Back To October

Back To October
Bab 4. Bekal untuk Rin


__ADS_3

πŸŒ†πŸ•›


melihat Rin yang hendak pergi bekerja, Viki mencoba untuk mendekatinya lagi agar dia bisa terus berdekatan dengan Rin. meski kini Rin telah menjadi saudaranya, perasaan yang dimiliki oleh Viki,


dia tak bisa untuk terus menahannya lagi.


setelah kejadian sebelumnya ditaman belakang sekolah itu membuat Viki semakin merasa tak bisa untuk berhenti dan menyerah begitu saja, dia takut jika pria itu terus mendapatkan Rin lebih dulu darinya.


"Rin...?? tunggu...!!" mencoba menahan Rin yang hendak pergi bekerja.


berhenti dan berbalik melihat seseorang yang memanggilnya.


" ya, ada apa?". Viki yang memegang tangannya itu, membuat Rin merasa tidak nyaman sambil melirik tangannya yang terus digenggam oleh Viki.


sadar akan tatapan Rin menuju pada tangannya sendiri, Viki segera melepas pegangannya pada Rin.


"ah, maaf aku tak bermaksud"." membalas dengan anggukan kepalanya Rin.


"kau ingin pergi bekerja?" sembari tersenyum hangat pada wanita itu, Viki ingin menawarkan untuk mengantar Rin bekerja namun dia urungkan niatnya karna ragu akan penolakannya Rin.


melihat Viki yang seperti sedang memikirkan sesuatu rin sudah bisa menebaknya.


" kau ingin mengantarku?" sambil menunggu jawaban dari Viki.


Viki yang semulanya ragu untuk bertanya pada Rin pun terkejut dengan pertanyaan dari wanita yang disukainya itu. dengan spontan Viki menganggukkan kepalanya, menandakan bahwa dia memang benar ingin sekali mengantar wanita itu.


seperti mendapat angin segar dimalam hari,


pria itu bahkan tak bisa menahan senyumnya setelah mendapat kesempatan untuk berduaan dengan wanita yang disukainya. pria mana yang tidak akan merasa senang bila ajakannya diterima oleh orang yang disukai.


πŸ•›πŸ ....


sementara dilain sisi,


seorang pria yang sedang berguling-guling tak jelas di atas tempat tidur sambil memeluk erat bantal gulingnya. tak dapat menahan lagi akan rasa senangnya yang teramat atas kejadian yang telah dilewatinya hari ini.


sungguh siapapun yang melihatnya sekarang dapat melihat jelas bunga-bunga yang bermekaran disekitar wajah kenny.


melihat gelagat aneh dari anaknya sejak pulang sekolah tentu membuat sang ayah terheran-heran dengan anak tercinta Kenny saat ini. tak bisa ingin menahan rasa penasarannya lagi *William Rogers* yang melihat istri tercintanya hendak menanyakan sesuatu.


melihat tatapan penasaran William, seakan bisa menebak apa yang diinginkan suaminya itu, hanya bisa tersenyum hangat pada pria yang dicintainya itu dan menghampirinya.


tapi belum sempat bertanya pada sang istri sudah lebih dulu memberitahu.


sambil tersenyum kikuk pada suaminya, ia berbisik


" sayang ..?? anak kita itu sedang jatuh cinta."


mendapat jawaban dari istrinya itu tentu saja membuat William sedikit terkejut.


bagaimana tidak? anaknya sudah dewasa


kini sedang merasakan apa itu cinta pandangan pertama. orang tua mana yang tidak peduli dengan anak-anaknya? apalagi anaknya sedang kasmaran.


belum sempat bertanya lagi pada sang istri,


kedua parubaya itu dibuat kaget dengan kedatangan anaknya.


Kenny yang sedang menuruni anak tangga itu, segera menghampiri sang ibu dan memohon agar dibuatkan bekal untuk besok hari.


sang ibu yang sudah bisa menebak untuk siapa bekal itu pun langsung mengiyakan tuntutan anak tercintanya itu.


...****************...


πŸ«πŸ•›πŸ“’...............

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi yang cerah, secerah matahari yang bersinar terang diwajah Kenny saat ini ditambah bunga-bunga yang bermekaran disekitar wajahnya.


(🀭🀭🀭).......,........


seakan tak sabar untuk segera keluar dari kelasnya Kenny bahkan sudah membayangkan bagaimana reaksi yang akan diberikan Rin saat menerima bekal yang dia bawa untuk Rin.


sibuk dengan lamunannya sambil tersenyum sendiri, Kenny bahkan tak menyadari jika pak guru yang sedang mengajar itu, sudah berada disampingnya saat ini juga.


siap akan menyemprot siswa baru yang Tengah tersenyum layaknya orang bodoh itu pak guru yang masih berdiri itu terus memerhatikan setiap gerak gerik Kenny yang mulai konyol itu langsung saja menegurnya


"Kenny Rogers......πŸ“’πŸ˜€..!!!*" Kenny yang sedang melamun itu tentu saja sangat terkejut melihat pak guru yang sedang berdiri disampingnya itu memelototinya seakan-akan siap untuk menenggelamkannya ke dasar lantai saat itu juga.


dengan rasa malu akan kelakuannya Kenny yang sedang menggaruk kepalanya yang bahkan tidak sedikit pun terasa gatal itu tersenyum memamerkan giginya.


"😁hehe.. ehh pak bio..!hehe"


tentu saja Kenny sangat malu mendapat teguran karna kebodohannya sendiri bagaimana bisa dia melamun pada jam saat pelajaran seperti ini....


"huuff...hampir saja.." menghela napas panjangnya sambil menggeleng kepalanya Kenny dan teman-temannya melanjutkan rutinitasnya.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›πŸ“’πŸ•›


teeeeeeeeett.....teeeeeeeeett.....teeeeeeeettttt..bel istirahat berbunyi....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


beranjak pergi dari taman itu,


mencoba mencari keberadaan kelas dari wanita yang disukainya itu,


Kenny berjalan menyusuri koridor sekolah dan tak lupa selalu menanyakan pada siswa lainnya keberadaan wanita yang sedari tadi sudah ditunggunya itu.


sampai pada kelas ketiga, Kenny yang hampir menyerah itu akhirnya kembali semangat kala seseorang mengatakan padanya bahwa orang yang dicarinya memang berada dikelas itu.


🏫kelas:12A1-3.


sembari mengunyah habis roti yang dipegangnya Rin yang sedang memikirkan sesuatu, entah mengapa dia merasa menyesal pergi begitu saja,


dan tak menanyakan nama pria yang sudah dua kali ditemuinya itu.


baginya ekspresi Kenny saat memakan rotinya kemarin itu, sangatlah lucu dan menarik perhatiannya.


entah apa yang sedang dipikirkan oleh Rin , Neta yang melihatnya hanya merasa Rin sedang menyembunyikan sesuatu.


Neta yang notabenenya sangat penasaran mencoba untuk bertanya pada Rin.


belum sempat Neta mengeluarkan suaranya, terdengar panggilan seseorang yang memanggil nama Rin terlebih dahulu.


" Rin.....πŸ™‹πŸ™‹πŸ™‹"..sontak saja Rin yang sedang terduduk itu terkejut bukan main,


melihat orang yang baru saja dipikirkan tiba-tiba muncul dihadapannya saat ini.


dengan hela'an napas ringan


Rin yang melihat pria itu datang pun langsung menanyakan dirinya " siapa namamu?"


"aku Kenny Rogers dari kelas 12B1-3.

__ADS_1


mendengar perkataannya dengan spontan Kenny mengenalkan dirinya.tak lupa menunjukkan tangannya pada Rin.


"ini untukmu, terimakasih atas roti yg kemarin" sembari tersenyum canggung.


tak mau membuang banyak waktu lagi, Kenny langsung saja memberikan bekal dan berjalan pergi meninggalkan Rin yang masih menunggu jawaban dari pria lucu dihadapannya ini.


dan perilaku itu tak luput dari pandangan Neta yang semakin dibuat penasaran dengan siswa yang baru saja memberikan sesuatu pada sahabatnya itu.


menerima bekal dari Kenny yang telah pergi begitu saja, tentu membuat Rin sedikit kesal.


dengan hati-hati membuka kotak bekal itu Rin sontak saja merasa tersentuh.


(tersenyum simpul)karna menyukai bekal yang diberikan Kenny padanya.


melihat bekal yang dipegang oleh Rin sangat lezat, Neta tanpa sadar diri dengan spontannya mencoba menyentuh bekal itu.


(pukkk)... " au" kaget neta


"punyaku" tentu saja Neta mendapat hadiah tepukan ditangannya....


sambil memanyunkan bibirnya Neta bahkan tak lupa menirukan ucapan Rin padanya.


dan hanya dibalas dengan tatapan datar seperti biasannya dari Rin.


" jelek sekali " mendengar itu Neta semakin kesal dibuatnya, manakala bukannya dibujuk saat merajuk ia malah diejek oleh Rin dengan ekspresi datar seperti itu.


" huuffh..jahat.."sambil melipat tangannya Neta mencoba merajuk agar sahabatnya itu mau membujuknya. bukanya dibujuk Rin malah membuatnya ingin mati saja.


" kau lapar?" mendengar itu sontak membuat Neta tersenyum lebar dan mengangguk cepat padanya. berharap akan dibagikan bekal lezat yang baru saja diterima Rin dari seorang pria tampan yang entah datang darimana.


"pergilah kekantin"


sontak saja Neta yang awalnya merajuk dan mendapat angin segar hampir dibuat jantungan oleh Rin.


menatap tak percaya pada wanita berwajah datar satu ini.*(sungguh miris sekali nasibku)*pikirnya.


merasa jebakannya berhasil,


setelah melihat ekspresi dari sahabatnya itu,


tentu saja menjadi suatu hiburan biasa bagi Rin.


diambang pintu


seseorang yang sedari tadi diam-diam melihatnya, hanya bisa mengepalkan tangannya dan pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🏫kelas:12A1-2.


setelah melihat kejadian tadi sungguh membuat hati Viki sangat terbakar api cemburu.


melihat siswa baru itu mencoba mendekati wanita yang dicintainya tentu saja membuatnya marah.


Ivan yang melihat temannya kembali dengan suasana buruk itu hanya bisa menghela napas panjangnya, sambil menggaruk kepalanya.


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2