Bertemu Cinta

Bertemu Cinta
Menjelang Hari Kegiatan


__ADS_3

"Aku masih meyakini bahwa harapan itu masih ada". Emir


Setelah mematangkan konsep acara kegiatan kelas, keesokan harinya rangkaian acara kegiatan diumumkan saat menjelang waktu istirahat tiba. Terlihat teman teman kelas antusias dan bersemangat. Karena acara kali ini dibuat semenarik mungkin.


Tentu sebagai komti mengharapkan semuanya hadir dan berpartisipasi tanpa absen. demi kelancaran persiapan logistik maka dilakukan pendataan bagi siapa saja yang ikut dan tidak. dari 70 mahasiswa 10 diantaranya tidak bisa hadir dengan alasan berbeda beda.


Saat aku melihat lembar absensi. aku tertuju pada satu nama yang tidak bisa ikut acara kelas ini. lagi lagi aku dibuat penasaran. yang kuharapkan datang malah tidak bisa ikut. Bergegas kucari tau.


Ternyata alasannya simpel sekali. Orangtua tidak mengizinkan.


"Sebenernya Nina tertarik banget acara ini Mir. Tapi dari dulu dia kesulitan dapat izin kalo mau bepergian. Aku kasihan juga sih." Salsa menjelaskan alasannya


"Apa ga ada cara lain Sal? atau kalau perlu kita keluarkan surat resmi acara ini ? " tanyaku.


Ya setiap acara kampus memang harus melapor ke sekretariat dekan fakultas.


"Ide yang bagus Mir. Kita datangi saja rumahnya. Kita bawa surat itu dan langsung menghadap orang tuanya. Bagaimana? kamu bisa ikut kan ? "


"Baik".


Kami berencana mendatangi rumahnya 1 hari sebelum keberangkatan. Tepatnya hari sabtu karena menurut Salsa kemungkinan besar orang tuanya berada di rumah.


Dengan mengendarai motor masing masing, Aku dan Alif boncengan sedangkan Salsa ditemani


Haura.


30 menit waktu perjalanan ke rumah Nina.


Berada di perumahan elit bergaya modern, dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang ketat . Tapi wajar saja kedua orangtuanya adalah pengusaha hebat.

__ADS_1


Nina yang tampak sedang menyambut kami dari gerbang utama.


Degupan jantung mulai tak beraturan lagi saat melihat Nina dengan pakaian santai yang tidak biasanya. Rileks Mir....


"Silahkan masuk ". Nina menyambut kami.


" Bisa ditunggu sebentar? Aku panggilkan Papa dulu. Dia pun berlalu setelah mempersilahkan kami duduk.


Kami mengalihkan pandangan mengamati sekitar rumahnya dan aku cukup takjub. Ini kali pertamaku memasuki rumah semewah ini.


Terlihat Papanya menghampiri kami. dan kami pun serentak berdiri untuk memberikan takzim kami kepada beliau. dan dibalas dengan senyum .


"Saya dengar kelasnya Nina mau mengadakan kegiatan di luar kampus ? Apa betul begitu ? Bisa dijelaskan bagaimana konsep acaranya ? Dari dulu saya tidak pernah membiarkan Nina bepergian tanpa sepengetahuan saya. "


Belum apa-apa kalimat penegasan papanya membuat nyali kami sedikit menciut.


Terlihat sekali aura pimpinannya tampak bahkan dari setiap gerak gerik dan bahasa tubuhnya.


"Mohon maaf sebelumnya pak. Kedatangan kami kemari memang untuk menjelaskan tentang kegiatan ini. Tujuan kami melaksakan kegitan ini untuk mengakrabkan satu sama lain tentu dalam hal positif dan juga kegiatan ini dengan seizin pihak kampus tepatnya fakultas kami, Bapak bisa melihat surat resmi ini"


Aku sodorkan surat yang dikeluarkan dekan ke beliau.


Sambil papanya membaca, aku perhatikan sedari tadi Dia menunduk, antara takut dan malu.


"Bagaimana dengan konsep acaranya " dan apa yang menjamin anak saya aman dan selamat kembali ke rumah ini ?


Kali ini Salsa menjelaskan.


"Dimulai dari pengenalan pak dan disipikan games supaya teman teman saling mengenal lebih jauh karena bagaimanapun kami semua akan bersama selama 4 tahun hingga masa studi selesai Pak. "

__ADS_1


"Acara ini sengaja kami lakukan di alam terbuka karena kami pikir teman teman membutuhkan relaksasi pikiran setelah berkutat dengan aktivitas kampus yang monoton. Juga untuk mengenal alam lebih jauh Pak. ". Begitu Salsa menjelaskan


" Untuk keamanan, pihak logistik sudah menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari perlengkapan obat, tandu, dan tempat istirahat disana. ". Transportasi juga kami pastikan dalam keadaan baik" . Timpalku


"Hmmm...". Papanya sambil memagang dagunya seraya berpikir dan menimbang nimbang.


"Kamu tertarik acara ini?. Tanyanya pada putri satu2nya itu.


"I-iya Pa.... Terlihat gugup dan takut


"Baik....saya izinkan putri saya ikut dengan syarat kalian yang hadir ini harus mengawasi dan menjamin keselamatan anak saya ". Bisa ?


serempak menjawab "Bisa Pak ".


ada kelegaan kami akhirnya Dia bisa ikut.


berbinar sekali wajahnya...


Saat kami akan berpamitan....


"Sebelum kalian pulang makanlah terlebih dahulu. Bi....tolong siapkan makan siang untuk teman2 Nina. ".


sembari menunggu makan, papanya ternyata sangat welcome, banyak wejangan yang disampaikan kepada kami juga ilmu tentang bagaimana mengelola bisnis.


"Saya lihat wawasan kamu tentang keorganisasian bagus juga, pencapaian prestasi kampusmu bagaimana? " tiba tiba saja apanya melontarkan kalimat itu seakan sedang melakukan interview kandidat karyawannya.


"Sejak SMA saya terlibat organisasi OSIS pak dan mengikuti beberapa organisasi karya2 ilmiah. Sempat nganggur 3 tahun sebelum masuk universitas dan saya memanfatkannya dengan sebaik mungkin.


" Bagus itu. itu artinya modal kamu sudah ada. Kalau kamu tertarik dengan dunia usaha atau ingin menjadi pengusaha setidaknya kamu harus memiliki keterampilan public speaking dan negosiasi tentunya."

__ADS_1


Pembicaraan itu berlangsung bahkan saat makanan telah terhidang di meja.


Ada rasa optimis setelah banyak berdiskusi dengan papa Nina. Yakin bahwa tidak ada yang sia sia dari setiap usaha. Semua akan berbuah. Bedanya ingin berbuah manis, sedikit asem atau kecut ? semua pilihan.


__ADS_2