
“Tak ada yang spesial bagiku. Hari-hari kujalani jauh dari Istimewa, meskipun saat ini aku sudah menjadi mahasiswa”. Nina
Jam menunjukkan tepat di angka 8. Hari ini aku memulai aktivitas pertamaku sebagai mahasiswa dengan jurusan Ilmu Kimia di salah satu kampus ternama di Ibukota ini.
Sebelum berangkat, seperti biasa aku menyiapkan kebutuhanku, berangkat juga seperti biasa Pak Eko yang selalu setia mengantarku, lagi lagi tanpa pernah bertemu kedua orang tuaku. Ya, mereka sudah berangkat terlebih dahulu tentunya. Papa dan mama sama-sama pebisnis dan memegang jabatan penting di perusahaan tempat mereka bekerja. Berulang kali kesibukan menjadi alasan kami tak bertegur sapa seperti kebanyakan keluarga normal lainnya. Pergi pagi pulang malam menjadi rutinitas sehari-hari, itupun berlaku saat weekend.
Sepanjang jalan kuamati sekitarku,
Ahh, susasana kampus ternyata seperti ini,
Tidak terlalu berbeda dengan SMA, hanya cara berpakaian orang-orang lebih bebas, tidak diatur, banyak mahasiswa yang berkumpul, mungkin diskusi tugas, belum lagi yang sekedar nongkrong-nongkrong, ada yang bergosip ria, ada yang termenung , tunggu mungkin merenungi nasibnya, atau sedang mendapat nilai yang tidak memuaskan ?
Aku susuri jalan menuju kelas ku.
Melewati pepohanan rimbun yang menambah kesejukan kampus ini,
Sejenak Ku pandangi kelas ini. Kelas yang akan membawaku entah kemana . Prestasi ? tentu akan jadi target utamaku.
Aku sengaja datang lebih awal supaya bisa memilih kursi. Karena katanya kursi menentukan prestasi.
__ADS_1
Tentu saja, aku akan memilih posisi yang nyaman dan fokus.
Sambil menunggu dosen, aku masih tetap di tempatku. Sekilas memandang kesana kemari. Memperhatikan siapa yang menjadi teman kelasku. Banyak dari mereka yang saling bertegur sapa, berkenalan, tapi tidak denganku. Mungkin karena aku terlalu pendiam, atau mungkin aku yang terlalu memberi batas ?
Ketukan mejaku terdengar…
“Hai,, kok diam aja ? kenalin aku Salsa. Salsabila Khairunnisa. Tetangga belakangmu. (Sambil menyodorkan tangannya), Nama kamu siapa ?”
“Perkenalkan aku Nina. Hanina Zehren”. (kusambut dengan senyum terbaikku). Kuamati sekilas, Salsa dengan gamis biru dan jilbab yang menjuntai di dadanya, terlihat sangat ramah, supel dan juga cantik.
Percakapan dengan Salsa hanya berlangsung selama 10 menit, tentu saja,dia yang mendominasi dan aku lagi-lagi hemat untuk berbicara.
Tepat pukul 3 sore, selesai sudah jadwal mata kuliah hari ini.
Kurapihkan semua buku ku , bersiap untuk pulang.
“Nina, kamu mau pulang sekarang? , Salsa yang tiba tiba datang menepuk bahuku..
“Maaf ngagetin kamu”, ga berencana keliling2 kampus ? Kalau kamu ga keberatan aku ngajak kamu nih jalan2 sekitar kampus, mau ga ?
__ADS_1
Kulihat jam tanganku , masih ada waktu 2 jam sebelum sampai rumah. Ya, apapun aktivitas ku , paling lama jam 6 aku sudah harus sampai rumah. Sudah menjadi perintah wajib, negosiasi boleh, itupun jika sangat-sangat urgent dan mendesak.
“Baiklah, tapi maaf mungkin ga bisa berlama2, balasku..
Kami berkeliling kampus, sambil bercerita tentunya, melihat teman-teman kampus yang lebih bebas sebenarnya membuatku sedikit minder dan iri. Hidup dengan kebebasan tanpa terikat aturan sepertinya menyenangkan.
Sepanjang perjalanan banyak sekali kumpulan-kumpulan mahasiswa, terlihat menawarkan sesuatu tapi ada yang menarik kulihat, sekelompok mahasiswa berkumpul, berpendapat dan saling mendebat dan ditengahi oleh seseorang yang terlihat seperti mentor mereka, ada sedikit ketegangan disana, dan ga lama kemudian suasana kembali ceria setelah mentor itu memberikan sedikit games relaksasi. Cukup seru.
“Itu salah satu organisasi di Fakultas kita. Setiap ada mahasiswa baru katanya tiap organisasi juga melakukan rekrutmen anggota baru mereka. Organisasi kampus banyak sih , ada ROHIS, pecinta alam, himpunan mahasiswa profesi, BEM kemahasiswaan, ada juga olah raga. "
Baru sehari ketemu dengan Salsa, aku pikir dia teman yang baik.
Begitulah hari ini, hari pertama menjadi mahasiswa.
------------------
Assalamu'alaikum.
Semoga suka ya....
__ADS_1
jomm Likes dan votenya 😘