
Mobil yang dikendarai Farah dan juga putri sekarang menuju ke perusahaan Danu. Hari ini Farah akan berkunjung untuk yang pertama kalinya keperusahaan Daddy nya itu.
Jarak panti asuhan menuju perusahaan Axel Crop memakan waktu sekitar 2 jam. Didalam mobil hanya ada keheningan. Farah maupun putri tidak ada yang berbicara mereka sedang larut dalam pikirannya masing-masing.
Setelah menempuh perjalanan jauh tersebut tibalah mereka dihalaman luas perusahaan Axel Crop. Farah dan Putri melangkah keluar dari mobil. Putri menganga tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
Bangunan menjulang tinggi yang sangat luas. Area parkir yang juga sangat luas dan jangan lupakan ada taman khusus untuk para karyawan jika mereka lelah dengan pekerjaan.
"Selamat pagi,ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis tersebut
"Saya ingin bertemu dengan tuan Danu" ucap Farah menyebut Danu tanpa embel-embel Daddy.
"Maaf apa sebelumnya sudah ada janji" ucap resepsionis tersebut
"Tidak" jawab Farah singkat
"Mohon maaf jika tidak ada janji maka tidak bisa bertemu dengan tuan Danu" ucap resepsionis tersebut
"Saya ada perlu ini penting" ucap Farah lagi
Farah hanya ingin mengetes resepsionis tersebut. Tampilan Farah hari ini juga terlihat sederhana dengan celana jeans dan baju kaos oversize kebanggaan nya.
"Mohon maaf mbak jika tidak ada janji kami tidak bisa memberikan izin" ucap resepsionis tersebut
"Telpon saja dulu asisten nya kan bisa" ucap Farah lagi seperti nya ia senang memancing emosi resepsionis tersebut wkwk
"Kak sudah ayo pulang kita juga tidak diizinkan masuk" ucap Putri, seperti nya ia lupa jika tadi Farah mengatakan ingin berkunjung ke perusahaan Daddy nya.
"Sebaiknya kalian pergi saja apa kalian tidak melihat tampilan kalian itu sudah seperti gembel" ucap resepsionis tersebut sinis
Farah tersenyum miring mendengar ucapan resepsionis tersebut, seperti nya usaha nya untuk memancing emosi resepsionis tersebut berhasil.
"Saya tidak bisa pulang saya ingin bertemu tuan Danu" ucap Farah menarik tangan putri dan mulai melangkah masuk
"Heiii" pekik resepsionis tersebut
"Jangan kurang ajar ya kamu sudah di bilang tuan Danu tidak bisa ditemui jika tidak mempunyai janji dengan beliau, lagian siapa kamu yang berani menginjakkan kaki di perusahaan elit seperti ini" ucap resepsionis marah
"Saya tadi sudah berbicara baik baik tapi anda tidak mengizinkan jadi jangan marah jika saya akan masuk sendiri" ucap Farah
"Dasar wanita tidak tahu malu, satpammm" teriak resepsionis tersebut memanggil satpam
"Ada apa nona"? Tanya satpam tersebut
"Usir 2 perempuan ini dia sudah lancang masuk ke Perusahaan dan ingin menemui bos danu" ucap resepsionis tersebut
"Mari nona tolong jangan buat keributan disini" ucap satpam tersebut sopan
"Saya tidak membuat keributan,saya datang baik baik ingin menemui tuan Danu" ucap Farah lagi
"Maaf nona jika tidak ada janji kami tidak bisa memberikan izin itu semua sudah aturan kantor" ucap satpam tersebut
"Sudah pergi sana lagian mana mungkin bos danu mau menemui gadis urakan seperti kalian ini dari penampilan saja sudah tidak meyakinkan" ucap resepsionis itu sinis
__ADS_1
"Baiklah kita akan pergi tapi setelah bertemu tuan Danu" ucap Farah dan langsung menarik putri untuk melanjutkan perjalanan menuju ruang Daddy-nya
Karna sudah emosi resepsionis tersebut menarik rambut Farah dan Putri dan segera menyeret mereka berdua keluar.
"Arghhh"teriak putri dan Farah terkejut dan juga merasa nyeri pada kepala nya
"Brengsek" murka
BUGH
Tanpa ada yang tahu Farah segera menendang kaki resepsionis tersebut hingga ia jatuh.
"Lancang sekali kau menarik rambutku" ucap Farah dingin dengan sorot mata tajam
"Sdhhh bajingan inisudah aku katakan jangan masuk tapi kau malah lancang masuk" ucap resepsionis marah
"Bawa dan seret mereka berdua" teriak resepsionis tersebut kepada satpam
Belum sempat satpam tersebut menyentuh mereka berdua, Farah sudah memelintir tangan satpam tersebut.
"Arghhh sa-sakit" ucap satpam tersebut terbata menahan sakit
"Aku tidak Sudi tanganku disentuh orang seperti kalian" ucap Farah dingin
Farah mendorong tubuh satpam tersebut hingga jatuh dan ia segera merogoh tas nya dan menelepon seseorang.
"Cepat kebawah" ucap Farah dingin
"Nona muda" ucap asisten tersebut yang diketahui bernama vino
"No-nona m-muda" ucap satpam dan resepsionis tersebut terkejut.
"Maaf apa yang terjadi nona muda" tanya vino
Bukannya menjawab Farah menatap tajam 2 manusia didepannya saat ini,terutama resepsionis.
"Jangan pernah memandang orang sebelah mata, apalagi hanya melihat dari penampilan nya saja. Anda yang berpenampilan rapi dan menarik pun belum tentu mempunyai sifat dan sikap yang baik. Belajar lah menghargai orang lain jika ingin dihargai" ucap Farah dingin
"Obati mereka berdua dan jika sudah selesai langsung suruh keruangan Daddy" ucap Farah lalu meninggalkan mereka diikuti putri.
Putri sedari tadi hanya diam saja dia tidak tau harus berbuat apa. Bahkan saat melihat kemarahan Farah putri mendadak takut kepada Farah. Apalagi jika putri tau bahwa Farah adalah seorang mafia.
Farah hanya diam saja selama berada didalam lift. Keheningan kembali hadir diantara mereka. Putri juga takut untuk membuka suara.
Ting
Tok tok tok
"Masuk" jawab Danu
Ceklek
"Queen" beo Danu
__ADS_1
"Siang Dad" ucap Farah
"Siang Queen ada apa hm tumben kekantor"? Tanya Danu sambil mengelus kepala putri nya
"Hanya ingin bermain" jawab Farah seadanya
Pandangan Danu beralih kesosok gadis mungil dibelakang Farah. Farah yang melihat sang Daddy menatap kearah punggung nya pun ikut berbalik dan ia terkejut melihat putri hehe.
"Astaga maafkan aku putri aku melupakan mu hehe" cengir Farah tanpa dosa
"Ti-tidak apa apa kak" jawab putri kikuk
"Oh ya dad kenalin ini putri yang kemarin Farah ceritakan, dia akan tinggal bersama kita mulai hari ini" ucap Farah memberi tau Daddy nya
"Siapa namamu nak"? Tanya Danu
"Putri om" cicit putri
"Jangan panggil om panggil saja Daddy sama seperti Queen" ucap Danu
"Queen" beo putri
"Hm maksud nya itu gue" jawab Farah
"I-iya dad" jawab putri
"Duduklah nak kamu mau makan apa"? Tanya Danu
"Apa saja aku sudah lapar dad" rengek Farah
"Makanlah semuanya ada di kulkas" ucap Danu
"Kamu juga makanlah nak makanan dikulkas itu memang sengaja Daddy siapkan untuk Farah" ucap Danu kepada putri
"Iya dad terimakasih" jawab putri
Danu kembali keperkerjaan nya sedangkan Farah dan Putri asik bercerita sambil memakan cemilan.
Danu yang sesekali melihat kearah putrinya pun tersenyum.
"Daddy senang melihat kamu tertawa lepas seperti ini Queen, Daddy harap tawa ini selalu ada. Mengingat musuh sudah mengintai kamu nak" ucap Danu dalam hati.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Danu
"Permisi tuan saya membawa laporan yang anda minta" ucap pria tersebut yang tak lain adalah Robbert molvin
Farah yang melihat kehadiran Robbert pun tersenyum miring.
"Ini dia hama yang harus gue musnahkan dari perusahaan ini" ucap Farah dalam hati
Kedatangan Farah ke perusahaan sang Daddy bukan tanpa alasan, Farah datang tiba-tiba karna dia tau Robbert akan menyerahkan laporan keuangan hari ini. Dan diotak Farah sudah tersimpan berbagai rencana licik untuk membasmi hama penganggu.
__ADS_1