Bertemu Cinta

Bertemu Cinta
Menyapa


__ADS_3

...“Tanpa kusadari , kau tak luput dari pandangku. Terlalu jarang suara itu terdengar sampai aku memilih menyemangati rasa penasaran ini”. Emir...


Mungkin yang menjadi pertimbangan mereka memilihku sebagai komti selain kemampuanku dalam berdiskusi maupun berinteraksi juga karena usiaku yang terpaut lebih tua 3 tahun dari mereka (dianggap lebih dewasa ?) .


Sejak terpilih, aku berusaha sebaik mungkin menjalankan amanah ini dan bertanggung jawab agar kelas ini selalu kompak dan bersahabat.


Seiring waktu berjalan, banyak teman-teman yang mulai akrab denganku, tak hanya di kelas tapi juga di luar kampus setidaknya untuk menyapa.


Mengamati kelas menjadi aktivitas keseharianku tentunya selain berkutat pada tugas perkuliahan, sampai di saat aku mulai memperhatikan ada sesesorang yang tidak pernah terdengar suaranya kecuali saat dosen mengadakan kuis maupun pertanyaan seputar mata kuliah. Kuakui dia termasuk mahasiswi yang cerdas, terlihat dari kemampuan Q&A saat mata kuliah berlangsung. Selebihnya dia terlihat pendiam dan hanya sibuk dengan belajar. Rutinitas yang membosankan.


Bagaimana mungkin seorang perempuan pendiam seperti itu ? setidaknya yang ku tau perempuan seharusnya mampu mengeluarkan 20 ribu kata dalam sehari.


Protein Foxp2 pada wanita yang dikenal sebagai protein bahasa lebih tinggi 30 % kadarnya dibandingkan laki-laki. Ada apa dibalik pendiamnya ?


Bulan berganti, aku mulai melihatnya dekat dengan seorang teman perempuan di kelasku. Ya namanya Salsa. Dia terlihat akrab, meskipun lagi lagi suara itu masih jarang terdengar bagiku.


Ada keinginan untuk memulai komunikasi dengannya, tapi jujur aku lebih senang mengamatinya dari kejauhan, berharap ada perubahan pada gadis itu sampai mucul ide dipikiranku untuk mengadakan kegiatan kelas dan melibatkannya sebagai panitia. Pendekatan kulakukan dengan teman dekatnya saat ini.

__ADS_1


Setelah ku umumkan kepanitiaan acara kelas ini, dia tampak terkejut. Kebingungan terlihat pada raut wajahnya. Dan saat itu kuberanikan diri menyapanya terlebih dahulu.


Singkat, padat dan tanpa basa basi.


Ada getaran dan desiran didadaku saat memulai menyapanya. Ada apa ini …. Semakin dekat, kuberanikan melihat wajahnya. Degupan jantung mulai berdetak tak beraturan, lebih cepat dari biasanya. Gadis ini ternyata sungguh terlihat sangat cantik.


Segera ku tundukkan pandanganku, bersyukur sekali dia ternyata memilih segera pergi meninggalkanku.


Apa jadinya kalau obrolan itu berlanjut ? mungkin desiran ini semakin menjadi.


Disaat pembahasan agenda kegiatan, berharap suara itu semakin sering kudengar tapi kenyataannya tidak.


“ Bagaimana dengan divisi dokumentasi”, kamera ready ? tanyaku


Dia hanya menjawab singkat.


“Ya”

__ADS_1


Meeting perdana kami pun selesai, dan akan dilanjutkan pada akhir pekan.


Sedikit ada kekecewaan saat dia memberi sinyal tidak bisa hadir di pertemuan kedua kami. Ah, aku ini kenapa ? kenapa terlalu berharap kehadirannya ?


NOTE :


Komti (Komandan tinggi) : kalau di kampus istilah ini umum dipakai untuk fungsi dan kerja yang sama seperti ketua kelas saat di sekolah menengah pertama maupun menengah atas.


_______________________________________


Assalamu'alaikun readers...🤩🤩


Sebelumnya mohon maaf ya kalau cerita ini ga melulu soal romantisme dua insan manusia seperti kebanyakan yang disajikan secara gamblang dan vulgar 😁


Author ini masih belum berani...Hihihihi. Alias atut...


Semoga cerita di Novel ini menggungah para readers sekalian dan selalu bisa mengambil hikmahnya.

__ADS_1


Terima Kasih


With Love 😘


__ADS_2