
Sudah jam Lima sore udara semakin dingin dengan sedikit kabut yang menyelimuti tapi Banyu Biru tak kunjung datang juga dan tempat ini sudah sangat sepi sebentar lagi tempat ini akan segera ditutup, ya di tutup karena tempat itu berada di daerah pegunungan
"Akhirnya Agni keluar dari tempat itu dan menuju ke parkiran mobil dan Disana sudah tidak ada sama sekali kendaraan terparkir
"Ha.., aku ditinggalkan disini sendiri" ucapnya dalam hati
Ia pun duduk ditepi jalan ..
""Aku laper, Aku kedinginan Aku Haus .., tapi tak ada uang ataupun Handphone.., Kak kamu dimana sih? Sampai kapan aku harus menunggu kamu ditempat seperti ini" ucap Agni tanpa terasa air matanya menetes begitu saja
"Tenang Agni kamu akan baik baik saja, kak banyu Biru pasti akan segera datang" ucap nya dalam hati untuk menghibur diri
Malam semakin gelap udara juga semakin dingin serta ketakutan ditempat sepi dengan suara suara binatang malam seperti ini
"Den Dimana non Agni, mbok Jum tidak melihatnya" ucap mbok Jum yang baru masuk di kamar inap Olivia
"Deg..jantung Banyu Biru yang tiba tiba berhenti mendengar ucapan mbok Jum
Lalu kemudian ia berlari menuju parkiran mobil dan bertapa terkejutnya ia melihat tas dan Handphone Agni disana bagaimana bisa ia melupakan gadisnya itu lalu melajukan mobil dengan sangat kencang
Di sepanjang perjalanan handphone Agni terus berdering mulai dari telepon hingga pesan chat
"Ah,sial bagaimana bisa sampai aku melupakanmu dan meninggalkanmu disana.. Agni ,maafkan aku"ucap Banyu Biru yang terus menggerutu tentang kebodohannya
"Bertahanlah Agni ,tunggu Kaka sebentar....
Sorot lampu mobil itu menerpa wajah Agni dan berhenti tepat didepannya..
"Kak, akhirnya kamu datang juga, kenapa lama sekali " Ucap Agni dengan sedikit senyum yang dipaksakan
Saat Banyu Biru ingin memeluknya ..Agni memilih untuk langsung masuk ke dalam mobil
"Agni, maafkan aku.., tadi Olivia keracunan jadi aku langsung buru buru membawanya ke rumah sakit.., maafkan aku Agni " ucap Banyu Biru menyesal
Ga papa kak,Ucap Agni tanpa menoleh ia hanya memandangi jalan dari jendela samping dan sesekali mengelap air matanya yang jatuh
betapa sakit hatinya Agni saat ini.. ternyata dia meninggalkannya dan lebih memilih mantan tunangannya.Agni bahkan tak mampu memandang ke depan rasanya terlalu sakit
Jujur ada penyesalan di hati Banyu Biru telah membuat gadisnya menangis seperti ini
Halo ya ma," ucap Agni
..... Maaf ma tadi handphone Agni jatuh di kamar mandi ini selesai di service....
__ADS_1
Gak papa ma, Agni hanya kecapekan aja , banyak tugas untuk Minggu depan ma...
Iya ma, maaf ya ma udah buat mama cemas" Ucap Agni kemudian menutup telepon dari mamanya
"Agni,kita makan dulu ya " ucap Banyu Biru lirih karena ia merasa sangat bersalah
"Gak kak, kita langsung pulang , aku pengen istirahat " jawab Agni tanpa menoleh ke Banyu Biru
" Halo Mbok,sekarang dimana..?......, masakan sup untuk Agni ya, sebentar lagi kami pulang" ucap Banyu Biru kepada mbok Jum lewat telepon
Sepanjang perjalanan keduanya saling membisu ada rasa sesal di hati Banyu Biru dan ada rasa sesak di dada Agni..ia merasakan sakit hati yang begitu sakitnya untuk pertama kali yang diberikan oleh orang yang selalu bilang mencintainya
Sesampai dirumah.. dengan tubuh lunglai dan lemas serta hati hancur ia keluar mobil dan berjalan menuju kamar meninggalkan Banyu Biru tanpa kata
"Agni makan dulu ya, Kaka temani "ucap Banyu Biru yang langsung mengejar Agni di tangga
"Gak, aku mau istirahat." ucap Agni dengan nada datar
Dan sesampainya dikamar dan masuk ke kamar mandi Agni menangis sejadi jadinya, Hanya sakit hati dan sesak di dada yang ia rasakan.., ia tak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini dan rasanya akan sesakit ini
Tok..tok .Banyu Biru mengetuk pintu kamar Agni tapi tak ada jawaban..Akhirnya ia pun turun ke bawah untuk mengambil makanan untuk Agni dan dilihatnya kotak kue dimeja makan
"Mbok,ini dari siapa.? Tanya Banyu Biru penasaran
"Oh ini kue dari non Cika den, tadi siang non Cika kesini nyari non Agni tapi non Agni kan gak ada jadi nitip ini den, "Jawab mbok Jum menjelaskan
"Happy B'Day Agni Maya'
"Tetap membiru ya Agni "
love u
Hati Banyu Biru semakin merasa bersalah tentang semua yang terjadi hari ini
lalu ia membawa makanan ke kamar Agni ,diketuknya pintu kamarnya berkali kali tapi Agni sama sekali tak mau membukanya
Disaat Agni tak menghiraukan ketukan Banyu Biru ia memilih untuk mengemas barang barangnya untuk dimasukan ke dalam koper
karena tak ada jawaban akhirnya Banyu Biru menaruh makanan itu didepan pintu dan menuliskan pesan singkat di WhatsApp
"Agni maafkan Kaka,
tentang hari ini Kaka sangat menyesal telah membuatmu seperti ini ,
__ADS_1
keluar dan makanlah .kamu jangan menyakiti dirimu karena perbuatan Kaka
terkirim ke Agni...
dan tak dihiraukan sama sekali oleh Agni
tanpa dibaca Agni langsung menghapus pesan itu
Banyu Biru merasa bodoh karena telah membuat gadisnya seperti ini ..ia tak bisa tidur ia terus memikirkan Agni ia pun penulis pesan lagi
"Maaf Kaka telah membuat kesan buruk di hari spesial mu
ini..
Selamat Ulang Tahun Agni ,Jangan pernah biarkan Apimu padam.'
Terkirim
Dan Banyu Biru pun tertidur hari ini hari yang berat juga untuknya
Ketika dini hari Badan Agni menggigil dan sangat panas serta sangat lemas .ia berusaha menahannya tapi ia tak sanggup , akhirnya Agni menelpon sahabatnya Cika
"Cik, bisa kesini gak.? Aku butuh ke rumah sakit ini sepertinya , bisa kamu jemput aku ,aku sudah gak kuat" ucap Agni dengan nada bicara sangat lemas
Dengan panik Cika langsung menelpon Tedjo untuk menjemputnya dan menjemput Agni
Pukul Lima pagi Tedjo dan Cika sampai disana ..dan sudah ada mbok Jum yang menyapu halaman depan.
"Mbok Aku dan Tedjo langsung ke kamar Agni ya..,," ucap Cika kepada mbok Jum
Ketika Tedjo masuk ke kamar Agni betapa terkejutnya dia melihat keadaan Agni yang sangat lemas dan wajahnya pucat pasi tanpa berpikir panjang Tedjo langsung menggendong Agni menuju mobil
"Cika bawa semua barangku juga ya..'Ucap Agni lirih lalu Cika mengangguk.
Dan Cika membawa dua koper dan satu tas milik Agni
"Non ,kenapa non Agni. kenapa pucat sekali "ucap mbok Jum cemas
"Gak papa mbok..kita akan bawa Agni ke rumah sakit dia. butuh perawatan mbok.." ucap Cika yang kemudian masuk ke mobil dan meninggalkan rumah itu
Banyu Biru yang seperti mendengar suara bising diluar antar mbok Jum dan pak man , ia teringat Agni akhirnya ia beranjak dari tempat tidur untuk melihat Agni berharap ia sudah tidak akan marah lagi..
Seneng ini ya Author ternyata karya author banyak yang suka
__ADS_1
Jangan lupa like ya...
Terimakasih semuanya...