
Kedua tapak Guang Lu di dorongkan ke atas .
Arus energi petir listrik meningkat pesat di dalam tubuh mengalir ke atas hingga ke dua telapak tangan Guang Lu membentuk Sinar energi petir besar menyilaukan menembak ke atas Menyambut energi kepala Naga biru raksasa.
Boommmmm.......
Ledakan kehancuran yang sangat besar terjadi saat kedua energi bertabrakan menyebar ke segala arah .
Cong Xiau Ping dan Sing Cou Sampai bergerak mundur menjauh saat ledakan besar terjadi .
Akibat dari pertarungan energi yang sangat kuat itu tubuh Guang Lu Terpental sangat jauh hingga ratusan meter terhempas ke tanah dan bergeser membentuk garis lurus di permukaan tanah .
Tapak tangan nya memukul permukaan tanah lalu tubuh nya saldo di udara dengan sangat ringan dan indah mendarat dengan kedua kaki nya dengan mantap di atas tanah .
Setelah mendarat di permukaan tanah dari mulut Guang Lu mengalir keluar darah dari mulutnya .
Kain hitam yang menutupi wajahnya terlihat jelas ada bercak warna merah .
Napas Guang Lu memburu kelelahan dengan luka yang cukup dalam yang dia dapatkan dari pertarungan yang sangat berbahaya itu tetapi itu tidak terlihat karena ada kain hitam yang menutupi wajah nya .
Di kejauhan orang yang menyerang Guang Lu juga terpental jauh ke belakang lalu mendarat di permukaan tanah terhuyung huyung beberapa langkah hampir jatuh ke tanah .
Orang itu adalah seorang pria tua berjenggot hitam dengan kumis tipis ,dia adalah tetua Agung Sekte Naga Biru orang terkuat di sana .
" Kekuatan tingkat ke 9 puncak surgawi yang sangat mengerikan ,bagaimana bisa dia menahan seluruh kekuatan serangan energi tingkat jiwa Agung kedua ku ini serangan ini seharus nya sudah bisa membunuh hingga seluruh tubuh nya hancur berantakan dan mati seketika,Orang ini sangat berbahaya tidak peduli seperti apa latar belakang orang itu ,aku harus membunuhnya untuk kematian seluruh anggota sekte Naga Biru kami ."
Berkata di dalam hati Orang yang menyerang Guang Lu dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Tetua Agung Naga Biru seperti merasakan ada sesuatu di atas udara dengan cepat dia melihat ke atas .
Saat melihat ke atas udara dia menjadi sangat kaget luar biasa .
" Pedang merah ....!!!!"
Seru orang tua itu dengan mata terbuka lebar melihat ada ratusan pedang merah di atas udara seperti siap menyerang Tetua Agung Sekte Naga Biru .
__ADS_1
Di sisi lain .
" Tuan Muda ,ternyata ada di sini ."
Kata Guang Lu dalam hati membuat rasa percaya diri nya menjadi semakin kuat untuk bertarung menghadapi Tetua Agung Naga Biru yang berada di tingkat ke dua jiwa Agung.
" Bukan kah ini pedang merah Tuan Cang Lin,mungkinkah dia ada di sini !"
Bertanya Di dalam hati Cong Xiau Ping cepat melihat sekeliling untuk mencari ke beradaan Cang Lin tetapi dia tidak menemukan jejak ke beradaan Cang Lin.
"Ternyata Cang Lin ada disini, itu adalah pedang pusaka Cang Lin,kami terselamatkan !"
Sing Cou menjadi sangat senang saat melihat muncul nya pedang merah di atas langit menunjukan Cang Lin ada di sekitar mereka .
Xinggg......
Ratusan pedang merah itu melesat turun menyerang ke bawah tetapi aneh nya tidak menyerang tetua agung Naga Biru.
Tetapi munghujam ke permukaan tanah yang terdapat banyak mayat anggota Sekte Naga Biru.
" Ini bahaya ..! Cang Lin Sang iblis benar benar ada di sini ternyata mereka adalah orang orang Cang Lin sang iblis ,aku harus cepat pergi dari aku sama sekali bukan tandingan iblis ini ..!!"
Berkata Di dalam Hati Tetua Agung Naga Biru menyadari keadaan nya saat ini bergerak sangat cepat melompat pergi tetapi di jalur pelarian nya telah berdiri seorang pemuda berwajah sangat tampan berusia sekitar 19 tahunan berbaju Biru tepat ada di hadapan nya dengan tingkat aura energi ke 5 jiwa Agung .
" T-tingkat ke 5 jiwa Agung ! Dia Cang Lin ..!!!!"
Seru Tetua Agung Naga Biru sangat ketakutan saat melihat aura enegi sejati Cang Lin yang berada di tingkat ke 5 jiwa Agung.
" Ingin pergi kemana kamu ini ,pertarungan belum selesai kamu belum bisa pergi dari sini ."
Kata Cang Lin sambil tersenyum kecil .
Melihat senyum kecil itu seperti melihat senyum kematian untuk Tetua Agung Naga Biru.
" Kau Cang Lin Sang Iblis ! seluruh anggota Sekte ku telah mati dan Sekte Naga Biru sudah menghilang dari dunia kultivasi, bisakah kau bermurah hati mengampuni hidup ku ini ."
__ADS_1
Pinta tetua Agung Naga Biru meminta agar dia jangan di bunuh .
" Saat kau membunuh orang lain dengan kejam,apakah kau pernah mengampuni mereka ,Tetapi aku tidak sekejam diri mu ,aku bisa saja membiarkan kau pergi dari sini jika kamu bisa mengalahkan Mereka bertiga ."
Kata Cang Lin dengan suara yang tenang .
" Apakah kata kata iblis bisa di pegang ?"
Tanya tetua Agung Naga Biru dengan sangat serius karena mungkin ini adalah satu satunya jalan jika dia ingin tetap bertahan hidup.
" Aku Cang Lin tidak pernah melanggar apa yang telah aku katakan ,atau kau lebih memilih untuk menghadapi ku ."
" Tidak ! Baik aku akan bertarung dengan mereka bertiga, bagaimana jika mereka bertiga mati terbunuh."
" Jika mereka kalah dan mati terbunuh anggap saja nasib mereka sangat buruk kematian yang layak untuk mereka ."
Jawab Cang Lin seperti tanpa ada beban sedikit pun.
" Kenapa harus membahayakan diri sendiri, orang ini sudah berada setengah langkah kaki menuju jalan ke neraka ,dengan tingkat kekuatan ke 5 jiwa Agung tuan muda ,bunuh saja orang ini tidak perlu berbelas kasihan ."
Sing Cou yang merasa tidak memiliki kemampuan untuk bertarung dengan kekuatan tingkat ke dua jiwa Agung berusaha membuat Cang Lin membunuh tetua Agung Naga Biru dengan cepat sehingga dia tidak harus bertarung lagi.
" Bertarung dengan lawan yang kuat akan bertambah kuat,aku siap bertarung dan membunuh orang ini ."
Jawab Guang Lu dengan tegas tanpa ada keraguan sedikit pun untuk menghadapi lawan tingkat kedua jiwa Agung.
" Bertarung sampai mati,aku Cong Xiau Ping tidak takut menghadapi nya ."
Sama seperti Guang Lu Cong Xiau Ping pun tidak gentar harus bertarung dengan tingkat ke dua jiwa Agung.
Sing Cou mengepalkan tangan nya dengan erat karena di antara mereka berdua dia lah yang paling lemah ,jika pertarungan terjadi dia adalah orang pertama yang akan mati .
" Ini buruk ! tetapi aku tidak memiliki pilihan lain ,biarkan saja takdir yang menentukan segala nya. "
Berkata Di dalam hati Sing Cou memperkuat tekad nya untuk ikut bertarung .
__ADS_1
######