
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
#cafetaria Crisnata Bulan'S#
🕛19.18.🕛
(anak yang rajin) Karina Sakai, tersenyum simpul saat memandang Rin yang sedang sibuk melakukan pekerjaannya. baginya cukup beruntung mendapatkan karyawan yang sangat rajin ini. meski Rin hanya seorang pekerja paruh waktu, tidak membuatnya memandang rendah wanita cantik itu. Karina
berjalan mendekati wanita cantik yang sedang menyapu itu, sembari membawa sebuah amplop putih ditangannya.
"Rin ...?"mendengar sang bos yang memanggilnya membuat wanita cantik itu berhenti sejenak melakukan kegiatan menyapunya dan pergi menghampiri wanita cantik bertubuh langsing itu.
" ya, bos? ada apa?" sembari berjalan mendekat.
" ini gajimu bulan ini" sembari tersenyum menyerahkan amplop putih tersebut pada Rin.
"ya, terimakasih" puas mendapat ucapan terima kasihnya sambil tersenyum singkat Karina pun kembali pada kesibukannya, meski begitu dengan ekspresi datar seperti biasanya, tak membuat wanita cantik itu merasa tersinggung akan sifat Rin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🏠
melihat seseorang yang telah ditungguinya sudah pulang Viki tak mau lagi membuang kesempatan ini, dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaan yang selama setahun dipendamnya terhadap wanita cantik yang sekarang berstatus sebagai adik sambungnya ini.
melihat seseorang yang sedang berdiri menatapnya Dengan tatapan tak biasa membuat Rin merasa tak nyaman tapi, dia berusaha sebisa mungkin untuk terlihat biasa.
"dimana mereka?"
mencoba mengusir rasa tak nyamannya dengan sebuah pertanyaan pada seseorang yang selalu menatapnya dengan tatapan perasaan.sungguh membuat Rin harus berusaha untuk menahan kesabaran pada sang kakak sambungnya.
"ayah dan ibu sedang keluar, sepertinya mereka pergi untuk menghadiri acara reunian"
Rin yang mengerti pun hanya mengangguk saja sembari melirik singkat pada Viki dan mencoba untuk pergi menuju kamarnya segera ditahan oleh viki yang sedang memegang tangannya itu membuatnya mau tak mau menghentikan langkahnya dan bertanya pada lelaki yang selalu membuatnya risih setiap saat berhadapan dengannya.
"lepas dan katakan.!!"sembari menghempas tangan yang tengah menahannya tadi Rin yang semakin merasa tidak senang itu bahkan memberi tatapan musuhnya pada sang kakak sambung.
Viki yang kaget dengan reaksi dari Rin langsung saja meminta maaf dan menjelaskan niatnya.
"maaf, aku tak bermaksud un..."
" katakan saja apa maumu" belum sempat menyelesaikan perkataannya Rin sudah melayangkan pertanyaan baru pada Viki yang membuatnya langsung mengatakan perasaan yang selama ini telah ditahannya pada wanita yang telah mencuri hatinya itu.
"aku menyukaimu,
satu tahun aku memendam perasaan ini padamu, aku tahu mungkin kau akan berpikir aku adalah orang bodoh yang gila telah menyukai adiknya sendiri. tapi aku tak merasa bersalah akan perasaan ini, meski berstatus sebagai saudara tetap takk bisa mengubah perasaanku yang sebenarnya padamu, karna mau bagaimanapun kita tetaplah tidak sedarah, aku,...aku mencintaimu Rin."
dengan perasaan yang bercampur aduk Viki yang tengah mengumpulkan semua keberaniannya itu berusaha menguatkan diri, sembari menatap wanita yang ada didepannya ini sambil menunggu jawaban apa yang akan Rin berikan padanya sungguh membuatnya gugup setengah mati.
__ADS_1
melihat wanita yang disukai hanya terdiam sambil menatapnya dengan wajah yang datar seperti biasanya, semakin membuat Viki merasa dunianya akan runtuh begitu saja.
masih dengan perasaan yang bercampur aduk, Viki yang sedang menunggu jawaban dari wanita yang dicintainya itu. seketika perasaan gugupnya sirna begitu saja kala mendapat Jawaban yang mengejutkan dari wanita itu. membuat dirinya terdiam membisu, mulutnya seakan membeku serasa mati setelah mendengar Jawaban yang diberikan oleh Rin.
"aku menyukai orang lain" masih dengan tatapan yang datar seperti biasanya Rin menjawab semua perasaan yang telah diungkapkan oleh lelaki itu. sungguh Viki yang sedang terdiam membisu itu merasa sedih akan perasaan yang tak terbalaskan.
tapi berusaha untuk tetap tegar dihadapan Rin.
Viki yang berusaha menyembunyikan perasaan sedihnya itu dengan tersenyum hangat bertanya pada Rin siapa yang telah membuatnya jatuh cinta.
" siapa lelaki beruntung itu" masih dengan senyum palsunya, Viki berusaha sebisa mungkin untuk terlihat baik-baik saja sambil menahan sesak di dadanya yang semakin menusuk disaat Rin menyebut perihal siapa lelaki beruntung itu.
" Kenny Rogers" sedikit terkejut mendengarnya(mungkinkah pria itu)pikirnya. Viki yang sudah bisa menebak siapa lelaki tersebut hanya bisa membalas Rin dengan senyum terbaiknya, dan pergi meninggalkan Rin yang masih berdiri kokoh pada tempatnya sambil menatap pintu kamar Viki itu.
Rin hanya bisa menghela napas beratnya.
* haaah.* Rin sedikit merasa bersalah atas terlukanya Viki sekarang,
namun itulah kenyataannya. perasaan seseorang tak mungkin bisa dipaksakan begitu saja bukan? meskipun demikian Rin merasa itulah yang terbaik bagi Viki agar dapat berhenti memendam perasaan yang tidak akan pernah bisa ia terima itu hanya akan membuatnya terluka jika Rin harus memaksa untuk menerimanya.
🏠🕛.06.30.
...----------------...
Rin yang baru saja keluar dari kamarnya segera menuju meja makan yang sudah dihuni oleh dua orang yang sedang fokus pada sarapannya sedari tadi Tengah menunggunya. belum sempat menarik kursi untuk didudukinya Rin
" kakakmu sudah berangkat lebih awal katanya hari ini adalah hari piketnya " mendengar itu Rin yang mengerti pun hanya membalas dengan anggukan dan
segera berpamitan kepada ayah dan ibunya untuk berangkat.
sang ayah sambung yang melihat Rin yang hendak pergi menawarkan untuk mengantar anak sambungnya, namun ditolak halus oleh Rin yang lebih memilih untuk naik transportasi umum. membuatnya mengurungkan niat baiknya.
bukan karna dia tak menyukai ( Aditama )pria yang telah menjadi suami dari sang ibu sekaligus ayah sambungnya itu, hanya saja Rin yang memang belum bisa untuk mengakrabkan dirinya dengan keadaannya yang sekaranglah yang membuatnya merasa tak nyaman. canggung rasanya bila dia mencoba untuk berakrab dengan Aditama dan juga Viki. karna dia sadar akan sifatnya yang memang banyak membuat orang-orang merasa sulit untuk mendekatinya.
🏫🕛.
melihat sahabatnya yang datang seorang diri membuatnya penasaran dengan sosok pria yang telah mencuri hatinya itu kemana perginya.
" sendirian Lo?.. gak bareng kak Viki ya? " mendapat pertanyaan keramat dari sahabatnya itu, tentu saja membuat Rin mengingat kembali kejadian semalam. dengan hela'an napasnya Rin tanpa menanggapi pertanyaan Neta itu segera berjalan menuju tempat duduknya. yang diikuti oleh Neta.
melihat Neta yang seakan ingin mengatakan sesuatu lagi itu terhentikan begitu saja oleh kedatangan guru yang masuk ke kelas mereka dan membuat Neta terpaksa harus menghentikan niatnya untuk bertanya pada Rin. mereka pun melanjutkan rutinitasnya.
...----------------...
🕛📢🕛📢teeeeeeettt.....Teeeeettttt....teeeeeeeettttt..
suara bel istirahat memenuhi seluruh koridor sekolah.
para siswa berlarian berhamburan keluar dari kelas menuju kantin mencari makan layaknya orang kelaparan itu cukup membuat kebisingan yang membuat Arini sedikit malas untuk melangkah menuju tempat ramai yang dipadati oleh para zombie kelaparan itu
__ADS_1
bak orang yang telah kehilangan jiwanya Rin berjalan seorang diri menuju tempat favoritnya seperti biasa, berharap akan menemukan sesuatu yang menyenangkan atau bisa dibilang seseorang yang mungkin sedang dicarinya sembari memikirkannya.
Rin yang berjalan telah sampai pada tempat yang dituju.
melihat sekitar halaman taman belakang itu bak induk ayam yang sedang mencari anaknya, Rin bahkan tak menyadari seseorang wanita tengah menatapnya dengan bingung juga seribu pertanyaan dalam hatinya itu sementara mencari Rin dikagetkan dengan kehadiran Kenny yang entah datang dari mana membuat Rin yang awalnya mencari itu seakan kikuk dengan tingkahnya sendiri.
sambil tersenyum manis Kenny mendekati wanita cantik itu dan sengaja menggodanya
" kau mencariku yah? sambil menggerlingkan sebelah matanya itu tentu saja membuat Rin terkejut. sontak saja membuat Rin merasa malu dan menyangkalnya
"untuk apa aku harus mencarimu ? "
sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah, takut akan dilihat oleh lelaki dihadapannya itu Rin yang memutuskan untuk pergi itu segera ditahan oleh Kenny yang tiba-tiba saja menggenggam tangannya sontak membuat Rin kaget dan berhenti dengan spontannya.
sambil melirik tangannya yang masih dipegang oleh pria dihadapannya ini, membuat jantung Rin sedikit berdebar-debar kala mendengar ucapan dari kenny yang secara tiba-tiba saja mengatakan sesuatu.
" Aku Suka Padamu " ucap Kenny yang masih tak mau melepas pegangannya pada wanita didepannya sekarang.
sembari menatap wanita cantik itu Kenny
menunggu jawaban apa yang akan dia dapatkan dari wanita yang telah membuat getaran pada hatinya itu.
Rin yang masih terkejut dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Kenny ini tentu saja mampu membuatnya shock bukan main.
tak bisa berkata-kata itulah yang sekarang sedang dirasakan oleh Arini sanvhigo.
pertama kali dirinya merasakan jatuh cinta pandangan pertama pada seseorang yang bahkan tak bisa dia bayangkan bahwa orang yang ditaksir juga mempunyai perasaan yang sama sepertinya.
melihat keseriusan diwajah Kenny membuat Rin sangat terkejut sekaligus bahagia kala cinta pertamanya akan semudah ini.
" a..ak..aku...." tak mendengar jelas apa yang Rin katakan membuat Kenny kembali bertanya pada Rin.
". kau...??? " sembari memegang kedua tangan Rin Kenny menatapnya dengan penuh perasaan cinta yang membuat siapapun pasti akan meleleh dengan tatapan Kenny.
dengan gugupnya Rin mencoba menjawabnya dengan yakin.
" aku juga... menyukaimu "
mendengar jawaban yang sedari tadi ingin didengarnya itu membuat Kenny tak bisa menahan senyum lebarnya dan langsung memeluk Rin. wanita cantik yang kini telah resmi menjadi kekasihnya.
". ( 01Oktober 2018 ). haaah hehe aku akan mengingatnya " ucapa Kenny dalam hati seraya tersenyum hangat pada Rin.
" ( 01Oktober 2018 ). terimakasih, Cinta pertamaku terbalaskan karnamu." ucap Rin dalam hati sambil menatap Kenny yang kini telah menjadi kekasihnya.
..._END_...
...----------------...
😊terimakasih telah membaca karyaku😊
__ADS_1