
Upacara pemakaman pun dimulai. Jasad Pak Rudi ada didalam peti kayu jati. Beliau seperti tertidur. Luka2nya sudah dibersihkan. Pihak kepolisian menganggap kejadian ini sebagai tindakan bunuh diri. Karena baru baru ini Pak Rudi terlilit untang cukup besar. Hal dipastikan dari surat - surat dan beberapa saksi dari rekan kerja dan karyawan - karyawanâ‚© mendiang Pak Rudi.
Perusahaan Pak Rudi menyisakan utang yang cukup banyak. Bu Mira dan Dessy harus berpikir keras mencari uang melunasi utang tersebut usai pemakaman ini.
Air mata sudah mengering dan pasrah akan apa yang terjadi. Dessy dan keluarga berusaha untuk tabah. Juno pun terus datang menghibur mereka. Dia cukup banyak membantu mereka.
Para tetamu datang untuk melihat mendiang Pak Rudi untuk terakhir kalinya. Banyak yang mengatakan kebaikan Pak Rudi. Dia terlilit utang begini pun demi menafkahi keluarga dan memberi makan para karyawan yang ada 3 orang. Isak tangis pun sesekali terdengar.
Terlihat pula Lissa Sanjaya muncul diantara para tamu. Dessy melihat kedatangannya. "Dessy., " langsung memeluk Dessy . " Lissa maaf tidak mengabarimu. Aku tidak ingin merepotkanmu. Kita baru kenal saja kamu tidak segan datang ke pemakaman ayahku ini. " ujar Dessy pelan. Lissa tersenyum sambil menepuk punggung Dessy. " Jangan begitu donk Dessy, gimanapun kita teman kan. mana boleh masalah seperti ini. Kamu tidak mengatakannya. Jadi untuk apa kita berteman. Kamu yang tabah Dessy. Kamu harus kuat lanjutin kuliahmu. Aku akan membantumu sebisaku. Dess . Lainkali jangan seperti ini ok !! " sambil melihat Dessy yang mulai menangis lg.
__ADS_1
Juno melihat dari kejauhan, Ia melihat ada sosok hitam yang mengikuti Lissa dan tidak ada yang bisa melihatnya. Karena itu adalah sosok gaib.
Upacara pemakaman pun dimulai, terlihat Lissa menjauh dari tempat tersebut. Juno punya kesempatan untuk bertemu Lissa tanpa Dessy mengetahuinya.
Lissa memilih tempat duduk yang agak jauh. Ia sepertinya mulai mengucapkan sesuatu. Juno yang membuntutinya segera sembunyi disemak2.
"Kupersembahkan Jasad dari satu dari Tumbalku..Tuan Murkaka. Sebelum upacara usai harus terbakar mrnjadi abu tidak bersisa.. " ujar Lissa lantang . Matanya berwarna.Sosok hitam itu sepertinya merasuki tubuh Lissa.
Api membakar sampai tidak bersisa. Juno menghampiri dan segera menahan Dessy untuk mendekat tempat tersebut."OO TUHAN APA YG TELAH TERJADI!!! Mengapa ini bisa terjadi!!" Isak tangis dari Dessy dan keluarganya.
__ADS_1
Pandangan Juno kearah Lissa yang berdiri dari kejauhan tersenyum sinis. Matanya tidak merah lagi. Ia tiba - tiba menghilang begitu saja dari pandangan Juno.
Juno ingin menceritakan hal ini tapi dia memilih untuk diam dulu. Karena ini bukan saat yang tepat.
Ketika Lissa pergi tanpa menemui Dessy lagi, tak lama tiba2 muncul titik merah api masuk tubuh adik Dessy yang paling kecil yang bernama Dewa. Dia yang menangis tiba2 pingsan. Hanya Juno yang bisa melihat hal ini. "Astaga apa yang akan terjadi lagi !!! ilmu hitam ini harus segera saya halau sebelum terjadi malapetaka yang lebih besar lagi" gumamnya dalam hati.
Hari itu Dewa mengalami panas yang tinggi sekali. Ia terus menangis sepanjang hari. Dessy , ibu dan beserta saudara2 yang lain terus berusaha menenangkan Dewa.
Sementara itu, Juno mencari barang2 yang butuhkan untuk menghilangkan ilmu hitam yang membuat Dewa menderita.
__ADS_1
Dia pun segera kembali malamnya, " Juno, Dewa tidak menangis lagi, tapi tubuhnya membiru dan tatapannya kosong. Gimana Juno apa yang akan terjadi.. " Dessy begitu ketakutan sampai badannya gemetaran.
Sebelum mereka tiba dikamar Dewa, Dewa mendadak bangun dan mencekik kuat pada Dita kembaran Dewa. Bu Mira terkejut dan segera berusaha melepas cengkeram Dewa. Adik2 Dessy yang lain Sheilla, Lesty, dan Fiona juga ikut membantu melepas tapi tidak bisa. Mereka malah terjatuh dan tidak kuasa mendekati Dewa. Dita menangis begitu kuat. Keributan itu membuat Juno dan Dessy segera menemui mereka.