BEGIN 'First Love'

BEGIN 'First Love'
BAB 15 - MENJENGUK ADI


__ADS_3

Kata orang, kita nggak boleh terlalu benci sama orang lain. Akibatnya, bisa jadi sebaliknya. Emang iya?


Gue rasa kalimat itu nggak sepenuhnya benar. Karna yang namanya rasa itu memang sudah ada post nya masing-masing di hati kita. Rasa benci, rasa suka, rasa sedih, semuanya punya tempatnya masing-masing. Dan kalau memang kalimat tadi itu benar, yaa... berarti itu masalah di kontrol kita nya aja. Segimana kita bisa mengontrol perasaan itu. Bener nggak sih?


'KRINGGGGGGGG'


Suara Hp gue. Ternyata ada telepon masuk.


"Aji"


Tulisan yang ada di hp gue. Dan tanpa pikir panjang, gue langsung menerima panggilan dari Aji.


"Ya, Ji. Ada apa?"


Tanya gue pada Aji.


"Halo Tweety?"


Jawab Aji.


"Iyaa ini gue, kenapa?"


Tanya gue lagi.


"Eh. Kirain siapa... hehe"


Kata Aji becandain gue.


"Hehe Iya Ji... ada apaaa?"


Jawab gue sedikit ketawa karna becandaannya.


"Itu.. Gue mau ngasih kabar aja. Gue hari ini ngga masuk sekolah ya.. Tolong kasih kabar ke Bu Sari.."


Jawab Aji.


Apa? Aji ngga masuk? Apa ini ada hubungannya sama keadaan Adi?


"Loh, kenapa Ji? Urusan lo belum selesai?"


Tanya gue penasaran.


"Eh.. Iya Tweety.. Kayaknya emang nggak bisa ditinggal. Tolong ya sampein izin gue ke Bu Sari.."


Jawab Aji.


"Tapi lo baik-baik aja kan Ji?"


Gue makin penasaran.


"Iyaa Tweety, gue nggak apa-apa kok. Makasih yaaa Tweety.. See you!"


'NUT'


Jawab Aji yang kemudian menutup teleponnya.


"Uh?"


"Kenapa Aji terburu-buru gitu ya? Apa bener baik-baik aja?"


Gue masih diselimuti oleh rasa penasaran.


"Apa sebaiknya gue jenguk Adi ya dirumah sakit?"


Dalam hati gue bimbang.


Gue nggak tau kenapa semua ini terjadi begitu aja. Benci yang baru aja gue rasain ke Adi, lama-lama berubah menjadi rasa khawatir dan kepedulian.


"Tapi mana mungkin, kalau gue ketemu Aji gimana? Apa yang harus gue jelasin nanti? Duuh..."


Gue masih bingung harus gimana.


Akhirnya, gue memutuskan untuk mengubungi Caya.


'Calling Caya B'Diva👸🏻'


'NUUUUT... NUUUUT....'


Caya belum angkat telepon gue.


'NUUUUUT... NUUUTT.....'


Masih belum diangkat juga.


"Ya , Haloo.. Sorry Anne! Gue baru pergantian guru nih"


Ucap Caya.


"Eh yaampun gue yang sorry Ya'. Ganggu kelas lo."


Gue ngerasa nggak enak sama Caya.


"It's oke darl. Guru berikutnya belum masuk kelas kok. Ada apa?"


Tanya Caya.


"Oh.. ini... ehmm.."


Gue masih gugup untuk bertanya pada Caya soal Adi. Tapi, Caya pasti tau keadaan terakhir Adi.

__ADS_1


"Kenapa sayang? Adi ya?"


Tanya Caya yang langsung to the point.


"Eh. Itu. Iya Ya'. Lo tau nggak Adi dirawat diruangan apa?"


Akhirnya gue mencoba untuk jujur pada Caya.


"Mau nanya gitu aja pake gugup sih....."


Caya mengejek.


"Haha nggak sih Ya'. Gue kaya masih belum siap aja"


Jawab gue.


"Nggak apa-apa Anne, lo cukup jujur sama diri lo sendiri aja. Ya kan?"


Kata Caya serius.


"Hehe iya Ya'. Makasih ya. Gue cuma penasaran aja kali ya, mungkin setelah ini berlalu perasaan aneh ini pun hilang"


Jawab gue penuh harap.


"Aneh? Apa nya yang aneh sih Anne? Udahlah.. biarkan aja seiring waktu berjalan..."


Caya yang karakternya memang bijak, seringkali membuat hati gue ini menjadi lebih tenang.


"Anne... Adi dirawat di ruangan VIP, tapi gue belum tau nama kamarnya. Lo nanti tanya perawat disana aja kali ya...."


Caya menjelaskan.


"Ogitu Ya' baiklaaaah.. nanti biar gue tanya disana aja. Makasih banyak yaa. Salam buat Priya."


Ucap gue pada Caya.


Dan gue pun mematikan teleponnya.


"Gue masih ragu sih sebenernya.. Apalagi kalo Aji atau Pram tau. Gimana gue jelasinnya ke mereka? Kemarin baru banget nangis-nangis karna benci, sekarang malah over peduli. fhftttt"


Ucap gue dalam hati dengan keadaan yang masih bingung.


Gue masih di depan pintu kelas. Mondar mandir kayak setrikaan saking bingungnya.


"GUE HARUS GIMANAAAAA?"


Gue mulai resah.


Lalu....


"Anne."


Dan gue pun kaget.


"Eh. Ibu..... bikin kaget aja Bu....."


Ternyata Bu Sari yang negur gue.


"Eh maaf-maaf, Ibu pikir kamu lagi ngapain.. Kenapa melamun?"


Tanya Bu Sari.


"Ah. Nggak apa-apa Bu, baru selesai telepon Caya..."


Gue sedikit berbohong.


"Ohh... begitu.."


Ucap Bu Sari.


"Hehe iya Bu..."


Balas gue sambil mesam-mesem.


"Begini Anne... Ibu ingin mengajakmu...."


Ucap Bu Sari.


Namun ucapan nya terhenti tetiba.


"Ibu ingin mengajakmu untuk menjenguk Adi dirumah sakit. Kamu mau kan Anne temani Ibu?"


Tanya Bu Sari melanjutkan ucapannya.


Ini seperti kebetulan yang direncanakan. Sepertinya memang sudah takdir gue buat jenguk Adi, tanpa harus mikirin alasan dan akibatnya. Hehe


Gue tersenyum pada Bu Sari.


"Ehmm..Baru aja, saya mau ngasih tau Ibu soal ini. Nggak tau nya, Ibu udah tau duluan..."


Ucap gue pada Bu Sari. Keliatan basa basi nya nggak sih?


"Baik Bu. Saya temani."


Gue menjawab tanpa ada penolakan sedikitpun. Bu sari bener-bener jadi kambing hitam gue nih kalo gini caranya.


"Yaudah, yuk kita jalan sekarang."


Bu Sari meminta gue untuk mengikutinya.

__ADS_1


"Se.. sekarang Bu? Terus.. kelas gimana?"


Tanya gue sedikit gugup. Entah gue pun nggak ngerti kenapa jadi gugup gitu.


"Ibu sudah titip kan pada Pram, tenang saja Anne..."


Jawab Bu Sari.


Pram? Mendengar ucapan Bu Sari, gue pun langsung menengok ke arah Pram yang ada di dalam kelas. Pram menganggukan kepalanya tanda setuju. Sepertinya Pram memang sudah tau kalau Bu Sari ngajakin gue kerumah sakit buat jenguk Adi.


Lalu..... gue pun tersenyum pada Pram.


"Ya.. Yaudah mari Bu, kita berangkat."


Ucap gue pada Bu Sari.


Gue dan Bu Sari bergegas meninggalkan sekolah menuju rumah sakit. Kami menaiki mobil dinas milik sekolah yang di supiri oleh Pak Dayat. Pak Dayat adalah salah satu supir di sekolah yang selalu standby jika sewaktu-waktu diperlukan untuk kegiatan diluar sekolah.


-


Setibanya si Rumah Sakit...


"Anne , tunggu sebentar ya.. Ibu ingin menanyakan ruang perawatan Adi di bagian informasi. Kamu tunggu sini ya Anne."


Ucap Bu Sari sambil memintaku untuk duduk diruang tunggu rumah sakit.


"Ah.. biar saya temani Bu."


Gue menawarkan diri untuk menemaninya.


"Tidak perlu Anne, biar Ibu saja. Kamu tunggu disini aja ya..."


Ucap Bu Sari menolak tawaran gue.


"oh, yasudah .. baik Bu, saya tunggu Ibu disini ya"


Jawab gue yang kemudian duduk di salah satu kursi di ruang tunggu rumah sakit.


Lalu Bu Sari pun berjalan ke bagian informasi.


Sebenarnya gue tau ruangan nya, tapi... belum jelas juga sih. Jadi gue biarin aja Bu Sari yang nanya ke bagian informasi. Biar semuanya jelas.


Sambil menunggu Bu Sari, gue duduk dan melihat-lihat sekitaran rumah sakit. Seperti biasa, rumah sakit memang tidak pernah sepi. Aku sungguh bersyukur berada disini dalam keadaan sehat. Karna sebuah kesehatan itu memang tidak dapat dibeli dengan apapun.


Nggak lama, mata gue menangkap sosok seorang pria yang dari kejauhan aja gue udah bisa tau itu siapa.


Yap bener. Itu Aji.


Dan Aji pun melihat gue dan langsung berlari kearah tempat duduk gue.


Gue mulai panik, gue yakin Aji pasti bakal curiga dan marah karna gue ada disini.


"Tweety? Lo ngapain disini?!"


Tanya Aji. Nada bicara nya sedikit tinggi. Penuh dengan kecurigaan.


"Aji! ng... ng... itu.... Ji"


Gue pun gugup ngejawabnya.


"Iyaa kenapa Tweety?! Lo mau jenguk siapa? Keluarga lo ada yang sakit? Lo nggak kenapa-napa kan?!"


Tanya Aji lagi. Loh loh. Rupanya Aji nggak curiga toh. Dia malah mikir gue disini karna kenapa-napa. Pft.


"Ng.. nggak Ji nggak apa-apa. Gue itu.. ng.."


Gue masih gugup.


"Aji.....! Pas banget ketemu kamu disini.. Kamu tau kamar perawatan Adi kan? Anter Ibu yuk."


Tiba-tiba aja Bu Sari kembali dari bagian informasi dan langsung menyapa Aji.


Aji keliatan bingung.


"Ini loh... Ibu sama Anne kesini, mau jenguk Adi. Begitu tau Adi kecelakaan, Ibu langsung kepikir mau jenguk. Terus... Ibu ajak Anne aja deh buat nemenin Ibu.."


Ucap Bu Sari menjelaskan pada Aji.


Muka Aji mulai terlihat nggak bingung lagi.


"Nah.. Iya Ji. Bener kata Bu Sari..."


Ucap gue membenarkan. Biar nggak perlu lagi gue jelasin apa-apa ke Aji.


"Oh... Iya Bu. Mari Bu saya antar ke kamarnya."


Ucap Aji sambil menunjukkan arah.


Gue dan Bu Sari berjalan mengikuti Aji.


Hingga sampai lah kami di sebuah kamar VIP.


Yang didalamnya ada..... Adi.


b e r s a m b u n g . .


💜


Hai , bagaimana episode baru yang berjudul "MENJENGUK ADI" ini? Silahkan tulis kritik dan saran yang membangun di kolom komentar yaaa! Dan jangan lupa klik LIKE dan VOTE nya! Terimakasih sudah selalu mendukung authorbegin❣

__ADS_1


__ADS_2