Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
NYAMAN BERSAMAMU


__ADS_3

Suara dengkuran halus dari Chiara yang menyandarkan kepalanya ke bahunya, membuat Aaron langsung mematikan layar televisi di depannya, dan menoleh ke samping, menatap ke arah Chiara yang ternyata justru tertidur dengan posisi duduk berselonjor di atas tempat tidur bersama Aaron, tepat di samping Aaron.


Padahal awalnya Chiara yang bersikeras mengajak Aaron menonton bersama drama korea kesukaannya.


"Mana enak menonton drakor tanpa ditemani olehmu." Aaron bergumam pelan sambil dengan gerakan pelan dan lembut, mengelus pipi Chiara yang tertidur dengan bersandar padanya.


“Istriku yang cantik… ternyata aku benar-benar sangat mencintaimu, lebih dari yang aku bayangkan selama ini.” Aaron berbisik pelan sambil tersenyum melihat bagaimana nyamannya Chiara bersandar di bahunya sampai tertidur, dengan wajahnya yang terlihat sangat damai.


Wajah damai Chiara dalam tidurnya, membuat rasa percaya diri pada diri Aaron semakin besar, karena merasa dianggap sebagai orang yang begitu dekat dengan Chiara, sehingga gadis cantik itu terlihat begitu nyaman saat bersamanya, menunjukkan bahwa Chiara sangat mempercayainya.


Dengan gerakan sangat pelan, Aaron menggeser tubuhnya, untuk menjauh dari tubuh Chiara, dengan salah satu telapak tangannya menahan kepala Chiara.


Setelah itu dengan hati-hati, lengan Aaron yang lain menahan tengkuk Chiara, melepaskan telapak tangannya dari wajah Chiara, dan menyelipkannya ke bagian belakang lutut Chiara, untuk dapat sedikit mengangkat tubuh Chiara dan menggesernya agar tidurnya bisa dalam posisi berbaring sempurna sehingga nyaman untuknya.


"Caramu tidur benar-benar dapat membahayakan dirimu sendiri, tidak perduli tempat dan waktu. Bahkan mungkin tidak perduli kalaupun ada gempa bumi atau ada suara bom yang meledak di dekatmu." Aaron kembali berkata dengan suara pelan, sambil mengamati wajah cantik Chiara, yang tetap tersenyum meski dalam tidurnya, menunjukkan bagaimana sosok gadis itu yang memang selalu terlihat ceria.


"Tidurlah dengan nyaman, aku akan selalu menjagamu, my little girl." Aaron berbisik pelan sambil mencium lembut kening Chiara yang tampak melebarkan senyumnya, seolah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Aaron padanya.


Aaron baru saja berniat turun dari tempat tidur, untuk menghubungi George yang tadi sempat mengirimkan pesan padanya, memberitahukan tentang menghilangnya Angelina.

__ADS_1


Akan tetapi, tiba-tiba saja tangan Chiara menarik lengan Aaron, dengan kakinya yang tiba-tiba juga terangkat, menjepit kedua kaki Aaron, dan memeluknya dengan begitu erat seperti guling.


Tubuh Aaron langsung tersentak kaget, dengan mata yang terbeliak melihat apa yang sedang dilakukan Chiara pada tubuhnya.


"Ehemmm... mmm... mmmm." Tanpa perduli dengan yang dilakukannya pada Aaron, Chiara justru bergumam pelan, sambil mengecap-kecapkan bibirnya, seolah sedang bermimpi menikmati makanan yang sungguh enak.


"My little girl...." Aaron mengeluarkan suara desisan pelan sambil menahan nafasnya, karena tindakan Chiara sungguh membuat tubuhnya terasa panas dan jantungnya berdetak dengan begitu kencang.


Aduh... kemana lagi guling yang biasanya ada di kamar ini? Kenapa sepertinya mama sengaja menyingkirkan guling yang biasanya disiapkan di setiap kamar? Apa mama berpikir selama ini saat aku dan Chiara sekamar kami membuat pembatas berupa guling di atas tempat tidur? Mama Sarah sepertinya tidak akan merasa puas sebelum benar-benar membuat kami melakukan hal itu. Haist... seandainya mama tahu aku menginginkan hal itu lebih dari siapapun.


Aaron berkata dalam hati setelah melihat ke sekelilingnya dan tidak berhasil menemukan sebuah guling untuk menggantikan tubuhnya yang sedang dipeluk oleh Chiara.


"Hah...." Aaron mende.... esah pelan melihat bagaimana Chiara yang semakin erat memeluk tubuhnya.


Dan celakanya, seperti apa yang pernah dialami Aaron sebelumnya, kali ini kaki Chiara kembali bergerak-gerak di atas tubuh Aaron, membuatnya seperti gerakan menggesek-gesek ke tubuh Aaron yang langsung menahan nafasnya yang sudah mulai memburu, sambil memejamkan matanya dengan begitu erat.


Tahan Aaron... tahan...


Aaron berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya dengan cukup keras.

__ADS_1


Aaron baru berani bernafas kembali setelah dirasakannya gerakan kaki Chiara yang seperti menggesek-gesek tubuhnya sudah berhenti bergerak, meskipun justru sekarang bagian samping lutut Chiara tepat berada di atas benda pusaka milik Aaron, dengan posisi sedikit menekannya.


Shii... iit...


Aaron hanya bisa memaki dalam hati mendapati dirinya yang sedang dalam posisi begitu tersiksa karena tindakan Chiara dalam tidur nyenyaknya.


Dan untuk beberapa saat, yang bisa dilakukan Aaron hanya berdiam diri dengan sikap tubuh begitu kaku seperti patung.


Istriku ini, kebiasaan tidurnya benar-benar membuatku akan sulit bertahan untuk mengendalikan diriku. Dia benar-benar ahli dalam memancing libidoku.


Sambil menyapu keringat yang tiba-tiba muncul di dahinya, Aaron berkata dalam hati sambil mencoba mengatur nafasnya yang sudah memburu.


"Huft...." Sebuah tarikan nafas lega langsung dilakukan oleh Aaron begitu dirasakannya kaki Chiara bergerak menjauh dari atas benda pusakanya yang sudah berdiri tegak.


Untung saja Chiara masih tertidur lelap sehingga tidak melihat adanya sesuatu yang berbeda pada tubuh Aaron di bawah sana.


Akhirnya, setelah kaki Chiara menyingkir dari atas tubuhnya, dan pelukan tangan Chiara pada tubuhnya mengendor, Aaron kembali membuka matanya, dan langsung menoleh ke arah Chiara.


Mata Aaron langsung menatap ke arah gelang buatan George yang dikenakan oleh Chiara, lalu menggerakkan tangannya ke arah gelang itu dan menyalakannya untuk mengetahui di batas mana lampu indikator menyala.

__ADS_1


__ADS_2