
**Halo gaes cinta cinta ❤️❤️❤️❤️
gimana gimana seru kan.
yeyy hari ini bisa up lgi hehehe padahal ga tau mau buat apa xixixi.
jngn lupa like dan coment ya cinta ❤️❤️❤️
spam komen dong kasih ide biar author tau mau buat apa heheh.
selamat membaca cinta ❤️🤣❤️❤️❤️**
.
.
.
KETEMU MARTYN
.
.
.
" Emang kenapa bg kalau ke rumah Oma kak Shandra?" Tanya Rachel
" Kamu mau nanti Shandra ga pulang lagi " jawab Sean
" Ha
beneran kak?" Tanya Rachel ke Shandra
" Ga kok
Kan kakak udh sekolah di sini.
Lagian Shandra emang niat nya cuma mau liburan doang " jawab Shandra
" Udh udh abg ga mau dengar.
Lagian libur semester masih lama" ucap Sean
" Bilang aja kalau abg ga mau jauh dari kak Shandra" ucap Rachel
" Heheh itu kamu tau" jawab Sean
" Bg ke taman yuk " ajak Rachel yg saat ini berdiri di jendela yg menghadap ke taman dan jalan besar.
" Ramai bgt ya.
Yuk main kesitu bg " ajak Shandra juga setelah melihat taman yg lumayan ramai di penuhi oleh penduduk apartemen.
" Ya udh yuk kebawah" jawab Sean
Mereka pun keluar dari apartemen menuju taman yg di bawah.
" E eh tunggu dulu ada yg ketinggalan.
Kalian di luan aja turun nya nanti Shandra nyusul" ucap Shandra saat sudah di depan lift.
" Okey jngn lama lama" jawab Sean
Mereka pun masuk ke dalam lift.
Shandra kembali ke dalam apartemen Sean dan mengambil beberapa Snack dan cake yg akan di makan di taman nanti.
Setelah itu Shandra pun turun ke bawah.
Saat tiba di lantai bawah Shandra melihat Martyn yg sedang bermain laptop di ruang tunggu koridor depan resepsionis.
Iya sosok yg di lihat Shandra tadi itu adalah Martyn.
Shandra pun berjalan keluar melewati Martyn.
" Loh Shandra" panggil Martyn yg terkejut melihat keberadaan Shandra
" Hai Martyn" balas Shandra
" Kamu tinggal di sini juga?
Lantai berapa?" Tanya Martyn
" Heheh engga gua cuma main aja kemari
Yg tinggal di sini itu salah satu keluarga gua" jawab Shandra
" Ouwh" ucap Martyn
" Gua duluan ya" pamit Shandra
" Iya sampai jumpa" balas Martyn tersenyum
Shandra pun kembali berjalan ke area taman.
Dan langsung menuju ke arah Sean dan Rachel.
" Huu capek nya " Hela Shandra
" Ouwh ternyata kakak mau ambil makanan toh" ucap Rachel saat melihat kantong kresek yg di bawa shandra
" Iya kan enak ngemil sambil lihat pemandangan" balas Shandra
" Hehe bagus juga kak" ucap Rachel
Sementara Sean langsung pergi menuju cafetaria untuk membeli minuman karna Shandra hanya bawa makanan saja.
Saat masuk kedalam Sean melihat Martyn yg masih tetap di tempat nya yg lagi bermain laptop.
" Shitt sial,
Pasti tadi Shandra ketemu dia " kesal Sean
Sean pun tetap berjalan ke tujuan awal nya tanpa menghiraukan keberadaan Martyn.
Setelah selesai membeli minuman Sean pun kembali ke taman dengan wajah datar nya.
Sean menyerahkan dua minuman ke arah Rachel tanpa berbicara dan memandang mereka.
Shandra dan Rachel sudah merasa ada yg aneh dengan tingkah Sean itu tapi tetap berusaha tenang.
Rachel pun menyenggol nyenggol bahu shandra agar meladeni sang abg.
Sementara Shandra hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karna dia juga takut. Heheh
" Abg mau balik aja di sini ga enak " ucap Sean datar dan kembali ke apartemen.
Setelah Sean pergi baru lah mereka menarik nafas dengan legah.
" Kak abg kenapa?" Tanya Rachel
" Ga tau tadi kan kita di sini" jawab Shandra
" Apa jngn jngn tadi abg jumpa Martyn ya. Waduh mampus deh kalau begini " ucap Shandra dalam hati
Dan dia sekarang sudah tau apa penyebabnya Sean seperti tadi pasti ada sangkut pautnya sama Martyn.
" Udh yuk kita balik aja" ajak Shandra
" Yukk" jawab Rachel
Mereka pun meninggalkan taman dan kembali ke unit apartemen Sean.
Dan saat di koridor tadi sudah tidak ada Martyn di situ.
Mereka pun sampai di lantai lima dan masuk ke dalam apartemen Sean setelah shandra memasukkan sandi nya.
" Ayo pulang " ucap Sean saat mereka sudah datang.
" Iya yukk" jawab mereka karna percuma juga mereka di sini tapi suasana hati Sean sedang tidak baik.
__ADS_1
Mereka pun keluar dan masuk kedalam lift.
Saat di lantai tiga pintu lift terbuka dan ada dua org yg akan masuk dari lantai itu.
Salah satu nya adalah Martyn.
Shandra yg melihat Martyn membelalakkan matanya dan merasa sedikit sesak dengan situasi sekarang.
Sementara Sean sudah mengeras kan rahangnya menahan kobaran api. Hahah
" Shandra " panggil Martyn saat di dalam lift
" Heheh" cengir Shandra canggung
" Udh mau pulang?" Tanya Martyn tersenyum
" Iya mau balik" balas Shandra
Pintu lift pun terbuka di lantai satu
Mereka semua keluar dari dalam lift.
Sean langsung jalan di Luan tanpa menunggu Shandra dan Rachel. Sementara Rachel langsung berlari mengejar sang abg.
" Mau di anterin ga?" Tanya Martyn
" Eh ga ush.
Gua Luan ya udh di tunggu soal nya" jawab Shandra cepat karna sudah di tinggal sean
" Hati hati" ucap Martyn
" Iya bayyy" balas Shandra dan langsung meninggalkan Martyn.
Shandra pun menyusul mereka ke parkiran
Dan melihat wajah Sean yg semakin mengeras karna dia menunggu cukup lama.
Saat ingin masuk ke bangku belakang ternyata pintu nya di kunci Sean .
Dan shandra pun membuka pintu depan karna dia tau apa maksud Sean.
Shandra pun duduk di samping Sean .
Setelah shandra memakai seltbet Sean pun menjalankan mobilnya keluar dari parkiran apartemen.
Sean mengendarai mobil sedikit kencang karna suasana hatinya saat ini benar benar buruk.
Sampai Shandra dan Rachel memegang erat karena takut.
" Abg pelan pelan" ucap Shandra memberanikan diri.
Sean pun mengurangi kecepatan mobilnya .
" Lain kali jngn ke apart lagi " ucap Sean dingin
" Heem" balas Shandra
" Ngomong yg jls " ucap Sean lagi
" Iya" balas Shandra
Sean melajukan mobilnya kembali ke rumah dan menurunkan Rachel setelah itu Sean kembali membawa Shandra.
Sean memberhentikan mobilnya di parkiran taman kota.
Mereka hanya diam saja di mobil setelah berhenti lumayan lama tanpa turun dari mobil, dan Sean membuang pandangannya ke arah jendela.
Sementara Shandra sudah gelisah dari tadi karna Sean tidak memperdulikan nya.
Shandra ******* ***** jari tangan nya menunggu Sean membuka mulutnya.
" Udh puas ngobrol sama cowok" ucap Sean setelah lama diam di dalam mobil. Karna dia masih mengatur emosi nya agar tidak melampiaskan nya ke Shandra.
" Maaf " jawab Shandra pelan
Pukkkk Sean memukul setir mobil dengan keras karna tidak puas dengan jawaban Shandra.
Shandra semakin meremas tangan nya karna takut melihat Sean kalau sudah marah.
" Kenapa minta maaf.
Belum puas tadi ngobrol nya" sindir Sean
" Ga gitu.
Tdi itu emang kebetulan.
Shandra juga ga tau kalau Martyn tinggal di apartemen" jawab Shandra
" Jngn sebut cowok lain !!" Marah Sean saat shandra menyebut nama cowok lain
" Maaf" ucap Shandra pelan
Sean kembali membuang wajahnya dan menghela nafas kasar.
" Shandra kan ga ngapa-ngapain kenapa sampai marah gini " ucap Shandra
" Lu ga ingat yg gua bilang kemarin.
Jngn dekat dekat sama cowok lain apalagi sampai ngobrol lama bgt " marah Sean
Sampai menukar panggilan nya menjadi gua lu
" Lu gua?" Tanya Shandra akan panggilan Sean
" Kenapa lu ga senang?!" Balas Sean
" Kok jadi gini sih.
Kan Shandra udh minta maaf lagian Shandra emang ga ngapa-ngapain" tegas Shandra
Sean yg mendengar perkataan Shandra semakin panas
" Tapi lu kan tau gua ga suka milik gua dekat sama cowok lain.
Apa lagi gua tau dia suka sama lu
Lu sadar ga sih!?" Marah Sean
" Ya kan aku juga udh jelasin ga ngapa-ngapain" balas Shandra yg ikut terpancing juga
" Udh lah emang lu gatel bgt" ucap Sean yg di Landa emosi
" Oh iya gua gatel.
Gua sampai lupa, ya udh kalau gitu gua mau turun di sini aja
Nanti gua bisa kok dapat tumpangan dari cowok yg gua goda " ucap Shandra yg akhirnya ikut marah juga.
Dan ingin membuka pintu mobil tapi masih di kunci Sean.
Sementara Sean yg mendengar perkataan Shandra semakin marah dan mengepalkan tangannya.
Shandra pun mendekat ke arah Sean untuk membuka pintu yg di kunci Sean.
Sean yg tau apa yg akan di lakukan Shandra langsung menarik Shandra duduk kembali di tempat nya, tapi Shandra memberontak karna dia juga sudah emosi di katakan kegatelan oleh sang kekasih.
" Awas gua mau turun.
Buka pintu nya" ucap Shandra kuat
Sean diam tanpa mendengar perkataan Shandra
Shandra pun mendekat kembali ke Sean agar membuka kunci pintu yg di samping nya.
Greeppp
Sean langsung memeluk shandra saat dia sedang berusaha mengklik tombol yg ada di pintu samping Sean.
" Awas ga usah sentuh sentuh gua.
__ADS_1
Lu kan ga mau sama cewek gatal kayak gua" marah Shandra menolak pelukan Sean.
Padahal saat ini dia ingin menangis karna tuduhan Sean tadi.
" Diem.
Kok jadi kamu yang ikutan marah bukannya bujuk abg " ucap Sean tegas dan sudah merubah panggilan nya.
" Ngapain bujuk elu
Gua masih bisa dapat cowok lain " balas Shandra
Cupppp
Cupppppppppp
Sean mencium bibir Shandra dengan ganas dan dalam karna tidak suka mendengar perkataan Shandra tadi.
Sean melumattt habis bibir Shandra dan menggigit bibir nya sangat kuat bisa di pastikan bibir Shandra akan bengkak.
Sean terus melahap bibir Shandra hingga Shandra kehabisan nafas.
Sean berhenti mencium Shandra saat tangan nya merasakan ada yg basah di sekitar wajah Shandra.
Lalu melepaskan ciuman nya setelah melihat Shandra yg menangis.
" Kok berhenti cium aja terus.
Gua kan cewek murahan" teriak Shandra menangis
Cupp cupp
Sean kembali mengecup bibir Shandra
Dia tidak suka mendengar perkataan Shandra yg masih pakai lu gua.
" Maaf jngn pakai lu gua lagi" ucap Sean
" Huhuhu abg tega bgt ngomong gitu ke Shandra.
Emangnya Shandra seburuk itu perkara bicara sama teman Shandra " ucap Shandra menangis
Sean pun memeluk Shandra dan mengelus kepala nya. Kalau sudah marah Sean selalu hilang kendali dan menyakiti Shandra dengan kata kata nya yg berakhir Shandra akan menangis seperti ini.
Tapi bila Shandra sudah menangis Sean juga tidak tega melihat sang kekasih yg menangis.
" Kamu tau dari dulu abg cemburuan.
Abg udh ingatin kamu supaya ga dekat sama cowok lain" ucap Sean pelan karna dia sudah bisa mengatur emosi nya.
Shandra diam dan membenamkan wajahnya di dada Sean.
" Kamu juga udh dengar dari mami papi mama papa bahkan semua org yg tau masa kecil kita kalau abg itu udh suka sama kamu dari kecil.
Tapi abg selalu aja buat kamu nangis karna apa?.
Karna abg emg ga suka kamu sama cowok lain " ucap Sean lagi
" Abg mohon ke kamu tolong ngertiin abg yg cemburuan ini.
Abg juga sadar terlalu over bgt ke kamu " ucap Sean lagi
Shandra mengangguk
Shandra menggigit dada Sean dengan kuat karna dia masih kesal dengan Sean tadi.
" Ssstt" desis Sean saat shandra menggigit nya.
Tapi Sean tidak melarang bahkan Sean membiarkan Shandra menggigitinya
Shandra terus menggigit Sean sampai puas .
Dia yakin pasti seluruh badan Sean akan ada bekas gigitan nya karna dia cukup kuat menggigit Sean.
" Udh puas?" Tanya Sean saat shandra melepaskan pelukan nya.
Shandra tidak menjawab dia masih cemberut dan kesal dengan Sean.
Shandra mengangkat kaos yg dikenakan Sean
Lalu melihat banyak tanda merah bekas gigitan nya memenuhi seluruh tubuh Sean.
Shandra melihat ke wajah Sean
Sean hanya tersenyum karna tau apa yg di maksud Shandra.
Shandra pun mengelus tubuh Sean yg kena gigitan nya.
" Ssstt" desis Sean bukan karna sakit tapi karna yg lain . Ahahah
" Sakit?" Tanya Shandra
Cuppppp
Sean tidak menjawab tapi dia kembali ******* bibir Shandra.
" Jngn di sentuh lagi " ucap Sean menahan tangan Shandra dan melepaskan ciuman nya.
" Kenapa?" Tanya Shandra
" Kamu mau tanggung jawab?
Yg ada abg makin sakit kepala" ucap Sean menahan sesuatu. Ahaha
Sean memeluk Shandra saat dia melihat Shandra yg kebingungan.
Shandra pun merasakan sesuatu yg bangun dari diri Sean. Shandra pun langsung diam .
" Tanggung jawab " bisik Sean di telinga Shandra dan mengecup telinga Shandra.
" Abgggg " elak Shandra karna merasa geli saat di sentuh area telinga nya.
" Ahk kepala abg denyut ni" adu Sean dan menenggelamkan wajahnya di leher Shandra
" Maaf Shandra tadi ga tau " balas Shandra dan mengelus badan Sean
Slurrpp cuppp
Sean menjilat dan mengecup leher Shandra
" Abgg" ucap Shandra merasa geli
" Tanggung jawab" ucap Sean di telinga Shandra dan menggigit daun telinga Shandra.
" Abg jngn
Kemarin abg udh janji" ucap Shandra menahan tangan Sean yg mulai menyentuh paha nya
" Maaf " ucap Sean
Dan semakin memeluk Shandra erat
" Lepas bg sesak" ucap Shandra karena Sean memeluk nya terlalu erat.
" Tunggu bentar aja
Sampai dia tidur lagi " jawab Sean di ceruk leher Shandra.
Shandra pun diam dan membiarkan Sean untuk sejenak.
tapi bukan nya tenang Sean malah ....
.
.
.
heheheh next chapter ya cinta ❤️❤️❤️❤️🤣
jngn lupa like dan komen nya ya ❤️❤️❤️
__ADS_1
mudah mudahan besok bisa up lgi hehehe
papayyy ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️