Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BERSIAP MELEPAS KEPERGIAN AARON


__ADS_3

Berkali-kali Aaron yang duduk berselonjor di atas tempat tidurnya tampak menghela nafasnya sambil melihat ke arah dinding kaca kamarnya, yang sudah larut malam, tapi tirainya dibiarkannya tetap terbuka lebar oleh Aaron, agar dia bisa memandang ke arah luar jendela yang menunjukkan suasana malam dengan banyaknya bintang di langit malam ini.


Hari ini untuk pertama kalinya Aaron menempati apartemennya, dengan keberadaan orang lain, bu Ida, Tia, dan juga Chiara, sedangkan sejak membeli apartemen itu, Aaron tidak pernah membiarkan seorangpun menginap di sana, termasuk Diego atau keluarganya yang lain, dengan alasan dia lebih nyaman tinggal sendiri.


Karena terbiasa mendengar berbagai suara di sekitarnya, sebenarnya Aaron tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan bu Ida dan Tia yang baginya tidak membuatnya terganggu.


Hanya saja... keberadaan Chiara di dalam apartemen itu, dan bayangan tentang kejadian sepanjang hari ini, membuat otak Aaron terus berputar, dadanya selalu berdebar kencang, membuatnya tidak bisa tidur sama sekali.


Rasanya malam ini Aaron ingin menghabiskan sisa malam dengan menikmati tidurnya, sayangnya setiap dia berusaha memejamkan mata, yang ada di otaknya justru ingatan tentang hari pernikahannya, janji pernikahan yang mereka ucapkan, kecupan hangatnya di kening Chiara, dan juga kejadian dimana dia harus membantu Chiara membuka kancing gaunnya, langsung terbayang dan berputar-putar di kepalanya.


Apalagi meskipun Aaron berusaha menahan dirinya, tapi tetap saja telinganya secara otomatis terfokus pada suara nafas Chiara yang terdengar teratur, karena sudah menikmati tidurnya.


Jika biasanya saat merindukan sosok Chiara, Aaron akan segera melompat atau terbang melewati gedung-gedung tinggi untuk bisa menengok Chiara melalui jendela, saat ini begitu Chiara berada di dekatnya, justru membuat Aaron tidak berani untuk mendekat ke arah gadis itu.


Aku harus segera pergi ke Amerika. Hanya itu satu-satunya jalan yang bisa membuatku menjauh dari Chiara untuk saat ini.


Aaron berkata dalam hati sambil berusaha memejamkan matanya, menutup telinganya, berusaha mengabaikan suara nafas Chiara yang sedang memenuhi otaknya saat ini.


# # # # # # # #

__ADS_1


Chiara hanya bisa termenung melihat dua tas koper berukuran cukup besar yang sudah siap di dekat pintu keluar apartemen.


Dalam sudut hatinya yang paling dalam, rasanya Chiara begitu tidak rela jika harus melepaskan kepergian Aaron ke Amerika, setelah laki-laki itu berhasil membuatnya jatuh cinta sedemikian rupa.


Kehadiran Aaron yang tiba-tiba datang dalam kehidupannya, meskipun masih dalam waktu singkat, tapi sudah merubah banyak hal dalam kehidupan Chiara, dan Chiara juga sudah merasakan bagaimana nyamannya berada di dekat Aaron.


Bagi Aaron secara pribadi, keberadaan Chiara di dekatnya, sudah membuat dirinya merasa kelabakan karena begitu sulit baginya untuk bisa mengendalikan dirinya sendiri saat berada di dekat Chiara, yang memang sudah sejak lama menjadi satu-satunya gadis yang mengisi hatinya.


Belum lagi banyaknya kejadian tidak terduga antara dia dan Chiara yang membuat pikiran dan gairah Aaron sebagai pria normal tergelitik, membuat Aaron memastikan dirinya sendiri untuk tidak menunda-nunda rencana kepergiannya.


Hari ini merupakan hari keberangkatan Aaron ke Amerika, baik Johnson, Zarah, Diego maupun Zachary sudah berkumpul sejak tadi, dan berencana untuk ikut mengantar Aaron ke bandara.


Bahkan Diego juga berencana untuk ikut bersama Aaron terbang bersama pesawat jet pribadi Aaron, karena ada beberapa urusan bisnis di Amerika yang harus dikerjakan oleh Diego, meskipun Diego hanya akan pergi selama 2 minggu saja di sana, dan langsung kembali ke Indonesia setelah urusannya selesai.


Berbeda dengan Aaron yang akan menetap selama 4 tahun di Amerika, seperti yang sudah direncanakannya sebelumnya.


Sarah yang kebetulan duduk di samping Chiara tampak menarik nafas panajng sambil tersenyum melihat wajah kusut Chiara, yang menunjukkan dengan ejlas bagaimana tidak relanya dia melepaskan kepergian Aaron ke Amerika.


Aaron yang duduk di sisi lain tampak seperti biasanya, berwajah tenang dan datar, meskipun tanpa diketahuinya, Sarah sempat melihat beberapa kali Aaron melirik ke arah Chiara yang tampak tidak seceria biasanya pagi ini.

__ADS_1


Mereka berdua ini... terlihat jelas merasa begitu berat untuk saling berpisah, tapi tetap saja mereka memutuskan untuk berpisah dalam waktu yang lama. Aaron yang keras kepala... aku tahu dia tidak akan mudah berubah pendirian. Apalagi bagi Aaron mungkin memang lebih baik waktu mendewasakan Chiara terlebih dahulu. Di usianya sekarang, kemungkinan besar memang dia tidak akan bisa menjadi istri yang baik untuk Aaron. Semoga saat waktunya tiba untuk bertemu kembali, mereka sudah benar-benar siap menjalani pernikahan mereka.


Sarah berkata dalam hati sambil menatap ke arah Chiara.


Setelah Sarah mendengar dari Zachary alasan kenapa Aaron ingin menikahi Chiara yang masih di bawah umur adalah untuk melindunginya dari keserakahan Mona dan menyelamatkan Chiara dari sikap buruk Mona, Sarah menjadi maklum sepenuhnya, kenapa Aaron nekat mengajak menikah Chiara yang masih berusia 16 tahun, yang pastinya belum siap bahkan pasti belum mengerti tentang makna pernikahan yang sebenarnya.


"Chiara... tenang saja, 4 tahun bukan waktu yang lama juga. Kamu akan sibuk dengan pendidikanmu, dan itu akan membuatmu tidak merasakan lamanya waktu itu." Sarah mencoba memberikan semangat kepada Chiara yang hanya bisa tersenyum mendengar itu.


"Lagipula, sekarang di jaman yang modern seperti ini, teknologi sudah canggih. Mau menghubungi Aaron setiap haripun kamu bisa kan. Kalau kamu merasa kesepian, kamu bisa pergi menemui mama, atau kita bisa jalan-jalan berdua saja." Sarah kembali berkata sambil tertawa kecil dan mengelus-elus punggung Chiara dengan lembut.


Bagi Sarah, membayangkan dia bisa memiliki waktu bersama Chiara untuk pergi berdua, seperti pergi dengan anak perempuannya pasti akan sangat menyenangkan baginya, memberikan hiburan tersendiri baginya yang sejak kehilangan Jasmine berharap kelak para menantunya bisa menjadi sosok anak perempuan baginya.


"Janji ya Ma. Kita akan berjalan-jalan berdua saja..." Wajah Chiara kembali sedikit ceria mendengar janji dari Sarah yang membuat Diego dan Zachary, termasuk Johnson tersenyum geli.


Bagaimanapun nona Chiara memang masih anak remaja yang emosinya masih labil. Mudah sekali membuatnya sedih dan galau, tapi juga mudah untuk membuatnya kembali tersenyum.


Zachary berkata dalam hati, merasa ikut senang wajah Chiara tidak lagi sekusut sebelumnya setelah mendengar penawaran dari Sarah.


"Sepertinya sudah waktunya untuk pergi ke bandara." Zachary mencoba mengingatkan kepada mereka tentang waktu yang terus berjalan.

__ADS_1


Dengan sikap tetap tenang, tanpa seorangpun menyadari bahwa dalam hati Aaron pun terasa begitu berat untuk pergi meninggalkan gadis kecilnya, yang selama bertahun-tahun sudah dijaganya dengan baik itu.


__ADS_2