Bayangan Kematian

Bayangan Kematian
4.


__ADS_3


Siang hari yang cerah di tambah dengan pemandangan pepohonan yang rindang di taman merupakan destinasi dadakan yang sangat menyejukkan, terlebih hari ini adalah hari libur dimana semua pekerja bisa merenggangkan otot-otot tegang sehabis bekerja semalam.


"Kau mau ice cream dan makanan pedas?" Tanya Yoon kepada Flora yang sibuk memotret pemandangan indah di depannya.


"Euum... Boleh?" Seakan mendapatkan pertanyaan yang sejak lama ia tunggu-tunggu membuatnya merespon cepat dan sangat antusias.


"Sayangnya tidak, kau ingin mati muda hm?" Senyum licik yang di ukir Yoon benar-benar membuat Flora ingin menonjok kakak nya itu sekarang juga.


"Terserah." Merajuk, bukan Flora namanya kalau tidak merajuk.


"Selama 3 tahun ini sudah berapa kali kau masuk rumah sakit tanpa memberi kabar kepada ku?" Tanya Yoon tiba-tiba dan membuat Flora memalingkan wajahnya karena merasa tersindir.


"Tidak pernah." Sahutnya dengan singkat, padahal jelas-jelas ia sudah sering keluar masuk rumah sakit akibat penyakit lambungnya kambuh.


"Tidak pernah sepuluh kali." ucap Yoon sembari mencubit lembut hidung mancung adiknya itu, "ah iya hampir saja lupa, aku ingin bicara serius dengan mu." Sambungnya dengan wajah yang tiba-tiba datar dan berubah serius.


"Ya, aku serius." Jawab Flora dengan wajah khas mengejeknya.

__ADS_1


"Aku serius Min Flora! Jika hanya bermain-main saja lebih baik kita pulang sekarang."  hampir berdiri namun di tahan oleh adiknya.


"Ya ya yaaa aku serius, janji, jadiiii." Ucap Flora yang menarik kakaknya untuk duduk kembali.


"Keluarkan surat pengunduran diri di kantor mu dan bantu aku mengurus kantor cabang di sini, kau terlalu mandiri untuk bekerja di luar perusahaan ayah, dan jangan lupa kalau perusahaan bos mu adalah saingan besar perusahaan ayah," Jelas Yoon, "Minggu depan jabatanmu akan naik dan sebelum itu aku ingin kau mengundurkan diri, bukan untuk ku Flora tapi untuk ayah, dia sudah membangun perusahaan hingga sebesar ini dan tugas kita menjaga dan mengembangkan nya lagi, bukan malah bekerja di perusahaan lain, bahkan sampai menjadi karyawan biasa." Sepertinya pembicaraan Yoongi sudah mulai serius.


"Tapi kak... Aku sudah lama bekerja di sana dan tidak mungkin aku keluar hanya karna persaingan perusahaan bukan? dan kau bilang jabatan ku akan naik? Darimana kau mengetahuinya?" Berbalik menatap sang kakak.


"Tidak ada alasan lain selain menjaga dan mengembangkan perusahaan ayah, dan soal jabatanmu kau tidak perlu tau, yang jelas minggu depan jabatanmu akan di naik kan oleh bos barumu itu." Ucapan yang mungkin sangat enteng bagi Yoon tapi tidak bagi Flora, pasalnya dirinya sudah bertahun-tahun bekerja menjadi karyawan terbaik di perusahaan itu, jadi akan sangat sulit untuknya mengundurkan diri terlebih ada alasan yg besar untuk nya meninggalkan kantor itu.


"Akan ku coba." kecewa, sangat kecewa, tapi bagaimanapun juga ucapan Yoon memang benar, perusahaan ayahnya jauh lebih penting di banding dengan pekerjaannya sekarang walaupun ia lebih menyukai pekerjaannya yang sekarang.


"Tidak, aku ingin pulang saja, menyiapkan suratnya sedari sekarang akan lebih baik." jawabnya dengan nada lirih.


"Tidak ingin ke tempat lain? Ayolah kita baru saja bertemu." Bujuk nya, Yoon tau adiknya sedang kecewa.


"Tidak, hanya ingin rumah." singkatnya.


Yoon pun hanya diam tak menjawab, ia berdiri lalu menggandeng tangan adiknya menuju ke parkiran, ia tau apa yang di pikirkan Flora sekarang, memang berat berada jauh dengan orang yang kita cintai, itulah yang sedang memutari fikiran Flora sekarang, ia memikirkan bagaimana cintanya berada jauh darinya padahal ia baru saja jatuh cinta dengan bos barunya itu tapi Yoongi malah menyuruh dirinya untuk mengundurkan diri. Meskipun ia kecewa dengan apapun itu selagi demi ayahnya dan kakaknya akan ia lakukan.

__ADS_1


.


.


.


Tidak seperti saat berangkat tadi, Yoon mempercepat mengendarai mobilnya dan hanya membutuhkan setengah waktu dari perjalanan saat berangkat tadi mereka berdua pun sampai di rumah.


Kamar, tujuan utama Flora namun saat ia hendak masuk rumah Yoon mencekal lengan Flora.


"Siapkan laptop dan beberapa baju mu! Kita menginap di hotel untuk 2 malam ini." Datar, sangat-sangat datar tampilan wajah Yoon sekarang hingga membuat Flora hampir bergidik ngeri.


"Kak... Are you okay?" Tanya Flora sambil mengayunkan tangan nya tepat di depan wajah tampan kakak nya itu.


"Yeah, im okay, aku tunggu di mobil." Singkat nya yang kemudian beranjak kembali ke mobil.


Flora pun bergegas masuk ke dalam rumah dan mengambil keperluan yang ingin ia bawa.


"Ada apa dengannya, kenapa dia membawa ku bermalam di hotel, dan kenapa juga aku tidak menolaknya, haiissh... Flora seharusnya kau menolaknya tadi, eumm apa jangan-jangan dia mempunyai kekuatan menghipnotis orang agar selalu menurutinya." Gumamnya sambil memasukkan laptop ke dalam tas. "sudahlah aku akan terlihat bodoh jika memikirkan hal itu."

__ADS_1



__ADS_2