BAD BOY SMK

BAD BOY SMK
SHANDRA SAKIT


__ADS_3

hallo gaess cinta cinta ❤️❤️❤️


selamat membaca ya readers tercintaaaa ❤️❤️


selamat menghaluu.


.


.


.


SHANDRA SAKIT


.


.


.


Shandra pun menuruni tangga dengan tergesa gesa.


Hingga tangga yg di lantai dua Shandra tidak memperhatikan langkahnya sehingga Shandra terjatuh dari anak tangga.


Shandra pun meringis saat merasakan perih di dengkul dan siku sebelah kanan nya yang terluka.


Semua yg ada di lantai itu pun membantu Shandra untuk bangkit berdiri tapi Shandra tidak bisa karna kaki nya juga terkeseleo karna jatuh dari tangga.


Shandra pun menangis karna merasakan sakit di kaki nya. Beberapa murid yang ada di situ pun mengenal Shandra dan langsung menghubungi Steven selaku ketua kelas Shandra.


Stev dan yang lainnya pun datang dari kantin setelah di telpon adik kelas tadi.


Mereka berlari tergesa gesa dari kantin menuju lantai dua tempat shandra terjatuh tadi.


" Sha lu gpp?" Tanya stev yg panik


" Kaki gua sakit" jwb Shandra menangis


" Ya ampun kok bisa gini si Shan?" Tanya Sinta.


" Gua tdi buru buru jadi ga lihat jalan " jwb Shandra yg masih menangis.


" Udh udh. Yuk gua bantu ke UKS " ucap stev


" Ga mau. Ke kelas aja " ucap Shandra.


" Ya udh yuk. Kita obati di kelas aja" ucap Angel.


" Stev angkat dong. Shandra ga bisa jalan" sambung Angel.


Steven pun mengangkat Shandra dan membawanya kembali ke kelas.


Mereka sampai di kelas. Dan stev langsung merebahkan Shandra di atas meja yang sudah di satukan Martyn tdi.


" Tunggu ya gua ambil obat dulu " ucap Angel dan turun ke ruang UKS dengan berlari kencang.


Saat di tengah jalan Angel bertemu dengan Sean.


" Kak kak. Kak Sean " panggil Angel dngn suara keras


Sean yg merasa di panggil pun menoleh ke arah Angel.


" Iya ada apa?" Tanya Sean


" Shandra kak. Shandra jatuh dari tangga" ucap Angel yg masih ngos-ngosan.


" Apa!


Kok bisa. Skrg shandra nya di mana?" Tanya Sean yang ikutan panik.


" Shandra di kelas kak. Tadi mau kita bawa ke uks tapi Shandra nya ga mau" jwb Angel


" Ya udh mksh ya. Kakak ke atas dulu " ucap Sean dan berlari Dengan kencang menuju kelas Shandra.


Sean berlari sangat kencang dan tidak memperdulikan murid murid lain yang di tabrak nya. Karna saat ini pikiran nya hanya ke Shandra.


Sean pun sampai ke kelas Shandra dan mendobrak pintu kelas dengan kencang.


Brakkk!


Suara pintu yang di dobrak Sean. Membuat semua yg ada di dalam kelas terkejut dan melihat ke arah Sean.


Sean tidak memperdulikan tatapan semuanya ke arah dia. Sean langsung menuju ke tempat shandra di baringkan.


" Kenapa kok bisa jatuh?" Tanya Sean dengan mengepal tangan nya menahan amarah melihat Shandra yg terluka.


Shandra yg melihat Sean menahan amarah semakin takut dan semakin menangis karna Shandra berpikir Sean semakin marah.


Sean yang tau Shandra takut kepada nya akhirnya menghela nafas nya. Dan mengatur emosi nya.


" Kenapa kok bisa sampai jatuh?" Tanya Sean mulai lembut.


" Jatuh dari tangga " jwb Shandra yg akhirnya menangis.


" Mau kerumah sakit?" Tanya Sean.


" Ga mau " jwb Shandra semakin kencang menangis.


" Ya udh jngn nangis " ucap Sean dan menghapus air mata Shandra.


" Yuk pulang aja" ucap Sean.


Shandra pun mengangguk.


Sean mengambil tas Shandra dan memakainya di pundak Sean.


Lalu Sean menggendong Shandra ala koala.


" Ssst sakit" ringis Shandra saat Sean mengangkat nya tadi .


" Tahan siapa suruh ga perhatiin jalan " ucap Sean.


Shandra yang tau salah hanya bisa memeluk Sean dan menenggelamkan wajahnya di dada Sean.


Mereka pun keluar dari kelas dngn di iringi semua mata yg ada di kelas Shandra.


Sean pun sampai di parkiran dan langsung memasukkan Shandra ke dalam mobilnya.


Setelah itu Sean mengeluarkan ponselnya dan menelepon papi nya.


" Hallo Pi" ucap Sean saat papi mengangkat tlpn.


" Iya bg ada ap?" Tanya papi dari sebrang tlpn.


" Pi Shandra jatuh dari tangga. Abg bawa pulang ya" ucap Sean.

__ADS_1


" Ha kok bisa bg.?" Tanya papi


" Nanti abg ceritain Pi. Skrg abg mau bawa shandra pulang dulu. " Jwb Sean


" Oh iya iya. Bawa aja nanti papi yg ngomong ke kepala sekolah" ucap papi


" Makasih ya Pi" ucap Sean


" Iya bg hati hati ya" ucap papi


" Iya Pi. Dahh" ucap Sean dan mengakhiri telepon.


Sean pun kembali ke dalam mobil setelah meminta ijin ke papi.


Sean mengendarai mobil nya dengan tenang walaupun dalam hati nya masih khawatir dngn Shandra. Tapi Sean diam saja saat di dalam mobil dan mengabaikan Shandra.


Begitu juga dengan shandra yang tau kalau sean masih marah. Shandra pun tidak berani membuka suara nya.


Hingga mereka tiba di rumah Shandra.


Sean memberhentikan mobilnya di depan rumah Shandra agar lebih memudahkan untuk membawa Shandra masuk kedalam rumah.


Sean pun keluar dan berputar ke arah tempat shandra. Sean membuka pintu mobil yg ada di sisi Shandra dan membawa Shandra dengan menggendong seperti tadi.


Sean masuk kerumah Shandra setelah satpam rumah Shandra membuka kan pintu tadi.


Sean pun meletakkan Shandra di sofa ruang tamu.


" Mah mah " panggil Sean saat sudah menaruh Shandra di sofa.


" Iya bentar" jwb mama


" Loh Sean. Ada apa sayang?" Tanya mama


" Ini mah abg anter Shandra." Ucap Sean


" Loh emang Shandra kenapa?" Tanya mama dan menghampiri Shandra yg berada di sofa.


" Jatuh mah" jwb Sean.


" Loh sayang kok bisa gini. Kenapa?" Tanya mama khawatir melihat Shandra


" Kakak jatuh dri tangga mah" jwb Shandra sedih


" Kok bisa sampai jatuh dari tangga. Emang kakak di usili?" Tanya mama


" Ga mah. Tadi salah shandra sendiri. Shandra ga perhatiin jalan waktu turun tangga" jawab Shandra yg sudah mulai turun air matanya.


" Astaga sayang. Jadi kamu udh di obati ?" Tanya mama


" Blm mah tadi udh di tawari ke UKS tapi Shandra ga mau" jwb Sean


" Loh sayang. Nanti jadi infeksi " ucap mamah


" Shandra takut mah. Sakitt bgtt" ucap Shandra menangis.


" Udah udah jngn nangis. Biar mama aja yg obati ya" ucap mama dan menghapus air mata Shandra.


" Tapi pelan pelan mah" ucap Shandra.


" Iya mama pelan pelan. Tunggu ya biar mama ambil dulu kotak obatnya." Ucap mama. Dan pergi kedalam untuk mengambil kotak p3k.


Mama pun meninggalkan Sean dan Shandra di ruang tamu, dan pergi mengambil obat.


Sean duduk di sofa lain dan menghiraukan Shandra.


Mama pun datang dan membawa kotak obat.


Dan bibi yg mengikuti mama Sambil membawa air hangat dengan wadah yang cukup besar.


" Sini biar mama bersihkan dulu pakai air hangat. Habis itu biar mama oles pakai alkohol biar kuman kuman nya pada mati" ucap mama


Mama pun membersihkan luka luka Shandra menggunakan handuk kecil yg di celup kedalam wadah berisi air hangat itu.


" Duh duh mah sakittt" rengek Shandra


" Sabar tahan sebentar" ucap mama dan tetap membersihkan luka Shandra.


" Ah mah ga mau . Sakit mah udh udh mah sakitt" ucap Shandra menangis dan menahan pergerakan tangan mama


" Ya harus tahan sebentar sayang. Kalau ga nanti kuman nya masih nempel jadi infeksi nanti" ucap mama yg berhenti membersihkan luka Shandra.


" Aahhk Shandra ga mau mah. Sakittt" ucap Shandra menangis dan menatap ke arah Sean juga.


Shandra pun berdiri dan berjalan ke arah Sean sambil menahan sakit yg ada di kaki dan tangan nya.


" Abggggg" rengek Shandra. Dan langsung memeluk Sean dengan menangis.


" Huhuhu. Abg maafin Shandra" ucap Shandra memeluk Sean dengan menangis.


Sean hanya diam saja tidak menanggapi Shandra walaupun di situ ada mama.


Mama yg tau kalau mereka sedang ada masalah pun meninggalkan mereka berdua di ruang tamu dan menaruh kembali handuk kecil ke dalam wadah air tadi.


Dan mengkode Sean agar Sean nanti mengobati Shandra.


Sean yg mengerti maksud mama pun mengangguk dan membiarkan mama pergi dari ruang tamu.


Tinggal lh mereka berdua di ruang tamu.


Shandra masih terus memeluk Sean dan masih menangis.


Sean membiarkan Shandra menangis hingga berhenti sendiri.


" Udh nangis nya?" Tanya Sean.


Shandra mengangguk.


" Kenapa kok sampai ga lihat jalan?" Tanya Sean dan berdiri dengan shandra yg berada di Gendongan nya . Lalu mengambil kotak obat dan air tadi.


" Tadi Shandra mau cari abg. " Jwb Shandra


" Mau ngapain cari abg?" Tanya Sean sambil mengobati luka Shandra pelan pelan.


Shandra meringis dan Sean langsung meniup luka nya.


" Ga tau. Tapi tadi abg ke kelas shandra habis itu mukanya marah" jwb Shandra.


" Jadi kamu cari abg tapi ga tau mau ngapain?" Tanya Sean lgi


" Iya" jwb Shandra menunduk.


" Kamu belum sadar juga salah kamu?" Tanya Sean


" Karna sebangku sama Martyn ?" Tanya Shandra.

__ADS_1


" Ga tau kamu pikir aja sendiri " jwb Sean kesal


" Ih jngn gitu. Shandra minta maaf " ucap Shandra


" Untuk apa kamu minta maaf kalau kamu aja ga tau apa salah kamu" ucap Sean


" Shandra ga ngasih tau abg kalau Shandra duduknya sebangku sama Martyn. Maaf" ucap Shandra.


" Udh lh. Abg malas sebenarnya ingat itu. Gara gara itu kamu jadi gini" ucap Sean


" Iya. Tapi abg kenapa sampai segitu nya sama Martyn?. Pdhl shandra lebih dekat sama stev tapi abg ga marah" ucap Shandra


" Stev sama Martyn itu bedah. Kalau Steven emang udh abg kasih printah buat jaga kamu. Dan dia juga tau kamu milik abg. Tapi kalau Martyn, dia tau kamu pacar abg tapi dia masih tetap suka sama kamu" ucap Sean.


" Abg kok bilang gitu. Emang abg tau darimana Martyn suka sama shandra?" Tanya Shandra.


" Abg tau. Karna dri tatapan Martyn itu berbeda saat natap kamu dari pada natap teman kamu yg lain." Jwb Sean


" Ah ga mungkin " ucap Shandra.


" Ya udh kalau kamu ga percaya. Terus aja dekat dekat sama dia" ucap Sean kesal dan melempar handuk untuk membasuh luka Shandra tadi.


" E eeh. Iya iya jngn marah" ucap Shandra dan menahan Sean agar tidak pergi.


" Abg ga suka lihat kamu dekat sama laki laki lain. Abg harus bilang berapa kali?" Tanya Sean


" Ya maaf. Kan waktu itu bukan Shandra yg pilih tempat duduk" jwb Shandra


" Ga mau tau. Pokoknya bsk kamu harus pindah nanti abg bilang ke Steven biar dia yg atur " ucap Sean tegas.


Shandra pun mengangguk.


" Maaf ya bg. Jngn marah marah" ucap Shandra dan memeluk Sean.


" Lain kali kamu harus hati hati. Jngn sampai membahayakan diri" ucap Sean dan membalas pelukan Shandra dan mengecup pucuk kepala Shandra.


" Iya" jwb Shandra dan menenggelamkan wajahnya di dada Sean.


" Udh kamu istirahat dulu. Bsk ga ush masuk" ucap Sean


" Ih jngn dong bg. Bsk Shandra tetap masuk aja ya" bujuk Shandra


" Ga. Kamu istirahat di rumah dulu. Kamu jalan aja masih susah " ucap Sean tegas.


" Iya deh" pasrah Shandra.


" Yuk abg gendong ke kamar" ucap Sean


" Iya. Tapi pelan pelan masih sakit" jwb Shandra


" Iya " ucap Sean dan menggendong Shandra ke kamar.


Mereka melewati ruang keluarga dan melihat mama yg ada di situ.


Mama yg melihat Shandra yg di gendong pun menggelengkan kepalanya.


Sean akhirnya sampai di kamar Shandra.


Dan meletakkan Shandra di atas kasur milik nya.


" Ada yg kamu butuhkan?" Tanya Sean setelah meletakkan Shandra.


" Shandra lapar" ucap Shandra


" Ya udh. Abg turun dulu biar ambil makanan" ucap Sean.


" Sama cemilan ya bg" ucap Shandra


" Iya tunggu di sini jngn banyak gerak" ucap Sean dan pergi kedapur.


" Mah mah. Ada makanan ga?" Tanya Sean sampai dapur.


" Ada sayang ini mama tadi udh buat untuk kalian" ucap mama dan memberikan dua piring makanan kepada Sean.


" Mah shandra juga mau cemilan" ucap Sean


" Oh ya udh nanti mama suruh mbak yg antar ke atas" ucap mama


" Okey mah. Makasih ya ma. Abg bawa keatas dulu" ucap Sean dan kembali ke kamar Shandra.


Sean pun masuk ke kamar Shandra dan meletakkan satu piring makanan ke atas nakas yg dekat dengan ranjang Shandra.


" Nih makan biar abg suapin" ucap Sean dan mengarahkan sendok ke mulut Shandra.


Shandra pun membuka mulutnya dan menerima suapan Sean.


" Abg cemilan nya mana?" Tanya Shandra sambil mengunyah.


" Nanti di anterin mbak. Makan dulu jngn bicara nanti keselek" ucap Sean.


Shandra pun mengangguk dan menelan makanan nya.


Sean terus menyuapi ke mulut Shandra sesekali dia juga makan dngn sendok yg sama untuk menyuap Shandra.


Makanan di piring pertama pun habis. Sean kembali mengambil makanan yg ada di piring satunya lagi. Dan kembali makan bersama Shandra.


Tok tok tok..


Bunyi ketukan dari luar.


Sepertinya itu mbak mengantar cemilan yang di minta Shandra tadi.


Sean pun berdiri dan membuka kan pintu.


Mbak masuk membawa nampan yang berisi cemilan dan minuman untuk Sean dan Shandra.


Setelah mbak meletakkan nampan itu mbak pun kembali keluar.


" Makasih ya mbak" ucap Sean sebelum mbak keluar.


" Iya den sama sama. Mbak mau kebawah dulu. Nanti kalau butuh sesuatu panggil mbak aja" ucap mbak


dan kembali kebawah.


.


.


.


Next chapter ya cinta cinta ❤️❤️❤️


jangan lupa like dan coment ya syg ❤️❤️❤️


kalau boleh kasihh sarannn

__ADS_1


biar saya gampang buat alur cerita selanjutnya hahheehejj.


PAPAYYYYY❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2