
Para polisi pun tiba dirumah Dessy . Mereka meminta semua data yang ada. Seorang wakil kepala bagian polisi, Juno datang menemui mereka. Dia adalah keponakan Bu Mira. Polisi yang masih muda tapi mempunyai insting yang kuat dan sudah banyak memecahkan kasus - kasus yang rumit seperti ini.
"Aku tidak menyangka Alm Paman Rudi bisa mengalami hal mistis seperti ini. Aku ikut berduka cita Bi Mira. " ujar Juno sambil memeluk Bu Mira. "Terimakasih Juno. Kamu sampai jauh - jauh kemari. Bibi Mohon tolong bantu kami... Gimanapun pelakunya harus dihukum mati" ujar Bu Mira sambil marah dan menangis kuat.
Dessy yang duduk tidak jauh dari sana hanya duduk bengong sambil memeluk adik2ny yang masih menangis..
" Kami hanya bisa berusaha yang terbaik Bi... Saya mau temui Dessy dulu y.... Bibi yang tabah y. Maaf kalau anggota polisi memasuki semua ruangan di rumah bibi y. karena kami harus mencari bukti sebanyak2nya" ujar Juno sambil memberikan teh hangat untuk Bibinya.
"Dess, Bang Juno ikut berduka cita ya. sambil duduk disampingnya." ujar Juno pelan. Dessy melihat kearah Juno dan langsung memeluknya erat.
" Bang, aku yang telah membunuh papa... aku yang membunuhnyaa... hiks hiks hikss... " tangis Dessy pecah.. " BUKAN KAK2 BUKAN KAK2 PELAKUNYAA.. KAMI YAKINN.." ujar kelima adikny yang masih rata2 duduk di bangku sekolah dasar.
"Bang Juno , jangan tangkap Kak Dessy. Dia bukan pelakunyaa. ." tegas Sheilla salah satu adikny itu.
" Jangan takut dik..Abang juga yakin bukan Kak Dessy. Ini semua ada hubungannya dengan hal mistis." ujar Juno yakin dan sedikit berbisuj
__ADS_1
" apa maksudmu???" tanya Dessy tidak percaya.. "Kamu dan adik2mu lebih baik jangan sampai Bibi tahu ya.. karena daritadi aku sudah melihat ada yang janggal. " ujar Juno pelan.
Mendengar ini adik2 Dessy menjadi cemas.. Dessy meminta mereka di kamar saja dulu dan berdoa. Dessy dan Juno akhirny bisa berbicara 4 mata.
" Aku melihat kening Bibi , kamu dan adik- adikmu sepertinya sudah ditandai.. kening Bibi berwarna kuning, adik2mu berwarna biru dan kamu berwarna merah. Sepertinya ketika masih hidup Paman Rudi terlibat hal mistis yang akan mencabut nyawa kalian satu persatu. " ungkap Juno. Dessy tertegun diam.
"Rumah ini juga punya aura negatif yang begitu kuat.. dan sepertinya baru - baru ini saja aku merasa hal ini. dan... Aku juga tidak merasakan jiwa Paman Rudi dirumah ini." jelas Juno.
"Jiwa papa sudah terperangkap disuatu tempat y???. " Dessy mencoba mengerti.
Dessy pun menceritakan apa yang sudah dialaminnya. Juno tersenyum dan berkata" ternyata mata batin mu mulai terbuka kembali." ungkap Juno.
"Mana mungkin Jun. aku ... punya mata batin sepertimu.." Dessy tidak percaya.
"Kamu benar benar sudah akan kejadian 14 thn yang lalu ya???" tanya Juno
__ADS_1
" mana mungkin saya mengingatny Jun. " Dessy makin gusar.
Juno pun mulai menceritakan apa yang terjadi 14 tahun yang lalu. Waktu itu Dessy masih berumur 6 tahun. Ia masih tinggal bersama dengan keluarga pamannya. Orang tuanya pergi keluar kota mencari nafkah dan akan kembali menjemputnya kembali seminggu lagi.
Dessy kecil kegirangan karena orang tuanya yang hampir setahun merantau akan kembali berkumpul dengannya lagi.
Namun sebuah insiden terjadi. Ketika Dessy bermain dengan anak2 tetangganya dihalaman rumah. Juno waktu itu berumur 10 tahun dan dia tidak bisa sepenuhny menjaga sepupunya itu karena dia juga ada les ekskul berenang.
Rupanya tanpa sepengetahuan Bibinya, Dessy dan anak2 tetangganya itu pergi meninggalkan halaman rumah mereka. Mereka pergi ke rumah tua yang terkenal berhantu sekitar 10 rumah dr komplek mereka.
Dessy ikut dengan mereka untuk menguji nyali. Anak anak tetangganya itu lebih tua sedikit dari Dessy. Mereka mengisengi Dessy dengan menyuruhnya masuk duluan karena Dessy yang paling tidak takut diantara mereka.
Begitu Dessy masuk... pintu rumah itu langsung menutup sendiri dan Dessy terjebak dirumah itu. Anak2 yang lain mencoba buka tapi tidak bisa.. Mereka pun pergi dan segera meminta bantuan.Waktu itu menjelang Magrib dimana anak - anak seharusnya tidak boleh bermain diluar lagi.
Anak - anak lain segera berlari meminta bantuan orang - orang . Tapi mereka tidak dihiraukan. Seakan akan mereka tidak terlihat kasat mata...
__ADS_1