
Om untuk panggilanku dan kakak untuk panggilan Chiara? Sungguh terdengar begitu tidak adil. Apa aku sudah setua itu? Jika dibandingkan dengan Chiara? Kalau kami sedang berjalan berdua, apa mungkin ada orang yang berpikir kalau Chiara adalah anakku... atau keponakanku, seperti yang dipikirkan Brandon?
Aaron berkata dalam hati dengan tatapan mata terlihat tidak nyaman, karena tiba-tiba jadi berpikir tentang apa pandangan orang tentang hubungan mereka yang berjarak jauh secara usia, 12 tahun.
"O, begitukah? Mobil om Aaron kan memang keren, pasti bisa mengebut itu di jalanan." Lila yang langsung menyebutkan nama Aaron dengan embel-embel "Om" membuat Zachary yang tahu perubahan pada wajah Aaron berusaha menahan senyum gelinya.
"Saya memanggil Pak Aaron dengan sebutan Pak, jadi tidak mungkin anak saya memanggil Anda dengan panggilan kakak. Itu jelas-jelas tidak menghormati Pak Aaron kalau seperti itu." Seolah bisa menebak arah pikiran Aaron, Zachary langsung berusaha menjelaskan kembali kepada Aaron yang akhirnya hanya bisa diam.
"Tidaklah... Om Aaron tidak ngebut, cuma mengemudi dengan cepat aja. He he he...." Chiara berkata sambil melirik ke arah Aaron yang wajahnya tampak datar seperti biasanya.
"Eh, Lila.... Kemana mamamu?" Chiara bertanya sambil melongok ke arah bagian dalam villa, tapi tidak ditemukannya sosok istri Zachary yang akrab dipanggilnya dengan sebutan kak Anna.
"Ooo, mama sedang menyiapkan sesuatu untuk Kak Chiara." Lila berkata dengan suara begitu pelan, seolah takut mamanya mendengar apa yang baru saja dikatakannya.
"Menyiapkan apa?" Dengan wajah penasaran, Chiara justru kembali bertanya kepada Lila.
"Menghias kamar yang akan ditempati oleh Kak Chiara bersama Om Aaron....:" Lila kembali berbisik pelan.
Chiara yang mendengar perkataan Lila langsung mengernyitkan dahinya, sedang Aaron yang dengan pendengaran supernya bisa mendengar dengan jelas apa yang barusan dikatakan oleh Lila, langsung menahan nafasnya sambil mengangkat salah satu alisnya yang melengkung sempurna di bagian bawah dahinya.
Apa yang sedang dilakukan Anna seakarang, apakah merupakan salah satu dari rencana mama Sarah untuk kami berdua?
Aaron mulai bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1
"Ayo Kak Chiara, kita lihat hasil karya mama. Pasti... cantik...." Lila berkata sambil meraih pergelangan tangan Chiara, dan mengajaknya berjalan, lebih tepatnya setengah menyeret tubuh Chiara, untuk melihat apa yang sedang dilakukan mamanya di sebuah kamar utama dari bangunan itu.
Aaron sendiri jadi mengikuti langkah-langkah Chiara dan Lila, dengan Zachary yang ikut juga, berjalan tepat di belakang Aaron.
Akhirnya... yang ditunggu-tunggu datang juga... sepertinya hasil karyaku untuk menghias kamar ini tidak sia-sia.
Anna berkata pada dirinya sendiri dalam hati sambil berkacak pinggang, dan matanya memandang ke sekeliling kamar yang diminta oleh Sarah untuk dihias sebagus dan seromantis mungkin untuk Aaron dan Chiara.
"Mama...." Suara panggilan dari Lila membuat Anna langsung menoleh, dan senyumnya langsung tersungging melihat kehadiran Chiara maupun Aaron.
"Eh?" Baik Chiara maupun Aaron langsung terbeliak kaget melihat kamar itu sudah disulap seperti kamar pengantin, dihias sedemikian rupa hingga tampil cantik dan juga memberikan kesan romantis.
Semua sudut kamar didekorasi dengan kain berwarna putih dan perak, kecuali di bagian atas tempat tidur berukuran besar yang ada di tengah ruangan.
Disempurnakan dengan lampu berwarna kuning yang memberikan kesan syahdu sekaligus hangat.
Dan di setiap sudut ruangan tampak rangkaian bunga segar yang berbau harum memenuhi ruangan itu.
Suara musik instrumental yang lembut terdengar menyapa di telinga, menambah kesan romantis, yang tanpa disadari menggiring mata Aaron untuk menatap Chiara lekat-lekat tanpa berkedip, dan membuat jantung Aaron berdetak keras karena sosok Chiara yang begitu dicintainya.
(Musik instrumental adalah alunan murni dari alat musik yang tidak diiringi dengan oleh suara penyanyi. merupakan suatu rekaman musik tanpa adanya lirik lagu yang mengiringinya.
Instrumental, kontras dengan lagu. Intrumental adalah suatu komposisi atau rekaman musik tanpa lirik atau musik vokal dalam bentuk apapun; semua musik dihasilkan melalui alat musik. Secara spesifik, istilah ini digunakan jika merujuk pada musik populer; beberapa genre musik menggunakan sedikit unsur suara manusia, seperti jazz, musik elektronika, dan sejumlah besar musik klasik Eropa (walaupun pada musik elektronika, suara dapat dicuplik seperti jenis-jenis bunyi lainnya). Pada musik komersial, beberapa lagu pada suatu album mungkin berupa instrumental yang merupakan salinan sama persis dari lagu lain pada album tersebut, tanpa adanya unsur vokal).
__ADS_1
Apalagi, di atas meja nakas, di samping kanan tempat tidur, tampak suguhan botol sampanye dengan dua gelas kosong disampingnya diikat dengan pita berwarna merah, dan dibagian tengahnya terlihat hiasan berbentuk hati.
"Zachary..." Zachary langsung mendekat ke arah Aaron begitu mendengar panggilan dari Aaron.
"Ya Pak Aaron."
"Kenapa ada hal aneh seperti ini?" Aaron langsung bertanya dengan sikap dinginnya, namun terdengar jelas nada keberatan dari Aaron saat mengeluarkan kata-katanya barusan.
"Eh, Om Aaron, jangan menegur pak Zac. Ini pasti ide mama Sarah. Kali ini, kita ikuti saja permintaan mama Sarah agar tidak marah lagi pada kita." Chiara berkata sambil tersenyum, hidungnya yang mencium bau harum bunga segar, membuat Chiara tersenyum senang.
Perkataan Chiara, membuat Aaron yang hampir saja meminta Zachary untuk membongkar dekorasi kamar itu menghentikan niatnya, apalagi dari mata Chiara yang berbinar, Aaron tahu Chiara menyukai dekorasi kamar ini.
Bagi Aaron, keinginan Chiara adalah yang terutama dalam hidupnya. Saat Chiara mengatakan meminta waktu untuk tidur terpisah beberapa waktu ini, Aaron menyetujuinya tanpa berpikir panjang. Dan sekarang, Chiara ingin tinggal di kamar dengan dekorasi romantis seperti ini bersamanya, tentu saja Aaron akan mengijinkannya tanpa banyak bertanya.
"Cantik sekali. Apa kak Anna yang membuatnya?" Anna langsung tertawa kecil mendengar pertanyaan dari Chiara.
"Tentu saja bukan. Aku hanya menyampaikan idenya, tapi yang mengerjakan tentu saja orang lain." Anna berkata sambil berjalan mendekat ke arah Zachary dan Lila.
"Cantik sekali kamarnya Kak Anna, terimakas...." Chiara berencana mengucapkan terimakasih kepada Anna sambil menoleh.
Tapi sosok Anna, Zachary dan Lila yang tiba-tiba saja sudah menghilang dari kamar itu, membuat Chiara melongo dan menghentikan kata-katanya.
Belum lagi, tiba-tiba saja Chiara mendengar suara kunci yang diputar dari arah luar kamar, membuat Chiara bergegas mendekat ke arah pintu kamar yang sudah dikunci dari luar oleh Zachary dan Anna.
__ADS_1