
"Baiklah.. sampai sini dulu pertemuan kita kali ini. Minggu depan kita ujian ya...", ucap Bu Sari di depan kelas.
"Baik Bu Sari....", jawab seisi kelas.
Bu Sari pun tersenyum.
Lalu...
"Anne. Bisa kesini sebentar?", tiba-tiba Bu Sari manggil gue.
"A.. Anne, Bu?", tanya gue buat mastiin.
Bu Sari hanya mengangguk.
Lalu gue pun menghampiri Bu Sari yang masih duduk di depan kelas.
"Ada apa Bu?", tanya gue lagi.
"Begini Anne. Kamu masih ingat lomba yang waktu itu Ibu bicarakan sama Kamu dan Aji kan?", tanya Bu Sari.
Seketika gue pun teringat akan lomba matematika itu.
"Ah iya. Saya ingat Bu. Ada apa dengan lomba itu?", gue penasaran.
"Kita batalkan saja ya. Bagaimana?", Bu Sari meminta pendapat gue.
Gue seketika kaget begitu denger hal itu.
"Loh, kok dibatalin Bu? Memangnya kenapa?", tanya gue yang semakin penasaran.
Bu Sari menghela nafas.
"Ibu belum menemukan kandidat yang tepat Anne. Hanya Kamu, yang bisa Ibu andalkan. Sedangkan, lomba itu harus diikuti oleh dua orang...", ucap Bu Sari.
Wajahnya berubah bingung.
Gue pun cuma bisa diem aja.
"Masih ada waktu 2 minggu Bu.. tunggu saja sampai selesai ujian.. mudah-mudahan setelah itu kita bisa tau siapa kandidat yang lain..", ucap gue yang sok bijak.
"Apa begitu Anne?", tanya Bu Sari yang hampir menyerah.
"Iyaa Bu. Nggak ada salah nya kita tunggu satu minggu lagi..", jawab gue sambil senyum.
Gue mencoba untuk ngembaliin semangatnya Bu Sari.
"Ah. Kamu benar Anne. Kita nggak perlu patah semangat dulu. Mudah-mudahan minggu depan kita temuin siapa orangnya..", Bu Sari mulai semangat lagi.
Gue cuma ngangguk dan ikut tersenyum bersama Bu Sari.
"Baiklah Anne. Silahkan kembali ketempatmu.", kemudian Bu Sari mempersilahkan gue untuk balik ke kursi gue.
"Baiklah anak-anak, terimakasih untuk hari ini yaaa.. Ibu permisi dulu... Selamat Sore...", ucap Bu Sari pamit.
"Selamat Sore Bu Sari...", jawab seisi kelas.
Kami semua mulai bersiap-siap untuk pulang.
Termasuk gue.
__ADS_1
"Tweety. Gue balik duluan ya.", ucap Aji.
"Oh. Iya Ji. Lo balik kerumah sakit atauuuu..", tanya gue sambil terus ngeberesin buku-buku gue.
"Nggak, gue ada perlu sebentar. Bye Tweety!", ucap Aji sambil pergi gitu aja.
"Hih. Dasar Aji. Ngobrol belum selesai udah main pergi aja!", gue pun kesal karna nggak bisa kepoin Aji lebih jauh.
Gue sangat ingin tau gimana perkembangan Adi. Tapi gue sama sekali nggak enak buat nanyain hal itu ke Aji.
"Mmm.. kalo Aji nggak kerumah sakit, berarti gue bisaaaa...", saat gue lagi ngomong sendiri, tiba-tiba Pram motong omongan gue dari belakang.
"Bisa apa?", tanya Pram sambil duduk di kursi nya Aji.
"Eh Pram!", gue kaget liat Pram tiba-tiba udah duduk di sebelah gue.
"Bisa apa? Bisa jengukin Adi lagi?", tanya Pram penasaran.
"Ng.. itu Pram.. Bukan gitu maksud gue.. Maksudnyaa...", gue berusaha ngelak.
"Udah deh Anne.. Lo mending jujur aja sama gue", ucap Pram sambil natap mata gue.
Gue terpaku. Nggak tau harus ngomong apa.
"Ju.. ju..jujur apa sih Pram? Nggak ngerti gue..", ucap gue yang masih nggak mau ketauan kalau gue emang mau jenguk Adi lagi dirumah sakit.
Gue sedikit gugup dan jadinya malah salting.
"Masih mau ngelak?", tanya Pram sinis.
"Lo harus denger penjelasan gue Pram. Ini nggak kayak yang lo bayangin", akhirnya gue mulai terbuka ke Pram.
"Iya, gue nggak maksa lo harus cerita ke gue kok. Yang gue mau cuma, lo bisa jujur sama diri lo sendiri.", ucap Pram sambil terus natap mata gue.
"Kemarin dirumah sakit, waktu Bu Sari ngajak gue jenguk Adi... Hati gue kayak sakit banget Pram, ngeliat Adi terbujur kaku kayak gitu. Dan.. hal aneh yang lo harus tau, Adi begitu sadar langsung manggil-manggil nama gue.. Gue nggak tau ini apa, Pram..", ucap gue yang akhirnya nyeritain kejadian kemarin.
Pram akhirnya ngedengerin gue cerita. Cuma dia sedikit kaget pas denger cerita tentang sadar nya Adi.
"Hmh. Aneh. Gue sampe bonyok kaya gini gara-gara belain lo... eh.. orang yang dibela nya malah kayak orang jatuh cinta gini. Anne.... Anne..... kayak anak bayi lo bedua!", ucap Pram sambil geleng-geleng.
"Apa lo bilang? Jatuh cinta? Siapa yang jatuh cinta?!", ucap gue sedikit nge-gas.
Pram cuma ketawa.
"Lucu lo! Kalian berdua itu lagi saling jatuh cinta! Masa nggak sadar sih." , ucap Pram tegas.
"Maksud lo gue sama Adi?", tanya gue bingung.
"Yaiyalah Anne. Masih mau ngelak?", Pram balik nanya.
"Yaudah, mending lo kerumah sakit sekarang. Mumpung Aji belum sampe sana.", ucap Pram sambil nepuk pundak gue.
"Masa sih gue jatuh cinta sama Adi?", ucap gue dalam hati.
Gue masih nggak tau sebenarnya apa yang gue rasain sekarang.
"Heh! Kok malah bengong sih! Nggak jadi kerumah sakit?", Pram negesin gue buat nggak buang-buang waktu.
Tapi gue masih fokus sama kata-kata Pram tadi.
"Pram. Gue.... soal luka lo....", ucap gue yang tiba-tiba aja jadi kayak orang bingung.
__ADS_1
"Udah. Nanti lagi aja bahasnya.", ucap Pram.
Mungkin Pram lagi berusaha buat ngelegain hati gue. Dia emang sahabat yang baik. Gimana pun kondisinya.
"Makasih ya Pram..", ucap gue sambil meluk Pram.
Pram cuma senyum aja.
"Eh iya Pram. Lo mau anterin gue nggak?", tanya gue.
"Bukannya gue nggak mau, tapi... gue ada rapat OSIS nih...", jawab Pram.
"Oh yaudah kalau gitu... gue berangkat ya Pram. Doain gue.", dan gue pun pamit.
"Doain apa?", tanya Pram bingung.
"Doain gue biar nggak ketemu sama Aji! hehehe. Bye Pram!", jawab gue yang kemudian pergi meninggalkan kelas.
Pram cuma geleng-geleng aja ngeliat tingkah gue.
Dan akhirnya, gue pun tetep nekat kerumah sakit, sesuai izin dari Pram tentunya! ;)
♤
Sesampainya dirumah sakit..
Gue pun langsung menuju kamar perawatan Adi.
Tapi, gue nggak berani langsung masuk kamarnya, gue takut kedatangan gue malah jadi nggak tepat.
Akhirnya, Gue berusaha mengintip dari kaca pintu kamar dan melihat kondisi Adi sekarang.
Rupanya, Adi sudah sadar total. Tampak Tante Mia dan Om Deri sedang mengobrol bersama Adi sambil sedikit-sedikit tertawa bersama.
"Duh, kalau gue masuk, bakal ganggu nggak ya?", gumam gue.
Namun, nggak gue sangka.. Mata gue dan Tante Mia beradu satu sama lain.
"Tante Mia!", ucap gue kaget.
Gue segera menjauh dari pintu kamar perawatan Adi.
"Tante Mia liat gue! Duh.. harus gimana nih...", gue mulai panik.
.
.
.
.
.
b e r s a m b u n g..
💜
Hai , bagaimana episode baru yang berjudul "GUNDAH GULANA" ini? Silahkan tulis kritik dan saran yang membangun di kolom komentar yaaa! Dan jangan lupa klik LIKE dan VOTE nya! Terimakasih sudah selalu mendukung AUTHORBEGIN❤
__ADS_1
INI MERUPAKAN KARYA ASLI DARI PENULIS AUTHORBEGIN. JIKA MENEMUKAN KESAMAAN ATAU KEMIRIPAN DARI CERITA INI MOHON PARTISIPASINYA UNTUK MELAPORKAN PADA AUTHOR. MARI KITA BERANTAS PLAGIAT BERSAMA-SAMA. TERIMAKASIH 👸🏻