Benci Bilang Cinta

Benci Bilang Cinta
TIFUS


__ADS_3

"tadi kata dokter lu kena penyakit tifus,jadi lu jangan banyak istirahat,jangan banyak makan,dan harus lupa minum obat " ucap rafka datar dengan wajah tanpa dosa berbicara seperti itu terhadap putri.


"hah lu bilang apa?coba sekali lagi apa?" putri mengerutkan keningnyakarna merasa ada yang aneh dengan perkataan rafka .


"bersihin tu upil di telinga Lo" balas rafka datar


"upil emang di telinga?aduuuuuh,kalo tiap hari gue deket Lu,bisa bisa gue stress deh "ucap putri ketus menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah sekian lama mereka berdebat dengan kata kata anehnya,akhirnya rafka pun mengantarkan pulang putri ke kosannya. dikarnakan dokterpun mempersilahkan putri untuk pulang asalkan harus banyak istirahat.


-kosan putri-


"thanks,cowo singa" ucap putri dengan nada malas dan menutup pintu mobil rafka.


"hm gitu ya caranya berterima kasih?gak ada akhlak bener lo.yaudahlah,gue balik ya."ucap rafka dengan melakukan mobilnya.


"pengen gue tonjok aja tu muka" gerutu putri


setelah memasuki kamar kosannya,putri melangkahkan kaki dan mengangkat tubuhnya yang sangat lelah dan lemas ke atas kasur yang empuk.


ketika dia akan terlelap tiba tiba ada panggilan masuk dari ayahnya.


krining krining.......


ponsel putri pun berbunyi,lalu dia menerima telpon dari papa nya.


"Assalammualaikum,nak."


"waalaikumsalam pa."


"bagaimana kabar kamu nak? maaf papa gabisa antar kamu ke rumah sakit"


"tidak apa apa pah,kan tadi rafka nemenin putri"

__ADS_1


"syukurlah.jika kamu tidak apa apa.kamu harus selalu jaga kesehatan ya nak.kamu kan wanita kuat !


"iya pah siap" ucap putri lemas


"nak,ayah mau nanya sama kamu,apa kamu suka dengan rafka?"


"maksud papa apa?"


" sebetulnya papa sudah bersahabat lama dengan ayahnya rafka. dari dulu kita selalu berencana menjodohkan kamu nak. dan mungkin sekarang waktu yang tepat untuk papa bilang ini ke kamu.


mata putri membelalak mendengar ucapan papanya . dia membayangkan bahwa dia tidak akan sanggup menikah dengan seseorang yang terkadang gila,kadang kaya batu akik,dan kadang kaya es balok itu.


" hallo nak?"


"eh iya kenapa pah? maaf barusan putri mengantuk. oh iya pah,Puput sampai sekarang gak kepikiran untuk hal itu. sebentar lagi Puput wisuda,dan Puput ingin fokus pada cita cita Puput dulu. Jodoh,takdir,maut kita serahkan aja sama Allah ya pah. kalo dia emg jodoh aku,nanti juga bakalan sesuai dengan rencana papa kan? putri lelah banget pah,badan putri juga lemes banget. Besok aja ya pah tlp putri lagi" ucap putri dengan nada lembut


"baiklah sayang, selamat beristirahat"


putri memang anak yang sangat berbakti pada orang tuanya,dia tidak pernah membangkang apalagi mengecewakan orang tuanya. karena putri adalah anak satu satunya jadi dia selalu bertekad untuk membahagiakan kedua orang tuanya.


-ditempat lain-


"ternyata cewe jadi jadian itu anak dari rekan papa "gumam rafka


"cantik sih,dari segi fisik,Mayan lah ya,tapi gaya nya kaya jantan,hih gue ngomong apa sih? " batin rafka


sesampainya di rumah rafka langsung memasuki rumahnya. dia mengucapkan salam dan ternyata ayah nya masih menunggu dia di ruang tengah.


"udah pulang nak? bagaimana keadaan Puput?"


"dia kena tifus yah."


"ya Allah kasian sekali. besok kamu antar makanan ya ke kostan dia. kasian dia,sendirian dan tidak ada yang perhatian secara langsung."

__ADS_1


"aduh ayah,apa apan sih? dia udah gede !"


"ayah gasuka kamu nolak !"


"selalu saja seperti itu ."


rafka pun memasuki kamarnya dan entah kenapa dipikiran rafka hanya lah nama putri.


hari sudah menunjukan pukul 07.00 , tapi putri masih belum bangun dari tempat tidur nya. wajahnya pucat,dan dia merasa badannya sangat lemas. ketika dia mau mengambil minum,tiba tiba.....


PRENGGGGGGGG...


Gelas yang hendak iya ambil,terjatuh dan pecah kemana mana. mata putri berkaca kaca karna dia merasa sendirian dan tidak ada yang bisa iya mintai tolong.


tok...tok..tok....


"siapa ya?" gumam putri sambil mengusap air mata yg hendak terjatuh.


Putri pun tertatih tatih untuk membuka pintu kosan nya.


"nih ,ayah sama bunda nitipin ini buat lu. biar lu gak kurus kerempeng katanya.noh liat aja ,badan Lo udah tinggal tulang juga. "Ucap rafka menyodorkan kresek tanpa melihat wajah putri yg sibuk dgn ponselnya


"makasih raf" ucap putri dengan nada gemetar


rafka yang baru tersadar,melihat wajah putri yang sangat pucat dan tatapan nya yang sayu ,merasa kasihan dengan keadaan putri.


dia pun membaringkan putri ke tempat tidur. rafka kaget melihat keadaan tempat tidur putri yang berantakan di tambah lagi banyak pecahan kaca dekat kasur putri.


"lu kenapa ga pulang aja sih?" ucap rafka


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


***BAGI TEMEN TEMEN YANG SETIA MEMBACA NOVEL INI,DAN MEMBERIKAN KOMENTAR DAN SARAN YANG POSITIF, KETIKA NOVEL INI SELESAI,AKAN AUTHOR KASIH HADIAH YA !!!!

__ADS_1


YUK TEKAN FAVORIT,SUPAYA KALIAN TIDAK TERTINGGAL EPISODE !!! ❤️***


__ADS_2