
Assalamu'alaikun readers yang baik hati dan sholeh sholehah.
Izinkan author ecek ecek ni memulai karyanya ππππ
semoga para readers berkenan membacanya yaa....
Hehehehe
____β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€
Hanina Zehren****
Saat ini adalah mahasiswi tingkat 3 di salah satu Universitas ternama di Ibukota. Terlahir dari keluarga kaya raya dan terdidik hanya untuk membanggakan keluarga dan mengharumkan nama mereka melalui prestasi-prestasinya.
Jangan ditanya, pengharagaan demi pengharagaan berjejer rapi dalam lemari kayu yang katanya awet tanpa batas waktu itu, mulai dari prestasi pendidikan sejak sekolah dasar hingga penghargaan mengikuti olimpiade olimpiade sains yang tak pernah absen diikuti dari tahun ke tahun.
__ADS_1
Hanina yang sering disapa dengan Nina ini meskipun hidup dalam kemewahan tapi tidak ada arti baginya dibandingkan dengan kasih sayang yang jarang dinikmatinya.
Kedua orang tuanya sibuk dengan rutinitas mereka sendiri, dan tentu saja hal itu yang membuat Nina tidak berharap banyak dan lebih memilih untuk mandiri mengurus segala sesuatunya, mau tidak mau .
Bahkan dari awal penyambutan mahasiswa, sedikitpun tidak ada ketertarikan bagi Nina. Dia lebih memilih berkutat pada dirinya sendiri dan pada privasinya. Terkurung dalam zona nyaman membuat Nina sulit bergaul dan jarang memiliki teman, dia lebih memilih sibuk dengan kurikulum belajar. Mata kuliah demi mata kuliah terus diikuti tanpa absen.
Kalau kata kebanyakan orang "kutu buku"
Bisa dikatakan Nina termasuk mahasiswi yang aktif. Aktif seputar belajar tentunya bukan yang lain, tidak heran jika banyak dosen yang memintanya bergabung pada proyek proyek penelitian. Orangnya pinter, tekun dan rajin pula.
Kesibukan kuliah berjalan seperti biasa, jauh dari kata istimewa ia jalani hari-harinya di kampus. Monoton dan flat begituβ¦
Emir Hakan****
Mahasiswa dengan jurusan yang sama dengan Nina. Supel, pribadinya lebih mudah bergaul dan tak kalah smart dari Nina.
__ADS_1
Keduanya mahasiswa berprestasi di kelas dan kampus. Bedanya emir terlibat dalam beberapa organisasi kampus. Dengan potensi dan mengandalkan bakat retorikanya yang baik, tak sedikit yang menyanjung kepiawaiannya dalam berorganisasi. Public speaking membuatnya banyak digemari di kalangan mahasiswa terutama mahasiswi. Emir juga memiliki bakat berdebat. Yang pasti bukan adu otot tapi adu argumen sains dan politik. Wah betapa hebatnya bukan ?
Seharusnya Emir adalah senior bagi Nina, karena masuk ke perguruan tinggi butuh banyak biaya dan dengan segala keterbatasan ekonomi membuatnya harus berjuang lebih dan sedikit bersabar. Pada akhirnya Emir menunda untuk mendaftar sebagai mahasiswa. Dengan tekad yang kuat sebisa mungkin Emir menabung dan menunggu 3 tahun demi biaya kuliahnya nanti.
3 tahun lamanya , seluruh akal, usaha dan jalan ditempuh demi mencecap pendidikan kuliah. Mulai dari mengajar privat, mengambil part time di beberapa restoran bahkan menjadi penerjemah kerap dilaluinya, demi sebuah asa, harapan dan cita-cita dan tentunya demi menggapai kebahagian.
Benarlah kata pepatah : :Sabar itu buahnya manis".
Dan sekarang disinilah dia. Mahasiwa tingkat 3 dengan segala prestasi dan kharisma yang dimilikinya. Terbayar tunai setelah perjuangan, pengorbanan dan kesabaran yang dilaluinya.
ππππππππππ
Hai hai readersss......
Author ini baru memulai karyanya
__ADS_1
Mohon dukungan, like dan votenya jika berkenanππππππ
Author mengucapkan salam kenal semuanya ya.....