
Kay tak tahu mengapa dengan gilanya ia menyetujui ajakan Jana untuk menjadi pasangan selama di Bali. Janardhana Dimas Agusta. Kay mengenal laki-laki itu belum genap dua hari, jangankan perasaan, Kay saat ini hanya sebatas mengetahui nama, prodinya yaitu teknik nuklir dan kegemarannya menonton Anime. Oh satu lagi, Jana adalah teman Vigo sejak kecil karena mereka satu kompleks dan merupakan teman bermain, Jana dan Vigo satu angkatan, yang berarti Jana satu tahun diatas Kay. Selain itu, Kay tidak mengenal Jana lagi. Itu mengapa Kay menyebut dirinya gila yang langsung menyetujui ajakan Jana untuk menjadi sepasang kekasih selama di Bali.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, sudah tidak ada waktu untuk Kay memutar waktu dan menolak ajakan Jana saat sebelum memasuki kebun tadi. Yang bisa Kay lakukan saat ini hanyalah memainkan peran sebaik mungkin sebagai pasangan Jana. Selama mereka disini. Persis seperti yang Jana lakukan saat ini. Lihatlah, bagaimana Jana benar-benar menjadi seorang aktor yang handal dalam berakting.
"Kay liat sini"
"angkat strawberrynya, nah gitu, senyum dong. Oke sekali lagi, candid juga oke, kamu metik strawberry yang didepan itu. Nah nah okey pas." Jana tersenyum puas melihat hasil jepretannya. Kay terlihat sangat cantik dan natural disana.
Kay mendekat, "Bagus nggak?"
Jana mengacungkan jempolnya kemudian memperlihatkan kameranya kepada Kay, memperlihatkan bagaimana cantiknya gadis yang dia foto barusan. "Bagus, cantik" pujinya tulus.
"sa ae bang" Kay berusaha menahan senyumnya, selain Aksara, Jana adalah orang pertama yang memotret dirinya dan memuji cantik.
"sini foto berdua" Jana menarik Kay lebih dekat
"Ga ah gamau" Kay menolak dan menjauhkan dirinya dari Jana
"kenapa?"
"buat apa fotonya?" Kay bertanya balik
"buat kenanganlah, buat apa lagi" Jana menjawab dengan santai
"suka banget bikin kenang-kenangan. Ga ah, lagian kita apa sih, gaperlu dikenang juga"
Kay sudah hampir berjalan namun Jana menarik kembali tangannya dan merangkul pundak Kay.
Cekrek
"oke, Kay boleh pergi sekarang" usir Jana karena laki-laki itu sudah mendapatkan fotonya bersama Kay, meski ekspresi perempuan itu yang tidak siap untuk dipotret, namun Jana tetap tersenyum puas.
"ngeselin banget sih"
"gapapa, kan sama Pacar sendiri" lihatlah, benar-benar aktor yang handal bukan.
"pacar dari Hongkong"
"guys!! Udah dulu foto berduanya, ayo turun ke Danau bawah, kalian petik-petik strawberrynya udah kan?" Ana menghampiri Kay dan Jana bersama teman-teman Kay yang lain.
"woilah Kay!!" Michael terkejut melihat keranjang Kay yang berisi strawberry paling banyak daripada keranjang yang lain.
"maniak strawberry emang" kata Dika
"suka-suka gue dong"
"wow Kay, bayar loh nanti" Hasna mengingatkan. Gadis itu menggeleng membayangkan berapa harga strawberry yang dibawa Kay.
"kalian kenapa kaget gitu sih guys, Kay kan tiap main kalo ada yang jual strawberry kan selalu dibeli" jelas Hana
Kay mengangguk.
"udah-udah, ayo kita bayar dulu abis itu turun. Oiya disini ada makanan sama minuman kalo mau beli, kalian beli aja, tapi dibawah juga ada sih. Terserahlah kalian mau beli dimana, beli apa enggak" kata Ana
__ADS_1
.
.
N
.
.
Kay merapatkan cardigan yang sengaja dia pakai karena tau udara Bedugul lumayan dingin. Tapi ternyata bukan lagi lumayan dingin, meski menjalang tengah hari, udara disini terasa sangat dingin namun segar. Kay suka sekali menghirup udaranya yang terasa sangat bersih dan segar.
Kay saat ini sedang duduk sendirian, menikmati udara segar Bedugul, dan segarnya buah strawberry yang dia petik sendiri dari kebunnya. Teman-temannya yang lain, termasuk Jana saat ini sedang makan Mie di warung yang tak jauh dari tempatnya duduk. Dia memilih tidak makan karena tak lapar, saat datang bulan seperti ini memang rasa laparnya hilang entah kemana, digantikan dengan rasa ingin mengemil sepanjang waktu.
"makan strawberry aja emang bikin kenyang?"
Kay menoleh, mendapati Jana yang datang dengan dua cup teh panas yang masih mengepulkan asapnya ke udara. Satu cup dia berikan kepada Kay yang langsung disambut dengan baik.
"thanks"
"suka banget emang sama strawberry?"
"aku sama buah apapun suka, tapi lebih suka yang agak asem terus banyak airnya gitu"
"berarti ini strawberrynya agak asem?"
"agak. Asemnya dikit banget, banyak manisnya. Enak pokoknya. Nih cobain, kamu daritadi nonton aku terus, belum nyobain kan?" Kay mendekatkan satu strawberry ke depan wajah Jana, kemudian menggoyangkan strawberry itu agar laki-laki didepannya tertarik. "enak loh"
"gue suap nih, ayo enak bangett" Kay tak menyerah, dirinya ingin Jana ikut merasakan strawberry Puncak Bedugul yang sangat segar ini.
"Janaaa... Enak banget lohh, ini ni strawberry asli Bedugul. Ga ada di Jogja" Kay menempelkan strawberry ke pipi Jana berkali-kali untuk merayu si empunya.
"Enggak Kay! Lo yang suka bukan gue" Jana menatap Kay tak suka, Kay sendiri langsung menjatuhkan strawberry. Dia menyesal karena merusak mood Jana, "oke, sorry" ucapnya
"Kay, kita mau main speed boat, lo mau ikut nggak?" Ana berteriak dari depan warung. Tampaknya teman-teman Kay sudah siap untuk merasakan kesenangan menaiki speed boat di Danau Bedugul.
Karena tak mau berlama-lama dengan Jana yang sudah badmood karena dirinya, Kay sontak berdiri menganggapi ajakan Ana, gadis itu segera berlari mendekat meninggalkan keranjangnya di bangku yang ia duduki. Persetan dengan strawberry, dia tak mau memakannya lagi.
"Kok Jana ditinggal?" tanya Ana
"biarin" jawab Kay acuh tak acuh
"lah baru juga berapa jam, udah marahan aja"
Kay mengangkat bahunya tak ingin peduli. "ayo buruan naik"
Ana menatap Hana dan Hasna bertanya-tanya, namun keduanya saling menggeleng. "oke kalo gitu kita berempat satu boat, yang laki-laki satu boat" jelas Ana
"tadi katanya pengen berduaan" Dika bersuara yang langsung disenggol oleh Hana. "Dik. Lo kan tugasnya fotoin gue"
"lah males banget Dik" Dika menyindir Hana yang terus memanggilnya nama.
"yaudah kalo gamau" Hana menjauh dari Dika dan segera menghampiri bapak-bapak penjaga Boat yang akan mereka tumpangi.
__ADS_1
"dahlah semua aja marahan. Gue tinggal sini juga ya kalian" Michael berteriak dengan keras. Disampingnya ada Ana dan Vigo yang sama-sama memegang kepala, Vigo sebagai yang tertua merasa perjalanan kali ini menjadi tanggung jawabnya, pun dengan Ana, gadis itu selalu menjadi seseorang yang paling bertanggung jawab dari teman-temannya yang lain.
"Beb, kamu samperin Jana dulu gih, aku mau naik boat dulu sama yang lain"
"oke, ati-ati. Nanti aku fotoin dari sini"
"okey. Ayo guys kita naik, udah gue bayar tadi"
Kay sangat menikmati keseruan mereka saat menaiki speed boat berkeliling danau. Udaranya yang dingin dan percikan air saat boat melaju dengan cepat membuat Kay dan teman-teman berkali-kali berteriak dan tertawa. Air disini dingin sekali, membuat wajah dan tubuh mereka yang basah menjadi dingin. Tapi tak ada dari mereka yang menyesal, bahkan mereka ingin berputar lagi dan lagi untuk mengelilingi Danau dengan speed boat. Kemudian saat mereka berada di tengah-tengah Danau, pengemudi berdiri dan menawarkan jasa foto yang langsung saja mereka setujui. Mungkin ada lebih dari sepuluh kali, mereka berfoto diatas speed boat tepat ditengah-tengah Danau. Ada foto bersama dan foto sendiri. Foto yang indah dan sangat memuaskan, tak heran kalau masing-masing dari mereka mencetak foto masing-masing sebelum kembali untuk dipandangi saat berada di mobil.
"fotonya bagus banget, tapi sayangnya nggak bareng. Yang cowok-cowok belum ikut foto. Nanti di kuta kita harus foto bareng sih, pas sunset pasti bagus banget"
"lo tuh jangan lupa foto sama Vigo pas sunset nanti, wishlist lo kan" Kay mengingatkan
"hehe Iya, ntar fotoin ya Kay. Nanti gantian lo sama Jana gue fotoin" kata Ana senang. Dia tau Kay masih marah dengan Jana entah karena apa, dia hanya ingin sahabatnya bahagia saat disini.
Jana sendiri saat ini duduk disamping Vigo yang gantian mengemudi. Laki-laki itu diam saja, entah tidur atau memang tidak ingin bersuara.
"ntar gue fotoin ya Na, sendiri. Yang bagus biar bisa gue post di ig"
"he'em tenang aja sayy" setelah menjawab Kay, Ana mengeluarkan ponselnya dan selang beberapa detik, ponsel Kay berbunyi.
Anastasya
Kalian kenapa sih?
Gapapa
Gapapa apanya, orang dari tadi Jana sama lo nggak ngomong samsek
Adalah. Males gue
ckckckck
Pokoknya jangan lama-lama. Ga enak banget kita liburan gini kalian marahan
ck. Iyaiya.
Nah bagus. Btw strawberry lo abis?
Ketinggalan
HAH?! Yang bener aja, ketinggalan dimana?
Bedugul
Ckckckck. Banyak loh Kay, mahal tuh
Ntar beli lagi. Lagian itu yg bayar Jana juga.
-,-
...~N~...
__ADS_1