Back To Us

Back To Us
II. Dua


__ADS_3

"Kay, lo aman kan?" Ana bertanya


"ya kalo pake ini sih aman" Kay mengangkat bantal kecil yang dari pagi tadi ia gunakan untuk meredakan sakit bulanannya.


"yaudah chargernya dibawa aja ntar kalo udah dingin bisa dipanasin lagi" Ana kemudian berdiri, menatap semua teman-temannya yang sudah siap untuk wisata. "guys kita otw lima menit lagi, ini mobilnya baru dipanasin sama Vigo. nah karena mobilnya kecil, jadi kita bagi dua. Hana, Hasna, Dika sama Michael satu mobil, sisanya di mobil satunya. karena semua bisa nyetir jadi aman ntar bisa gantian. terus karena kita pengen sore nanti liat sunset di kuta, jadi sekarang kita ke puncak Bedugul, sarapan kita disana juga. ada yang ga setuju?"


"Setujuuu"


"oke kalo gitu kita ke mobil sekarang, biar gue yang kunciin vilanya. kamar semuanya udah aman kan? ada yang ketinggalan nggak?"


"Aman mamii"


Memang benar-benar seperti mami atau ibu nya anak IndoSad, Anastasya.


"Mic, situ aman kan?" Ana bertanya dari dalam mobil, menanyakan kondisi mobil disebelah yang berisi Hana, Hasna beserta pasangan.


"Aman, kita jalan dulu ya" kata Michael


"Dadahh Kay Anaaa!!" Hasna melambai "sampai ketemu di Puncak Bedugull"


"hati-hatii"


"oke guys, Bismillah kita berangkat juga" Vigo menepuk pundak Jana yang berada dibalik kemudi "ayo Jan. ntar pulangnya gue yang nyetir, sekarang mau merem dulu capek semalem begadang"


"begadang? ngapain sampe begadang?" tanya Ana langsung


"eh nggak begadang Nanaa, sampe jam 2 aja kok semalem"


"tiga" ralat Jana


"kan udah dibilangin kita mau main seharian ini, ngapain masih begadang sih, ntar pas main ngantuk, Ga asik." Ana mulai marah


"nggak ngantuk, ini merem bentar juga udah ilang ngantuknya"


"terserah."


Ana mengabaikan tatapan Vigo yang memohon pengampunan. gadis itu malah mendusel pada Kay yang ada di sampingnya.


"lo dingin Kay?" Ana menarik kain yang menyelimuti Kay kemudian ikut masuk didalamnya.


"udah enakan?"


"mendingan sih" bohong. padahal sekarang perutnya berada di puncak rasa sakit, seperti di tonjok tanpa dilepas.


"tidur aja yuk Kay, males melek"


"he'em tidur aja"

__ADS_1


Benar saja, tak sampai lima belas menit, Ana sudah tertidur pulas menyender di pundak Kay. Kay sendiri tak bisa tertidur karena mulas pada perutnya belum juga reda. sampai hampir satu jam perjalanan, belum juga mereda, perutnya justru semakin mulas karena bantal yang ia bawa sudah mulai dingin.


ekhem. Kay bingung mau memanggil Jana, tapi dia butuh memanasi bantalnya lagi. Ingin membangunkan Ana, kasian juga, dia semalam juga begadang mencari tempat makan untuk mereka seharian ini yang tentu diluar Vila.


"perlu bantuan Kay?" syukurlah Jana adalah laki-laki yang sangat peka.


"boleh berhenti di minimarket dulu ga Jan?"


"boleh, itu di depan ada."


Kay mengangguk, ia kemudian mencari charger dalam tas kecilnya dan segera turun setelah memindahkan kepala Ana ke samping dengan hati-hati.


"aku mau charger ini bentar" kata Kay pada Jana sebelum masuk le minimarket


sambil menunggu bantalnya panas, Kay melipir mencari camilan untuk ia makan di dalam mobil, ia yakin selama perjalanan tak akan bisa tidur, jadi dia butuh camilan untuk menemani perjalanan. Ternyata Jana melakukan hal yang sama, laki-laki itu masuk dan mencari sesuatu.


Bantalnya sudah panas, Kay segera keluar dari minimarket. namun saat membuka mobil, dia menemukan tempat duduknya sudah ditempati Vigo yang tertidur pulas di samping Ana.


"Vigo minta pindah katanya mau tidur di belakang" jelas Jana "kamu didepan aja Kay"


Mau tak mau Kay menurut, ia duduk di kursi depan. Jana menyusul dan duduk di balik kemudi. "berangkat sekarang?" Jana menoleh, Kay yang ditatap kaget. kenapa tanya?


"Iya"


sepuluh menit berlalu dari minimarket, Kay merasa sangat bosan. bukankah tempat yang ia duduki seharusnya tempat seseorang yang selalu mengajak supir berbincang? supaya supir tidak mengantuk dan perjalanan lebih menyenangkan? dia biasanya seperti itu, saat berpergian bersama keluarga ataupun bersama anak IndoSad, Kay adalah happy virus sekaligus toa berjalan. tak ada Kay maka perjalanan akan sunyi, sepi dan panjang. tapi dia harus membuka topik seperti apa untuk berbincang dengan Jana?


"hah?" bukannya menjawab, Kay malah terkejut menatap Jana. Baru saja dia berpikir topik apa yang pas, ternyata Jana sudah mendahului membuka obrolan.


"Iya" oke Kay, hidupkan suasana mobil ini demi kenyamanan bersama. "kamu sendiri prodi apa Jan?"


"nuklir wkwk"


"serius? teknik nuklir?" Kay tak percaya, dari sekian prodi di teknik, ternyata Jana kuliah di jurusan yang sangat langka, yaitu teknik nuklir.


Jana tertawa "iya"


"kalo gitu praktiknya nge bom bikini bottom kah?" Kay bertanya, dia mulai tertarik dengan perbincangan ini


"ahaha rencana sih ngebom Hiroshima sama Nagasaki lagi" Jana menjawab pertanyaan Kay yang sudah keluar jalur dengan keluar jalur juga


"jangan." Kay melarang. Jana menatap Kay bertanya, "kenapa?"


"jangan, nanti gue ga punya tontonan lagi kalo Oda mati, Masashi mati, hajime mati"


Jana menatap Kay tak percaya, sepuluh detik dia terdiam. Kay jadi salah tingkah, sadar dengan apa yang dia katakan.


"pokoknya jangan Jepang"

__ADS_1


Jana tertawa, kali ini lumayan keras. "Kayana, lo penggemar Anime ternyata?" Jana menatap tak percaya, baru kali ini ia menemukan teman ngobrol yang sangat pas, karena sama-sama penyuka film 2D dari negeri Sakura.


Kali ini Kay juga terkejut, dia tak seperti Jana memang karena banyak teman laki-laki Kay yang suka dengan Anime. Tapi ini Jana, laki-laki yang beberapa saat lalu sangat asing untuknya, ternyata penyuka Anime juga.


"iyaa, lo suka nonton Anime juga?"


"lebih suka ke baca manganya sih, tapi Anime of course, gue nonton juga, tapi ga banyak"


"wahh berarti tim udah tau duluan ya, gue kalo nonton anime suka kena spoiler dari orang yang baca manga. sebel banget sih apalagi spoiler yang bagian paling epik. bikin badmood asli" Kay berekspresi kesal, mengingat hal-hal yang ia bicarakan


"biasanya gitu. tapi tenang aja kalo sama gue nggak bakal gue kasih spoiler. lo udah nonton apa aja Kay?"


"belum banyak kok, gue bukan yang nonton semua anime, cuma beberapa yang viral aja, soalnya gue dulu bucin sama Naruto terus males nonton yang lain"


"wow. lo nonton Naruto semua? 500?"


"Iya, pas pandemi marathon Naruto Shippuden dari awal, soalnya dulu kan nonton di tv pas kecil ya jadi lupa sama alur ceritanya. belum lama ini baru selesai nonton yang Naruto kecil"


"wow Kay!! Bener-bener bucin Naruto ya lo" Jana menatap Kay takjub, laki-laki itu menggelengkan kepala sambil tersenyum yang sialnya membuat Kay sedikit salah tingkah. gadis itu seperti menemukan pasangan ngobrol yang sesuai.


"ahh pantes" Jana teringat sesuatu. "tadi malem waktu kita main kartu, lo sebut-sebut clover, diamond, heart, spade. lo nonton black Clover ya?"


Kay tertawa, "itu juga belum lama ini selesai, gara-gara temen gue bilang suruh nonton katanya bagus, doi punya filenya lengkap, jadi yaa gue marathon lah beberapa bulan lalu"


"ini kayanya lo nonton semua Anime ya Jan, pasti nonton One Piece?" Kay menebak, ini kalo ada laki-laki penyuka Anime, Kay yakin mereka pasti mengikuti bajak laut satu ini.


Jana tertawa dan mengangguk, "lo emangnya nggak nonton One Piece?"


"sayangnya belum. gue nonton baru sampe arc drum island, kemarin kepincut nonton Bokuno Hero Academia, gara-gara release season baru terus tapi gue masih stuck di season 3, paling mandeg lagi sih soalnya taun depan banyak banget anime yang lanjut, film-film juga banyak"


"he'em, taun depan ada Black Clover movie, nonton bareng?" Jana menoleh


"boleh, ada Haikyuu juga kan" tambah Kay


Dan pada akhirnya sepanjang perjalanan, Kay yang mengira suasana mobil akan sepi sunyi, ternyata salah. Berkat hobi mereka yang sama yaitu menonton anime, perjalanan mereka pagi ini luar biasa, hangat dan ceria. Jana berbakat dalam menghidupkan suasana dan membuat topik obrolan, bahkan selama perjalanan laki-laki itu tak berhenti bercerita. Mulai dari perkuliahan, anime, sampai film marvel.


"Seru ya Kay ternyata ngobrol sama lo" kata Jana saat mobil mereka memasuki pelataran rumah makan di Puncak Bedugul


"lo juga" kata Kay


Tiba-tiba Jana mengulurkan tanganya didepan Kay, Kay bingung namun menyambut uluran tangan Jana, mereka berjabat tangan.


"Senang berkenalan sama lo Kay"


"Senang berkenalan sama lo Jana"


...~N~...

__ADS_1


__ADS_2