Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PEMBICARAAN DENGAN GEORGE (2)


__ADS_3

“Liontin yang diberikan omnya kepada Chiara, ternyata adalah potongan dari batu meteor yang sudah dibentuk dan dipoles oleh Bagus sedemikian rupa, sehingga terlihat seperti batu mulia yang indah, tapi karena kelangkaannya, membuat batu ini jauh lebih berharga dan mahal dari batu mulia lainnya.” George mulai menjelaskan tentang liontin Chiara.


“Sepertinya, liontin itu sengaja diberikan tepat di hari kelahiran Chiara sebagai hadiah atas kelahiran putri pertama adik perempuan Bagus. Dan aku sudah memastikan itu memang potongan batu meteor yang sama yang selama ini aku simpan untuk bahan penelitianku tentang kalian para manusia korban mutasi batu meteor itu.” George berkata sambil menunjuk ke arah satu lembar berkas yang dibawanya tadi.


Lembaran kertas yang menunjukkan foto potongan batu meteor yang ada di laboratoriumnya, berserta dengan ciri-ciri fisik, juga penjelasan tentang apa saja yang terkandung dalam potongan batu meteor itu.


“Meskipun sudah bertahun-tahun sejak batu meteor itu jatuh, ternyata dia masih menimbulkan efek radiasi. Memang selama dikenakan oleh Chiara, dia tidak mengalami mutasi genetik, tapi dari tubuhnya muncul aliran medan magnet yang sepertinya merupakan sumber penyebab dari melemahnya kekuatanmu Aaron. Dan juga membuat kamu kadang tidak bisa mengendalikan kekuatanmu saat bersamanya.” Penjelasan George membuat Aaron maupun Chiara sama-sama terbeliak, dan menatap lurus ke arah George dengan wajah penuh pertanyaan.


“Iya… seperti itu. Jangan kaget. Memang begitu penjelasan yang paling masuk akal dari hasil penelitianku ini.” George berkata sambil meletakkan kembali kalung itu di atas meja.


“Lalu, apa yang harus kami lakukan untuk mengurangi atau menghilangkan efek dari pecahan batu meteor itu?” Dengan tatapan mata ambernya yang terlihat tidak sabar, Aaron langsung bertanya kepada George.


“Apa dengan menyingkirkan batu itu dari Chiara, bisa menghilangkan efek itu?” Belum lagi George menjawab pertanyaan Aaron, laki-laki itu sudah mengeluarkan pertanyaan lain kepada George yang ingin tertawa geli, melihat bagaimana Aaron yang terlihat begitu tidak sabaran, tidak seperti Aaron yang dia kenal, yang biasanya selalu tenang dan berwajah datar tanpa ekspresi.


Tapi hari ini, George bisa melihat wajah tampan Aaron yang menunjukkan gurat kebahagiaan, dan juga harapan yang besar pada hasil penemuan George, juga wajah penasarannya yang begitu besar.


“Tidak semudah itu Aaron, karena sejak Chiara lahir, dia sudah mengenakan batu itu di tubuhnya. Jadi efek radiasinya sudah menyatu dengan tubuh Chiara. Hanya saja, kabar baiknya, karena bukan mutasi genetik yang dialami Chiara, lambat laun, efek medan magnet yang timbul di tubuh Chiara suatu saat mungkin memang bisa menghilang, jika dia tidak lagi memakai liontin itu.” Ada tarikan nafas lega yang dengan jelas bisa dilihat George dari Aaron, begitu George mengucapkan kata-katanya itu.

__ADS_1


“Tapi Aaron, aku tidak bisa menjamin sampai berapa lama efek itu bisa benar-benar menghilang, karena sudah terlalu lama Chiara mengenakan liontin itu. Dan aku yakin tidak bisa dibilang sebulan atau dua bulan saja. Pasti butuh waktu cukup lama untuk itu.” George bukannya ingin memadamkan semangat Aaron, tapi dia buru-buru menambahkan penjelasannya, agar Aaron juga tidak terlalu senang sekarang, karena masalahnya belum terselesaikan meski ada sebuah titik terang untuk masalah itu.


“Tidak masalah George, yang pasti semua hal harus dicoba, mungkin itu memang jalan keluar dari masalah yang ada.” Aaron berkata sambil tersenyum tipis, sambil melirik ke arah Chiara yang wajahnya masih terlihat bingung dan diam termenung di samping Aaron.


“Kalau begitu, mulai sekarang jangan lagi mengenakan liontin itu Chiara. George berkata sambil memandang ke arah liontin yang ada di depannya saat ini.


“Iya George, aku tidak akan memakainya lagi. Bisakah aku minta tolong agar kamu menyimpannya untukku? Silahkan menjadikannya bahan penelitian, tapi tolong simpan dengan baik.” Chiara berkata dengan mata menatap lurus ke arah George, yang langsung balik menatap lurus ke arah Aaron, meminta persetujuan untuk memenuhi permintaan Chiara.


“Seperti kata Chiara, tolong simpan liontin itu dengan baik.”  Aaron berkata untuk menjawab pertanyaan George meski hanya lewat tatapan matanya.


“Baik kalau begitu. Aku akan menyimpannya.” George berkata sambil meraih liontin itu, melepaskannya dari kalung Chiara, dan memasukkannya ke dalam kantung celana yang dikenakannya.


“Dan ini, untukmu Chiara….” George berkata kepada Chiara sambil menyodorkan sebuah kotak kecil.


Saat Chiara membukanya, tampak sebuah alat seperti gelang pengukur detak jantung.


“Untuk apa ini George?” Chiara bertanya sambil mengeluarkan gelang itu dari kotaknya.

__ADS_1


“Itu alat yang aku ciptakan, untuk mengukur seberapa besar medan magnet yang masih ada di tubuhmu. Aku memberikan 10 level angka, dari angka satu menunjukkan level yang paling rendah. Cobalah.” George berkata sambil menggerakkan tangannya, memberi tanda agar Chiara mencoba gelang itu.


Begitu Chiara mengenakannya, dan Aaron ikut membantunya dengan menyalakan alat tersebut, alat itu langsung memberikan respon bunyi tit.. tit… tit... dengan cukup keras, dan ada lampu kecil menyala di samping angka 10 di gelang itu.


“Kalian bisa lihat, level medan magnet dalam tubuh Chiara masih sangat tinggi, karena itu efeknya masih sangat besar pada Aaron. Kalian harus bersabar untuk itu.” George berkata sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah lampu yang menyala merah di samping angka 10 itu.


“Semakin turun kadar medan magnet dalam tubuh Chiara, indikasi lampu akan turun ke angka yang lebih rendah, dan warna lampu akan semakin menguning. Sampai nanti benar-benar mencapai angka 0, lampu akan berwarna kuning muda.” George kembali menjelaskan tentang bagaimana cara kerja alat yang sudah diciptakannya dengan susah payah, khusus untuk Chiara itu.


“Semoga alat itu bisa banyak membantu kalian berdua.” George berkata pelan sambil tersenyum.


“George, untuk sementara ini, adakah cara lain untuk mengurangi efek Chiara padaku?” Aaron berkata dengan nada penuh harap.


“Mmm… sebenarnya, medan magnet dalam tubuh Chiara, hanya berpengaruh pada berkurangnya kekuatanmu, tapi pengendalian kukuatanmu, itu harus dari pikiranmu sendiri Aaron. Pelan-pelan kamu harus bisa mengendalikan emosi dan pikiranmu agar tidak mempengaruhi kekuatanmu. Dan itu adalah proses yang harus kamu latih secara bertahap. Jika tidak….”


“Jika tidak apa George?” Aaron langsung menyela perkataan George.


“Sebenarnya, ada satu cara yang paling cepat yang bisa dilakukan, tapi sepertinya itu juga akan sulit, karena sampai saat ini kita belum bisa menemukan orang tersebut.” Perkataan George membuat Aaron langsung menaikkan salan satu alisnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu George?”


“Orang yang pernah menolongmu dulu…. Orang dengan kekuatan perlindungannya, dia bisa membantu masalahmu untuk saat ini. Saat berada di dekatnya, dia bisa membantumu untuk mengendalikan kekuatanmu, sehingga kamu bisa berada di dekat Chiara tanpa perlu takut untuk hilang kendali. Hanya saja, seperti kamu tahu, sampai saat ini, kita belum menemukan orang itu. Dia memiliki kekuatan perlindungan, sehingga dia juga bukan orang yang mudah untuk ditemukan.” George berkata pelan, dengan dahi mengernyit, menunjukkan kalau dia sedang berpikir cukup keras.


__ADS_2