
Siang ini Val (Reksa) sedang menunggu seseorang untuk datang, dan siapa lagi bila bukan Fara. Tadi pagi Fara sudah mengatakan bila ia akan pergi sebentar dengan papanya, namun ternyata sangat lama, bosan menunggu Fara yang tidak kunjung datang, Val pun pergi meninggalkan taman dan menuju ke rumahnya. Namun Set langkah Val terhenti ketika seseorang meraih dan menggenggam tangannya. Menoleh ke arah belakang, matanya dengan mata seorang gadis pun bertatap, gadis yang dimaksud adalah Fara.
"Val, maaf ya aku telat, tadi itu ada kecelakaan kecil" ucap Fara menjelaskan. Val memperhatikan Fara sejenak dan menemukan siku Fara yang terrluka meski sudah diobati. Meraih tangan tersebut, Val pun kembali menatap Fara "Kak, sakit ga?", Val mengucapkan itu dengan nada lembut dan khawatir, dan sukses membuat Fara tersenyum. "Tadi sih iyaa, tapi sudah tidak kok Val" jelas Fara.
"Ekhem, ini yang namanya Reksa? Reksa atau Val?" tiba-tiba seorang pria datang dan bergabung dengan obrolan kedua anak tersebut. Val dan Fara seketika menoleh ke arah pria tersebut, yaitu papa Fara. "Ehh, papa, iyaa pa ini Reksa tapi Fara panggil Val" ucap Fara.
Val merasa sedikit takut dengan papanya Fara, entah kenapa tapi ia takut pria yang dihadapannya itu akan macam-macam dengannya!
"Hallo Reksa, senang bertemu denganmu (?)"
"Ah, i-ya hallo om, saya Reksa" padahal papa Fara sudah melembutkan suaranya, namub entah kenapa kata-kata papa Fara sangat berbeda arti dengan apa yang Val pikirkan sehingga ia merasa gugup.
"Ahaha, Reksa kamu takut dengan om ya?"
"Aduh pa, bagaimana tidak? bisakah papa seperti biasa saja pa, jangan tersenyum seperti itu, bahkan Fara merasa aneh pa" ucap anak gadisnya tersebut.
"Loh, padahal papa hanya ingin terlihat ramah, tuh kan jadi serba salah"
"Ngga kok om, tadi iya, tapi sekarang ngga" ucap Val.
"Oh, begitu, maaf bila membuat kamu takut Reksa, oh, dan bagaimana jika kamu berkunjung kerumah Fara? mungkin kalian bisa bermain dan belajar bersama?" ajak papa.
"Em, apakah boleh? ah dan Reksa harus meminta izin kepada Bunda terlebih dahulu om"
"Tentu boleh, lagipula om yang mengajak, dan ayo akan om antar kamu ke rumahmu untuk izin"
"Nah betul apa kata papa tadi Val, ayoo"
"Okee"
.
.
.
.
.
Sembari berjalan, mereka bertiga pun mengobrol bersama, banyak pertanyaan dari papa Fara untuk Reksa yang membuat Reksa kewalahan dan bingung harus menjawab apa. Sedangkan Fara pasti memarahi papanya yang seperti itu, dan tak lama mereka pun akan tertawa. Dan, sampailah mereka di tujuannya, Val masuk dan berbicara dengan sang Bunda. Val kemudian keluar dari rumahnya, dan mengacungkan jempol serta mengedipkan matanya, yang berisyarat bahwa ia telah diizinkan.
Kemudian mereka kembali berjalan, tetapi kali ini berbeda tujuan. Val penasaran dengan totebags yang dibawa oleh Fara, dan bukan hanya itu Val juga melihat bahwa totebags itu isinya sangat banyak. Berniat ingin membantu Fara, namun Val ternyata terlalu malu untuk menawarkan dirinya. Dalam pikirannya ia bertanya-tanya apakah ini saatnya menawarkan diri ataukah tidak, namun tanpa Val sadari ternyata mereka sudah sampai.
__ADS_1
"Nah, ayo masuk Val" ucap papa Fara.
"Ah iya, terimakasih Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, eh loh, ini Reksa yaa" ucap Mama menebak-nebak.
"Eh? iya tan (?)"
"Ayo masuk dulu, sepatunya simpan di rak itu saja ya, dan sendal nya disebelahnya''
"Mama, ini sudah''
''Terimakasih Fara, Fara sudah membeli bukunya?''
''Sudah kok mah!'' jawab Fara sambil memperlihatkan salah satu totebagsnya yang berisi banyak buku.
''Loh, banyak amat Far?''
''Daripada Fara belajar buat kelas 2 nya saja, yasudah Fara juga beli untuk kelas 3 nanti"
Jadi singkatnya saat ini Fara kelas 1 SD, nah lalu Fara membeli buku materi kelas 2 dan kelas 3 untuk dipelajari sekarang, agar saat ia menaiki kelas 2 ia sudah tahu materi apa yang akan ia pelajari dan ia bisa melewatinya dengan mudah. Dan hal itu akan terus ia ulangi sampai besar.
"Yasudah, kalian lapar? Reksa sudah makan apa belum nak?'' tanya Mama Fara.
''Ketahuan bohongnya tuh, ayo sini makan siang dulu ya''
''Pstt Val, mama aku memang bisa tahu siapa yang bohong dan jujur'' bisik Fara.
''Heh, bisik-bisik kok suaranya tetep kedenger papa'' ucap papa Fara yang mendengar bisikan Fara tadi.
''Sudah-sudah ayo makan siang, hari ini menunya spesial kesukaan papa dan Fara, oh ya, tante tidak tahu apakah kamu suka dengan masakan tante ini Reksa, karena tante tidak tahu, maaf ya, tetapi semoga saja rasanya sesuai dengan selera Reksa. Dan tante cukup percaya diri masakan tante enak kok''
''Pasti enak kok tan'' jawab Val dengan senyum manisnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Makan siang pun berakhir, Fara akhirnya mengajak Val untuk memasuki kamarnya dengan tujuan belajar bersama. Dan Val pun tentunya dengan senang hati menerima tawaran tersebut. Mereka akhirnya masuk ke dalam kamar dan duduk di meja belajar. Fara pun mengeluarkan semua bukunya, menurut Val isi kamar Fara sudah seperti perpustakaan karena banyaknya buku disana.
Melihat Val yang melamun membuat Fara ingin usil dan sedikit sombong, terlintas dipikiran Fara saat ini untuk memberikan beberapa pertanyaan untuk Val. Lantas, Fara pun mengambil pensil dan kertas, dan menuliskan beberapa pertanyaan tanpa pilihan ganda. ''Val, ayo sebelum belajar bagaimana jika ujian dulu?'' ucap Fara. Ucapan Fara langsung membuat Val menengok ke arah Fara, dan mencerna kata-kata Fara.
''Hey, aku ini pintar tahu kak!'' jawab Val.
''Aku tahu, pasti kakak berniat usil yaa..'' tambah Val dengan muka yang pastinya sudah kalian tahu. Pipinya yang gembul membuat Fara gemas dengan ekspresinya dan membuat Fara menyubit kedua pipi Val dengan gemas.
"Pft pfttt ahahaha, aduhh Val iyaa maaf ya, aduhh gemas sekali iiiii''
''Kakakk aishh''
Fara melepaskan kedua tangannya itu dan mengusap pipi Val. ''Iyaa maaf ya, habis wajahmu itu gemas dan manis'' .
''Manisan mana kak? aku atau gula atau permen?''
''Kamu'' jawab Fara.
''Hehe, iyakann''
''Oke, aku kerjakan soal dari kakak, sini kak'' tambah Val.
Fara pun memberikan kertas itu kepada Val. Lalu terlintas lagi di pikirannya itu untuk memberi pulpen saja, bukan pensil. Val mengabaikan Fara yang seperti itu dan langsung mengerjakannya, soal-soal yang Fara berikan adalah soal-soal ujian semester pertamanya. Dan beberapa menit kemudian Val menyelesaikan soal-soal itu.
Fara pun mengoreksi jawaban demi jawaban yang diisi oleh Val. Ia memberikan centang pada jawaban yang benar. Ia memperhatikan lagi jawaban Val, dan merasa aneh. ''Val, jawabanmu kok rapi gini tulisannya?''
''Ah, karena Val sudah belajar menulis rapi''
''Oh begitu, bisa ajari aku?''
''Bukannya kakak yang seharusnya mengajariku? hmm?''
''Hehe habisnya tulisanmu rapi, dan jawabanmu tepat semua, 100 untukmu Val!''
Mereka berdua sama-sama tersenyum. Dan akhirnya mereka tidak mengajari salah satu pihak, melainkan belajar bersama. Mama Fara pun suka sekali mengintip kamar anaknya itu untuk melihat keakraban mereka, sampai ia memotret diam-diam Val dan Fara. Dan sore pun datang.
.
.
.
.
__ADS_1
.