
...****************...
...*"Selamat membaca"*...
"Rin, kantin yuk!!."
"Gak, Lo aja.!!" tolak Rin dengan ringan
(Lupa gue,🤦dia kan gasuka tempat ramai)dalam hati Neta.
"Yaudah gue caps ya
Ati" Lo di goda syetan...hihi"😁😁
Kepergian Neta membuat wanita berwajah datar itu tak bisa untuk tak berguman
"setannya sudah pergi,(huaaiiwwh).
seperti orang yang kekurangan tidur, rin berjalan menyusuri koridor
sekolah, sambil menguap menuju taman yang berada dihalaman belakang sekolah tanpa menyadari ada seseorang yang sedang menatapnya sambil tersenyum hangat. " .
•"aku tahu kamu pasti akan kesana lagi seperti biasanya".Ujarnya#*
Pria yg menatapnya sambil tersenyum itu
melangkahkan kaki mengikuti langkah Rin .
yang sedang berjalan
sendirian tanpa memerhatikan sekitarnya.* seakan seperti mengetahui kebiasaan yang dilakukan oleh Rin.
tanpa memerhatikan sekitarnya Rin berjalan dengan santainya menghampiri bangku taman didekat sebuah pohon tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang telah lebih dulu berada disana melihatnya duduk termenung seperti memikirkan sesuatu.
"Hahh,,, entahlah aku sendiri tidak mengerti diriku, aku tak peduli"ujarnya,
seperti mawar layu yang merontokkan lembar demi lembar daun tapi berpura-pura kuat hanya karena sekumpulan duri yang menutupi seluruh bagian pada tangkai.
Rin tak pernah bisa mengerti apa yang sebenarnya dinginkan oleh dirinya sendiri.
Sedang memikirkan tanpa henti membuatnya tidak peka terhadap sekitarnya, seseorang telah mencoba melangkah masuk kedalam zonanya.
" Hai, kau sedang apa?" Melihat seseorang telah mencoba menyapa dengan ekspresi yang tak biasa membuat Rin terganggu dengan kehadirannya
" Siapa kau?"dalam hati(cih, pengganggu huff)."seakan tak suka kesendiriannya diganggu, Rin berlalu bangkit. berjalan pergi meninggalkan tempat yang semulanya didudukinya tapi terganggu oleh kehadiran seseorang yang bahkan tak dikenalnya, sungguh itu membuatnya risih, berhadapan dengan orang asing.
Tanpa memedulikan seseorang yang kini sedang tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, bahkan setelah mendapat jawaban singkatpun tidak membuatnya merasa tersinggung.
"hah....,hehe menarik" pertama kalinya dicampakkan seseorang yang bahkan tidak mengetahui kehadirannya sama sekali.
Tapi sungguh seakan tak bisa menolak kecantikan seorang yang baru saja dilihatnya itu membuat dirinya seakan-akan terhipnotis, melangkah mencoba masuk kedalam zona yang jelas bukan seperti yang direncanakannya.
Cukup sibuk dengan pemikiran canggungnya, dia bahkan tidak menyadari bahwa ada seseorang yang kini menatapnya dengan tatapan tak biasa, melihat orang asing mendekati wanita yang disukainya itu cukup menguras rasa cemburunya tanpa mau berlama-lama lagi orang itu berlalu pergi.
Dengan perasaan yang masih sedikit kesal Rin kembali kekelas dan melanjutkan rutinitasnya seperti biasa.
"Rin..(."hellooww ...Rin...)
Siapa yang menyangka jika hanya dengan sebuah sapa'an dari orang asing saja bisa membuat mood seorang Arini sanvhigo berubah drastis 🤷yah Arini sangat membenci orang asing yang mencoba mengusik kehidupannya, jadi tidak heran jika hanya dengan satu sapa'an kecil saja membuat dia tak menyukainya. Saking suram moodnya bahkan panggilan sahabatnya pun tak bisa mengalahkan keangkuhan Suasana hatinya itu.
"(Knp nih anak🤔?, mukanya asem gitu)"masih sibuk dengan perasaan kesalnya,Rin bahkan tidak menyadari
Sedang ditatap oleh Neta sang sahabat. Bahkan panggilan sahabatnya pun tak didengarnya.
"Rin ...🤔(Wahh...nih anak jgn" kerusupan settan nih,
eh kesurupan🤦)!!
__ADS_1
"Woeii Arini sanviGho !!! What happen to you" sambil tersenyum tanpa dosa Neta berteriak keras didekat telinga sang sahabat yang membuatnya terjengkit kaget akibat suara cempreng dari wanita bertubuh mungil tersebut.
Masih dengan perasaan kagetnya Rin menyapu dadanya sambil melirik tajam sang sahabat dan mendengus pelan
"(bocah tuyul ini, apa dia mencoba membunuhku dengan suaranya)" gumamnya yang bahkan masih bisa terdengar oleh Neta.
Dengan senyuman bodohnya Neta tidak merasa bersalah atas teriakan mematikannya pada Rin sahabat dekatnya ini.
Dengan hela'an nafas panjang Rin hanya bisa membalas" knp Lo teriak?"
Dengan polosnya Neta bertanya " abis Lo, ngelamun sendiri tuh muka asem banget, kecutt...🤔gue kira Lo kesurupan"
Rin yang kala itu mendengar kata-kata keramat dari mulut sang sahabat pun langsung melototi mahkluk bertubuh mungil tersebut dengan semua tatapan mematikan itu, bahkan tak tampak menakutkan bagi seorang Neta Andromeda.
Baginya tatapan itu sangat disukainya manakalah setiap dirinya menggoda sahabatnya.itu menjadi hiburan tersendiri baginya.
Neta tersenyum memamerkan giginya setelah mendapat tatapan tajam dari sang sahabat.
seakan menanggapi tatapan maut itu sudah hal biasa baginya.
Yah Rin merupakan orang yang tidak terlalu suka bersosialisasi sehingga tidak heran jika Neta tidak akan tersinggung atau marah dengan sikap dari sahabatnya ini.
Bagi Neta ini adalah hal yg biasa dilaluinya sebagai seorang sahabat yang paling dekat.
Waktu telah berlalu, alarm jam pulang telah berdenging diseluruh koridor sekolah.
(📢🕛 Teeeengtooong.... Teeeengtooong... Teeeengtooong..)
Anak-anak yang nampak berlarian berhamburan keluar dari kelas-kelas cukup memadati sekitar koridor dan halaman sekolah.
Beberapa guru dan staf sekolah pun telah mengambil langkah santai untuk pulang dan beristirahat dengan nyaman di rumah.
Dan ada juga beberapa siswa dan para guru yang masih sementara membereskan pekerjaan yang masih tersisa.
(Sementara itu dikelas lainnya.)
(
(📢🕛Teeeengtooong... Teeeengtooong...... Teeeengtooong....)
Tanda bel pulang sekolah berbunyi.
Sembari memasukan buku kedalam tasnya Rin melihat Neta yg menatapnya dengan intens seakan ingin mengatakan sesuatu padanya
"ada apa?"
Sempat ragu untuk bertanya namun mendengar respon dari Rin membuatnya tidak dapat menahan mulutnya yang sudah panas mengutarakan keinginannya.
" Lo mau kemana lagi abis ini?
Kita jalan" kemana gitu!!
Bosen gue dirumah Mulu. "Atau kita nonton aja, ahh atau foto" ditempat yg bagus gimana? atau pergi makan diluar aja gimana? Sambil nongkrong" gitu!!
Seakan menatap tak percaya
Sambil menghela napasnya Rin bahkan tak tahu mana yang harus dia jawab setelah mendapat rentetan pertanyaan dari mahkluk halus itu.(Neta).sang sahabat yang entah bagaimana ceritanya mereka bisa berteman sejak pertama kali masuk sekolah menengah atas ini.
Entah ujian apa ini Tuhan !?
Yah, mahkluk tak kasat mata bersuara cempreng itu bahkan tidak bisa mengatur level intonasinya dengan baik, sehingga siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa seperti tinggal didalam lonceng tua yang selalu berbunyi nyaring setiap kali dipukul.
"(Sialnya dia adalah sahabatku😒yah, satu-satunya orang yang paling dekat denganku. Dan yang paling bisa dipercaya.)".
"(meskipun aku sangat ingin mencekik pita suaranya, dia tetap sahabatku.)"Pikir Rin.
"Huuff😤" menatap heran sang sahabat yang sedang menghela napasnya, Neta bahkan dengan polosnya kembali bertanya
__ADS_1
" napa Lo? Lagi mikirin sesuatu?
Entah apa yang sedang dipikirkannya Neta merasa yakin jika sebelumnya pasti ada sesuatu yang telah terjadi pada sahabat karibnya ini sehingga moodnya terlihat sangat suram.
Dengan malas Rin membalas pertanyaan Neta.
" gak.!" Ayo plg, gue mau pergi kerja.!!" Meskipun telah menjawabnya Neta masih tidak dapat memercayai perkataan sahabatnya itu "(gue gak percaya deh)"pikir Neta.🤔.
Malam hari tiba....🌗🌆
(🕛19.23🕛).....
*Caffeteria Crisnata Bulan'S*
"Rin....?? Tolong layani pelanggan yah aku mau keluar sebentar." Pinta sang bos caffeteria.
"Ya bos" jawaban singkat memang sudah biasa para karyawan dan atasan dapatkan disana dari pekerja paruh waktu yang satu ini. Yah itulah Rin meskipun selalu menampilkan ekspresi wajah datar dan menjawab dgn jwbn yg singkat tak membuat bos dan para pekerja lainnya merasa tersinggung padanya karna menurut mereka dia adalah anak yang baik.
Terlalu fokus bekerja membuat Rin tak menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasinya dari seberang.
Sambil tersenyum hangat pria itu terus mengawasi gerak-gerik wanita yang selama ini sudah mengisi hatinya itu. Orang yang sama mengikuti Rin hingga ke taman belakang sekolah itu tak lain adalah Viki kakak tirinya.
Yah Viki adalah anak kandung dari pria yang telah menikahi ibunya Rini setahun yang lalu. Ayah Viki dan ibu Rini telah memutuskan hubungan cinta mereka dengan sebuah ikatan pernikahan yang manakalah telah mendapat restu dari kedua anak mereka.
Tak peduli Rini sekarang telah menjadi adik tirinya Viki tetap tidak bisa membuang perasaan sukanya terhadap wanita yang kini telah menjadi saudaranya itu.
Baginya tak apa bila dia tak bisa mengikat Rini dengan sebuah hubungan yang spesial. Meski Rini menjadi adiknya bagi Viki itu pun sudah menjadi yg paling baik sekarang karena setidaknya dia bisa melihat Arini setiap hari dirumah.
Sedang dilain waktu...
seseorang tengah berbaring ditempat tidurnya dengan nyaman sembari tersenyum memikirkan kejadian sebelumnya ditaman belakang sekolah.
Terlalu fokus dengan pemikiran bodohnya sampai dia pun tak menyadari kehadiran seseorang yang sedari tadi hanya berdiri diambang pintu yang sedikit terbuka sambil menatap gelagap Sang putra tercintanya yang sedang jatuh cinta itu.
yah, Kenny Rogers sang putra tercintanya yang seperti sedang dimabuk asmara itu bahkan tidak menyadari kehadiran sang ibu tercinta.
Sembari tersenyum ibu bertanya pada sang anaknya.
" apa yang sedang kau pikirkan nak?"
Sepertinya kau sedang bahagia😊apa kau sedang jatuh cinta?" Goda sang ibu
Merasa malu karena ketahuan tingkah bodohnya itu bahkan wajahnya memerah karena tak bisa menahan malu kala sang ibu bertanya tiba-tiba
" ibu kapan ibu datang? Hehe aku tidak..!! Tidak ada yang kupikirkan..
Aku hanya merasa senang karena sekolah baru hari ini. Sang ibu hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya yang malu-malu kucing ini.
Hehe ibu mencariku ? Ada apa Bu?hehe" sambil menahan malunya Ken mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
" Apa kau suka dengan sekolah barunya?" Tanya sang ibu.
" Suka Bu, menyenangkan disekolah hari ini." Sembari tersenyum hangat pada wanita tercintanya yang telah melahirkan dan merawatnya selama 18 tahun terakhir ini.
"Baiklah,ibu senang jika kamu juga bahagia.
carilah teman yang banyak" terbangun dari duduknya sang ibu melangkah menuju pintu keluar kamar Kenny sembari menggoda sang anak " jangan lupa cari juga seorang pacar 🤭hihi tertawa sambil menutup pintu kamar sang anak.
"aahh ibu😗😗...." Teriak Kenny sembari menahan malunya kala sang ibu tercintanya malah menggodanya
itu.
...Terimakasih telah membaca...
...!!Nantikan bab berikutnya!!...
...*""*...
__ADS_1