
Ntah apa yang ada di benak orang rakus itu...
Semua mereka makan tanpa terkecuali hewan buas seperti buaya, hewan beracun seperti katak dan kalajengking. Hewan kotor seperti tikus. Hewan tak layak makan seperti anjing dan kucing.
Namun nyatanya semua orang lupa dengan kata syukur sehingga mereka terus merasa kurang.
Aku kelelawar liar yang kau makan itu... yang dengan kerakusan nya kau makan dengan bangga. Tanpa memikirkan bahaya yang di timbulkan dari tubuh kecil ku yang usang ini.
Kau tau, demi menyelamatkan mu dari penyakit dan virus seperti rabies dan farasit. Ku simpan semua penyakit itu di dalam tubuh ku, Ku bawah jauh dari pantauan mu agar tidak menyerang mu, sehingga aku pergi bersembunyi kedalam guah besar yang jauh dari jangkauan manusia. Namun kau, manusia yang tak punya perasaan demi memuaskan nafsu kerakusan di dalam hati mu, kau malah memakan ku sehingga penyakit-penyakit yg ku jaga di dalam tubuh ku selama bertahun-tahun itu masuk dengan bebas dan bahadia dalam tubuhmu. Tubuh mu akan menjadi sarang baru untuk mereka. Mereka sangat senang sekali. Karna di dalam tubuh mu banyak sekali tertimbun daging dan lemak yang cocok untuk menjadi sarang baru mereka.
Terimalah apa yang kau telah perbuat..
Sekarang virus itu semakin leluasa dan memakan korban banyak, bukan satu bahakan beribu-ribu, bukan hanya yang muda bahkan samapi yang tua, bukan hanya di suata kota nmun seluruh negara. Jiwa-jiwa satu persatu berjatuhan menjadi korban. Ketakutan dan kekacauan menjadi pandangan... terlebih hanya terdengar suara sakit dan jeritan di setiap kediaman.
November 2019 ... asal mula dimana penemuan virus ganas yang menyebabkan kekacauan di seluruh jagat raya ini. Wahai kau manusia. bersyukurlah .. sehingga kau akan merasa cukup dan tenang**.
__ADS_1
"Ya ampun nah... lu bikin spoiler atau apaan sih hah?" Ketus Upin yang kesal sehabis membaca selembar buku HVS yang berisikan artikel receh tentang curhatan Kelelawar.
"Hahah.... we cuma berbaik hati bikinin perunjukan rasa buat para kelelawar malang itu pin..."Jawab gue konyol.
"Ya gk usah selebay dan segaje ini lah Saripin...."
"Ya suka-suka gue dong...Sarupiiinn..."
"Iyalah...mak elu we." Upin(Santi) kesal dan menghentikan perdebatan kita.
"Oke...we ikut ah... sapa tau we jugak kebagian duitnya haha"
"Emang dasar mata duitan lo yah."
Kamipun bergegas ke pusat desa dan mengikuti rapat. Selepasnya rapat kami di bagi menjadi 273 kelompok untuk menyebar ke slulur desa di 97 Kabupaten. Kebetulan gue sama klompok termasuk Santi di dinaskan pergi ke kampung "Legok Hangser" di belakang gunung G kota C. Waddaw... apaan tuh... nama kampung atw WC. Logok artinya Kubangan sedang Hangser artinya bau kencing/kencing. jadi Legok Hangser artinya Kubangan kencing. Wakkakakakakakkakakakakakakkaka... lo bayangin satu kampung itu kubangan gede yang banyak air hancing nya.. berapa banyak org yang nampung aer hancing disana :D gak kebayangkan...
__ADS_1
Memakan waktu 1 jam dari pusat. Kamipun akhirnya sampai di kampung Legok Hangser. Kulihat kampung terpencil yang kumuh, pedalaman, dan jauh dari perkotaan... dengan pemandangan rumah-rumah yang kebanyakan ke terbuat dari bahan triplek yang berpenghuni para lensia. Sepertinya si listrik juga masi baru di sini. terlihat hanya beberapa rumah yang memiliki ladar televisi itupun dari tempat-ketempat yg cukup berjauhan. Bisa di pastikan banyak yang gk punya TV nih.
Saat pembagian pun tiba, setiap warga di suruh berjajar dan antri untuk di bagi satu-persatu. Terlihat mereka kebingungan dengan kedatangan kita. Maka kita jelaskan jika maksud kita ingin membagi dana sosial Korona pada warga yang kurang mampu. Mendengar itu mereka pun bersemangat antri. Dan saat ku dekati seorang nenek-nenek yang ke nya penglihatan nya aja udah gk beres. Ku tanya gimana perasaan dia mendapatkan bantuan dana sosial... lo kepikir gk apa yg tu nenek-nenek bilang.
"Emmmhhh... gusti.. alhamdulillah korona teh bager... mudah-mudahan korona teh sing di paosken yuswana ku alloh Subhana waa ta'alaa."
yang artinya "Emmmhh ya tuhan Alhamdulillah korona itu baik.. Semoga saja korona di panjangkan usian nya oleh Alloh subahana waa ta'alaa."
Seketika tmen-temen kelompok kita
ngakak berjamaah. Yah iyalah lah.. gimana kagak pengen gkgk.. masa korona iya doain panjang umur. Di anggap korona itu yg ngasi dia duit kali ya_-. Mak elu we nek.. pokonya we seneng banget hari ini bisa ikut baksos_^
Oh yah... gue mau kasi tips nih, sebenernya yang membuat korona sangat bahaya itu penyebab nya dari ketakutan diri sendiri. karna imun yang kuat sudah mampu mengatasi korona. Jadi we saranin jaga kesehatan dan kalo bisa.. buat kalian yang masi tinggal di sekitar perkampunga atau desa.. jang terlalu takut deh... sampe keluar deket aja pake masker. Nyatanya tanpa sadar kita cuma nyiksa diri sendiri. Tanpa sadar kita menghentikan hidung kita menghirup udara bersih yang segar.
Just skip, Bye..bye..🚹🚺
__ADS_1