Bayangan Kematian

Bayangan Kematian
5.


__ADS_3


Di sinilah mereka sekarang. Sebuah kamar hotel dengan satu bad berukuran king size dan nuansa kamar yang cukup mencekam di malam hari, membuat Flora mengerutkan dahinya karna merasa bingung.


"Eeem... Kak, kenapa memilih kamar yang seperti ini?" tanya nya kwpada Yoon yang tengah merapikan koper.


"Ini kamar VVIP asal kau tau." jawab Yoon yang kemudian membanting tubuhnya tepat di tengah ranjang berbalut sprei putih itu.


"Tapi... Aku merasa seperti sedang berada di dalam rumah hantu, terlebih ini sudah malam, dan... apa? ini sudah malam?" Dirinya benar-benar baru tersadar dan terkejut dengan pergantian waktu yang sangat cepat, seharusnya mereka sampai di hotel ini sore tadi, tapi Yoon mengajak adiknya itu untuk makan di sebuah cafe juga menemaninya untuk membeli baju karna Yoon tidak membawa baju dari rumah tadi. Dan juga Flora sangat terkejut, pasalnya ini sudah hampir jam 11 malam tapi kenapa bayangan menakutkan itu tidak menghampirinya malam ini, ia pun mendudukkan diri di sofa empuk dengan memikirkan beberapa pertanyaan yang memutari otaknya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau fikirkan Flora?" Tanya Yoon yang beranjak bangun dan duduk tepat di depan Flora, memandang wajah adiknya yang tengah berfikir kemudian ia mengambil tangan Flora untuk di genggamnya.


"Selagi ada aku, kau tidak perlu takut lagi sayang..." sambungnya.


Dan sepersekian detik Flora tersadar kalau di depannya tengah duduk seorang pria yang memandanginya dengan teduh .


"Eoh sejak kapan kau duduk di situ, aku bahkan tidak merasakan tangan ku kau genggam kak?" Ya, bertanya lagi untuk kesekian kalinya, setelah Yoon kembali ke kehidupannya lagi rasanya stok pertanyaan yang dulunya berkurang kini terisi penuh lagi.


"Kau menakuti ku..." Bibirnya sekarang mulai membentuk bulatan pout dan Yoon bisa merasakan kalau kedua tangan Flora hampir meremukkan buku jari tangannya, wajah dan ekspresinya mungkin bisa berbohong tapi tidak dengan matanya, pancaran matanya sudah mulai berbeda dibandingkan dengan pancaran mata Flora beberapa menit lalu.

__ADS_1


Semakin kuat genggaman tangan Flora semakin dalam juga Yoon merasakan sakit yang di rasakan Flora di tiap malamnya.


"Min Flora!" Panggil Yoon lembut, sangat-sangat lembut sampai siapapun yang mendengarnya akan terhanyut dalam genangan lirih suara Yoon, "tidurlah, istirahat lah dengan nyaman sama seperti sebelum kau bertemu dengan iblis itu." cuuppp... Rasanya hangat sekali, bisa bayangkan bagaimana keadaan Flora sekarang? Tertidur pulas dengan balutan selimut putih yang hangat di temani dengan seorang pria yang membuatnya nyaman, benar-benar nyaman, kenyamanan itu yang Flora butuhkan sejak berbulan-bulan lamanya, tertidur pulas dalam waktu sekejap bak orang terhipnotis.


Yoon menatap nanar ke arah adiknya yang sekarang tengah tertidur akibat ulahnya, ya entah mantra apa yang tadi ia bacakan sambil menatap manik hazel gadis yang sedang tertidur sekarang, ia memastikan kalau adiknya akan selalu merasa tenang saat bersamanya.


"Kau terlalu bodoh Jimin, seharusnya kau tidak melakukan ini pada adik ku, bayangan sialan mu tidak akan bisa menembus ku." Monolog nya dengan dirinya sendiri yang tak lama kemudian menyusul Flora masuk ke alam bawah sadarnya alias tertidur.


Jimin? Ada apa dengan Jimin? Kenapa Yoon menyebut namanya seperti itu? Apakah Yoon mengenal Jimin? Jika iya, siapa Jimin sebenarnya?...

__ADS_1



__ADS_2