
"Anne , udah sampe?"
Tanya Pram.
Rupanya Pram udah duluan sampai di sekolah. Hari ini gue nggak bareng sama dia karna gue sedikit telat.
"Udah Pram"
Kata Gue sambil senyum.
"Gimana luka lo?"
Tanya gue pada Pram.
"Udah mendingan. Gak bengkak. Makasih ya Anne"
Ucap Pram sambil ngeliatin luka di deket matanya.
"Iya sama-sama Pram. Bukan apa-apa kok"
Gue tersenyum lagi.
Lalu...
Tiba-tiba aja hp gue bergetar. Ternyata Caya yang menelepon.
'KLIK'
Gue membuka hp gue dan menerima panggilannya.
"Ya' Ada apa?"
Tanya gue ke Caya.
"Udah sampe sekolah?"
Tanya Caya.
"Udah, baru aja. Kenapa Ya'?"
Tanya gue lagi.
"Lo nggak apa-apa kan Anne? Lo baik-baik aja kan?"
Tanya Caya. Nada suara nya seperti orang yang sedang khawatir.
"Iya Ya' gue baik-baik aja. Emang ada apa sih?"
Gue penasaran.
"Ah! Syukurlaaah kalo lo baik-baik aja..."
Ucap Caya.
"Emangnya ada apa Ya'? Kok lo se-worry itu. Apa ada sesuatu?
Gue mulai curiga. Sepertinya memang ada sesuatu yang sedang terjadi.
"Ini....ehm.. Ituloh Anne. Adi..... hmh...."
Caya terdengar seperti orang yang sedang kebingungan.
"Adi? Adi kenapa Ya'?"
Tanya gue yang makin penasaran.
"Adi nggak masuk sekolah hari ini Anne. Katanya dia kecelakaan"
Ucap Caya sedikit gugup.
"A .. APA YA'?! ADI KECELAKAAN?"
Gue sedikit berteriak. Gue kaget. Dan gue juga.... khawatir.
"Iya Anne. Kejadiannya kemarin. Pulang sekolah. Makanya gue worry banget sama lo, karna lo kemaren ketemu dia kan?"
Caya jelasin dan juga mastiin keadaan gue.
"Gue bersyukur banget lo nggak apa-apa Anne"
Caya menambahkan.
"Gue emang ketemu dia. Tapi sebentar kok Ya'. Terus sekarang Adi gimana..."
Tanya gue.
Lalu gue sadar. Pertanyaan gue tadi agak aneh. Gue jelas banget memperlihatkan kekhawatiran gue.
"Eh. Ya'. Gue dipanggil Bu Sari nih. Bentar ya, nanti kita ketemuan oke?!"
Gue buru-buru mengeles.
"Oh. Iya Anne. See you ya"
Ucap Caya.
'NUT'
Kemudian gue langsung matiin hp.
"Adi kenapa?"
Tanya Pram.
Pram rupanya mendengar pembicaraan gue sama Caya di hp tadi.
"Itu Pram.. Adi.. Adi kecelakaan katanya"
Gue menjelaskan dengan sedikit gugup.
"Lo khawatir?"
Tanya Pram lagi.
Pertanyaan yang bikin gue terpaku selama beberapa detik. Pram memang gak bisa diragukan lagi soal menebak isi hati gue.
__ADS_1
"Nggak lah. Mana mungkin!"
Jawab gue ketus. Gue masih benci banget sama Adi sejak kejadian di gudang sekolah itu.
"Mana mungkin?"
Pram bertanya lagi. Entah apa yang ada di pikiran Pram. Ia seperti meragukan gue.
"Duh gatau deh gue. Eh iya! Aji mana ya? jam segini kok belum dateng."
Gue mencoba untuk tidak membahas hal itu sekarang.
"Ngeles.."
Ucap Pram ketus. Raut wajahnya seperti sedang mengejek gue.
Gue berusaha nggak peka sama ejekan Pram. Gue akting, seperti benar-benar sedang mencari Aji. Duh.. tapi emang bener sih, karna nggak biasanya juga Aji telat tapi nggak ngasih kabar.
-
Gue mencoba untuk menghubungi Aji.
'NUUUT.. NUUUTT..'
Hp nya aktif.
'NUUT....NUUT....'
Masih di nada sambung. Artinya Aji belum jawab telepon gue.
Gue makin khawatir.
Apa Adi baik-baik aja?
Gue mencoba menghubungi Aji lagi.
Kemudian...
"Ya Halo Tweety."
Suara Aji akhirnya terdengar.
Ah. Syukurlah. Akhirnya diangkat juga teleponnya.
"Lo dimana Ji? Nggak masuk sekolah?"
Tanya gue.
"Gue ada urusan sebentar nih Tweety. Kayaknya gue bakal telat"
Jawab Aji.
"Urusan? Urusan apa Ji? Mendadak?"
Gue berusaha menutupi rasa penasaran gue.
"Iya Tweety.. Nggak lama kok. Mudah-mudahan gue bisa masuk hari ini"
Ucap Aji di telepon.
Tunggu. Maksud kata-katanya Aji itu apa? Emangnya urusan apa sampai dia belum tau kalau bisa masuk sekolah apa nggak. Hmmm..
Gue coba menggali rasa penasaran gue yang tinggi ini. Alias kepo.
"Hei Tweety.. Ada angin apa tiba-tiba se-worry itu sama gue? Hehe."
Aji menggoda gue.
Dan gue malah ngerasa kalau gue harus berhenti bertanya. Karna gue nggak mau Aji malah jadi curiga.
"Haha emang iya ya Ji? Maaf deh kalau gitu. Lo hati-hati ya. Kabarin gue"
Ucap gue pada Aji.
"Dasar Tweety. Iya... nanti gue kabarin. Bye!"
'NUT'
Aji menutup teleponnya.
Duh, mudah-mudahan Aji nggak curiga deh ya sama sikap gue ini. Gue nggak bisa bohong juga kalau gue emang khawatir sama keadaannya Adi. Mana gue nggak bisa tau kabar terkini nya dia gimana.
Huf.
-
"Hahaha lo ada-ada aja sih Sya. Lo pikir hal-hal kaya gitu nyata?"
Suara ketawa Ina terdengar begitu kencang.
Ina adalah salah satu anggota Bachelorette Diva yang paling hobi ngetawain tingkah nya Sasya yang imut.
"Iihhhh.. Inaaaa.. lo tuh kalo gue bilangin nggak percaya ya"
Ucap Sasya sedikit kesal pada Ina.
"Hahaha terserah lo deh. Coba lo tanya yang lain kalau nggak percaya. Hahaha"
Ina masih ngetawain Sasya.
Sasya cemberut.
"Anne, lo tau film Harry Potter kan? Itu sapunya emang bisa terbang kan Anne?"
Akhirnya Sasya berusaha mencari pembenaran dengan bertanya ke yang lain.
"Apa Sya? Maaf gue nggak denger. Hehe"
Jawab gue.
"Ah! Nggak asik nih. Males gue ngulangnya Anne."
Sasya makin cemberut.
Caya, Naya, Priya yang juga ada disitu ikut tertawa mendengar pertanyaan yang Sasya tanyain ke gue.
__ADS_1
"Maaf Syaaaa... Maaf..."
Kata gue pada Sasya.
Sasya hanya mengangguk sambil cemberut.
Kami sedang berada di kantin. Menunggu waktu istirahat selesai. Hal ini memang biasa kami lakukan setiap harinya di sekolah.
'TENGTENGTENG!"
Suara bel berbunyi.
"Eh gue balik ke kelas ya. Hari ini gue kebagian persentasi nih"
Ucap Naya.
"Gue juga deh, ada tugas kelompok juga gue abis ini. Yuk Sya."
Kata Ina yang juga ngajak Sasya ke kelas.
Sasya yang masih sedikit kesal mau tidak mau mengikuti Ina ke kelas. Sasya bener-bener bikin gemes. Hihi
"Gue kebetulan jam kosong nih, tunggu bentaran deh ke kelas nya"
Ucap gue pada Caya dan Priya.
"Kalian nggak ke kelas?"
Tanya gue.
"Mau sih, tunggu bentaran juga deh"
Jawab Priya.
Kemudian.....
"Anne."
Tiba-tiba Caya memanggil gue.
"Iya Ya'?"
Jawab gue sambil memperhatikan wajah Caya.
"Gimana kemaren?"
Tanya Caya.
"Apanya yang gimana?"
Jawab gue bingung.
"Lo ngomong apa aja sama Adi?"
Wajah Caya berubah serius. Begitupun gue dan Priya.
"Hmh.. gitu aja Ya' . Udah gue sampein semuanya ke Adi. Utang gue sama Bu Sari lunas deh. Hehe"
Gue berusaha menjelaskannya.
"Yakin utang lo lunas? Bu Sari nggak minta tolong apa-apa lagi?"
Tanya Caya lagi.
"Lebih tepatnya belum tau sih. Gue belum ketemu dia lagi. Eh iya. By the way, gimana keadaan Adi?"
Gue mencoba untuk mengetahui kondisi Adi sekarang.
"Uhuk!"
Tiba-tiba Priya batuk, namun sepertinya itu ejekan untukku.
"Jangan berubah jadi cinta ya Anneee..... Hihihi"
Caya melanjutkan kode yang diberi Priya.
"Apa? Cinta? hahahaha"
Gue ketawa ngakak denger omongan Caya.
"Ya nggak mungkin lah Ya'. Jangan suka asal ngomong deh......"
Gue pun langsung menepisnya.
"Jangan suka bilang nggak mungkin! Ya nggak Priy? Hehehe"
Ternyata Caya masih mengejek gue.
Priya hanya mengangguk sambil menatap gue penuh arti. Arti mengejek tentunya.
"Terseraaaah kalian mau ngomong apa..."
Gue juga ikut ketawa melihat tingkah kedua sahabat gue ini. Sunggu jenaka hihi.
"Adi baik-baik aja Anne. Terakhir lukanya udah di urus sama tim dokter disana"
Kata Caya.
"Cuma.. ada beberapa luka yang masih harus si observasi. Jadi kemungkinan dia akan lama di Rumah Sakit"
Caya melanjutkan ucapannya.
"Syukurlah.. Rumah sakit mana Ya'?"
Tanya gue.
Biarin deh mau mereka curiga atau apapun itu, yang penting gue bisa dengan segera menyudahi keingin tahuan gue ini.
"Di St. Carolus"
Jawab Caya sambil tersenyum.
Uh? Apa arti dari senyumannya itu?
Awas ya kalian!
__ADS_1
💜
Hai , bagaimana episode baru yang berjudul "ADI KECELAKAAN" ini? Silahkan tulis kritik dan saran yang membangun di kolom komentar yaaa! Dan jangan lupa klik LIKE dan VOTE nya! Terimakasih sudah selalu mendukung authorbegin❣