Between You, Me And The Promise

Between You, Me And The Promise
Bayangan


__ADS_3

Sudah beberapa hari semenjak kepergian Fara, namun Val ternyata masih merasa sedih. Ia terus-terusan berdiam di taman seorang diri sambil memohon kepada tuhan agar ia cepat tumbuh menjadi dewasa. Banyak anak yang mengajaknya bermain bersama, terkadang ia pun mencoba bermain, tetapi hasilnya sama saja. Yang terlintas dipikirannya hanyalah Fara, Fara, dan Fara.


Saat kembali pulang ke rumah pun ia hanya melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa mengatakan apapun. Ia menjadi pendiam, dan lebih senang menyendiri. Bundanya yang melihat itupun mana tega, banyak upaya yang ia lakukan untuk menghibur Val, namun semua itu sia-sia. Agak sulit untuk membujuk anak seperti Val, ia memiliki kecerdasan dan kepintaran yang lumayan berbeda dengan anak lain, dan membuatnya sulit dibujuk.


Setiap hari bagi Val pun selalu sama, belajar, makan, istirahat, tidur, dan mandi, tak ada yang berubah dari hal itu. Tatapannya selalu dingin, ia menjadi sangat datar, di siang hari ia akan keluar untuk mengunjungi taman sebentar, saat kembali ia mandi, makan siang, dan belajar hingga malam, dan saat malam sebelum tidur ia pasti melihat langit karena kebiasaan Fara yang melihat langit.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Waktu yang dulunya terasa sangat cepat, tapi kini terasa sangat lambat. Dan malam pun kini berganti pagi, bunda Val masih saja cemas pada anaknya, apa lagi yang harus ia lakukan? pikirnya. Dan terlintas untuk menasehati Val dengan cara lain, yaitu mengaitkannya pada Fara. "Val, ayo sarapan"


"Iya bun"


"Val, bunda tahu sekarang kamu kesepian, tapi mau sampai kapan hm?''


"Memang dengan sikap Val seperti ini kak Fara akan suka? dan apakah bunda dan ayah akan memaklumi? tidak Val, entah itu Mama, Papa, Kak Fara, Bunda dan Ayah nggak suka dengan sikap kamu yang seperti ini. Inget dong Val, kamu ini masih SD tapi pola pikirnya bikin bunda takut terus, Val gak sayang bunda kah? atau memang bunda bukan apa-apa buat Val? kemana coba semangat Val, kehebohan Val, dan lainnya? hilang? bayangin gimana tanggapan kak Fara liat kamu begini. Ingat kan? kak Fara sering sebut kamu apa? hm"

__ADS_1


Kata-kata itu menusuk untuk Val, dan membuat Val berpikir, akan benarnya perkataan bundanya tersebut. Mengingat setiap momennya bersama dengan Fara. Ia berpikir kenapa dirinya seperti ini karena Fara hanya pindah? dan kenapa ia baru terpikir hal itu? ah, bagaimana bisa Val berpikir sampai kesana, saya pun tidak tahu kenapa saya menciptakan Val seperti ini.


"Yah, bunda ga salah.." Val menundukan kepalanya dan berkata demikian.


"Kamu mau bertemu dengan kak Fara kembali kan? memangnya mudah Val? bunda mendukung Val, dan bunda ada disini untuk Val, dan jika menurut kamu, kamu harus apa Val? hmm?"


"Val rasa, Val harus kesampingkan persoalan kak Fara dan mengejar hidup Val sendiri bunda? ahh ya kak Fara pernah memberi Val kalimat seperti itu. Ah! dan saat Val sukses, Val akan mengejar kak Fara!" tiba-tiba senyumnya kembali, ah ini semua berkat sang bunda.


Lantas kenapa sang bunda baru mengatakan hal seperti ini dan bukan dari hari lalu? yah sang bunda pun baru terpikir hal ini, baru terpikir menasehatinya dengan motivasi. Bila hari-hari lalu, sang bunda hanya menasehati yang terbaik saja. Dan saya rasa, usaha bunda sukses membuat Val kembali pada dirinya yang dulu. Semangat bunda!


Val tersenyum dan lalu memeluk sang bunda, dan Cup! ia mencium pipi sang bunda sebagai ucapan terima kasih karena telah menyadarkannya apa yang terpenting saat ini. Semangat baru akan menyertainya ke depannya. Impian yang akan Val raih satu persatu.

__ADS_1


Aku pasti bisa meraihnya.


__ADS_2