
waktu menunjukan pukul 16.40,putri yang masih berbaring lemas menatap atap dengan tatapan kosongnya.tidak sadar akan kehadiran seseorang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Assalammualaikum,Om Tante" ucap rafka
"waalaikumsalam,nak. kamu Dateng juga. ibu minta tolong ya supaya kamu bujuk dia agar mau periksa tentang kesehatannya." ucap ibu merayu rafka
"hmm,akan saya coba Tante"ucap rafka
setelah bercakap dengan ibunya putri.rafka pun langsung memasuki kamarnya putri tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
putri pun tidak sadar bahwa rafka ada disana,karna sedari tadi dia membelakangi pintu kamar dan menatap jendela yang menampilkan halaman yang indah dan sejuk dengan tatapan kosongnya.
"cewe bar-bar" ucap rafka datar
putri pun kaget dan membalikan badannya menghadap ke arah suara yang memanggilnya.
"ngapain Lo disini?" ucap putri ketus dengan menampilkan wajah yang pucat
"jadi tadi ceritanya gue tadi mimpi,katanya Lo nangis nangis kangen gue.ya karna gue kasian, jadi gue kesini." ucap rafka menggoda putri
"gila Lo,saraf Lo rusak y?makanya benerin ke toko elektronik sono" ketus putri
"emang lu pikir saraf gue buatan China apa?" ketus rafka
"gue pikir buatan china,emang buatan siapa ? buatan Lo sendiri di uyel uyel gitu ?pake tepung kanji?" ucap putri sembarangan menhan tawa
"masih sakit aja Lo ngeselin banget ya"ketus rafka
"ngeselin tapi ngangenin" ucap putri datar
Rafka mengela dan membuang nafas kasar.
__ADS_1
" heh cewe bar-bar,gue mau ngomong sama Lo,Lo gak kasian apa sama orang tua lo? Lo itu anak satu satunya dikeluarga wibowo. mereka ngekhawatirin lo,karna udah beberapa hari ini Lo sakit kaya gitu. apalagi lo itu cewe kesayangannya,jadi jangan so kuat ! "ucap rafka dengan nada kesal karna dia selalu dilibatkan dalam keluarga putri
"mau Lo apa sih?mau bikin orang tua lo stres dan sakit kaya Lo? gara gara mereka mikirin Lo terus?"timpal rafka
putri yang mendengar ucapan rafka,dia merasa hatinya sakit. entah itu karna ucapan rafka yang menusuk,atau karna ucapan rafka memang benar. dia menahan air matanya agar tidak menetes.
" apa urusan Lo Raf? Lo jangan ikut campur sama hidup gue deh,Lo siapa gue hah?"ucap putri dengan nada bergetar menahan tangisnya
"gue bukan siapa siapa Lo,tapi gue peduli sama orang tua lo!" jawab rafka penuh penekanan
tiba tiba satu tetesan air mata menetes dari mata indah putri.
"gue takut raf! gue gak sanggup kalo gue harus tau apa penyakit gue raf. gue ngerasain beda dengan diri gue,badan gue sakit raf. gue gamau nanti orang tua gue hancur ketika denger gue sakit apa. gue sayang mereka, lebih baik gue gatau apa penyakit gue dari pada keluarga gue ngekhawatirin gue " tangis putri pecah dan sia berusaha mengusap air matanya itu
rafka yang melihat putri menangis,dia tidak tega melihatnya.dia pun mendekati putri dan duduk di pinggir ranjangnya.
" semakin lu diem kaya gini,lu gatau apa yang harus di obati dan dicegah. dan semakin didiemin itu ,penyakit bakalan tambah parah. apa itu yang Lo mau? udah lah jangan berfikir pendek.cepat siap siap biar gue anterin Lo nerobat." ucap rafka pelan agar tidak membuat putri semakin menangis
"gue gamau" ucap putri memalingkan wajahnya
ketika putri akan menolak lagi ,tiba tiba rafka menggendong putri secara tiba tiba.dan memaksanya agar mau berobat dan diperiksa.
putri pun memberontak,dan memukul mukul dada bidang rafka. tapi hasilnya nihil,rafka pun membopong tubuh putri.dan akhirnya putri terpaksa mengikuti kemauan rafka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
-Rumah sakit-
"jadi bagaimana keadaannya dok?"ucap rafka
"apakah anda keluarga pasien?"
"i..iya dok.kenapa ya dok?ada apa?" ucap rafka
__ADS_1
"pasien mengidap penyakit meningitis.dan ini sudah parah. Untung saja anda membawa kesini,setidak nya pasien masih bisa kami tangani. dan pasien sebaiknya di rawat dulu disini ."
deg
mendengar pernyataan itu,entah kenapa hati rafka merasa sakit . dia langsung memikirkan kedua orang tua putri,dan juga putri. dia bingung ketika mereka bertanya penyakit tentang putri.
Rafka pun langsung memasuki ruangan putri.
"Raf,gue mau pulang !" ketus putri,walaupun suaranya sangat pelan .
rafka yang sedari tadi memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan apa penyakit putri,tidak mendengar apa yang di katakan oleh putri.
"heh cowo berkepala singa" kesal putri menaikan nada bicaranya
"eh kenapa ?" jawab rafka
"lu mikirin apa sih? lu mikirin pacar Lo ya?gara gara nganterin gue.?" ucap putri
"iya,soalnya gue gabilang mau kesini"bohong rafka
deg
"sorry" ucap putri memelas
"eh gue kapan boleh pulang. dan satu lagi,gue sakit apa?" ucap putri pelan
rafka pun bingung harus bilang apa dengan pertanyaan putri. dan dia pun terpaksa membohongi putri agar dia tidak berpikiran buruk.
"Lo gapapa, cuman butuh istirahat aja. dan Lo gabisa pulang sekarang karna Lo masih harus ditangani dokter"
BERSAMBUNG...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
***BAGI TEMEN TEMEN YANG SETIA MEMBACA NOVEL INI,DAN MEMBERIKAN KOMENTAR DAN SARAN YANG POSITIF, KETIKA NOVEL INI SELESAI,AKAN AUTHOR KASIH HADIAH YA !!!!
YUK TEKAN FAVORIT,SUPAYA KALIAN TIDAK TERTINGGAL EPISODE !!! ❤️***