
Kegaduhan di pagi hari, di mulai dari sang fajar yang menyingsing lembut memancarkan sinar pada penjuru pelosok, membuat embun yang tertidur di atas dedaunan perlahan turun dan menjatuhkan diri di atas tanah kering namun berasa lembab.
Terdengar ringisan lirih dari bibir kering Flora yang haru saja sadarkan diri sejak tadi malam.
"Apa kau baik-baik saja nona?" Tanya seorang wanita paruh baya yang membantu Flora mendudukkan diri.
"Siapa kau? di mana aku?" Tanya Flora sembari membangunkan tubuhnya dengan wajah bingung.
"Kau pingsan di depan toko ku nona, jadi aku membangunkan mu." Jawab wanita itu yang di ketahui si pemilik toko tempat Flora pingsan.
"Toko? Bukankah semalam aku ada di hutan." Sahut Flora yang terkejut.
"Maaf nona, tapi anda pingsan di sini, jika anda tidak yakin anda bisa melihat nya di cctv toko ku, kebetulan di depan toko ku ada cctv." Ucap kembali wanita itu dan meyakinkan Flora kalau dirinya benar-benar tergeletak tak sadarkan diri di depan toko itu.
Flora berfikir sejenak dan kemudian menjawab ucapan wanita itu.
"Sepertinya tidak perlu... Aku hanya kurang enak badan, mungkin karena itu aku jatuh pingsan dan berkhayal, terimakasih kasih atas bantuannya nyonya." Ucap Flora sembaru menundukkan kepalanya sebentar.
"Sama-sama nona... Duduklah di sini, akan ku ambilkan teh hangat sebentar."
Jawab wanita itu dan kemudian pergi meninggalkan Flora.
Mendudukkan diri di sofa yang cukup empuk dan di kelilingi dengan banyak nya rangkaian-rangkaian bunga berwarna-warni membuat Flora sedikit tenang, ya dirinya sekarang tengah duduk di dalam toko bunga milik wanita tadi, dan sejenak ia berfikir kalau kejadian tadi malam hanya sebuah kejadian yang ada dalam bayangan nya saja, seperti malam-malam sebelumnya.
.
.
.
"Kenapa aku selalu mengalami hal seperti itu," Flora menghembuskan nafasnya kasar, "menakutkan sekali hidupku ini." Monolog nya dengan wajah yang mengarah ke cermin dan tangan yang menggenggam hairdryer guna mengeringkan rambutnya.
Tepat setelah ia mencharger ponselnya di toko bunga tadi, Flora langsung mendapat panggilan telpon dari ibu tirinya, bukannya menanyakan bagaimana keadaan anaknya sekarang, ibunya itu malah memarahinya dan menyuruhnya untuk segera pulang. Alhasil dirinya kembali ke rumah dengan tergesa-gesa dan betapa terkejutnya ia saat melihat saudara laki-lakinya tengah duduk manis di sofa ruang tamu rumahnya, dan terjadilah drama seorang adik kakak yang di mabuk rindu, pasalnya mereka sudah sangat lama tidak bertemu hingga 3 tahun lamanya.
Beberapa tahun ini Yoon tidak bisa menjenguk adiknya dikarenakan urusan di kantornya yang tidak ada habisnya sama sekali, dan hal itu membuatnya tidak bisa menjenguk adiknya dengan rutin seperti tahun-tahun yang lalu.
Terdengar suara ketukan pintu.
__ADS_1
"Masuk saja, pintunya tidak terkunci." Suruh Flora.
Berjalan mendekati adiknya dan memeluknya dari belakang, tapi bukan Yoon namanya kalau tidak memeluk di bagian leher, bak orang yang sedang mencekik dengan lengan kekarnya begitulah cara Yoon memeluk Flora, adik kecilnya yang sangat ia sayangi dan ia banggakan.
"Kenapa kakak tidak menelpon ku terlebih dulu kalau kakak akan pulang ke kerumah?" Tanya Flora dengan nada sedikit kesal.
"Aku ingin memberi mu surprise, tapi aku sama sekali tidak melihat mu di penjuru rumah dan saat aku ingin menelepon mu tiba-tiba saja kau datang dengan pakaian dan rambut yang berantakan, sebenarnya ada apa dengan mu selama aku tidak ada di sini?" Yoon, satu-satunya pria yang menjadi pelindung dan sandaran saat Flora benar-benar membutuhkan, tapi karna urusan bisnis mereka harus terpisah selama beberapa tahun.
"Hm aku baik-baik saja..." Jawaban yang tak sesuai dan tentunya di baluti dengan senyum manis yang merekah di kedua sudut bibirnya.
"Aku memantau mu Flora... Jangan kau kira aku tidak mengetahui apa yang terjadi padamu di sini, ibu kesayangan mu yang busuk itu tidak pernah memperhatikan mu tapi kenapa kau tidak mengusirnya saja dari sini, jika kau keberatan biar aku yang mengusirnya." Timpal Yoon dengan nada yakin.
Benar yang ia katakan kalau Yoongi mengetahui setiap pergerakan Flora bahkan saat adiknya itu tertidur sekalipun, kejadian-kejadian di tiap malam Flora dan juga penyebab nya ia juga tau, hanya saja ia masih menutupinya dari Flora.
Bukan hanya dari teman-teman yang ia pekerjakan saja, sebenarnya Yoon memiliki kemampuan yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, kemampuannya itu jelas di luar nalar manusia pada umumnya, dan ia mendapatkan itu karena faktor genetik yang ia punya dari kakek buyutnya.
"Kau ini berhentilah bercanda seolah-olah kau mempunyai kekuatan ajaib, sudahlah aku sangat lapar, lebih baik kita makan siang bersama." Sahut Flora yang kemudian berjalan keluar kamar dan menuju ruang makan.
Mereka pun makan bersama dengan ibumereka, lebih tepatnya ibu tiri mereka.
"Kau tau Yoon, adikmu akhir-akhir ini seperti orang gila yang tiba-tiba di temukan di pinggir jalan bahkan sampai di rel kereta api." Ucap ibu tiri mereka yang bernama Kim Yuri.
Sahut Yoon dengan smirk nya sambil menikmati hidangan makan siangnya yang membuat Yuri tak berkutik, dan sontak Flora pun memandang tajam ke arah sang kakak, "memang seperti itu bukan? kau bahkan sangat di segani di kantormu dan kau juga gadis terpintar di kantormu, hanya orang seperti nya saja yang memandang mu seperti orang gila. Dan lihat saja, minggu depan jabatanmu akan di naik kan oleh Presdir barumu." Timpalnya kembali dan membuat Flora terkejut.
"Bagaimana kau tau kalau aku akan mempunyai Presdir baru?" Tanya Flora yang hanya di jawab dengan tatapan mengejek dari kakaknya itu, "kau bercanda kan?" Sambungya lagi, dan Yoon masih tidak menjawabnya.
Sedangkan Yuri, ia masih terdiam membungkam mulutnya dengan makanan, karna itu lebih baik daripada harus di rendahkan oleh Yoon secara langsung.
.
.
.
Selesai makan siang Yoon mengajak Flora ke suatu tempat untuk melepas rindu mereka dan sekaligus ada yang ingin Yoon bicarakan dengan adiknya itu.
30 menit berlalu, ternyata mereka ke sebuah taman yang sangat teduh dan sejuk, mungkin karna cuaca hari ini juga sangat mendukung.
Terdengar Yoon sedikit menghela nafas.
__ADS_1
"Sudah sangat lama sekali aku tidak merasakan udara di tanah kelahiran ku." ucap Yoon kala menyandarkan tubuhnya di bangku besi di pinggir sungai.
"Kelahiran mu di Busan kalau kau lupa." Seru Flora mengingatkan Yoongi, "Eoh, Apa kau akan pergi lagi setelah ini?" Tanya Flora sambil mengerucutkan bibirnya, mengingat kalau perusahaan sang kakak berada di luar Negeri.
"Sama saja, Hmm... seharusnya seperti itu, tapi kantor pusat sudah di pindahkan di Busan jadi aku bisa mengunjungimu kapan saja tanpa kendala." Jawab Yoon yang membuat Flora tersenyum.
"Eoh benarkah? Kenapa kau baru memberi tahu ku? ah iya bukankah di Busan ada keluarga-keluarga besar kita? Woaah jika aku berkunjung ke kantor mu, aku juga bisa berkunjung ke rumah mereka." ucap Flora yang antusias namun bebalik dengan Yoon, ia malah memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Keluarga mu hanya aku, jangan menyebut siapapun sebagai keluarga mu, terkecuali dengan keluarga suamimu saat kau sudah menikah kelak." sarkasnya, ia tak suka dengan keluarga-keluarga ayahnya, bahkan keluarga ibunya juga.
"Kenapa begitu?" Tanya Flora yang nampak bingung.
"Akan ku beri tahu, tapi nanti." Sahut Yoon dengan singkat. Setelahnya, tanpa aba-aba ia mendaratkan satu kecupan di kening adiknya itu. Yoon melayangkan kecupan di pucuk kepala Flora karena merasa sangat gemas kepada adiknya itu.
.
.
.
Keluarga Zoltan dengan marga asli Min merupakan salah satu keluarga yang memiliki keturunan dekat dengan bangsawan secara langsung jadi tak ayal kalau Yoon mempunyai kemampuan melihat nya yang jarang di miliki oleh orang, tapi kenapa Flora tidak seperti Yoongi, karna Flora berbeda dia mempunyai kemampuan nya tersendiri bahkan jika di kategorikan pastinya kemampuan yang dimilikinya sangat istimewa, oleh karena itu Yoongi sangat menjaga adik perempuannya itu.
Dan sedikit informasi tentang ayah dan ibu mereka berdua, ayah mereka bernama Min Young Hwan seorang petinggi negara yang cukup di segani masyarakat pada masanya, tapi banyak yang tidak mengetahui kalau sebenarnya Young Hwan adalah seorang politikus berdarah bangsawan, ia mempunyai banyak kelebihan dan tak jarang ia sering berkomunikasi dengan roh-roh atau bahkan penduduk alam sebelah dengan kepentingan khusus, dan hal itu menurun kepada anaknya yang bernama Min Yoon.
Young Hwan memulai bisnisnya di Negeri Eropa, ia bahkan mengganti marga nya dengan marga baru di belakang, yaitu Zoltan. Dan marga itu menjadi terbiasa di pakai oleh kedua anaknya.
Sedangkan ibu mereka adalah wanita biasa yang sangat cantik dan juga baik hati bernama Kim Seol a yang telah meninggal dunia setelah melahirkan anak keduanya yaitu, Min Flora.
Karna merasa kewalahan dengan merawat kedua anaknya dan juga pekerjaan yang menumpuk, Young Hwan pun memutuskan untuk mencari pengganti istrinya dan menikah dengan seorang wanita bernama Kim Yuri yang sampai sekarang menjaga anak-anak tirinya, ralat, mungkin bukan menjaga melainkan menelantarkan mereka berdua, tepat setelah meninggalnya Young Hwan 12 tahun lalu Yuri menelantarkan anak-anak tirinya yang masih berumur belasan tahun dengan alasan mereka bukan siapa-siapa lagi setelah ayah mereka meninggal dan semua harta waris di ambil alih olehnya meskipun ada beberapa perusahaan yang waktu itu di wariskan dan di atas namakan dengan Min Yoon.
Tetapi anak sulung keluarga Min bukan anak yang sembarangan jadi ia berhasil mengambil alih kembali kekuasaannya sejak ia berumur 18 tahun, usia yang masih sangat muda tapi menurutnya itu bukan halangan untuknya merebut kembali kekuasaan ayah mereka dari ibu tirinya, dan Yoon juga berkali-kali mencoba mengusir Yuri dari tempat tinggal mereka tapi Yuri malah berakting dan memohon kepadanya serta meminta maaf, sebenarnya hal itu tidak membuat Yoon goyah akan keputusannya untuk mengusir Yuri tapi tidak dengan adiknya, Flora malah ikut memohon kepada Yoon agar Yuri di beri kesempatan lagi, dan permohonan Flora sukses membuat Yoon mengikuti kemauan adiknya.
Umur 18 tahun bukanlah umur yang cukup bagi seorang pemuda untuk memegang kekuasaan perusahaan, dengan banyak pertimbahan Yoon pun meminta bantuan temannya agar perusahaan di urus dan di pegang oleh nya, karena masalah pendidikan Yoon juga harus menyelesaikan kuliahnya.
Hingga saat ia sudah benar-benar bisa memegang perusahaan itu di usia 21 tahun, dan mengembangkan bisnis ayahnya hingga berkembang sampai sekarang, ia bahkan memindahkan kantor pusat ke Negara asalnnya, sedangkan di Eropa kini menjadi kantor cabang.
__ADS_1
...Yoon : "saat aku kembali, tidak akan pernah ku biarkan adik ku tersiksa lagi karena mu brengsek!"...