang jangan nangis.. kita mau beli perlengkapan untuk sekolah air.. " ujar Zai dan air langsung menghapus air matanya.
" air sekolah? seperti teman teman air.. "
" iya lah... air mau sekolah di mana? " tanya Zai berjalan menuju kamar nya.
" itu ayah di sana.. TK bahagia itu teman teman Zai sekolah nya di sana... "
" waduh.. harus bujuk Oma nya ini... " batin Zai karna dia sudah bicarakan dengan Oma untuk menyekolahkan air di TK internasional.
🌿
🌿
🌿
🌿
🌿
🌿
air mendorong troli mini yg ada di toko itu, ia melihat tas yg begitu banyak membuat nya senang memilih milih
" ayah.. teman air kan gambar tas nya serigala jadi-jadian.. kok nggak ada di sini ayah? " tanya air dan Zai langsung jongkok di depan putra nya.
" sayang.. kalau kamu beli tas seperti itu.. nanti di marahi Oma loh.. "
" nggak mau.. yg lain aja.. " seketika air langsung memilih tas gambar Spiderman.
__ADS_1
buku Spiderman, pingsil Spiderman semuanya serba Spiderman membuat Zai geleng geleng kepala, Zai memanggil pak Yanto untuk membawa barang ke mobil sedangkan mereka pergi ke wahana permainan yg ada di mall. banyak sekali ibu ibu melihat Zai yg gantengnya kelewatan batas normal, rambut nya piring dan mata biru cerah khas Eropa.
" ayah.. air mau main trampolin itu.. " ucap air dan Zai mengijinkan langsung membeli tiket nya.
" air.. jangan lari lari nanti jatuh loh.. " tegur Zai tapi air tetap berlari ke sana kemari kegirangan hingga Tampa sadar ia tertidur kecapean.
mereka akhirnya pulang karna ini sudah malam, dan esok lusa adalah hari di mana air bersekolah untuk pertama kalinya. air menulis nama nya sendiri di buku nya dengan senang karna ia akan segera bersekolah, Zai mengintip putra nya yg sedang beres beres itu dan mengambil salah satu bukunya membawa pergi.
" ayah......!!!!!!!!!!! " teriak air dengan nyaring mengejar ayah nya yg membawa lari buku nya, mereka main kejar kejaran di dalam rumah membuat mbak sisi pusing yg sedang memasak.
" air.. baju sekolah nya mana? biar mbak sisi setrika sini " pinta mbak sisi dan air langsung berlari menuju kamar nya memberikan pakaian seragam nya lalu makan makanan malam yg telah ia siapkan.
" iiii.... " kata air mendorong sepiring sayur meja makan
" air... kalau mau pintar dan sehat harus makan sayur.. " ucap Zai menaruhnya sayuran yg berjenis klamin, eh maksudnya berjenis sayuran hijau brokoli.
selesai makan mereka kembali ke kamar untuk tidur... air mengganti baju nya sendiri lalu berbaring di samping ayah nya..
" ayah ayah.. "
" iya iya.. "
" ialah pula.. aku tekat nikah umur 26 sekarang umur ku udah 25 tahun.. " batin Zai yg terlalu sibuk berkerja hingga lupa mencari calon istri " nak.. buat anak itu nggak mudah.. " kata Zai mencoba membuat air mengalir.
" tapi kata Cecep buat anak itu enak ayah.. "
" wah siapa ni Cecep, bisa salah pergaulan ni anak ku" batin Zai malah khawatir masa depan anak nya itu " udah ya.. sekarang air tidur aja dulu.. besok kan sekolah jam 8, jadi harus cukup tidur biar tambah semangat " kata Zai mematikan lampu dan Manarik selimut agar putra nya itu tertidur dengan lelap.
ia melihat langit langit kamar nya, berpikir apakah ia bisa menikah lagi, hati nya takut untuk menikah lagi, ia takut kembali terluka. zai menggulung baju nya melihat luka yg ada di tangan akibat ia perbuat.
" siapa yg mau menikah dengan ku? setelah perceraian saja sudah coba berpacaran tapi hasil nya tetap sama, di selingkuhi, di duakan " kata Zai Tampa sadar dia kembali membuat goresan itu lagi di tangannya " aku melukai nya lagi.. " batin Zai membersihkan darah di tangannya dan mencoba tidur dengan rasa sakit.
🌿
🌿
🌿
__ADS_1
🌿
🌿
🌿
pagi hari, Zai berjalan kaki bergandengan dengan tangan anak nya yg sangat gembira hari ini karna ia akan masuk TK. ketika sampai air ingin menyapa teman teman nya tapi mereka malah menghindari air, bahkan ibu ibu yg menemani anaknya langsung mencoba menjaga jarak.
" jangan dekat dekat dia.. dia anak haram " bisik emak emak di sana membuat air sedih.
" ayah.. kelas air di mana? " tanya air mencoba untuk tidak memperdulikannya sama sekali
" kelas bunga matahari.. ayo kita cari dulu kelas nya.. " jawab Zai menggandeng tangan air hingga mereka sampai di depan kelas matahari.
Zai melihat anak nya sangat gembira bernyanyi dan bermain di sana, ketika jam istirahat air makan sendiri di mana nya membuat Zai sedih tapi ada seorang anak laki laki yg menemaninya makan.
" wah.. lauk mu kelihatan enak sekali " ucap nya melihat lauk air dan ia juga melihat punya nya.
mereka berteman baik membuat Zai menjadi senang. ketika pulang mereka bernyanyi lagi perpisahan yg di liris oleh sang guru secara langsung dan akhirnya pulang.
" ayah.. ibu guru berpesan tadi, nggak boleh pakai sepatu kek gini.. harus hitam polos.. " ucap air mengangkat kaki nya.
" benar kah? mari kita beli saja di mall " kata Zai dan air mengangguk.
di sisi lain ada sang ibu guru sedang memeriksa hasil tulisan anak murid nya dan teringat dengan air.
" Diana tau anak ini, dengar dengar ayah nya hanya menikah tiga hari dengan ibu kandungnya? " gosip sang buk guru oca.
" kenapa? "
" dia bukan anak kandungnya.. ibu nya hamil diri nya 3 bulan sedang kan pernikahan baru 3 hari, dan itu anak sahabat nya sendiri.. "
" gila.. ada kek gitu, malah dia yg ngasuh anak sahabat nya.. orang tua nya kemana "
" mereka meninggal karna kecelakaan, ayah kandungnya tewas 3 jam kemudian ibu nya pula setelah ngelahirin dia "
" oo.. sekarang aku ngerti kenapa dia nggak punya teman, tapi kau tau harga sepatu yg ia pakai? "
__ADS_1
" sepatu?? sepatu dia yg warna hitam ada garis garis emas nya kan? "
" harga sepatunya 50 juta, jam tangan dia 100 juta, kata mata 5,6 juta emang anak sultan sekolah di sekolah rakyat kek gini ada juga ya.. " ucap Diana memperlihatkan harga aslinya membuat oca terdiam