
"lo makan dikit banget Kay"
"nggak laper gue, tadi ngemil banyak"
"lah iya tadi dimobil banyak banget bungkus cemilan, itu lo yang makan semua Kay? nggak tidur?"
"emang elo, baru naik juga udah tidur, udah gitu malah pindah belakang, cih"
Vigo melotot tak terima, "gue disuruh sama Jana ya enak aja, gue tidur dibangunin suruh pindah belakang. Noh tanya ke Jana" Vigo menunjuk Jana yang duduk di samping Kay dengan garpu di tangannya.
Kay tidak menoleh, Jana juga diam tak menjawab, "bilang aja sih Go kalo lo mau dekatan sama Ana, tidur nyender berdua, gue ga bakal iri"
"udah bagus Vigo di belakang, kasian Jana kalo duduk sampingan sama tukang molor. perjalanan jadi berasa tahunan. mending sama Kay kaya tadi, kan seru ngobrol berdua terus tiba-tiba aja dah sampe" kata Ana
"emang mereka ngobrol?" tanya Vigo
"tuh kan emang dasarkan kebo, tidur Ga denger apapun. ya ngobrol dong, buktinya sekarang duduk sampingan, itu artinya mereka udah berteman" Ana menekankan kata berteman. "mana cocok banget obrolan mereka, seru tapi gue gabisa join, beda selera"
"katanya kamu tidur"
"aku tidur bentar, kamu yang tidur pules nyender, nih pundakku sampe pegel"
Kay sudah tak bisa berkutik, sisi kanan tubuhnya yang dekat dengan Jana sulit ia gerakkan. OMG ternyata Ana tidak tidur, itu berarti Ana mendengarkan semua obrolan mereka. mati. habis nanti ia disindir dan digoda Ana.
"waaa asik nih, berarti kalo nanti mainnya pasangan udah bisa dong ya" Hasna antusias mendengar perkataan Ana
"Iya Has iyaa, lo dari kemarin pengen banget berduaan sama Michael, inget Tuhan" Hana menyahut
"kalian main aja, gue liat" Kay berucap
"syukurin. biarin si Hasna mah. ntar kita bertiga main bareng" kata Hana menghibur. "eh tapi lo udah enakan? kok ga pake bantal lagi?"
"udah mendingan, bantalnya masih gue charger biar panas lagi, ntar dipake"
"oke guys, karena udah selesai makannya, gue mau jelasin dikit kita nanti mau kemana. karena sekarang udah jam sembilan, kita abis ini ke kebun strawberry dulu abis itu ke Danau bawah di Bedugul, kita disini sampe jam 1, biar sampe di kuta masih bisa main air sebelum sunset. empat jam disini cukup kan?" Ana bertanya di akhir penjelasan
"Kita makan kapan?" tanya Dika
"ini abis makan Dik" kata Hana, "makan mulu yang dipikirin"
"Dik. Adik" Dika menyindir
"ya emang Dik, Dika"
"oke jadi di kebun strawberry juga ada tempat makan, nanti bisa makan dulu disana. kita makan lagi abis sunset ya, kita makan di kuta, gimana?"
__ADS_1
"okee!!"
"oke kalo gitu kita berangkat sekarang"
Setelah turun dengan mobil, mereka saat ini berjalan untuk ke atas bukit sekitar 100 meter panjangnya untuk sampai di kebun strawberry. Di depannya, Hasna sudah asik berjalan sambil bercerita dengan Michael, di depan Hasna ada Hana dengan Dika yang kadang seperti sahabat, seringnya seperti musuh. di belakang ada Jana dan Vigo, sedangkan di sampingnya ada Ana yang dari tadi terus menyenggol dirinya.
"ada cerita baru nihh" Ana menggoda Kay dengan menaik-turunkan alisnya
"apaan sih Na"
"Iya kan? kalo gitu boleh dong kalo gue berduaan sama Vigo nanti, lo udah ada pasangan kan" Ana berbisik, takut dua manusia di belakang mereka mendengar apa yang mereka bicarakan
"serah"
"ehehe, beb ayo dong aku mau petik-petik strawberry, nanti kamu fotoin" langsung saja Ana menarik lengan Vigo dan segera mereka bergegas ke kebun
"temenan sama Ana udah lama?" Jana yang tadinya di belakang kini mendekat dan berjalan sejajar dengan Kay, mereka berdua berjalan dengan santai tanpa memedulikan tiga pasangan yang saat ini sudah meminta keranjang untuk tempat strawberry.
"sama Ana udah dari SMP, kita sekelas dari kelas delapan sampe kelas sepuluh SMA"
"kelas 11 12 ga sekelas?"
"enggak, dulu Ana osis, dan kelas gue Ga ada osis samsek jadi doi pindah ke kelas yang banyak osisnya biar kalo ada acara sekolah enak dispennya"
"langgeng ya pertemanan kalian, dari kelas 11 udah ga sekelas, sekarang juga beda kampus, bahkan Ana di Semarang lo di Jogja, tapi masih awet aja" Jana benar-benar takjub, boro-boro teman SMP, teman SMA saja ia banyak yang sudah lupa. teman-teman Jana saat ini hanya Vigo yang memang teman dari kecil dan juga teman-teman prodinya.
"gitu ya"
"tapi soal komunikasi kayaknya lo jagonya?"
Kay tertawa, "Ga juga. Gue menang cerewetnya aja"
"satu aja mba keranjangnya" kata Jana pada pegawai yang berjaga di pintu masuk kebun.
"untuk strawberry bisa dimakan sepuasnya ditempat ya kak, dan untuk strawberry yang dipetik harus dibayar dan dibawa pulang"
"oke mb, makasih"
"sama-sama kak"
"sini gue yang bawa" Kay meminta keranjang pada Jana karena laki-laki itu hanya meminta satu keranjang
"gue bawain aja" Jana berkata sambil menunjuk teman-teman mereka yang berada di dalam kebun, semua keranjang dibawa laki-laki dan perempuan asik memetik strawberry. "biar kaya yang lain" tambahnya
Kay mendengus, "mereka pasangan, kita baru kenal Jan"
__ADS_1
"kalo gitu ayo jadi pasangan Kay, selama disini"
Kay berhenti berjalan dan menoleh menatap Jana yang juga menatapnya. Kay menyipitkan mata. "iyain aja" kemudian Kay berjalan meninggalkan Jana. apa-apaan maksudnya, mereka baru kenal, mana bisa menjadi pasangan, meski selama disini.
"gue serius Kay" Jana menahan tangan Kay, "gue serius, lo asik, ayo kita jadi pasangan"
Kay terdiam, lima detik, sepuluh detik, satu menit. "oke, let's do it. cuma selama disini kan?"
Jana tersenyum, "kalo mau sampe Jogja juga terserah sih"
"Kok gitu?!"
"iya selama disini Kay, lo gamau kan temen-temen lo asik sama pasangannya, tapi lo jadi nyamuk" Jana kemudian menarik tangan Kay dan menggenggamnya, sungguh terlihat seperti pasangan yang sudah menjalani hubungan bertahun-tahun.
"nyamuknya dua, sama lo. ini apa lagi?" Kay mengangkat tangan kanannya ke udara, tepatnya tangan mereka yang bertautan.
"kan pasangan"
"ck"
Kay tak suka menjadi sorotan, namun perbuatan Jana benar-benar membuat dirinya menjadi pusat perhatian. Kay melihat bagaimana ekspresi Ana yang melotot dan Hana Hasna yang membuka mulut terkejut.
"kalian jadian?!" Hasna bersuara pertama kali
"iya"
"enggak"
Kay menatap Jana dengan tajam, sedangkan Jana bertanya-tanya mengapa Kay menjawab tidak.
Ana meletakkan strawberry ditangannya ke dalam keranjang yang dibawa Vigo kemudian mendekati Kay. "woilah kalian" Ana menunjuk tangan Kay dan Jana yang masih berkaitan, kemudian menatap keduanya dengan bertanya-tanya.
"kalian beneran jadian? secepet ini? disini?"
"Jan. lo serius?!" kali ini Vigo yang bertanya
Jana melepaskan tangan Kay, "Iya. selama disini" jawab Jana membuat Vigo mengangguk dan teman-teman yang lain ikut tersenyum gembira, dengan begini mereka bisa lebih leluasa berduaan dengan pasangan, tanpa takut membuat Kay iri. Tapi tidak dengan Ana, setelah Jana berjalan mendekati Vigo dan membicarakan entah apa, gadis itu berbisik.
"lo kesambet apa sih? lo serius?" Ana berbisik namun tetap penuh penekanan
"Iya, selama disini, dan yaa kek temenan aja sih Na" Kay meminta Ana tak ambil pusing dengan status baru dirinya dan Jana
Ana menatap Kay, entah apa yang dia cari dari kedua mata Kay. "yaudah selama disini aja, jangan macem-macem sama Jana, Kay" peringat Ana serius
"Iya bebb" Kay mencubit pipi Ana yang tembam. "lo tenang aja yaa, sekarang ayo bersenang-senang. lo mau berduaan sama Vigo kan? silakan, nggak akan ada gue sebagai nyamuk lagi.
__ADS_1
...~N~...