
HAPPY READING
--------------------------------------------------------------------
Setelah dari kantor Billi, Ree termenung di mobil. Perasaan nya tak karuan. Akhir nya dia memutuskan untuk berputar putar terlebih dahulu, guna menyegarkan pikiran pikiran buruk nya.
"Tuhan semoga pernikahan saya baik baik saja. Pertahankan lah pernikahan kami. Juga kuatkan lah iman suami saya Amin " Doa Ree dengan sungguh sungguh.
Setelah nya Ree pulang ke rumah dengan hati yang sedikit tenang.
--------------------------------------------------------------------
Zachtiar termenung di kantor nya. Dia memikirkan perasaan nya yang sudah lama di pendam. Ingin menyampaikan tapi takut menjadi masalah besar. Pasal nya si pujaan sudah...... ? Ck lebih baik dia melanjutkan pekerjaan nya saja. Batinnya.
Saat sedang fokus mengecek berkas, pintu ruangan di dobrak keras. Membuat dia terlonjak kaget dan kesal. Saat melihat pelakj dia mengernyitkan alis, karna tidak mengenal si pelaku.
"Maaf tuan, nona ini kabur dari keamanan dan memaksa masuk" Ujar sekertaris Zachtiar dengan terengah engah.
"Zach masa mereka maksa aku keluar sih" Rengek manja wanita tersebut dengan tak tau malu mendekat dan memegang lengan Zach.
Sontak Zach yang mendapat perlakuan tersebut langsung menyentak nya dengan kasar.
"Ihhh sakit tau" Dengan bibir mengerucut. Yang membuat ke dua pria itu mengernyit jijik bukan gemas.
"Siapa" Tanya Zach datar dan dingin.
"Maaf tuan, beliau anak dari Tuan Marco Zandra. Yang membuat Zach paham bahwa wanita ini anak dari klien.
"Oh. Ada apa? Pasal nya urusan Tuan Marco dan saya sudah selesai minggu kemarin" Tanya Zach.
"Ah aku kesini mau ajak kamu makan siang" Dengan binar bahagia, dia percaya bahwa Zach tak akan menolak kecantikan nya.
"Cih dasae gatal. Percaya diri sekali dia" Batin sekretaris Zach.
Zach hanya memutar bola mata nya malas. Dia menghela nafas sejenak lalu berbicara dengan wanita tersebut.
"Dengar ini nona? "
"Ah aku Isabel" Dengan riang.
"Ya maksud saya Isabel. Pertama saya gak suka dengan orang siapapun itu yang masuk sembarangan bahkan ini langsung mendobrak pintu. Yang kedua saya juga gak suka di ganggu saat kerja kalo bukan hal penting dan terakhir saya gak suka wanita gila" Ucap Zach panjang dan tajam menohok hati. Tapi jika bukan dengan bicara tajam lawan nya akan melunjak.
Isabel terdiam sejenak lalu, dengan pantang menyerah meskipun di tolak langsung.
"Terserah kamu bilang apa, inti nya aku mau kita makan siang bareng"
"Apa anda tuli dan bodoh" Ucap nya semakin menohok
Isabel tersenyum miring lalu dia mengancam Zach agar mau makan siang dengan nya.
"Jadi kamu tolak aku"
"Ya" Tegas dan singkat.
__ADS_1
"Oke kalo gitu. Tapi jangan salahin aku kalo kerja sama kita batal" Dengan angkuh nya Isabel berucap.
"Gak masalah buat saya. Toh klien saya bukan hanya Tuan Marco dan ingat 1 lagi jika membatalkan berarti Tuan Marco siap ganti denda" Dengan santai sambil tersenyum miring.
Isabel terdiam. Sial kalo begitu papa bakal marah besar ke gue. Batinnya..
"Gimana ? Mau keluar dari sini atau makan siang bareng" Tawar Zach.
Isabel menggeram dia marah, kesal, sekaligus malu. Dan akhir nya Isabel memutuskan untuk keluar dari sini daei pada dia kena amuk papa nya. Pasal nya jika sang papa marah maka semua akan kena dan tak segan segan memukul meskipun keluarga sendiri.
Setelah kepergian Isabel ke dua pria itu mengehela nafas lega karna hama keluar juga.
"Lain kali tahan jika ada orang orang seperti itu " Titah tegas dan intimidasi Zach.
"Baik Tuan, ah ya Tuan nanti saat makan siang akan ada rapag dengan perusahaan B di Caffe Lylac"
Setelah drama hama tadi Zach kembali fokua dan menyiapkan file rapat nanti.
SKIP @Caffe
Zach dan sekretaris nya sudah brada di Caffe, tinggal menunggu klien nya. Setelah menunggu klien pun datang.
"Selamat siang Tuan Zach" Ujar klien itu dengan suara yang di lembut lembut kan dan sengaja membungkuk agar buah dada nya terlihat.
Zach yang melihat nya sontak mengalihkan perhatian sambil bergidik jijik, namun tetap membalas sapaan nya.
"Ya selamat siang Nona..."
"Oh ya Nona Zaneta, kita langsung saja"
"Ah ya tuan" Sengaja di desah desah kan, siapa tau Tuan Zach tampan nya tergoda.
"Hmm kalo begitu........ " Akhir nya meeting pun berjalan lancar, meski si klien wanita itu selalu sengaja menggoda Zach di sela sela penjelasan. Seperti menempelkan lengan atau tak sengaja yang lain lain nya.
Saat rapat sudah selesai sekretaris Zach mengajak makan siang bersama.
"Baiklah rapat kita sudah selesai dan Nona Isabel sudah Deal dengan konsep yang saya buat"
"Ya Tuan Zach trimakasih, saya suka dengan konsep yang tuan jelaskan"
"Ah baik kalo begitu Nona Tuan sebaik nya kita makan siang terlebih dahulu. Bagaimana ? " Tanya Sekretaris tersebut.
"Oke" Zach
"Baik" Zaneta
SKIP SELESAI MAKAN.
saat selesai makan Zaneta dengan sengaja mengulur waktu sebisa mungkin agar lebih lama dengan Tuan Zach.
"Ah Tuan Zach, boleh kita mengobrol terlebih dahulu"
"Apa ada yang di tanyakan lagi" Jawab Zach
__ADS_1
"Ah gak ko, ini di luar kerja sama kita " Dengan senyum lembut
"Mm baiklah" Putus Zach. Karna dia baru selesai makan dan juga karna kerjaan nya telah selesai. Jadi tak masalah menunggu sebentar saja.
"Kalo boleh tau, maaf sebelum nya saha boleh panggil Zach? " Tanya Zaneta.
"Ya silahkan"
Zaneta tersenyum girang saking senang nya. Ah perlahan lahan tapi pasti. Batinnya.
"Ekhem, maaf Zach boleh saya minta nomer Hp pribadi kamu? Dan bisa kah jika di luar jam kerja kita jadi teman bukan partner kerja" Rentet Zaneta dengan harap harap cemas.
Zach diam, memikirkan resiko ke depan nya jika memberikan Nomer pribadi nya. Dia tak suka mengumbar apapun yang tergolong pribadi.
Setelah berpikir akhir nya dengan terpaksa dia memberikan Nomer nya karna mungkin tak ada salah nya. Karna Zaneta klien besar nya.
"Ya boleh, tapi dengan syarat"
"Apa Zach" Tanya nya dengan girang bahakan hampir memekik.
"Jangan ganggu saya jika tidak penting" Tegas dan padat.
"Oke" Dengan mudah menyetujui nya..
Setelah memberikan nomer juga bercakap cakap. Mereka kini kembali ke kantor masing masing.
Di perjalanan sang sekretaris bertanya pada Zach .
"Tuan, kenapa Tuan kasih kontak Tuan begitu saja dengan dalih teman. Padahal dulu anda sangat anti dengan yang begitu" Tanya Sekretaris dengan heran. Karna dia tau Tuan nya tak suka hal mengganggu.
Zach yang mendengar nya terdiam, benar juga jika suatu saat wanita itu mengganggu bagaimana. Batinnya.
"Hah, kenapa juga kamj tak mengingatkan, kamu kan asisten saya. Untuk apa kamu saya pekerjakan jika hal kecil begitu saja kamu tak becus" Jawab tajam sambil memelototi sekretaris nya
"Hah" Hanya itu yang bisa sekretaris nya jawab dengab wajah cengo nya.
"Astaga tuhan sabar sabar dia bos gue" Batinnya.
OKE GUYS TERIMKASIH SUDAH MAU BACA CERITA KU. SEMOGA KALIAN SUKA ....
MENURUT KALIAN APA YANG BAKALAN BILLI LAKUIN. JUJUR ATAU BOHONG ???
KALIAN PENASARAN GAK SIH SAMA KELANJUTAN NYA. HEHEHE KALO GITU KALIAN JANGAN LUPA UNTUK :
LIKE
KOMEN
VOTE
AND FOLLOW YA GUYS...
BYE LOVE
__ADS_1