
Seorang gadis kecil berjalan memasuki taman sendirian. Sambil berjalan gadis itupun melihat sekitarnya, gadis itu melihat bagaimana anak-anak lain bermain dengan temannya, dan tertawa riang. Mencoba bergabung dengan sekelompok anak-anak itu, namun yang terjadi tidak sesuai dengan harapan gadis kecil itu, sekelompok anak itu menjauhinya tanpa mengatakan sepatah kata pun. Gadis itu mewajarkan sikap mereka karena ia baru saja pindah ke wilayah itu.
Gadis itupun berkeliling kembali untuk mencari teman yang bisa ia ajak bermain. Namun bukannya sekelompok teman kembali yang gadis itu lihat, tetapi anak lelaki yang tertidur dengan posisi duduk di kursi taman tersebut. Berfikir sejenak, gadis itupun mendekati anak lelaki tersebut dan mengusapnya, alhasil sentuhan gadis tersebut membuat sang anak lelaku tersebut bangun. Kaget dan merasa bersalah karena telah membangunkannya, gadis kecil itu pun meminta maaf "E-eh??? Aduh maaf, aku mengganggumu ya? Maafkan aku" .
Anak lelaki itupun menatap gadis itu, lalu berfikir tentang siapa gadis itu. Karena ia mengenal rata-rata anak disini, dan ia baru pertama kali melihatnya. "Ya, tidak apa, omong-omong kamu siapa?"
"Aku???"
"Iya, siapa lagi?"
"Ah, aku baru pindah kesini, kamu pasti merasa asing denganku ya?"
Anak lelaki tersebut pun berfikir lagi mengapa gadis tersebut dapat tahu apa yang dia pikirkan, dan lalu menjawab "Hehe, ya aku merasa aneh melihat anak perempuan yang tidak aku kenal, padahal aku mengenal rata-rata anak disini".
"Ohh begitu" ucap gadis tersebut sambil duduk.
"Perkenalkan, namaku Reksa, kamu?"
Gadis itu terdiam, lalu sadar dan segera menjawab "A-ehh? Aduh maaf, namaku Fara"
"Pftt, ahahahahaha, wajahmu.. wajahmu lucu sekali" tawa Reksa melihat wajah Fara yang terdiam lalu kaget seketika, dan menjawabnya.
"Heii, berhentilah"
"Ahahah, aduhh maaf maaf, habisnya mukamu itu lucu sekali"
"Kujitak kepalamu itu ya Reksa!!!"
" Aduh, jangan dong, iya aku berhenti"
"Oh ya, mari berteman Fara" tambah Reksa.
"Kamu serius?" tanya Fara, karena sekelompok anak tadi saja mengabaikan Fara, namun kini Reksa duluan yang meminta Fara menjadi temannya.
"Ohh, tidak, tidak jadi" jawab Reksa. Jawaban Reksa membuat Fara sedikit kecewa, dan terdiam. Membuat Fara memutar otaknya kembali mengapa tidak ada yang mau berteman dengannya. "Mari kita bersahabat Fara!" Tambah Reksa.
Terkejut dengan ucapan Reksa yang mengajaknya bersahabat, namun Fara tersenyum dan mengangguk menandakan jawaban iya untuk Reksa. Disinilah awal kebersamaan mereka sebagai sahabat. Fara yang sulit mendapat teman di awal hari kepindahannya, dan sekarang ia bersahabat dengan seorang anak lelaki yang baru ia temui. Hati Fara pun senang bukan main, karena sebelum pindah pun Fara sendiri dan tidak memiliki teman.
.
.
.
.
.
"Assalamualaikum, Bunda" teriak seorang anak lelaki yang tidak lain adalah Reksa.
"Ya ampun, Areval Reksa Geandra ! Dateng-dateng kebiasaan deh heboh sendiri"
"Eheheh iya dong bun !!"
"Jadi, hari ini kamu lagi seneng ya? Ceritain sama bunda kenapa seseneng itu, ayo" tanya Bunda Reksa sambil membelai gemas kedua pipi Reksa.
"Jadi, tadi Reksa duduk di kursi taman, tiba-tiba ada perempuan yang datang dan mengusap rambut Reksa, lalu Reksa mengajaknya bersahabat, dan dia mau Bunda" jawab Reksa dengan ceria.
"Ahh, jadi Reksa mengajak anak perempuan bersahabat ya hm, lalu apa anak perempuan itu cantik?"
"Ya !!! Cantik sekali bun" jawab Reksa dengan tegas.
__ADS_1
"Aduh, secantik apa hm? Apa bunda kalah cantik dari anak tadi?"
"Ya, Fara secantik malaikat kecil, Fara menggemaskan Bunda"
"Waduh, lihat anak bunda sekarang" ucap bunda sambil menggiring Reksa menuju kamar mandi.
Yah begitulah ketertarikan Reksa pada Fara, bukan hanya karena parasnya Fara, namun sikap dan perlakuan Fara menurut Reksa sangat berbeda. Yang membuatnya sangat ingin berteman dekat dengan Fara.
.
.
.
.
.
Esok pagi pun datang, seperti kegiatan normal, pagi biasanya diawali dengan bangun tidur, mandi dan sarapan sebelum mereka memulai aktivitasnya. Kali ini pun sama dengan Fara dan keluarganya. "Fara, kamu sudah dapat teman disini sayang?" tanya Papanya penasaran dan berharap Fara akan mendapat teman.
"Sudah! Fara berteman dengan seorang anak laki-laki yang pintar dan menggemaskan pa!" .
"Benarkah? kenapa tidak berteman dengan perempuan Far?"
"Tidak ada yang mau berteman dengan Fara kecuali Reksa pa,.. saat kemarin Fara mendekati sekelompok anak-anak, Fara malah dijauhi padahal Fara hanya mendekat saja" jelas Fara.
"Lalu bagaimana pertemuan Fara dengan si Reksa tadi?" Mama Fara tiba-tiba bergabung dalam obrolan tersebut sembari menyiapkan bekal siang sang Papa.
"Eum, cukup menarik bagi Fara yang melihat Reksa tertidur dikursi taman dengan posisi duduk"
"Ngarang kamu ya Far" ucap papa tidak percaya.
"Ih, enggak ya pa, Fara menemukan Reksa yang tidur dikursi taman, kemudian tanpa sadar Fara membangunkannya, lalu kami menjadi sahabat" Fara mengatakannya dengan nada yang sedikit mengarah pada sombong.
"Iya Mah!"
"Oke, tapi ingat jangan lupa waktu ya Fara"
"Siap Mamaku sayang"
"Fara main keluar ya"
"Iya, pulangnya jangan terlalu sore ya sayang"
"Iya mama"
Berlari keluar dari rumah, Fara pun membayangkan bagaimana ia akan menjalani hari ini bersama Reksa. Dan kebetulan Reksa pun melewat didepannya, lalu berhenti dan mundur dan brugh Fara tak sengaja menabrak Reksa sehingga mereka berdua terjatuh. "Aduh" ucap mereka, mereka menatap satu sama lain dan akhirnya Fara pun berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Reksa "Ayo Reksa bangun, bajumu akan kotor bila terus duduk disana". Tersenyum dan lalu Reksa berdiri dengan bantuannya Fara, "Aku minta maaf Reksa sudah menabrakmu" ucap Fara merasa bersalah.
"Oh ayolah, tak apa Fara" jawab Reksa sambil membersihkan bajunya.
"Apa kamu terluka?"
"Tidak sama sekali, bahkan ini tidak sakit, hehe" Reksa tersenyum sambil memperlihatkan giginya, sungguh menggemaskan batin Fara. Dan tanpa sadarpun Fara mengusap kepala Reksa kembali. Namun seakan-akan sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh Fara, Reksa merasa nyaman.
"Baiklah, Fara ayo, aku akan menunjukanmu tempat indah, apa kamu mau?"
"Tentu"
Mereka berjalan dengan bergandeng tangan, dan berjalan menuju arah aliran sungai. Dan benar saja, tempat itu indah, aliran sunggainya bersih dan jernih, serta segar, dipenuhi oleh pepohonan disekitarnya yang membuat udara disana sangat sejuk, banyak sekali tumbuhan yang mekar disana.
Takjub melihat pesona alam yang ditunjukan oleh Reksa, Fara pun menatap Reksa sambil berkata "Hey Reksa..."
__ADS_1
Reksa memalingkan wajahnya untuk melihat Fara, dan Oh! Fara mengucapkan terimakasih dengan wajahnya yang sangat menawan. "Terimakasih Reksa".
"Tentu, namun bisakah kamu memanggil namaku dengan nama Val?"
"Hm? Val? Kenapa?"
"Panggilan spesial darimu untukku hehe" ucap Reksa, aduh maksudku Val dengan mengedipkan sebelah matanya, entah darimana ia belajar seperti itu!
"Memang nama panjangmu apa?"
"Areval Reksa Geandra"
"Keren, namamu sangat keren" ucap Fara dengan nada.
"Yaps, seperti aku kan"
"Bagiku tidak tuh" ucap Fara melihat ke atas langit yang menampakan burung yang berterbangan bersama kawannya.
"Bagiku kamu menggemaskan dan lucu Val" tambah Fara.
Oh! Itu membuat paras Fara semakin cantik. Membuat keduanya makin akrab. Mereka akhirnya menghabiskan waktu dengan mengobrol dan bermain sampai mereka lelah karena bermain kejar-kejaran. "Faraa, kita istirahat ya, aku capek"
"Hahh, yaa, aku juga capek, ayo duduk"
"Omong-omong kenapa tinggimu melebihiku Fara? Padahal aku ini laki-laki loh" tanya Reksa, aduh maksudku Val.
"Hmm? Aku rasa gender tidak bisa menghilangkan kemungkinan itu" jawab Fara.
"Memang umurmu berapa Far?"
"Aku? , 7 tahun"
"Ahhh pantas, ternyata kamu lebih tua dariku"
"Oh kamu berumur 6 tahun ya?"
"Itu betul, dan berarti aku harus memanggilmu *kakak* mulai sekarang"
"Aku rasa tidak perlu, khusus untukmu panggil aku dengan namaku saja Val" jawab Fara sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.
"Aku tidak mau tuh, blee"
"Kakk!!! Kakak Fara, hahaa" ucap Val sambil tersenyum.
Dan karena kelelahan, tanpa sadar mereka berdua tertidur dibawah pohon. Beberapa menit setelah mereka tertidur, Val pun bangun karena ia merasa gatal. Dan benar saja, ternyata ia digigit oleh nyamuk.
Sesaat Val melirik kepada Fara, dan melihat seekor nyamuk hinggap pada kening Fara dan akan menggigit Fara. Dengan segera, bukannya mengusir nyamuk itu saja, ia malah memukul kening Fara dengan tujuan membasmi nyamuk itu, dan jdugh. Memang nyamuk itu langsung mati, karena Val memakai tenaganya, namun itu juga membuat Fara terbangun dan merasa sakit karena pukulan Val tadi, "Aduhh, Val!! Kenapa kamu memukulku?" .
"Ahh, kakkk maaf, Val tidak bermaksud, maafkan Val kak, tadi itu Val ingin mengusir nyamuk yang ada di kening kakak, tapi Val lupa kalau begitu akan memukul kakak" jelas Val sambil berkaca-kaca karena ia takut Fara akan marah padanya dan tidak mau berteman kembali.
"Ahaha, sudah-sudah Val, ternyata kamu cengeng juga ya, aku tidak papa, ayo usap air matamu" tawa Fara sambil mengusap air mata Val yang akan jatuh. "Hueee kakk, maafin Val ya, Val ga sengaja" , dan Val malah menangis karena hal itu. Siapa yang menyangka
bahwa ternayata Val juga cengeng dan bisa bersikap seperti itu, padahal tidak seperti kelihatannya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hayoo,... siapa yang gemes sama kelakuan dua bocah tadii?